Tags

, , ,

Nama               : Yunda Hestya Saputri

NIM                : 1402045003

Prodi               : Hubungan Internasional (A)

Mata Kuliah    : Teori Perbandingan Politik

POTRET KINERJA PARLEMEN

(Kunjungan)

SENIN, 20 JUNI 2016

Udara pagi yang dingin dan matahari yang masih tampak malu-malu untuk  menampakkan dirinya mengiring saya menuju Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur yang bertempat di Jalan Teuku Umar Karang Paci Samarinda. Ya, akhirnya kunjungan mahasiswa HI Unmul ke DPRD tahun ini terlaksanakan juga setelah melewati beberapa kendala sebelumnya. Hari ini, kami sangat antusias mengunjungi rumah dimana wakil rakyat bekerja, serta melihat dan mengenal kinerja mereka lebih dekat.

Sesampainya di lokasi, saya memarkirkan kendaraan roda dua saya di tempat parkir dimana dari kejauhan terlihat kerumunan manusia ber-almamater kuning, dan tentu saja, mereka adalah teman-teman saya. Pukul 9.30, kami dipimpin ketua tingkat kami pergi menuju Gedung D dimana rapat Paripurna akan dilaksanakan. Sesampainya di dalam gedung, saya dibuat takjub dengan ruangan itu. Besar dan megah. Melihat kursi-kursi mewah anggota dewan yang berderet rapi itu membuat saya berkhayal jika suatu saat nanti saya bisa menduduki salah satu kursi tersebut.Kami sudah duduk manis di kursi kami masing-masing mengeluarkan alat tulis untuk mencatat hal penting apa saja yang akan disampaikan pada rapat Paripurna ini. Tetapi, masih banyak kursi anggota dewan yang belum di duduki pemiliknya. Lumayan lama kami menunggu di ruangan yang dingin dengan AC besar ditiap sudutnya itu. Rapat yang seharusnya menurut jadwal dimulai pada pukul 10.00, akhirnya dimulai pada pukul 10.30. Ngaret ? Yes, this is Indonesia. Dalam hal apapun, kebanyakan masyarakat Indonesia masih memegang erat budaya ngaret. Tak terkecuali rapat Paripurna yang luar biasa ini.

Adapun agenda Rapat Paripurna ke-15 anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur adalah sebagai berikut :

  1. Jawaban Gubernur atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Kalimatan Timur terhadap Raperda pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2015
  2. Pembentukan Pansus Pembahas Raperda dan Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2015
  3. Pembentukan Pansus Pelepasan Aset Provinsi Kalimantan Timur yang ada di Provinsi Kalimantan Utara dan Instansi Vertikal
  4. Pembentukan Pansus Investigasi Kegiatan/Korban Tambang Batu Bara

Rapat yang dipimpin oleh Ketua Anggota DPRD yaitu Bapak H.M Syahrun yang berlangsung kurang lebih selama 4 jam tersebut berlangsung cukup baik. Bapak Awang Faroek Ishak selaku Gubernur Kalimantan Timur juga menyampaikan beberapa hal berikut :

– Pemerintah akan mempertimbangkan APBD dan akan menindaklanjuti rekomendasi BPK selama 60 hari.

– Pemerintah sependapat dengan fraksi-fraksi untuk memanfaatkan Sumber Daya Alam Kalimantan demi perbaikan finansial.

– Pemerintah akan melakukan revitalisasi BUMD.

– Pemerintah mengapresiasi fraksi-fraksi yang memberikan opini pada peraturan pemerintah.

– Pertumbuhan ekonomi yang melemah karena turunnya harga minyak dan gas. Namun kaltim masih mampu menurunkan tingkat kemiskinan karena ekonomi tidak hanya bergantung pada migas dan batu bara.

– Indikator angka melek huruf yang meningkat. Asumsinya masyrakat sudah banyak yang bisa mengakses pendidikan.

– Pemerintah akan memberikan bantuan bagi murid putus sekolah

– Pemerintah akan meningkatkan fasilitas kesehatan dengan akreditasi rumah sakit dan puskesmas.

Dan yang membuat kami bangga berada dalam rapat ini adalah, ternyata kehadiran kami ini merupakan inisiatif dari Bapak Gubernur sendiri. Beliau menghimbau agar mahasiswa dapat turut serta hadir dan melihat bagaimana anggota legislatif bekerja, salah satunya rapat Paripurna ini.

