Tags

, , ,

REVIEW KUNJUNGAN KE

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Oleh: Dhysti Windyswara (1402045076)

Mahasiswa Hubungan Internasional kelas B 2014

Senin, 20 Juni 2016. Hari ini merupakan hari yang sangat penting, karena hari ini kami, mahasiswa/mahsiswi  Hubungan Internasional angkatan 2014 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman mendapatkan kesempatan untuk turut hadir dalam Rapat Paripurna ke XV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Povinsi Kalimantan Timur serta berdialog dengan beberapa komisi di DPRD Kalimantan Timur. Hal ini menjadi suatu kehormatan bagi kami karena dapat terjun langsung dalam melihat skema rapat paripurna dan juga berdialog untuk menyampaikan aspirasi sebagai Mahasiswa kepada pemerintah.  

  1. Rapat Paripurna ke XV DPRD Kalimantan Timur

Rapat dimulai pukul 11 dan dihadiri oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Timur yaitu Bapak Drs.H.Awang Faroek Ishak,M.M,M.Si dan Bapak H.M. Mukmin Faisyal HP, SH, MH, Ketua DPRD Kaltim selaku Pemimpin Rapat, serta 28 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Kalimantan Timur. Rapat dibuka oleh Pemimpin Rapat yakni Bapak H. Siswadi dan di dalam Rapat tersebut terdapat 4 point yang dibahas yakni:

  1. Jawaban Gubernur atas pandangan Fraksi-Fraksi DPRD Kaltim, Terhadap Rapat Pemerintah Daerah pertanggung jawaban APBD Anggaran 2015.
  2. Pembentukan Panitia Khusus membahas Rapat Pemerintah Daerah
  3. Pembentukan Panitia Khusus pelepasan aset Provinsi Kalimantan Timur di Kalimantan Utara dan Inesiasi Vertikal
  4. Pembentukan Panitia Khusus investigasi kegiatan tambang batu bara.

Di dalam Jawaban Gubernur atas Fraksi-Fraksi DPRD Kaltim, Gubernur Kaltim yakni Bapak Awang Faroek menerangkan bahwa pemerintah mendorong terhadap tindak lanjut BPK Republik Indonesia terhadap aset- aset khusus dan akan menindaklanjuti seluruh rekomendasi dalam waktu 60 hari. Adapun langkah-langkah yang ditempuh yakni:

– menyusun pedoman dalam penyusunan keuangan

– menyusun pedoman dalam ketatausahaan

– menyusun pedoman tugas dan tanggung jawab pengurus & prosedur dalam penerbitan supermasi SKPD

– menyampaikan Surat SKPD yang tidak sesuai

Selain itu juga pemerintah daerah terus melaksanakan investigasi atau dengan kata lain setuju dengan Fraksi-Fraksi terkait dengan pajak daerah, mereka akan melakukan evaluasi terhadap peraturan daerah No 8 tahun 2008 tentang pajak daerah. Disamping itu pemerintah terus memperbaiki kebijakan retribusi daerah dalam hal ini adalah optimalisasi DPRD sebagai badan perwakilan yang mewakili setiap aspirasi masyarakat dan pembuat kebijakan. Pemerintah sangat mengapresiasi Fraksi terhadap kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dimana di Kaltim sendiri saat ini terdapat 8 BUMD yang telah beroperasi dan menghasilkan pendapatan sebesar 226,47 miliar rupiah. Dari sini kita dapat melihat bahwa BUMD berperan aktif atau berkonstribusi banyak dalam menyumbang pendapatan dalam APBD Kaltim. Bapak Awang Faroek mengatakan Revitalisasi BUMD sangat diperlukan dalam penyamarataan dan optimalisasi peran BUMD terutama dalam sektor migas dan batubara karena sektor ini yang berpengaruh besar terhadap pendapatan daerah Kaltim.

