Tags

, , ,

Nama               : Yessi Adeynasaputrii

NIM                : 1402045001

Jurusan            : Ilmu Administrasi

Prodi               : Hubungan Internasional A

Mata Kuliah    : Teori Perbandingan Politik

Hari/Tanggal   : Selasa, 21 Juni 2016

Potret Kinerja Parlemen

‘Kunjungan Ke Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur’

Pada tanggal 21 Juni 2016 kemarin, saya beserta mahasiswa hubungan internasional angkatan 2014 lainnya mengunjungi Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur dalam rangka memenuhi undangan Bapak HM. Syahrun HS Selaku Ketua Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Kami diundang untuk hadir dalam Rapat Paripurna ke-XV DPRD Provinsi Kalimantan Timur dan diundang pula dalam diskusi bersama Ketua Komisi I DPRD Provinsi Kalimantan Timur, yaitu Bapak Joseph.

Agenda Acara kunjungan ke Kantor DPRD Provinsi Klimantan Timur dalam memenuhi Rapat Paripurna ke-XV :

Pukul   : 10.00 Wita s/d selesai

Acara  :

  1. Jawaban Gubernur atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Prov. Kaltim terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2015.
  2. Pembentukan Pansus Pembahas Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2015.
  3. Pembentukan Pansus Pelepasan Aset Provinsi Kaltim yang ada di Provinsi Kaltim dan Instansi Vertikal.
  4. Pembentukan Pansus Investigasi Kegiatan/Korban Tmbang Batu Bara.

Saya tiba di Kantor DPRD tepat jam 09.00 walaupun jadwal yang seharusnya 10.00. Saya bersama mahasiswa HI 2014 yang lainnya menunggu di lobi hingga pukul 10.00 sekaligus menunggu mahasiswa yang lainnya hadir. Setelah tepat pukul 10.00 kami dipimpin oleh Kurnianto selaku Kating HI A memasuki Gedung D DPRD yaitu Gedung Paripurna yang akan digunakan untuk menjalankan Rapat Paripurna ke-XV. Kami disambut baik oleh pejabat disana, Tidak ada hambatan apapun. Hanya saja, saat kami lobi bapak security sempat mendatangi kami, beliau mengira bahwa kami akan melakukan demo dikantor DPRD tersebut kemudian kami pun menjelaskan alasan kami datang dan beliau pun mengerti.

Kami pun masuk ke Gedung Paripurna dan duduk dengan teratur yang dipandu oleh pejabat disana serta Kurnianto yang ikut mengatur kami. Hingga pukul 10.15 rapat belum dimulai, karna sebagian pejabat belum hadir dan Gubernur pun belum hadir. Pada pukul 10.30 barulah rapat dimulai, dengan kehadiran Gubernur Kaltim, Ketua DPRD, Wakil DPRD dan sebagian besar Anggota Dewan dari Komisi III DPRD Prov. Kaltim. Komisi III DPRD mendominasi dalam Rapat Pripurna ini dikarenakan pembahasan agenda rapat terkait berhubungan dengan tugas atau fungsi dari Komisi III DPRD, yaitu menangani masalah infrastruktur, perhubungan, penelitian dan pengembangan, dll.

Rapat tersebut dimulai dengan sambutan Ketua DPRD dan dilanjutkan oleh sambutan Gubernur Kaltim yang sekaligus melanjutkan ke pembahasan, kemudian dilanjutkan oleh sambutan dan pembahasan agenda oleh Wakil DPRD Prov. Kaltim. Kemudian pemilihan anggota Pansus pun dimulai, beberapa anggota mengajukan beberapa rekannya untuk menjadi anggota Pansus tersebut. Setelah telat ditetapkannya anggota Pansus dan diresmikannya pembentukan Pansus. Dalam pembahasan kasus tambang yang banyak menghilangkan anak-anak kecil akibat dari lubang-lubang tambang yang dibiarkan. Ini pun menjadi pembahasan dalam Rapat Paripurna ini. Sebelumnya, Kemudian, Ketua DPRD Prov. Kaltim menjelaskan mengenai tugas Pansus :

  1. Mengadakan Rapat Kerja
  2. Melakukan Penelitian Terhadap Korban Tambang
  3. Melaporkan Hasil Penelitian
  4. Masa Kerja selama 3 bulan. Setelah masa kerja Pansus dengan sendirinya membubarkan diri sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
  5. Pembiayaan dalam kegiatan Pansus dimasukkan dalam APBD TA. 2016

Bapak Gubernur sempat menyambut kami dengan sangat baik. Beliau berkata bahwa akhirnya keinginan beliau untuk menghadirkan mahasiswa dalam Rapat Paripurna DPRD Prov. Kaltim terwujud dan beliau sangat berterima kasih kepada Rektor Universitas Mulawarman dan Bu Unis selaku dosen pengampuh mata kuliah Teori Perbandingan Politik yang memberikan kami kesempatan untuk memiliki pengalaman luar biasa ini.

Setelah menjelaskan mengenai tugas para Pansus, akhirnya sidang Rapat Paripurna ke-XV pun resmi ditutup dan diakhiri dengan tepuk tangan meriah dari pada pejabat berserta kami tepat pada pukul 14.00 Wita. Selanjutnya, kami melakukan foto di depan Gedung D Paripurna Kantor DPRD Prov. Kaltim. Setelah berfoto bersama, sebagian dari kami pun menjalankan sholat di Masjid Kantor DPRD Prov. Kaltim dan sebagian dari kami langsung menuju Gedung E yaitu Gedung tempat kami akan menjalankan diskusi bersama Komisi I DPRD Prov. Kaltim.