Selanjutnya pada pukul 13.45 kami dibawa ke gedung E, dimana kami akan melakukan diskusi dengan beberapa anggota dewan. Sesampainya di lokasi, kami diberi makanan kecil yang tentunya akan menjadi takjil saat berbuka bagi yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Di depan kami, sudah ada beberapa anggota dewan yaitu Bapak Josep selaku ketua Komisi I, Ibu Siti Qomariah selaku anggota Komisi I, dan Bapak Hermanto Kewot selaku anggota Komisi IV. Bapak Josep membuka diskusi kali ini dengan baik, kami merasa sangat diterima disini. Pak Josep pun menjelaskan sedikit tentang profil DPRD Provinsi Kaltim yang diisi oleh 55 anggota dewan dan 9 fraksi yaitu Partai Golkar, Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, PKB, Hanura, Nasdem, dan P3. Beliau juga menjelaskan sedikit tentang profil komisi yang ada sebagai berikut :

Komisi I yaitu Bidang Pemerintahan, Hukum dan Hak Asasi Manusia.Meliputi Pemerintahan Umum, Ketertiban dan Keamanan, Kependudukan, Komunikasidan Informasi, Hukum dan Perundang-Undangan, Pertanahan, Kepegawaian/Aparatur, Sosial, Politik, Organisasi Kemasyarakatan dan Perizinan, dan Badan Pengembangan Wilayah dan Perbatasan.

Komisi II yaitu Bidang  Keuangan  dan Perekonomian. Meliputi Keuangan Daerah, Aset Daerah, Perpajakan, Retribusi, Perbankan, Perusahaan Daerah, Dunia Usaha, Penanaman Modal, Keuangan dan Pembangunan, Perusahaan Patungan, Perindustrian, Perdagangan, Pertanian, Perikanan, Potensi Kelautan, Potensi Sungai dan Danau, Peternakan, Perkebunan, Kehutanan, Pengadaan Pangan dan Logistik, Koperasi.

Komisi III yaitu Bidang Pembangunan. Meliputi Pekerjaan Umum, Perencanaan Pembangunan, Perhubungan, Pertambangan dan Energi, Perumahan Rakyat dan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Pengembangan Daerah.

Komisi IV yaitu Bidang Kesejahteraan Rakyat. Meliputi Ketenagakerjaan, Pendidikan, llmu Pengetahuan, dan Teknologi, Kepemudaan dan Olah Raga, Agama, Kebudayaan, kesejahteraan Sosial, Kesehatan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan dan Peranan Wanita, Transmigrasi, Museum, Cagar Budaya dan kepariwisataan.

Selanjutnya dibukalah sesi tanya jawab dan diskusi. Pak Josep memberi kesempatan untuk 3 orang penanya. Yang pertama, teman kami Armin bertanya tentang otonomi daerah yang memungkin munculnya raja-raja kecil alias korupsi di daerah-daerah. Yang kedua, ketua tingkat kami Kurnianto bertanya kurang lebih seperti pertanyaan Armin, tetapi lebih spesifik ke pembentukan Berau Pesisir. Yang ketiga, teman kami Dhisty bertanya tentang apa saja yang dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah narkoba yang ada di Kalimantan Timur khususnya. Tiga pertanyaan ini dijawab tuntas oleh Bapak Josep. Beliau mengatakan bahwa adanya otonomi daerah itu mempercepat dan mempermudah birokrasi, pelayanan, dan pembangunan. Serta terkait masalah narkoba beliau menasehati kami agar menjauhi narkoba dan memperbanyak aktivitas yang positif agar terjauh dari godaan narkoba. Saya pikir jawaban dari beliau ditambah dengan jawaban dari Ibu Siti Qomariah sudah memuaskan. Di akhir diskusi, Pak Hermanto Kewot selaku anggota komisi IV yang biasanya mengurusi pendidikan dan dekat dengan pemuda Kaltim, memberi semangat dan motivasi kepada kami agar terus belajar dan merancang masa depan dengan baik serta meraih cita-cita setinggi mungkin.

Setelah diskusi selesai kurang lebih pukul 15.30, kami memberikan plakat dan foto bersama dengan anggota dewan yang sudah berbagi ilmu dengan kami. Hari ini merupakan hari yang luar biasa dan eksklusif bagi kami mahasiswa HI Unmul. Bertemu dengan orang-orang hebat, melihat bagaimana mereka bekerja, dan berbagi ilmu dengan mereka merupakan hal yang tidak akan kami lupakan. Meski melelahkan serta menahan haus dan dahaga berjam-jam mengikuti rapat dan diskusi, kami bangga. Sekian.

Advertisements