Tags

, , ,

Nama : Hadijah

NIM : 1402045037

Hubungan Internasional (A)

Hasil laporan atas kunjungan ke kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Teori Perbandingan Politik

Senin, 20 Juni 2016 telah dilaksanakan rapat Paripurna ke-15 yang di selenggarakan di kantor DPRD Provinsi Kaltim, Rapat Paripurna DPR RI adalah rapat Anggota yang dipimpin oleh pimpinan DPR dan merupakan forum tertinggi dalam melaksanakan wewenang dan tugas DPR RI. Penjadwalan dan acara Rapat Paripurna ditetapkan dan diputuskan dalam Rapat Badan Musyawarah (BAMUS) atau Rapat Konsultasi pengganti Rapat BAMUS antara Pimpinan DPR dan Pimpinan Fraksi, atau Rapat Paripurna itu sendiri. Dalam pelaksanaan Rapat Paripurna dipimpin oleh pimpinan DPR dan dihadiri oleh paling sedikit 3 (tiga) orang pimpinan DPR. Setiap Rapat Paripurna DPR RI diawali dengan sesi penyampaian aspirasi daerah pemilihan dari setiap Anggota. Hasil dari rapat tersebut dapat saya simpulkan seperti ini :

–  Jawaban ketua Gubernur pemerintah yang akan mempertimbangkan APBD

–  Akan menindaklanjuti rekomendasi selama 60 hari

–  Pemerintah sependapat dengan fraksi-fraksi untuk memanfaatkan sumber daya alam di Kalimantan     demi perbaikan finansial

–  Pemerintah akan melakukan revitalisasi BUMD

– Pemerintah meng apresiasi fraksi-fraksi yang memberikan opini pada peraturan pemerintah

– Pertumbuhan ekonomi melemah karena turunya harga minyak dan gas, Namun Kalimantan Timur masih mampu menurunkan tingkat kemiskinan  kerena ekonomi tidak hanya bergantung pada migas dan batu bara.

– Inikator angka buta huruf yang meningkat, Asumsinya masyarakat sudah banyak yang bisa mengakses pendidikan

– Pemerintah akan memberikan bantuan bagi murid yang putus sekolah.

– Kesehatan, Pemerintah akan meningkatkan fasilitas kesehatan dengan akreditas rumah sakit dan pukesmas

– Runash sakit akan di tingkatkan tipenya dan manajemennya akan di lakukan oleh rumah sakit Awahab Syahranie.

Rapat berjalan cukup baik dan kondusif walaupun terjadi sedikit keterlambatan.

   Sesi ke dua yaitu sesi diskusi yang saya lakukan di gedung berbeda yang berada di belakang, diskusi ini bersama anggota dewan tepatnya Komisi I yang menggeluti ranah hukum, HAM , Politik. Diskusi ini dipimpin oleh Bapak Josep, S.Pd selaku ketua Komisi I beserta wakil nya yaitu ibu Hj. Siti Qomariah,SE juga ketua Komisi IV yaitu bapak Hermanto Kewot S.P. dalam pembukaan bapak Josep memberi penjelasan mengenai sturktur yang ada di kantor DPRD yaitu ber anggotakan 55 orang aggota dewan dan terdapat berbagai partai koalisi yang disebut fraksi-fraksi yang ada di DPRD yaitu partai Golkar yang mendapat jatah 13 kursi , partai PDIP mendapat jatah 10 atau sekitar 11 kursi, Partai Gerindra mendapat jatah 6 kursi , Demokrat,PKS,PAN,PKB,Hanura,Nasdem, dan P3K. Terbentuk enam dapil yaitu:

  1. Kota Samarinda
  2. Kota Balikpapan
  3. Kabupaten Penajam Paser Utara
  4. Kutai Kartanegara dan Kutai barat
  5. Bontang, Kutai timur dan Berau
  6. Kaltara ( Bulungan, Nunukan )

 Karena terjadinya pembentukan Kaltara sehingga Kaltim hanya memeiliki lima dapil di isi kekurangannya dengan nomor urut partainya masing-masing. Di DPRD terdapat empat komisi yaitu

  1. Komisi I (Hukum,HAM,Politik,kepegawaian, mitranya adalah pemerintahan , Biro Hukum, BKD)
  2. Komisi II (Keuangan daerah,aset daerah,pendapatan,pansus,perbankan,perkebunan)
  3. Komisi III (Insfrastruktur,perhubungan,penelitian,lingkungan)
  4. Komisi IV (Pendidikanolahraga,agama,budaya,kesehatan,teknologi,kesejahteraan sosial)

Pada saat sesi tanya jawab berlangsung, terdapat tiga audience yang diberi kesempatan untuk bertanya, pertanyaan tersebut berupa masalah otonomi daerah , pemekaran dan penambahan daerah baru (kaltara), masalah keamanan perairan di perbatasan, masalah potensi dan pengeolaan sumber daya alam yang tersedia serta masalah narkoba. Dapat saya simpulkan bahwa kehawatiran mahasiswa akan adanya penambahan daerah baru yang akan menjadi peluang bagi raja-raja baru atau penguasa-penguasa yang berpotensi melakukan KKN. Kita bisa melihat sisi positive nya bahwa dengan adanya penambahan daerah baru membuat terbukanya lapangan pekerjaan dengan berdirinya kantor-kantor yang tentunya membutuhkan tenaga kerja. Dari pihak pemerintah tentunya selalu mengusahakan yang terbaik untuk daerahnya dalam mengembangkan potensi yang ada karena setiap daerah memiliki ka unikan dan potensi alam yang berbeda, seperti hal nya kabupaten Berau yang kaya akan sektor pariwisatanya. Maka dari itu kita harus mampu melihat dan mencari celah bagaimana untuk memanfaatkan yang ada.

Begitu juga permasalahan narkoba, Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Kaltim) menyatakan, peredaran narkoba di wilayah tersebut sudah masuk peringkat 2 nasional, di bawah DKI Jakarta. Data Badan Narkotika Nasional (BNN) menyebutkan, pengguna narkoba di Kaltim mencapai 3,1 persen atau sebanyak 97 ribu jiwa. Mereka terdiri dari para pengguna pemula dan pecandu. Kita sebagai agen perubaha harusnya mampu menangkal dan memerangi serta membasmi narkoba, dengan cara memperkuat iman dengan beribadah, mengisi kegiatan kosong dengan menyibukkan diri dalam hal-hal positif sepertu berolahraga, bermain bersama keluarga. Tanamkan dalam diri anda bahwa narkoba sangan berbahaya dan membawa kematian agar kita senantiasa dapat terhindar dari bahaya nakoba.

Advertisements