Tags

, ,

Nama               : Eka Novita Sari

NIM                : 1402045047

Mata Kuliah    : Politik dan Pemerintahan Jepang

            Ketika berbicara mengenai jepang tentunya terlintas sebuah negara yang hegemoni di asia pada masa perang dunia ke-2. Walaupun mengalami kekalahan saat pertempuran melawan sekutu namun jepang merupakan satu-satunya negara asia yang mampu bersaing dengan barat. Hal yang patut kita contoh adalah semangat serta kegigihan bangsa jepang dalam mencapai tujuannya yang mengantarkan bangsa jepang kepada kemodernan serta kemajuan iptek yang sangat pesat. Walaupun Jepang merupakan bangsa yang modern akan tetapi nilai-nilai budaya serta kebudayaan jepang sendiri tidak tergerus melainkan semakin berkembang dan mendunia. Saya akan menjelaskan tentang beberapa dari kebudayaan jepang yang cukup terkenal sampai dunia internasional yaitu, Manga, Anime, Cosplay.

Pertama saya akan menjelaskan tentang Manga. Manga adalah komik khas jepang yang menjadi salah satu media promosi bangsa jepang mengenai kebudayaan nya sehingga pembaca dapat mengenal adat jepang, beberapa kosakata jepang, sifat orang jepang, dan berbagai hal lainnya. Manga di jepang di awali pada zaman Edo, dimana seorang pemahat kayu dan pelukis bernama Katsushika Hokusai ( 1760 – 1849 ), menciptakan istilah Hokusai manga, pada sketsa nya yang berjumlah 15 volume dan di terbitkan pada tahun 1814 di akhir abad ke 18, Kibyoushi, sebagai buku komik pertama yang berisi cerita muncul dengan tatanan dengan gambar yang di kelilingi tulisan sebagai narasinya. Manga tidak begitu berkembang hingga perang dunia ke-2 namun pada awal abad 19, muncul seorang mangaka yang membawa sejarah baru di dunia manga jepang, dia adalah Osamu Tezuka ( 1928-1989 ). Dia paling terkenal sebagai pencipta Astro Boy. Tezuka sering di sebut sebagai bapak manga berkat karyanya yang sangat banyak. Di Jepang peminat manga diminati oleh segala usia sehingga manga memiliki beberapa jenis atau gendre yaitu, Shounen, Seinen, Shoujo, Josei, Kodomo, Mecha, Jidaigeki, Ecchi, Hentai. Manga Shounen biasanya dibintangi oleh tokoh utama pria. Tema untuk ceritanya kebanyakan aksi atau petualangan, Komik ini dibuat khusus di buat untuk anak laki-laki. Manga Seinen ditujukan untuk pria dewasa biasanya tema ceritanya hampir sama dengan Shounen namun lebih kasar dan vulgar. Manga Shoujo di khususkan untuk anak perempuan dengan tokoh utama biasanya seorang gadis remaja dengan konflik percintaan. Ceritanya seputar percintaan dan ringan di konsumsi. Manga Josei adalah manga khusus wanita dewasa tema ceritanya hamir sama dengan shoujo tetapi lebih rumit dan romantis. Manga Kodomo, manga yang dikhususkan untuk anak-anak kecil ( kodomo = anak kecil ). tokoh anak utama nya adalah anak kecil dengan tema petualangan. Manga Mecha di ambil dari kata Mechanic. Tokoh utamanya bisa manusia atau robot dengan tema cerita seputar robot. Manga Jidaigeki mengambil latar belakang masa lalu dan bercerita tentang sejarah, Manga Ecchi manga ini masuk dalam katagori vulgar namun masih bisa di konsumsi oleh remaja. Manga hentai adalah manga tervulgar dan di khususkan bagi orang-orang dewasa saja. Banyak sekali adegan dewasa di dalam nya sehingga tidak pantas di konsumsi untuk mereka yang di bawah umur. Rata-rata mangaka di Jepang menggunakan gaya/style sederhana dalam menggambar manga. Tetapi, gambar latar belakangnya hampir semua manga digambar serealistis mungkin, biarpun gambar karakternya benar-benar