Tags

, , ,

NAMA                    :  MIMI ISNANI FEBRIANA

NIM                         :  1402045029 (HI Kelas A)

MATA KULIAH   :  TEORI PERBANDINGAN POLITIK

 

Kunjungan ke Kantor DPRD Samarinda Provinsi Kalimantan Timur

Potret Kinerja Parlemen

Kunjungan kami ke Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dilaksanakan pada hari Senin tanggal 20 Juni 2016. Kami tiba di kantor DPRD yang terletak di Jalan Teuku Umar Karang Paci Samarinda, pada pukul 09.00 WITA, yakni satu jam sebelum dimulainya Rapat Paripurna Ke-XV yang akan dilaksanakan pada pukul 10.00 WITA tepatnya di Gedung D DPRD. Agenda dalam Rapat Paripurna Ke-XV DPRD Kalimantan Timur, yaitu:

  1. Jawaban Gubernur atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi Kalimantan Timur terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2015.
  2. Pembentukan Pansus Pembahas Raperda Pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2015.
  3. Pembentukan Pansus Pelepasan Aset Provinsi Kalimantan Timur yang ada di Provinsi Kalimantan Utara dan instansi vertikal.
  4. Pembentukan Pansus Investigasi Kegiatan/Korban Tambang Batu Bara.

Rapat paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD, yakni Bapak H.M. Syahrun, H.S yang kemudian penjelasannya dilanjutkan oleh Gubernur Kalimantan Timur, yakni Bapak Awang Faroek. Berdasarkan apa yang saya catat, jawaban dari bapak Gubernur, diantaranya: 1) Akan mempertimbangkan APBD; 2) Menindak lanjuti seluruh rekomendasi BPK RI; 3) Pemerintah setuju dengan fraksi-fraksi untuk memanfaatkan SDA daerah untuk perbaikan finansial; 4) pemerintah akan melakukan revitalisasi BUMD; 5) Pemerintah mengapresiasi fraksi-fraksi yang memberikan opini pada peraturan pemerintah; 6) Dengan maraknya masalah PHK, pemerintah daerah berkoordinasi dengan pemerintah kota untuk menyelesaikan masalah ini, salah satunya dengan menciptakan lapangan kerja baru; 7) Pertumbuhan ekonomi melemah karena turunnya harga oil dan gas. Namun pemerintah terus berupaya menurunkan tingkat kemiskinan. Pemerintah akan memberikan bantuan bagi murid putus sekolah. Pemerintah akan meningkatkan fasilitas kesehatan dengan akreditasi rumah sakit dan puskesmas. Rumah sakit akan ditingkatkan tipenya dan managemennya akan dilakukan oleh AWS.

Setelah mendengarkan penjelasan panjang lebar dari Bapak Gubernur Kaltim beserta pejabat-pejabat DPRD, akhirnya pada pukul 13.30 WITA Rapat Paripurna selesai dan diakhiri dengan poto bersama di depan pintu masuk gedung DPRD Kaltim.

Kemudian setelah Rapat Paripurna selesai yakni sekitar pukul 13.45 WITA, kami menuju Gedung E DPRD untuk sesi diskusi selanjutnya yang disampaikan oleh Komisi I DPRD Samarinda. Sesi diskusi ini dipimpin oleh Ketua Komisi I, yakni Bapak Josep, S.Pd yang didampingi oleh Ibu HJ. Siti Qomariah, S.E yang juga merupakan anggota dari Komisi I, serta Bapak Hermanto Kewot, S.P dari Komisi III. Bapak Josep menjelaskan mengenai fraksi-fraksi, badan-badan, serta komisi-komisi yang ada di DPRD Samarinda. Menurut beliau, pada awalnya terdapat 6 dapil, yakni: 1) Samarinda; 2) Balikpapan; 3) Penajam dan Paser; 4) Kutai Kartanegara dan Kutai Barat; 5) Bontang, Kutai Timur, dan Berau; 6) Kaltara (Bulungan dan Tarakan). Namun, setelah terbentuknya provinsi Kalimantan Utara, maka menjadi 5 dapil. Selain itu terdapat 9 fraksi, yaitu: 1) Fraksi Partai Golkar; 2) Fraksi PDI-P; 3) Fraksi Partai Gerindra; 4) Fraksi Partai Demokrat; 5) Fraksi PKB; 6) Fraksi PAN; 7) Fraksi Hanura; 8) Fraksi PKS; dan 9) Fraksi PPP-NASDEM.

