Tags

, ,

Nama : Rizki Rahmadani

Nim : 1302045025

Prodi : HI Reg A 2013

Matkul : Politik dan Pemerintahan Jepang

Jepang Di Mataku

sushi adalah salah satu makanan yang memiliki konsep membingungkan namun juga paling lezat di seluruh dunia. Mungkin ide menyantap ikan mentah terdengar menakutkan pada awalnya, akan tetapi ada alasan dibalik suguhan yang menjadi santapan kesukaan masyarakat di Jepang ini selama berabad-abad dan kenapa dalam beberapa tahun terakhir ini sushi mejadi begitu populer di seluruh belahan dunia. 

Meskipun sushi versi barat (seperti California roll) kini telah cukup populer dikenal banyak orang, satu gigitan saja dari sushi khas Jepang sudah cukup untuk menjadi pengalaman yang mengubah hidup. Rendah lemak namun tinggi protein, karbohidrat, vitamin, dan asam omega. Sushi bukan sekedar salah satu makanan paling sehat di dunia namun juga merupakan makanan yang memiliki rasa lezat yang tidak banyak makanan lain dapat menyerupainya.

Ahli sushi, atau disebut taisho, bekerja dengan penuh rasa hormat dalam menjalani profesinya. Seorang taisho memperlakuan proses pembuatan sushi layaknya sebuah karya seni setelah menempuh puluhan tahun masa pelatihan. Maka dari itu agaknya sangat penting untuk mengetahui ragam cara dan sikap yang ada dalam menyantap sushi sehingga akan membuat pengalaman lezat ini terasa lebih istimewa.

Sejarah

Pada awalnya, sushi adalah salah satu cara proses pengawetan ikan. Pertama kali dikenalkan pada masyarakat Jepang dari Asia Tenggara di abad ke-8, salah satu proses pengawetan ikan dilakukan dengan dengan cara membungkus isi perut ikan dalam balutan beras yang sudah terfermentasi. Proses ini membuat ikan menjadi lebih tahan saat disimpan dalam waktu yang lama, tetapi ternyata dahulu nasi yang digunakan untuk membungkus tidak ikut dimakan. Seiring berjalannya waktu, ikan yang digunakan akhirnya dimakan bersamaan dengan nasi pembungkus dan kemudian menjadi makanan pokok Jepang. Jenis sushi ini disebut nare-zushi yang masih bisa ditemukan sampai hari ini.

Setelah bertahun-tahun lamanya, nare-zushi berkembang sesuai dengan ciri khas masing-masing wilayah. Oshi-zushi dikenal dengan baik di Osaka, sedangkan di Shiga lebih dikenal lewat funa-zushi yang berasal dari Danau Biwa.

Haya-zushi atau sushi “cepat saji” ditemukan untuk pertama kali di abad 19 oleh Hanaya Yohei. Sushi inilah yang kini dikenal di seluruh dunia dengan nama nigiri-zushi. Potongan ikan segar dari Teluk Edo (kini Tokyo) bersama nasi cuka disajikan di sushi yatai (kedai makanan) yang tersebar di seluruh Tokyo. Ada sebuah teori yang mengatakan bahwa sushi tipe ini menjadi dikenal di seluruh Jepang dikarenakan gempa Kanto pada tahun 1923 yang menyebabkan para pembuat sushi di Tokyo mengevakuasikan dirinya kembali ke kampung halaman dan menyebarkan budaya sushi di tempat masing-masing.

Jenis-jenis Sushi

Sushi memiliki begitu banyak bentuk dan variasi yang tak terhitung dengan ciri khas setiap daerah yang menggunakan jenis ikan dan gaya memasak berbeda. Di bawah ini adalah beberapa jenis sushi yang paling mendasar:

  • Nigiri-zushi: Jenis sushi yang paling umum dijumpai. Sushi ini terdiri dari potongan ikan mentah (atau potongan jenis makanan lainnya) yang diletakan di atas nasi yang berbentuk membujur. Sushi ini juga dikenal dengan nama Edo-mae sushi.
  • Gunkan-maki: Disebut juga sushi roll, sushi berbentuk gulungan. Ikan mentah dan bahan-bahan lainnya dibungkus di dalam nasi dan lembaran rumput laut yang kemudian biasa dimakan menggunakan tangan. Sushi ini disajikan dalam ukuran yang berbeda-beda, sepertifuto-maki (gulungan tebal) dan hoso-maki (gulungan tipis).
  • Temaki-zushi: Sama seperti maki-zushi namun sushi ini berbentuk kerucut dan dimakan langsung dengan tangan.
  • Chirashi-zushi: Potongan dari ikan mentah ditempatkan di atas semangkuk nasi. Sangat direkomendasikan bagi orang-orang yang ingin mencicipi berbagai variasi ikan dalam harga yang terjangkau. Secara harfiah, Chirashi-zushi berarti “ikan tabur”.
  • Inari-zushi: Nasi cuka di dalam kulit tahu berbumbu yang digoreng.
  • Oshi-zushi: Potongan ikan asap dan nasi dimasukkan ke dalam sebuah kotak dan kemudian ditekan. Secara harfiah artinya “sushi tekan”.
  • Sashimi: irisan ikan tanpa nasi.

