Tags

, ,

 

 

Jepang dimataku

“Geisha sang seniman penghibur tradisonal dari Jepang

Oleh: Siti Rohmania Amia Rahmi

1202045052

mia 1

Siapa yang tidak tahu tentang jepang ? salah satu negara pencipta elektronik terbesar di dunia yang dimana sering kita jumpai benda elektronik tersebut berada di sekeliling kita, seperti mitsubishi, toshiba dan lain-lain. Jepang juga dikenal dengan kebudayaannya yang masih kental. Menurut saya  ini negara yang cukup unik karena disisi lain terkenal dengan teknologinya yang canggih jepang juga terkenal dengan kebudayaannya. Hal teresebut dapat berdampingan, dimana biasanya jika sebuah negara telah canggih berarti sudah tidak tampak kebudayaannya namun jepang berbeda. Karena budayanya lah yang mengantarkan mereka menjadi sebuah negara yang maju terutama dibidang elektronik. Orang jepang berpegangan pada budaya dan juga cerita takhayul yang mereka dapat dari nenek moyang mereka. Malah dengan hal itu mereka bisa maju berbeda dengan negara lainnya yang juga berpegangan pada cerita takhayulnya. Setelah kalah pada perang dunia ke II jepang yang pada saat itu hancur dapat kembali bangkit sebagai negara maju dalam waktu 20 tahun saja. Kemudian apa yang membuat saya tertarik untuk membahas negara ini? Sebenarnya saya tertarik dengan semua hal tentang jepang semua berawal dari saya suka dengan film kartunnya dan komik manga. Dari sanalah saya tau tentang nama-nama makanannya yang sering mereka makan seperti okonomiyaki, ramen, shabu,sukiyaki, takoyaki, onigiri dan banyak lagi. Juga saya jadi tau perayaan apa saja yang mereka lakukan tiap tahunnya, lalu dari nama pakaian khas masih dipakai hingga saat ini  yang dipakai ketika musim dingin yaitu kimono dan ketika musim panas yaitu yukata perbedaanya hanya pada ketebalan dan jenis kainnya.

Yang membuat saya tertarik juga untuk membahasnya disini adalah salah satu kebudayaannya, yaitu wanita GEISHA, apa itu geisha? Sebagian orang mengira geisha adalah wanita penghibur sama seperti wanita penghibur lainnya namun sebenarnya geisha bukan wanita penghibur biasa yang mengumbar tubuhnya melainkan dengan cara bermain musik dan pintar melawak untuk menghibur tamu yang ingin melihat pemapilan mereka yang anggun nan mempesona. Banyak yang menyalah artikan pemahaman tentang geisha, sebagian mengkonotasikan dengan hal negatif. Maka dari itu saya dari essai ini bisa membantu para pembaca agar memahami arti sesungguhnya seorang geisha. Dimulai dari sejarahnya, sejarah geisha muncul pada saat pemerintahaan tokugawa, dimana pada saat itu jepang memasuki zaman damai dimana tidak disibukkan lagi dengan masalah perang. Geisha yang artinya dalam bahasa jepang adalah seniman-penghibur atau entertainer tradisional jepang. Geisha sudah ada pada abad 18-19, dan masih ada sampai sekarang, walaupun jumlahnya sekarang tidak sebanyak dulu. Geisha belajar banyak bentuk seni dalam hidup mereka, tidak hanya untuk menghibur pelanggan tetapi kadang juga untuk menghibur kehidupan mereka dari mainan musik yg telah mereka pelajarin agar tidak sedih dengan kehidupan yang mereka jalanin. Mengapa begitu? Saya akan menceritakan geisha zaman dulu dan geisha zaman sekarang. Geisha pada abad 18-19 geisha kebanyakan bukan profesi yg mau diambil oleh gadis pada zaman itu sehingga rata-rata gadis geisha awalnya dari seorang gadis kecil yang dijual keluarganya karena tidak sanggup untuk membiayai sang gadis atau karena keluaraga mereka terlalu miskin sehingga mereka terpaksa menjual anak gadisnya kerumah geisha (okiya) agar bisa bertahan hidup atau melunasi hutang mereka kepada yakuza.

Semasa kanak-kanak, geisha muda seringkali bekerja sebagai pembantu, kemudian menjadi geisha pemula (maiko) selama masa pelatihan. Yang bisa membebaskan geisha dari rumah itu adalah orang yang sanggup membayar mahar sang geisha. Semakin cantik dan bertalenta semakin mahal pula maharnya. Geisha kehidupannnya sudah diatur sedemikian mungkin sehingga tidak diperbolehkan untuk jatuh cinta atau menerima cinta semau mereka. Mereka juga tidak boleh terlihat sedih dan emosional. Bagaikan boneka hias yang disediakan untuk kalangan atas. Mereka tidak diperbolehkan melakukan seks bebas sehingga mereka akan tetap perawan hingga ada orang yang mau membayar mahar dan biasanya menjadikannya istri kedua. Zaman dahulu geisha merupakan hiburan para pengusaha atau pejabat. Dan jika mereka tertarik mereka harus membayar mahar pada waktu itu sebesar 200ribu yen sehingga yang sanggup membayar mahar mereka hanya kalangan atas. Namun mulai perubahan zaman dimana para perempuan bisa bekerja apa saja dan pemerintahan yang sedemikian rupa yang membuat penduduknya makmur tidak seperti dulu. Geisha yang dizaman sekarang bukan geisha yang terpaksa dalam melakukan profesinya. Wanita jepang sekarang yang memilih profesi sebagai Geisha menjadikan ini sebagai pekerjaan dizaman sekarang dimana  para gadis ini juga  ingin mempertahankan kebudayaan dan keberadaan geisha di Jepang. Mereka kembali lagi seperti abad 18 awal  atau 100 tahun yang lalu, dimana geisha mucul ialah sebagai seniman wanita tradisional jepang yang  anggun dengan berbalut kimono khas jepang.  Namun berada di situasi yang berbeda dimana mereka melakukannya karena keinginan mereka sendiri agar salah satu kebudayaan Jepang ini tidak hilang dimakan oleh waktu. Saya mendapatkan semua refrensi ini dari yotube, dan menonton film Memori of Geisha.

 

Advertisements