Tags

, , ,

Nama   : Qintamani Istighfarin Qadr

NIM    : 1402045018

Kelas   : HI-A Reguler 2014

Teori Perbandingan Politik
“Potret Kinerja Parlemen”

            Pada hari Senin, tanggal 20 Juni 2016 para mahasiswa dan mahasiswi Universitas Mulawarman Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Ilmu Hubungan Internasional mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi kantor DPRD Provinsi wilayah Kalimantan Timur yang terletak dijalan Teuku Umar, Kota Samarinda Kalimantan Timur. Sekitar dua kelas dan beberapa angkatan dari penempuh mata kuliah Teori Perbandingan Politik memasuki ruangan parlemen pada jam 10 pagi, menggunakan almamater kuning khas Universitas Mulawarman. Dua kelas itu terdiri dari kelas Hubungan Internasional reguler A dan Hubungan Internasional rreguler B. Angkatannya bervariasi, ada yang dari angkatan 2012 sampai dengan angkatan 2014 paling kecilnya. Sesampainya disana, kami disambut hangat oleh beberapa anggota dewan dan staf. Kami diberikan waktu untuk berdiskusi sambil menunggu datangnya bapak Gubernur Awang Faroek Ishak, sekitar jam sebelas kurang, bapak gubernur terlihat datang memasuki ruangan dengan senyuman khasnya. Sidang rapat Pari Purna ke-12 tersebut dimulai sekitar jam 11 siang yang dihadiri oleh sekitar 28 orang yang termasuk beberapa staf ahli anggota dewan, staf politik dan non-politik, mahasiswa/mahasiswi dan juga yang lainnya. Dengan agenda:

  1. Tanggapan atau jawaban Pemerintah terhadap Pemandangan umum Transportasi kinerja dan rancangan APBD tahun 2015. 2. Pembentukan Panitia Khusus membahas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban APBD tahun 2015. 3. Pembentukan Panitia Khusus tentang pelepasan aset Provinsi Kalimantan Timur yang ada di Provinsi Kalimantan Utara. 4. Pembentukan Panitia khusus Investigasi kegiatan atau korban tambang batu bara.

            Sidang ini dibuka dengan sifat terbuka, dan hasil dari sidang ini, yang saya dapat adalah bahwasannya 55 Dewan Perwakilan Rakyat ini terbagi menjadi 9 frasa, antara lain dengan Golkar yang berjumlah sekitar 9 orang, PDIP 11 orang, Gerindra 6 orang, Demokrat, PKS 4 orang, PAN, Hanura, PPP-Nasdem dan PKB. Terbentuk 6 Daerah pilih, yaitu 1, kota Samarinda. 2, Balikpapan. 3, Penajam dan Paser. 4, Kutai Kartanegara dan Barat. 5, Bontang, Kutai Timur dan Berau dan yang terakhir adalah 6, Kaltara (Bulungan dan Tarakan).

Sekitar dua jam kami mengamati sidang/rapat Pari Purna tersebut, dengan beberapa kali lobi-lobi dan sanggahan dari beberapa anggota dewan. Namun semua aman terkendali. Jawaban gubernur soal rapat dan sikusi ini adalah, Pemerintah akan mempertimbangkan dana tambahan untuk APBD mendatang seperti dilihat dari hasil sebelumnya, dan akan menindaklanjuti rekomendasi BPK selama 60 hari. Dan juga, pemerintah sependapat dengan fraksi-fraksi yang ada untuk memanfaatkan Sumber Daya Alam di Kalimantan demi perbaikan finansial, Pemerintah akan melakukan revitalisasi BUMD dan pemerintah akan mengapresiasiasi fraksi-fraksi yang memberikan opini kepada peraturan Pemerintah. Menurut bapak gubernur sendiri, pertumbuhan ekonomi kita melemah karena turunnya harga oil dan gas. Namun, Kalimantan Timur masih mampu menurunkan tingkat kemiskinan karena ekonomi tidak hanya bergantung pada minyak, gas dan batu bara. Indikatornya adalah angka yang terbuka yang meningkat. Asumsinya masyarakat sudah banyak yang bisa mengakses pendidikan.

