Tags

, , ,

Nama : Bella Arisandy

NIM    : 1402045010

Potret Kinerja Parlemen:

Kunjungan ke DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Akhirnya kami dapat melakukan kunjungan ke Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur, kemarin, pada Senin, 20 Juni 2016. Mungkin, sudah hampir 2 bulan kedua kelas di Hubungan Internasional 2014 mengusahakan agar kegiatan ini dapat terlaksana. Dimulai dari usaha Mayda dan kawan-kawan yang mengirim surat ke Kantor DPRD Provinsi Kaltim namun ternyata belum bisa diproses karena para anggota dewan masih dalam masa reses, kemudian muncul beberapa opsi pengganti dari teman-teman yang lain, misalnya mengundang petinggi partai politik untuk memberikan materi mengenai partai politik seperti kaderisasi, sistem keuangan, dan visi misinya tanpa berarti kami mengusung atau condong kepada salah satu partai tersebut, jika masih juga belum bisa pergi ke Kantor DPRD.

Namun, setelah usaha selanjutnya yang dilakukan oleh Kurnianto dan Nur Hariyani, kembali mengirim surat dan datang ke Kantor DPRD, akhirnya kunjungan kami pun diterima dan dapat menghadiri Rapat Paripurna ke XV dengan agenda rapat adalah : 1. Jawaban Gubernur atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Provinsi Kalimantan Timur terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggran 2012 ; 2. Pembentukan Pansus Pembahas Raperda Pertanggungjawaban APBD TA. 2015 ; 3. Pembentukan Pansus Pelepasan Aset Provinsi Kaltim yang ada di Provinsi Kaltara dan Instansi Vertikal ; 4. Pembentukan Pansus Investigasi Kegiatan/Korban Tambang Batu Bara.

Pada surat undangan tertera bahwa rapat akan dilakukan pada jam 10.00 WITA. Kurnianto pun mengumumkan bahwa kami semua sudah harus sampai di parkiran Kantor DPRD pada jam 09.00 WITA agar bisa melakukan briefing. Kemudian pada jam 09.30 kami memasuki gedung rapat, kami menunggu, hingga jam 10.10 namun rapat belum juga dimulai dan masih banyak anggota yang belum datang. Lalu kami terus menunggu, hingga akhirnya pada rapat pun dimulai pada jam 11.30.

Saya tidak mengerti apakah memang ada suatu atau lain hal yang menyebabkan keterlambatan dimulainya rapat atau memang seperti ini yang biasanya terjadi saat rapat parlemen DPRD Kaltim. Dimulai dari keterlambatan, kemudian suasana rapat pun tidak terlalu kondusif karena banyak anggota yang sibuk sendiri, ada yang bermain smartphone, menjelajah media sosial, mengobrol dengan anggota lainnya, secara sekilas bagi kami memang nampaknya seperti itu.

Mungkin ada anggota yang memang mengikuti rapat dengan baik, namun anggota-anggota lainnya seperti yang saya sebutkan di atas tersebut sangatlah memprihatinkan bagi kami, kemudian PNS lainnya yang menjadi tamu undangan pun tidak jauh berbeda, bahkan ada yang tertidur saat rapat. Tentunya bisa dikatakan bahwa orang-orang tersebut seakan hanya menghabiskan waktunya atau datang mengisi absen untuk rapat, namun sebenarnya mereka hanya korupsi waktu kerjanya saja, dan tentu akhirnya hanya memakan gajinya saja.

Kami memang tidak terlalu mengetahui bagaimana kinerja mereka di lapangan namun hanya dengan melihat bagaimana kehadirannya dalam rapat ini saja sudah cukup membuat kami kecewa dan berpikir kembali bahwa memang PNS di negeri tercinta ini masih banyak sekali yang belum bisa melaksakan kerjanya dengan baik dan terutama masih banyak yang belum bisa tidak korupsi waktu.

Pada saat rapat dimulai, kami diberi sambutan dan tepuk tangan oleh Bapak Gubernur dan Wakil serta para anggota rapat atas kehadiran kami. Dari yang kami lihat, rapat ini lebih banyak kepada pidato dari Bapak Gubernur, kemudian pembacaan jawaban Gubernur atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD Provinsi Kalimantan Timur terhadap Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggran 2012, serta pembentukan pansus yang prosesnya sangat sebentar, mungkin saja sudah ada rapat yang membahas hal ini sebelumnya.