Cara Makan

Sushi biasanya dimakan dengan tiga jenis bumbu tambahan, yaitu:

  • Kecap asin: Hampir seluruh tipe sushi dimakan bersama kecap asin. Cara memakannya dengan menuangkan kecap asin ke sebuah piring bundar kecil dan kemudian mencelupkan sushi ke dalamnya sebelum dimakan.
  • Wasabi: Kebanyakan nigiri sushi juga disajikan dengan wasabi, atau lobak pedas khas Jepang. Pasta beraroma tajam berwarna hijau ini mampu menambah cita rasa dari sushi itu sendiri. Wasabi juga berguna untuk mengurangi resiko keracunan, namun tidak jarang orang asing dan juga orang Jepang sendiri yang kurang menyukai wasabidikarenakan rasanya yang tajam.
  • ShogaShoga adalah bumbu tambahan penting yang juga cukup “kontroversial”. Shoga disebut juga gari atau acar jahe. Rasa pedasnya cukup membuat banyak orang tidak menyukainya, namun seperti wasabi, zat antibakteri dalam shoga dapat membersihkan isi perut.Shoga juga dapat membantu mengurangi rasa menyengat dari wasabi.

Berikut ini adalah tips dan tata cara yang harus diterapkan saat memakan sushi (biasanya tata cara ini digunakan saat makan di resotorang sushi papan atas).

  • Jangan menggunakan banyak parfum. Aroma parfum yang menyengat akan mengurangi kelezatan rasa sushi.
  • Kebalikan dari anggapan umum, sushi dapat dimakan dengan sumpit dan juga tangan. Kecuali sashimi yang harus menggunakan sumpit.
  • Mencelupkan nasi hingga basah kuyup ke dalam kecap asin akan membunuh rasa sushi itu sendiri. Untuk menghindari hal ini, ambil irisan ikan (nigiri-zushi) dan kemudian celupkan sepertiga hingga setengah bagiannya di kecap asin kemudian santap bersama nasinya. Untuk gunkan-maki dan maki-zushi, cukup celupkan sedikit saja bagian sushi ke kecap asin.
  • Cara yang paling baik untuk menambahkan kecap asin pada gunkan-maki adalah dengan mencelupkan shoga ke dalam kecap asin kemudian, seperti kuas, baurkan kecap asin menggunakan shoga di atas sushi. Bila gunkan-maki disediakan dengan potongan mentimun, celupakan mentimunnya ke dalam kecap asin sebelum dimakan.
  • Banyak orang mengatakan sushi akan terasa lebih enak jika dimakan dengan cara diputar ke atas (nasi di bagian atas), namun hal ini pun tergantung selera masing-masing orang.
  • Meskipun tidak ada urutan yang baku dalam menyantap sushi, secara umum disarankan untuk memulai dengan ikan yang memiliki rasa ringan terlebih dahulu (umumnya ikan yang berdaging putih sepertiflounder dan snapper) sebelum melanjutkan ke ikan yang memiliki cita rasa lebih kuat (tuna dan landak laut). Namun, bagaimanapun juga yang paling penting adalah menikmati sushi dengan cara sendiri.
  • Meminum teh atau memakan shoga di selang santap sushi berguna untuk membersihkan perut dan menyegarkan mulut. Seperti shoga, teh juga memiliki zat antibakteri. Pada awalnya hal ini diterapkan pada saatnigiri-zushi dikenalkan untuk pertama kalinya. Shogawasabi, dan teh sangat penting kegunaannya pada masa pengawetan ikan belum semodern saat ini.
  • Sangat dianjurkan untuk memakan sushi dalam satu suap saja. Hal ini ditujukan agar rasa yang tercipta dari paduan nasi dan bahan lainnya berpadu secara harmonis. Jika kiranya tidak mampu menghabiskan dalam satu suapan, cobalah meminta taisho untuk menggunakan lebih sedikit nasi.
  • Jangan makan nasi dan ikan secara terpisah (kecuali chirashi-zushi).
  • Meskipun tak perlu terburu-buru, sangat dianjurkan untuk segera menyantap sushi begitu ia disajikan, terutama untuk sushi yang menggunakan rumput laut kering/nori.
  • Jika tidak menyukai wasabi, pastikan untuk memberitahukan taishosebelumnya karena hampir seluruh jenis sushi dihidangkan denganwasabi. Jika menyukainya, silakan meminta taisho untuk menaruh lebih banyak wasabi sebelumnya (begitu juga shoga).
  • Jangan lupa ucapkan “itadakimasu” sebelum makan dan“gochisousama” setelahnya.
  • Memberi uang tip adalah hal yang tidak lazim di Jepang.

Sushi-ya atau Kaiten-zushi

Jika sepaket sushi berisikan 10 bisa dibeli dengan harga yang cukup murah, yaitu sekitar ¥800 – ¥1,000 di supermarket, lain halnya dengan sushi yang dijual di restoran papan atas. Namun, menikmati sushi di restoran yang sebenarnya adalah hal yang sangat disarankan jika sedang bepergian di Jepang. Menikmati sushi di sushi-ya (restoran sushi atau sushi bar) yang formal dapat memberikan pengalaman kuliner otentik ala Jepang, tetapi jika dana yang dimiliki terbatas, kaiten-zushi (restoran sushi berputar) bisa menyajikan keunikan tersendiri.

Advertisements