Pengalokasian APBD pendidikan dan Kesehatan juga terus di tingkatkan. Sarana dan prasarana pelayanan kesehatan serta program sanitasi di bantaran sungai Karang Mumus juga telah di lakukan. Sebesar 11,14% anggaran telah dikeluarkan untuk penigkatan pelayanan kesehatan ini salah satunya yakni penggabungan rumah sakit Islam dengan Rumah Sakit Whb. Syahrani, peningkatan BPJS sehingga peserta Jamkesda pun dapat mengikuti program BPJS. Di bidang ekonomi, pemerintah sepakat dengan Fraksi dalam pemberdayaan masyarakat & penguatan koperasi. Pemerintah mendukung penuh UMKM-UMKM yang berada di Kalimantan Timur dengan cara memberikan kewenangan kepada camat agar pengurusan izin usaha dapat dilakukan secara gratis dan cepat serta bekerjasama dengan Bank-Bank terutama Bank BPD untuk memberikan keringanan pinjaman dan kredit terhadap UMKM.

Pemerintah juga menggalakan program dalam sektor pertanian serta pendistribusian barang dan jasa dengan optimalisasi UPTD. Untuk mempermudah akses dan mobalisasi masyarakat Kaltim, perbaikan jalan pun terus dilakukan dengan pembangunan jalan tol Samarinda-Balikpapan yang melalui 2 sesi, serta rencana pembangunan jalan tol Samarinda-Bontang yang melalui 4 sesi. Dan meningkatkan keselamatan lalu lintas hubungan darat mengingat seringnya terjadi kecelakaan di jalur darat. Selain jalur darat, pemerintah juga mengupayakan penyelesaian Bandara Samarinda Baru yang mana pada 2017 nanti akan rampung serta Bandara di Berau. Di jalur laut pun demikian, pemerintah terus berupaya dalam penyelesaian pelabuhan baru di beberapa pesisir kota di Kalimantan Timur. Pengelolaan kebutuhan air serta irigasi pengelolaan banjir terus diupayakan oleh pemerintah. Salah satu bukti nyatanya yakni telah dibangun waduk di Balikpapan yang akan selesai pada tahun ini dan juga penyelesaian bendungan Marangkayu. Pemerintah pun mempertimbangkan usulan kinerja pengembangan RT-RW melalui pendekatan kewilayahan serta pengembangan jaringan tower di daerah-daerah yang masih terbatas.

Di dalam rapat Paripurna ini juga telah disepakati untuk menambah jumlah anggota Panitia Khusus di dalam komisi tersebut sebanyak 1 orang. Pemerintah juga di minta oleh anggota dewan untuk turut serta dalam mengawasi dan menjadi pendamping dalam regulasi Panitia itu sendiri. Gubernur Kalimantan Timur di dalam rapat ini juga menyatakan mendukung penuh pembentukan Panitia Khusus dalam investigasi kegiatan tambang, Panitia Khusus pelepasan aset Pemerintah Kalimantan Timur di Kalimantan Utara, serta perubahan PKP2B dan SKPD.

  1. Dialog Dengan Beberapa Komisi DPRD Provinsi Kalimantan Timur

  Sehabis menghadiri Rapat Paripurna ke XV DPRD Kalimantan Timur, selanjutnya kami beranjak ke gedung lain untuk berdialog dan menyampaikan aspirasi ke beberapa Komisi DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Dari perwakilan DPRD terdapat Bapak Josep, S.Pd selaku ketua Komisi satu, Ibu Hj. Siti Qomariah, SE, serta Bapak Hermanto Kewot S.P selaku ketua Komisi empat. Mereka menerangkan bahwa di dalam DPRD Provinsi Kalimantan Timur, terdapat 55 anggota yang di pilih dari 6 Dapil yakni:

  1. Samarinda sebanyak 12 orang
  2. Balikpapan sebanyak 7 orang,
  3. Penajam Paser,
  4. Kutai Kertanegara & Kutai Barat sebanyak 12 orang, \
  5. Bontang, Kutai Timur dan Berau
  6. Kaltara

