Tags

, ,

Muhammad Akbar Fauzi (1102045043)

Budaya Makan Orang Jepang

Masakan Jepang dikenal dengan julukan “The Healthies Food In The World” . Tidak hanya itu , jenis makanan dan teknik memasaknya sangat. Seperti ‘Robatayaki’ , teknik memasaknya yang sangat tradisional, yaitu dengan cara memanggang bahan makanan diatas bara api, mirip sate. Juga ‘Tepanyaki’ ,yang dalam bahasa indonesia berarti besi pemanggang, yang kini telah banyak ditawarkan direstor-resto Jepang. Dalam Teknik ini bahan makanan dimasak oleh juru masak dengan aksinya langsung di depan umum.

Dalam budaya Jepnag , jamuan makan selalu diikuti dengan tata cara yang relatif lebih formal dan sopan dibandingkan dengan aturan dalam jamuan tradisional Cina. Walaupun keduanya sama-sama menggunakan sumpit, mangkuk, dan sendok bebek sebagai alat bantu makan yang palimg utama, tetapi tetap banyak perbedaannya. Seperti, cara mengangkat mangkuk, menerima makanan dengan sumpit, juga sikap tubuh, cara duduk, dan beberapa hal lain. Datang tepat waktu juga bagian dari tata cara etika makan Jepang.

Cara Duduk di Ruang Tatami

Biasanya , jamuan makan di Jepang diselenggarakan dalam ruangan bernama Tatami, yakni ruangan gaya tradisional Jepang yang beralaskan tikar bambu tanpa kursi. Disini para tamu diharuskan melepas alas kaki, namun masih tetap boleh mengenakan kaos kaki. Sikap tubuh saat duduk lesehan di atas tikar adalah duduk di atas dua telapak kaki yang di tekuk dengan punggung tegak lurus. Untuk wanita, kedua tangan dipertemukan dan ditangkupkan di pangkuan lain halnya dengan pria yang meletakkan telapak tangannya pada lutut.  Sesaat seletah minuman tersaji, diadakan kanpai atau bersulang, yaitu mengangkat cawan teh atau sake. Begitu pula saat semua tamu telah mendapatkan hidangan, satu kata yang wajib diucapkan sebelum memulai bersantap adalah ‘Itadakimasu’ yang juga berarti ucapan terima kasih atas makanan yang telah disediakan dan siap disantap dengan sikap tubuh dan kepala sedikit membungku. Untuk jamuan makan yang menggunakan meja makan, hal ini juga dapat dilakukan.
 
Penyajian Hidangan Jepang

 Ada dua cara penyajian dalam tradisi makan Jepang. Di reto-resto berkelas, biasanya hidangan disajikan satu persatu dengan pelayanan khusus dan sedkit formal, mirip dengan jamuan Kaiseki, jamuan makan formil yang dahulu sering dilakukan para bangsawan untuk menjamu tamunya. Namun, di Jepang sendiri cara penyajian seperti ini tidak terlalu sering dipraktekkan lagin mengingat kesibukan dan efektivitas waktu. Itu sebabnya, saat ini begitu banyak resto Jepang yang menyajikan hidangannya sekaligus dalam satu nampan. Cara penyajian seperti ini juga diterapkan di hampir setiap rumah tangga di Jepang. Dalam menyantapnya tidak ada aturan tertentu. Namun biasanya orang Jepang sendiri lebih suka memulai dari jenis daging telebih daluhu, dilanjutkan dengan sup, kemudian nasi beserta acar.

Penggunaan Sumpit

Seperti juga dalam jamuan makan Cina, sumpit , atau dalam bahasa Jepangnya disebut ‘Hashi’ merupakan alat makan utama seperti halnya sendok/garpu dan pisau dalam hidangan ‘Barat’. Perbedaan sumpit Jepang dengan Cina terletak pada bentuknya. Sumpit Jepang ujungnya cenderung lebih tajam dan mengecil, sedangkan sumpit Cina ujungnya lebih tebal dan persegi. Sumpit biasanya diletakkan pada sebuah sandaran sumpit, dikenal dengan nama ‘Chopstick Standing‘. Bentuknya beragam. Saat usai menyantap hidangan atau ingin berhenti sejenak, letakkan sumpit pada sandaran sumpit. Buat sebagian orang sumpit relatif sulit digunakan. Oleh karena itu, ada baiknya jika dimulai mealtih jari jemari anda menggunakan sumpit saat menikmati hidangan jepang memberikan sensasi tersendiri. Caranya: letakkan sebuah sumpit diantara pangkal ibu jari dan jaritengah . letakkan sumpit kedua diantara jari tengah dan jari telunjuk seperti memegang sebuah pensil. Tekan dan jepit dengan bantuan ibu jari. Dengan seringnya berlatih , anda pun akan semakin terampil dan luwes menggukananya.

Tips Sumpit

Jangan menancapkan sumpit pada makanan anda terutama pada nasi, karena hal ini hanya untuk suasana berkabung. Letakkan sumpit di samping piring anda atau pada tempat yang tersedia. Jangan pernah meletakkan tanpa alas di atas meja, kecuali sumpit masih dalam keadaan terbungkus. Jangan menggunakan sumpit utuk menunjuk sesuatu ataupun seseorang , karena anda akan dianggap kurang sopan. Jangan juga menggunakan sumoit untuk memotong  makanan anda seperti anda menggunakan pisau atau garpu.  Jika ingin saling berbagi makanan, sebaiknya jangan menerima makanan dengan sumpit. Terimalah makanan tersebut pada mangkuk nasi ataupun piring yang di sediakan. Jangan memutar-mutarkan sumpit untuk mencari makanan yang diinginkan. Di beberapa resto Jepang juga disediakan sumpit yang kedua ujungnya sama runcing. Ujung yang satu digunakan untuk bersantap sedangkan ujung yang lainnya digunakan untuk mengambil hidangan yang diinginkan.

Advertisements