sederhana. Para mangaka menggambar sederhana khususnya pada bagian muka, dengan ciri khas mata besar, mulut kecil dan hidung sejumput. Ada juga gaya menggambar Lolicon maupun Shotacon. Namun tidak semua manga di gambarkan dengan sederhana, ada juga yang menggunakan Style yang realistis, walaupun dalam beberapa elemen masih di katagorikan sebagai manga. Contoh manga-manga yang populer yaitu, Naruto, One Piece, Samurai X, Doraemon, Astro Boy, Detective Conan, Dan masih banyak lagi manga dengan genre yang lain nya. Yang ke dua saya akan menjelaskan tentang Anime, atau lebih akrab disebut dengan film animasi, adalah film yang merupakan hasil dari pengolahan gambar tangan sehingga menjadi gambar yang bergerak. Pada awal penemuannya, film animasi dibuat dari berlembar-lembar kertas gambar yang kemudian di-”putar” sehingga muncul efek gambar bergerak. Dengan bantuan komputer dan grafik komputer, pembuatan film animasi menjadi sangat mudah dan cepat. Bahkan akhir-akhir ini lebih banyak bermunculan film animasi 3 Dimensi (3D) daripada film animasi 2 Dimensi (2D). Pembuat anime itu sendiri disebut animator. Para animator bekerja disebuah perusahaan media untuk memproduksi sebuah anime. Di dalam perusahaan itu, terdapat beberapa animator yang saling bekerja sama untuk menghasilkan sebuah anime yang berkualitas. Tapi sangat disayangkan, gaji dari para animator tersebut kecil jika dibandingkan dengan kerja keras mereka. Hal ini yang membuat para animator enggan untuk bekerja secara professional. Mereka merasa hal itu tidak sebanding dengan usaha yang telah mereka lakukan. Para animator itu sendiri sering disebut “seniman bayangan”. Karena mereka bekerja seperti seorang seniman yang berusaha mengedepankan unsur cerita dan unsur intrinsiknya. Pembajakan juga mempersulit para animator untuk mendapatkan keuntungan penuh dari hasil kerja keras mereka, meski ternyata juga ada “gosip” yang mengatakan bahwa ada juga pihak produsen anime itu sendiri yang menyebarluaskan karya mereka di luar jalur perdagangan resmi (mungkin gratisan atau dibajak) dengan tujuan untuk lebih memopulerkan hasil karya mereka.Tidak sedikit orang yang pergi ke Jepang untuk belajar mengenai pembuatan anime (dan manga tentunya) karena tertarik setelah melihat berbagai anime yang telah menyebar ke berbagai pelosok dunia di berbagai benua. Adapun pihak yang membuat hasil karya yang serupa atau bahkan mungkin meniru ciri anime, misalnya Korea dan beberapa negara Asia lainnya Teknologi CG (Computer Graphics), Teknologi Visual Komputer, dan sebagainya telah mempermudah pembuatan anime sekarang ini, karena itu ada yang menganggap bahwa kualitas artistiknya lebih rendah dibandingkan dengan anime masa lalu. Hanya saja perlu diperhatikan bahwa kualitas gambarnya pun sekarang ini lebih nikmat dilihat dan lebih mudah dimengerti karena gambarnya lebih proporsional dan warnanya lebih bagus, ditambah keberadaan teknologi HD. Anime dibuat berdasarkan manga yang banyak di minati oleh penggemar, namun pembuatan anime tersebut akan dihentikan jika rating dan peminat dari para penikmat anime di bawah rata-rata yang telah di setujui oleh kreator dan produser. Anime yang di hentikan juga bisa di tanyangkan kembali jika banyak dari para penggemar yang menginginkan pembuatan anime tersebut di lanjutkan kembali.. Anime yang melebihi rating yang telah di tetapkan oleh produser biasanya di buat ke dalam film live action, namun tidak semua anime yang melebihi rating di buat live