Akan tetapi setelah 3 bulan pemilihan terjadi perombakan diakibatkan terbentuknya Provinsi Kalimantan Utara. Anggota tersebut, berasal dari sembilan Fraksi antara lain PDIP, Golkar, Gerindra, Demokrat, PKS, PAN, PKB, Hanura, serta P3 Nasdem. Komisi yang terdapat di dalam DPRD Kaltim hanya ada 4 Komisi yakni Komisi Satu yang mengatasi segala macam urusan Pemerintahan, Hukum, HAM, serta Politik. Komisi Dua yang mengatasi segala macam urusan keuangan daerah, aset daerah, dll. Komisi Tiga mengatasi masalah pembangunan insfrastruktur, masalah lingkungan, dll. Serta Komisi Empat yang mengatasi masalah ketenagakerjaan, teknologi, agama, budaya, pendidikan, serta kesehatan. Selain komisi di dalam DPRD Kaltim juga terdapat Badan-Badan antara lain Badan Kehormatan, yaitu sebuah badan yang memonitor serta mengawasi kinerja dari setip komisi (terdiri dari 5 orang) Badan Musyawarah, Baperda yaitu badan yang bertugas membuat peraturan daerah, serta Badan Anggaran yakni badan yang dibentuk khusus untuk membahas anggaran atau program di Kalimantan Timur.

Setelah menjelaskan mengenai profile dari DPRD Kaltim, selanjutnya yakni sesi dialog dan tanya jawab dari mahasiswa. Terdapat 3 pertanyaan dan aspirasi yang disampaikan oleh mahasiswa kepada DPRD Kaltim, Pertanyaan Pertama dan Kedua dikemukakan oleh  Armin Beni Pasapan dan Kurnianto Rombe Rante, mereka mengemukakan mengenai masalah otonomi khusus dan juga pemekaran wilayah di daerah Kaltim serta serangan Abu Sayaf, sedangkan pertanyaan ketiga yakni dari saya sendiri mengenai masalah narkoba. Bapak Josep mengemukakan bahwa di Kaltim sendiri telah terjadi pemekaran wilayah dimana Kutai Utara menjadi skala prioritasnya. Alasan pemekaran ini terjadi akibat luas wilayah Kaltim yang besar dan juga penduduknya. Selain itu juga sulitnya admistrasi yang harus ditempuh bagi masyarakat daerah terpencil menyebabkan keinginan untuk membentuk kabupaten baru. Kemudian beliau menambahkan untuk memperkuat keamanan di daerah perbatasan terhadap serangan Abu Sayaf langkah yang mereka tempuh yakni dengan; membentuk pos keamanan di daerah perbatasan, mendorong patroli angkatan laut, serta mengamankan para nelayan. Dalam menjawab pertanyaan ketiga yakni masalah narkoba beliau menyebutkan bahwa langkah yang telah dilakukan oleh Komisi satu yakni dengan berkerjasama dengan BNN dan pihak kepolisian dan rutin mengadakan operasi gabungan serta razia di beberapa tempat di Kalimantan Timur. Selain itu juga mereka telah membentuk undang- undang mengenai masalah tersebut.

Keterbatasan anggaran menjadi masalah utama dari DPRD dalam melaksanakan programnya. Mereka pun membuat progres dalam jangka panjang dalam mengelola lahan tambang dengan memanfaatkan lahan tersebut menjadi ojek pariwisata dan akan mengkaji ulang serta membuat perjanjian baru terhadap pihak perusahaan. Dan seandainya SDA yang ada di Kaltim sudah habis maka solusi yang ditawarkan untuk pendapatan daerah adalah pengoptimalisasian sektor Pariwisata serta pembangunan industri hilir akan tetapi mereka menghimbau bahwa kita harus tetap menjaga lingkungan sekitar dan juga SDA agar tidak habis.

Prioritas utama Kaltim untuk saat ini adalah membangun insfrastruktur yang memadai serta revolusi mental bagi anak muda, salah satunya dengan pendidikan dan oleh karna itulah mereka telah memberikan beasiswa daerah kepada pemuda pemudi Kaltim melalui beasiswa Kaltim Cemerlang walaupun tahun lalu target yang ingin dicapai yakni 50.000 kouta akan tetapi tidak tercapai. Mahasiswa sebagai Agen of Change tentunya harus bergerak menuju arah perubahan dan perlu ada revolusi mental dalam mencapai itu, Bapak Hermanto Kewot, S.P menambahkan hendaklah kita melakukan riset di segala sisi  sebelum membuat suatu keputusan, dan berpesan bahwa “tidak ada masalah yang susah, semua pasti ada solusinya asal kita mau” imbuhnya.

Advertisements