Dari yang bisa saya tangkap dari pidato dan jawaban Gubernur adalah, pemerintah sependapat dengan fraksi-fraksi untuk memanfaatkan SDA Kalimantan demi perbaikan finansial. Pemerintah akan melakukan revitalisasi BUMD, pemerintah mengapresiasi fraksi-fraksi yang memeberikan opini pada peraturan pemerintah, pertumbuhan ekonomi melemah karen aturunnya harga minyak dan gas bumi. Namun Kaltim masih bisa bangkit dengan memanfaatkan lahan-lahan bekas tambang menjadi lahan pertanian atau peternakan. Peninjauan kembali PKP2P terhadap para perusahaan tambang terutama agar lahan bekas tambang Lanna Harita Indonesia bisa dihibahkan kepada pemerintah agar bisa dimanfaatkan kembali menjadi lahan perkebunan atau budidaya ikan. Kemudian juga dikarenakan banyakanya perusahaan tambang yang tututp dan dikhawatirkan menimbulkan banyak pengangguran, ada beberapa saran salah satunya adalah diadankannya transmigrasi lokal, hal ini mohon dipertimbangkan. Kemudian peningkatan fasilitas kesehatan terutama BPJS dan akreditasi Rumah Sakit dan Puskesmas, memberikan bantuan kepada murid putus sekolah dan pemaksimalan beasiswa terutama Beasiswa Kaltim Cemerlang.

Menurut saya jawaban dari Bapak Gubernur tersebut sudah baik, sekarang kami menunggu bagaimana anggota DPR dan para pejabat serta PNS Kalimantan Timur mengerjakannya di lapangan.

Setelah rapat berakhir, kami melanjutkan dengan sesi diskusi bersama perwakilan dari Komisi I dan Komisi IV DPRD Kaltim di Gedung E lantai 1. Diawali dengan penjelasan dan pengenalan singkat mengenai struktur keanggotaan DPRD Kaltim kemudian dilanjutkan dengan satu sesi Tanya jawab yang terdiri dari 3 penanya.

Armin, memberikan pertanyaan mengenai daerah otonomi baru yang dikhawatirkan akan memunculkan para penguasa baru yang hanya memanfaatkan jabatan dan melakukan korupsi. Kurnianto, juga mengkhawatirkan mengenai pemimpin-pemimpin di daerah otonomi baru, kemudian menanyakan tentang pengganti sumber daya tak terbaharukan (batubara, minyak dan gas) untuk Kaltim dan sejauh mana sikap Pemprov terhadap kejahatan internasional terutama karena saat ini perbatasan Indonesia dan Malaysia masih berada dalam wilayah Kaltim. Dhysti, menanyakan apakah sudah ada hokum yang ketat di Kaltim untuk mengatasi kejahatan internasional terutama narkoba.

Jawaban dari perwakilan Komisi I dan IV yang bisa saya rangkum adalah pembentukan daerah otonomi baru sebenarnya juga merupakan permintaan dari masyarakat daerah tersebut, kemudian pembentukan DOB ini untuk mempercepat pembangunan, pelayanan birokrasi dan pelayanan masyarakat , agar masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh pergi jika ingin mengurus surat-surat.

Kemudian APBD Kaltim memang menurun dari 13 triliun menjadi hanya 9 triliun, usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi ini menggantikan sumber daya alam tak terbaharukan tersebut adalah ; Meningkatkan usaha daerah, melalui Badan Usaha Daerah, Merubah perjanjian PKP2P agar perusahaan tambang mau mengiahkan lahannya, peningkatan bidang kelautan terutama fasilitas pariwisata terutama di Derawan dan Berau, adanya Power Plan. Dan peningkatan industri di Hilir

Utuk masalah kejahatan internasional, pemerintah sudah bekerjasa dengan POLRI untuk peningkatan kemanan melalui operasi dan razia bersama,dan sudah ada Perda Inhalant (Lem).

Juga diminta peran dari mahasiswa untuk aktif dalam research dan aplikasinya.

Kami pun memberi tanggapan bahwa sudah ada banyak penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa terutama dalam bentuk skripsi tapi pemanfaatannya oleh pemerintah sendiri masih kecil sehingga kami pun menyarakan agar agar kita sama-sama berpikir lebih luas, berpikir maju agar Kaltim tidak hanya stuck disini.

 

Advertisements