Tags

, , ,

Nama               : Puteri Adelia Syari

NIM                : 1402045048

Prodi               : Hubungan Internasional A

Mata Kuliah    : Teori Perbandingan Politik

Potret Kinerja Parlemen

Pada hari Senin tanggal 20 Juni 2016, para mahasiswa HI angkatan 2014 yang berasal dari Universitas Mulawarman melakukan kunjungan ke DPRD Provinsi Kaltim yang terletak di Jl. Teuku Umar, Karang Paci. Dalam kunjungan yang bertajuk ‘Potret Kinerja Parlemen’, kali ini mahasiswa HI diberikan kesempatan untuk mengikuti agenda dari DPRD Provinsi Kaltim yaitu Rapat Paripurna ke – 15 dan melakukan dialog dan diskusi bersama anggota DPRD Kaltim. Acara rapat diadakan di dalam gedung utama DPRD Provinsi Kaltim dan acaranya sendiri dimulai pukul 10.00 lewat. Kedatangan kami juga disambut oleh Bapak Gubernur dan Ketua DPRD beserta anggotanya.

Dimana dalam rapat tersebut berisikan tentang :

  1. Jawaban Gubernur atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Kaltim terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2015
  2. Pembentukan Pansus Pembahas Raperda Pertanggungjawaban APBD TA. 2015.
  3. Pembentukan Pansus Pelepasan Aset Provinsi Kaltim yang ada di Provinsi Kaltara dan Instansi Vertikal
  4. Pembentukan Pansus Investigasi Kegiatan/Korban Tambang Batu Bara.

Setelah rapat paripurna selesai kami melakukan foto-foto bersama para anggota DPRD Provinsi Kaltim, lalu kami dipersilahkan menuju gedung E untuk melakukan sesi tanya jawab dari mahasiswa kepada anggota DPRD. Pertama penjelaasan tentang DPRD terkait fungsi, fraksi-fraksi, profil, dan badan-badan oleh Bapak Josep, S.Pd selaku Ketua Komisi I DPRD. Ada 3 Anggota DPRD yang hadir dalam diskusi ynag betemakan “Potret Kinerja Parlemen” itu. Antara Lain 2 anggota DPRD lainnya ialah Ibu HJ. Syarifah Masitah Assegaf,SH selaku Wakil Ketua Komisi I dan Bapak Zain Taufik Nurrohman, S.Hut selaku ketua komisi IV. Sekitar jam 14.00 WITA Diskusi penyampaian terkait dengan Perkenalan Anggota DPRD di mulai dan Sekilas tentang Profil DPRD.

Selain memaparkan sedikit tentang DPRD, para anggota DPRD yang hadir memberikan semacam inspirasi dan aspirasi mereka berupa nasehat-nasehat, saran-saran, ataupun berbagi pengalaman mereka. Para anggota DPRD mengatakan bahwa mereka berharap pada mahasiswa-mahasiswa sebagai penerus bangsa karena mahasiswa dinilai sebagai lokomotif penggerak perubahan. Sebagai mahasiswa,terutama HI seharusnya menjadi mahasiswa yang kritis. Lalu jangan lupa mencari pengalaman seperti pengalaman berorganisasi dan selalu menjaga nilai walaupun nilai bukanlah penentu kesuksesan seseorang. Jangan melupakan siapa kita sebenarnya yakni sebagai bangsa Indonesia yang seharusnya cinta budaya Indonesia dan selalu berpegang teguh pada keyakinan yang kita percaya.

Setelah berbagi cerita, diskusi pun dimulai. Terlihat antusiasisme mahasiswa yang ingin bertanya. Isi dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para mahasiswa antara lain mengenai pembagian daerah dan sikap DPRD terhadap pencegahan penyebarluasan narkoba di Kalimantan Timur.

Para anggota pun menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan para mahasiswa. Mengenai pembagian daerah, isu ini memang sedang hangat-hangatnya mengingat telah banyak dilakukan pembagian daerah di Kaltim. Kalimantan Timur, merupakan propinsi terkaya ketiga di Indonesia, yang mempunya banyak kekayaan alam sumber daya alam yang berupa: hutan, perkebunan, minyak, tambang, laut, keanekargaman hayati, dan lain-lainnya. Pelaksanaan otonomi di Propinsi Kalimantan Timur dilakukan dengan peningkatan kemampuan aparatur melalui penguatan manajemen dan kelembagaan; peningkatan kemampuan aparatur; peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk pemanfaatan, pengembangan dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek); peningkatan kemampuan memobilisasi berbagai sumber keuangan daerah, dan peningkatan peranserta masyarakat dalam pembangunan daerah. Penataan kembali batas wilayah dan daerah dalam rangka pemekaran dan penyesuaian status daerah tertentu, dimungkinkan untuk meningkatkan efisiensi pelaksanaan pembangunan dan administrasi pemerintahan di daerah. Upaya-upaya inilah yang menjadi tolak ukur untuk mengukur tingkat keberhasilan di Kaltim. Dan mengenai penanganan DPRD terhadap pencegahan penyebarluasan narkoba mengingat Kaltim telah darurat narkoba. Dalam hal penanggulangan dan ancaman narkoba, perlu dilakukan upaya-upaya sejak dini, khususnya bagi anak usia sekolah. Apalagi, bahaya narkoba telah merebak di kalangan pelajar bahkan hingga ke tingkat sekolah dasar. Pembangunan karakter harus digalakan pemerintah sebagai bentuk upaya untuk mengantisipasi pengaruh dan ancaman bahaya narkoba. Melalui program-program pembangunan karakter, maka akan terbentuk pola pikir atau kecerdasan bagi anak-anak sejak usia dini. Selain itu, pendidikan karakter tentu tidak lepas dari pendidikan keagamaan bagi anak-anak tersebut. Kemampuan akademisi atau kecerdasan intelektual akan sangat berkembang apabila didukung kemampuan atau kecerdasan spiritual. Maka, tentunya anak-anak atau generasi penerus Kaltim ini memiliki kualitas dan berdaya saing tinggi selain mengerti dan akan mampu menghindari pengaruh dan bahaya narkoba. Karenanya, pembangunan sumber daya manusia (SDM) Kaltim yang berkualitas haruslah menyeluruh dan melibatkan semua pihak untuk peduli serta mampu memberikan perhatian yang besar terhadap tumbuh kembang anak sejak usia dini.

Untuk menutup acara hari itu, para mahasiswa memberikan cendera mata kepada para pembicara yang telah hadir dan kami diajak untuk berfoto-foto bersama lagi.

 

Advertisements