Dimasalah pendidikan, Pemerintah akan melebarjan bantuan bagi murid yang putus sekolah. Dana untuk beasiswa contohnya adalah beasiswa Kaltim Cemerlang, sudah sangat besar. Dan pemerintah takut jika itu tidak sampai kepada orang yang benar-benar membutuhkan. Maka dari itu, pemerintah menambah angka dan syarat. Karena banyak murid-murid atau mahasiswa/mahasiswi yang memakai dana beasiswa untuk berfoya-foya. Padahal itu adalah salah satu apresiasi tinggi dari pemerintah untuk mereka kalau bisa dipakai ke hal yang lebih berguna. Dan masalah yang lainnya yaitu adalah masalah kesehatan, Pemerintah akan membantu untuk meningkatkan fasilitas kesehatan degan menaikkan akreditasi rumah sakit dan puskesmas. Dan juga, setelah itu rumah sakit akan di tingkatkan tipe dan managementnya demi kebaikan dan kelancaran masyarakat. Kami diberikan waktu dan peluang untuk mengeluarkan apresiasi kami seperti halnya beberapa anggota dewan menjelaskan kembali hasil dari sidang dan rapat Pari Purna tersebut. Yaitu adalah Ibu Hj. Siti Qomariah, S.E, Hermanto  Kewot S.P. dan Josep, S.Pd.

            Ada beberapa Komisi di keanggotaan Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Kalimantan Timur, sekitar 4 komisi. Antara lain mereka membidangi:

  1. Pemerintahan, Hukum & HAM, Politik dan Kepangawasan. Mitranya adalah pemerintah, Biro Hukum, Bkd.
  2. Meliputi Keuangan Daerah, Aset Daerah, Perpajakan, Retribusi, Perbankan, Perusahaan Daerah, Dunia Usaha, Penanaman Modal, Keuangan dan Pembangunan, Perusahaan Patungan, Perindustrian, Perdagangan, Pertanian, Perikanan, Potensi Kelautan, Potensi Sungai dan Danau, Peternakan, Perkebunan, Kehutanan, Pengadaan Pangan dan Logistik, Koperasi.
  3. Meliputi Pekerjaan Umum, Perencanaan Pembangunan, Perhubungan, Pertambangan dan Energi, Perumahan Rakyat dan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Pengembangan Daerah.
  4. Meliputi Ketenagakerjaan, Pendidikan, llmu Pengetahuan, dan Teknologi, Kepemudaan dan Olah Raga, Agama, Kebudayaan, kesejahteraan Sosial, Kesehatan, Keluarga Berencana, Pemberdayaan dan Peranan Wanita, Transmigrasi, Museum, Cagar Budaya dan kepariwisataan.

Di sesi diskusi kami mendapatkan kesempatan untuk bertanya, dari kami memiliki 3 penanya yang luar biasa. Penya pertama adalah Armin Beni Pasapan yang berasal dari kelas Hubungan Internasional A, ia mengajukan aspirasi mengenai Kaltara dan juga kebebasan daerah otonomi. Dan yang kedua adalah Kurnianto Rombe Rante yang berasal dari kelas Hubungan Internasioanal A juga yang menanggapi dan memberikan aspirasi tentang daerah perbatasan dan juga daerah otonomi dan juga masalah Kaliantan Utara bagi Kurnianto, Kita bisa menjadi mandiri kita bisa berusaha sendiri dan setiap masyarakatpun pasti ingin mandiri tidak hanya berfikir soal administrasi. Yang ketiga adalah Dhysti yang berasal dari kelas Hubungan Internasional B, yang bertanya soal bahaya narkoba di Kalimantan Timur. Dan ditanggapi oleh ketiga anggota Dewan yang menghadiri ruang diskusi tersebut. Dan ketiga anggota dewan itu menanggapi dengan baik dan cermat seperti halnya bahwa mereka akan mencoba memperbaiki dan membantu memperbaiki akses ke tempat-tempat berpotesi agar Kalimantan khususnya Kalimantan Timur dapat lebih terlihat, dan juga memang benar namun kit harus tetap berpegangan dengan pemerintah pusat. Dan juga, untk jawaban Dhysti bagi mereka kita sedang dalam bahaya dan darurat narkoba. Dimana kita semualah yang menjadi agen, untuk menuntaskan semua masalah tersebut.

Advertisements