Diskusi ini pun dimulai pada pukul 14.30 Wita. Bapak Joseph selaku Ketua Komisi I DPRD Prov. Kaltim memimpin jalannya diskusi dan beliau pun memberi sambutan atas kedatangan kami.

Setelah memberikan sambutan beliau pun menjelaskan mengenai sistem kerja dalam DPRD Prov. Kaltim, sebagai berikut:

  1. Terdapat 55 Anggota Dewan yang terdiri dari empat unsur pimpinan meliputi ketua dan tiga wakil
  2. Terdiri dari 9 fraksi meliputi Golkar, PDIP-P, Gerinda, Demokrat, PKS, PAN, PKB, HANURA dan P3NASDEM (P3 dan NASDEM membentuk koalisi)
  3. Terdapat 4 Komisi dalam DPRD Prov. Kaltim
  4. Komisi I : Ruang lingkupnya meliputi pemerintahan, politik, hukum &     HAM , kepegawaian, dan pertahanan.
  5. Komisi II : Ruang lingkupnya meliputi keuangan daerah, aset-aset, perbankan, perusahaan daerah, pendapatan daerah, koperasi, dll.
  6. Komisi III : Ruang lingkupnya meliputi infrastruktur, perhubungan, penelitian & pengembangan
  7. Komisi IV : Ruang lingkupnya meliputi ketenagakerjaan, ilmu pengetahuan, agama, budaya, dll.
  8. Ada 3 badan meliputi Badan Musyawarah, Baperda, dan Badan Anggaran.
  9. Terdapat 6 Dapil di Kaltim

Setelah menjelaskan mengenai sistem kerja di DPRD Prov. Kaltim. Selanjutnya, beralih kepada sesi tanya jawab yang dipersilahkan bagi kami yang ingin mengajukan pertanyaan. Tiga mahasiswa HI 2014 mengajukan pertanyaan yaitu Armin Beni Pasapan , Kurnianto Rombe Rante dan Dhisty. Armin mengajukan pertanyaan mengenai semangat reformasi yaitu Otonomi Daerah, sedangkan Kurnianto mengajukan pertanyaan mengenai pemekaran wilayah, dan keamanan serta Dhisty mengajukan pertanyaan mengenai narkoba di samarinda.

Bapak Joseph pun langsung menjawab ketiga pertanyaan terkait, yaitu dalam dahulu sebelum masa reformasi pemerintahan kita sangat sentralistik dimana pemusatan kekuasaan tersebut hanya akan menguntungkan pusat yang pada saat itu ialah pulau jawa. Sedangkan daerah-daerah sangat tertinggal, kemudian pada masa reformasi dibentuk lah suatu sistem dimana pemerintahan yang tidak lagi terpusat melainkan memberikan daerah-daerah hak untuk membangun wilayahnya seperti yang kita kenal sekarang otonomi daerah. Dalam mewujudkan kesejahteraan daerah-daerah di Indonesia dewasa ini diperlukan yang namanya pemekaran wilayah, dimana saat ini telah dilakukan empat pemekaran wilayah di daerah Kalimantan, yaitu Kalimantan utara, Berau Pesisir, Kutai Utara dan Pasir Selatan. Dimana ini sangat membantu untuk kami dalam menata dan melakukan pembangunan di Kalimantan, yang sebelumnya sangat terhambat khususnya birokrasi-birokrasi yang ada sangat buntu di wilayah-wilayah tersebut. Dengan adanya pemekaran ini, DPRD dapat memanage jalannya birokrasi dan memperbaiki birokrasi yang sempat buntu tersebut. Sehingga ini dapat mempercepat pelaksanaan pembangunan daerah di Kalimantan. Kami telah membuat UU mengenai terbentuknya daerah persiapan dimana ini dibentuk agar daerah baru tersebut dapat membangun wilayahnya dalan jangka waktu 3 tahun.

Mengenai isu keamanan yaitu terorisme di daerah perbatasan, itu disebabkan karna lemahnya pertahanan dalam daerah sehingga kami akan mengupayakan penyelesaian untuk masalah ini, sebagai berikut :

  1. Mendorong adanya kapal patroli perbatasan khusus daerah Kaltim dan Kaltara
  2. Mendorong adanya pos keamanan oleh TNI di perbatasan khususnya Filiphina terkait kasus Terorisme beberapa waktu lalu.

DPRD Kaltim juga akan berusaha untuk meningkatkan pendapatan daerah melihat APBD daerah saat ini sudah dipangkas oleh pusat yang awalnya 13 triliun menjadi 9 trilliun saja, memaksimalkan potensi SDA. Kemudian, mengenai masalah narkoba sudah tidak bisa di sangkal bahwa Samarinda menjadi wilayah yang sangat rawan bahwa menjadi gerbang nya narkoba. Sehingga ini akan menjadi perhatian utama kami dalam memberantas hal tersebut.

Pada pukul 16.00, telah selesai rangkaian kunjungan kami ke Kantor DPRD Prov. Kaltim ini dan Diskusi bersama Komisi I DPRD Kaltim. Dan selanjutnya saya berterima kasih kepada Bu Unis yang telah memberikan kesempatan berharga kepada kami dan kami sangat berterima kasih atas ilmu yang diberikan ke pada kami. Sekian dan Terima Kasih ..

 

Advertisements