Di DPRD Kalimantan Timur juga terdapat IV komisi yang menangani bidang yang berbeda-beda, yakni:

  1. Komisi I : Bidang Pemerintahan, Hukum, dan HAM
  2. Komisi II : Bidang Keuangan dan Perekonomian
  3. Komisi III : Bidang Pembangunan
  4. Komisi IV : Bidang Kesejahteraan Rakyat

Selain itu DPRD Samarinda juga memiliki beberapa badan:

  1. Badan Musyawarah (Banmus)
  2. Badan Pembuat Peraturan Daerah (Baperda)
  3. Badan Kehormatan (BK)
  4. Badan Anggaran (Banggar)

Setelah Bapak Yoseph menjelaskan mengenai fraksi-fraksi, badan, serta bidang dan peranan dari komisi-komisi yang ada di DPRD tersebut, beliau kemudian langsung membuka sesi tanya jawab dengan memberikan kesempatan kepada 3 orang mahasiswa untuk bertanya. Pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan yaitu:

  1. (Armin) pada masa pemerintahan Presiden Soeharto, korupsi yang terjadi hanya terpusat saja. Namun, pada saat ini khususnya setelah adanya otonomi daerah, menyebabkan munculnya raja-raja kecil atau dengan kata lain korupsi yang semakin berkembang di daerah-daerah. Bagaimana menurut bapak mengenai hal ini?
  2. (Kurnianto) kurang lebih sama dengan pertanyaan saudara Armin, namun lebih khusus terkait pada masalah pembentukan Berau Pesisir, disaat Berau sendiri sedang mengalami krisis. Selain itu adakah sektor pengganti untuk minyak dan batubara, seperti dengan mengembangkan sektor pesisir, pariwisata, dan lain-lain? Kemudian mengenai tantangan keamanan Kaltim dan Kaltara? Kemungkinan terjadinya Transnasional Organize Crime sangat besar di perbatasan Kaltara-Filiphina (Abu Sayat), apa upaya yang dilakukan untuk mencegahnya?
  3. (Dhysti) terkait masalah narkoba. Narkoba menyebabkan maraknya Transnasional Organize Crime yang terjadi yakni drugs trafficking. Apa program kerja yang telah, sedang, dan akan dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut, serta UU yang mengatur?

Kemudian, setelah mendengarkan 3 pertanyaan dari para mahasiswa tersebut, Pak Yoseph langsung menjawabnya satu persatu, dan inilah review saya terhadap jawaban beliau:

  1. Untuk pertanyaan dari saudara Armin, Bapak Yoseph menjelaskan bahwa tujuan dari otonomi daerah yaitu, Mempercepat birokrasi, pelayanan, dan pembangunan. Dan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) adalah untuk tujuan-tujuan tersebut. Di dalam salah satu pasal UU No. 23 tahun 2008, menyatakan bahwa DOB diberikan waktu 3 tahun. Jika dalam jangka waktu lebih dari 3 tahun daerah tersebut tidak dapat memajukan pembangunan dan birokrasi pelayanannya, maka akan dicabut.
  2. Untuk pertanyaan dari Kurnianto, Bapak Yoseph menjelaskan bahwa pembentukan kabupaten Berau Pesisir memang telah disetujui. Menurut beliau, krisis tidak hanya terjadi di Berau saja, melainkan di semua daerah. Untuk mengatasi krisis tersebut, pemerintah berupaya meningkatkan sektor-sektor pendapatan daerah dengan memaksimalkan pajak-pajak, seperti kendaraan dan lain-lain, serta meningkatkan pertanian dan perkebunan. Selain itu, beliau juga setuju dengan pengembangan sektor pesisir untuk pariwisata, salah satunya dengan berupaya membuat sarana perhubungan atau transportasi ke derawan atau labuan cermin. Selanjutnya mengenai tantangan keamanan, pemerintah daerah telah melakukan koordinasi keamanan untuk pos-pos yang ada di daerah perbatasan tersebut. selain itu pemerintah juga mendorong Angkatan Laut untuk menjaga dengan pengadaan kapal patroli di wilayah tersebut.
  3. Untuk pertanyaan dari Dhysti, menurut Bapak Yoseph bahwa sekarang Kalimantan Timur sudah dalam status bahaya darurat narkoba. Upaya-upaya yang dilakukan dalam menangani masalah ini diantaranya, mendorong jajaran keamanan seperti BNN, Kepolisian, dan TNI, untuk melakukan razia atau patroli di daerah-daerah. selain itu, upaya lainnya yang dilakukan ialah sosialisasi (BNN) ke RT-RT, dan meminta mereka untuk melaporkan jika ada warganya yang menggunakan narkoba untuk kemudian dilakukan rehabilitasi.

Selanjutnya setelah Bapak Yoseph selesai menjawab semua pertanyaan, Ibu Siti Qomariah menambahkan sedikit penjelasan terkait pertanyaan-pertanyaan tersebut. Menurut Ibu Siti, tujuan dibentuknya negara ada 4, yaitu: 1) Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia; 2) Memajukan kesejahteraan umum; 3) Mencerdaskan kehidupan bangsa; dan 4) Ikut melaksanakan ketertiban dunia. Lebih lanjut beliau mengatakan bahwa DOB merupakan salah satu cara untuk meleksanakan tujuan tersebut. selain itu, beliau juga menjelaskan bahwa pemerintah akan berupaya meningkatkan pendidikan, kesehatan, dan ekonomi di Kaltim, serta mengoptimalkan sektor pariwisata yang ada. Harapan kedepannya, agar bisa membangun industri hilir untuk memanfaatkan SDA yang belum bisa diolah sendiri oleh Kaltim, seperti karet dan lain-lain.

Setelah semua pejelasan-penjelasan terkait pertanyaan telah disampaikan, diskusi ditutup dan diakhiri oleh Bapak Josep sekitar pukul 15.30 WITA, dan kunjungan kami pun selesai.

Advertisements