action nya, produser harus mengetahui apakah para peminat dari anime tersebut menginginkan di buatkan live action nya atau tidak, jika penggemar banyak menyetujui anime tersebut di buat live action produser anak bernegosiasi kepada mangaka untuk menyetujui pembuatan live action tersebut. Yang ketiga saya akan menjelaskan tentang costplay. Cosplay berasal dari bahasa Jepang “Kosupure”. Namun orang jepang membuat istilah dari bahasa Inggris “Cosplay” yang merupakan gabungan dari kata “Costume” dan “Play”. Cosplay dapat diartikan sebagai kegiatan mengenakan pakaian beserta aksesori yang dipakai oleh tokoh-tokoh dalam anime, manga, dongeng, game, penyanyi/musisi, dan kartun. Pelaku cosplay disebut sebagai “Cosplayer” atau lebih umumnya adalah “Layer”. Di Jepang, cosplayer bisa dijumpai dalam acara yang diadakan oleh perkumpulan sesama fans (Doujin Circle) seperti Comic Market atau acara grup musik bergenre Visual Kei. Sejarah Cosplay, Pada mulanya budaya ini dilakukan oleh orang-orang barat yang memakai kostum (disebut Pesta Topeng) dihari-hari perayaan besar seperti Hari Paskah dan Hallowen. Kemudian tradisi ini sampai ke Jepang pada tahun 1970-an dalam acara peragaan kostum (costume show). Di Jepang, peragaan “cosplay” pertama kali dilangsungkan tahun 1978 di Ashinoko, Prefektur Kanagawa dalam pesta topeng Nihon SF Taikai ke-17. Kritikus fiksi ilmiah Mari Kotani menghadiri konvensi dengan mengenakan kostum seperti tokoh dalam gambar sampul cerita “A Fighting Man of Mars” karya “Edgar Rice Burroughs”. Pada waktu itu, peserta konvensi menyangka Mari Kotani mengenakan kostum tokoh manga “Triton off the Sea” karya “Osamu Tezuka”. Sehingga media massa sering menulis kostum Triton of the Sea sebagai kostum cosplay pertama yang dikenakan di Jepang. Selanjutnya, kontes cosplay dijadikan acara tetap sejak Nihon SF Taikai ke-19 tahun 1980. Acara cosplay menjadi semakin sering diadakan dalam acara pameran Doujinshi dan pertemuan antar penggemar fiksi ilmiah di Jepang. Dalam majalah Fanroad edisi perdana bulan Agustus 1980, memuat berita khusus tentang “Tominoko-zoku” yaitu sekelompok anak muda yang ber-cosplay Gundam di kawasan Harajuku. Sebutan itu sendiri diambil dari nama pencipta Gundam, Yoshiyuki Tomino. Walaupun sebenarnya artikel tersebut hanya dimaksudkan untuk mencari sensasi, artikel tersebut berhasil menjadikan “cosplay” sebagai istilah umum di kalangan penggemar anime.Kegiatan cosplay dikabarkan mulai menjadi kegiatan berkelompok sejak tahun 1986. Sejak itu pula mulai bermunculan fotografer amatir (disebut kamera-kozō) yang senang memotret kegiatan cosplay. Cosplay memiliki beberapa jenis yaitu. Cosplay anime atau manga merupakan cosplay yang berasal dari anime maupun manga termasuk manga dari luar negeri, Cosplay game merupakan cosplay yang menirukan tokoh-tokoh yang ada di dalam video game. Cosplay tokusatsu merupakan cosplay yang di buat berdasarkan film tokusatsu. Cosplay gothic Cosplay yang berasal dari karakter bernuansa gelap atau Gothic. Biasanya digabung dengan Lolita. Cosplay Original, Cosplay yang benar-benar original (tidak ada di anime, tokusatsu, dan lainnya) melainkan kreasi dari orang itu sendiri. Yang menjadi ciri khas cosplay adalah para cosplayer tidak mengenakan pakaian berdasarkan tokoh-tokoh yang ada saja melainkan juga harus memiliki sifat serta prilaku berdasarkan tokoh yang di tiru atau di cosplay kan.

Contoh Manga :

 

 1

Contoh Anime :

 2

Contoh Costplay :

3

Advertisements