Tags

, ,

Desi Oktavia Safitri

1402045023

Hubungan Internasional A

Politik dan Pemerintahana Jepang

 

Sejarah Makanan Dari Negeri Sakura (Jepang)

Disini saya akan membahas makanan yang berasal dari negeri sakura (Jepang) yang sangat terkenal makanan yang pertama yang akan saya bahas disini adalah Sushi siapasih yang tidak mengetahui makanan yang satu ini tentu saja kita sangat familiar sekali dengan makanan yang satu ini dan makanan yang satu ini berada dimana pun baik di Restoran tradisional sushi, Restoran Sushi putar, di Toko kelontong kita bisa menikmati makanan yang berasal dari Negaranya sendiri.

  1. Sushi Putar ini adalah restoran sushi yang murah dengan konsep semi pelayanan sendiri, dimana kita bisa mengambil sendiri piring sushi mana yang kita inginkan yang akan berkeliling dimeja putar didepan mata kita dan disini ada Kaisen Chirashi Sushi dan Kaisen Chirashi sushi sendiri adalah nasi sushi yang dicampur dan dihias dengan beraneka macam bahan makanan, bahan utamanya ini sendiri adalah lauk utama untuk membuat sushi (Ikan,Sashimi).Selanjutnya adalah Oinarisan (Sushi Kulit Tahu) atau disebut dengan Sushi Inari ini adalah jenis Sushi dimana nasi dimasukan kedalam kantung Tahu goreng yang rasanya itu sendiri manis pedas.

 

  • Sejarah lahirnya makanan sushi ini sendiri -> pada era 4 abad sebelum masehi di Asia Tenggara, Ikan difermentasi dan disimpan didalam beras dan air garam. Beras ini hanya untuk menyimpan ikan, cara menyimpan ikan ini juga sampai kejepang, lalu pada Zaman Heian dimakan sebagai (Nare Sushi). Orang jepang yang suka beras, sejak Zaman Muromachi memakan ikan tersebut tanpa membuang nasinya, lalu pada Zaman Edo muncullah ide untuk membuat Haya Zushi (Sushi Cepat) tanpa memfermentasikan ikannnya lalu dicampur dengan arak membuat membuat nasinya berasa asam.
  • Hanya sekedar informasi bahwa sushi dan sashimi ini sendiri berbeda walaupun kedua makanan ini memakai bahan baku yang sama yaitu ikan mentah kedua makanan ini sendiri sering sekali dianggap sama namun sebenarnya kedua makanan ini berbeda. Asal mula kata sushi berasal dari kata (Su),cuka dalam bahasa jepang, yang dicampur dengan nasi = (Su Meshi), kata Me dari Sumeshi itu sendiri entah sejak kapan menghilang, dan kemudian disebut sebagai Sushi. Dan Sushi adalah aneka macam bentuk set cuka dari nasi, seperti Onigiri Sushi yaitu nasi cuka kepal yang diatasnya diberikan, Chirashi sushi yaitu nasi cuka yang disajikan di atas mangkuk lalu ditaburi ikan, Makisuhi yaitu nasi cka yang digulung dengan ikan dan rumput lain dan bahan-bahan lainnya.

 

Makanan jepang tidak selalu harus berupa makanan yang sudah dimakan orang jepang secara turun temurun. Makanan orang jepang berbeda-beda baik meurut zaman, tingkat social, dan daerah tempat tinggal. Cara memasak masakan jepang banyak meminjam cara memasak dari Negara-negara Asia Timur dan Negara-negara Barat.

Dalam arti sempit, masakan jepang mengacu pada berbagai jenis makanan yang khas Jepang. Makanan yang sudah sejak lama dan secara turun temurun dimakan oleh orang jepang, tapi tidak khas jepang tidak bisa disebut dengan masakan Jepang. Makanan seperti gyudon atau niku jaga merupakan contoh makanan Jepang karena mengunakan bumbu khas jepang seperti Shoyu, dashi dan mirin. Makanan yang mengandung daging sapi sering dianggap buan masakan jepang karena kebiasaan makan daging baru dimulai sejak Restorasi Meiji sejak 130 tahun lalu.

Orang jepang mulai makan nasi sejak Zaman Jomon. Lauknya berupa bahan makanan yang direbus, dipanggang, atau dikukus. Cara mengolah makanan dengan mengoreng mulai dikenal sejak Zaman Asuka, dan berasal dari Semenanjung Korea dan Cina. The dan masakan biksu diperkenalkan dijepang bersamaan dengan masuknya agama Buddha, namun hanya berkembang dikalangan kuil. Makanan biksu adalah vegetarian yang disebut shojin ryori. Hewan peliharaan dan binatang buas seperti monyet dilarang untuk dijadikan bahan makanan. Di dalam literatur Klasik Engishki juga diceritakan tentang ikan hasil fermentasi yang disebut narezushi yang digunakan sebagai persembahan di Jepang bagian barat.

Makanan olahan dari tahu yang disebut ganmodoki mulai dikenal bersamaan dengan populernya tradisi minum teh dan ajaran Zen. Pada zaman kemakura, makanan dalam porsi kecil untuk biksu yang menjalani latihan disebut kaiseki. Pendeta Buddha bernama Eisai memperkenalkan teh yang dibawanya dari cina untuk dinikmati dengan hidangan kaiseki. Masakan ini nantinya berkembang menjadi makanan resepsi yang juga disebut kaiseki, tapi ditulis dengan aksara kanji yang berbeda.  Memasuki zaman Muromachi, kalangan samurai ikut dalam urusan masak-memasak di istana kaisar. Tata karma sewaktu makan juga semakin berkembang. Aliran etiket Ogasawara yang masih dikenal sekarang bermula dari etiketkalangan samurai dan bangsawan Zaman Muromachi.

desi 1

Gambar ini adalah makanan Jepang yang bernama Kaisen Chirashi Sushi

desi 2

Gambar ini adalah makanan Jepang yang bernama Oinarisan (Sushi Kulit Tahu).

 

Advertisements