Tags

, , ,

Nama               : Eka Novita Sari

Nim                 : 1402045047

Prodi               : Hubungan Internasional Reg.A

Mata Kuliah    : Teori Perbandingan Politik

Potret Kinerja Parlemen

Pada tanggal 20 juni 2016 saya bersama teman-teman saya mahasiswa hubungan imternasional angkatan 2014 melakukan kunjungan ke DPRD provinsi Kalimantan Timur. Selama melakukan kunjungan kami mengikuti 2 kegiatan. Kegiatan kami yang pertama yaitu mennyaksikan rapat paripurna ke-15 DPRD provinsi Kalimantan Timur dalam agenda:

  1. Jawaban gubernur atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD provinsi Kalimantan Timur terhadap rapeda pertanggung jawaban APBD tahun anggaran 2015,
  2. Pembentukan pansus pembahas rapeda pertanggung jawaban APBD tahun anggaran 2015,
  3. Pembentukan pansus pelepasan asset provinsi Kalimantan Timur yang ada di provinsi Kalimantan Utara dan instansi vertikal,
  4. Pembentukan pansus investigasi kegiatan/ korban tambang batu bara.

 Dan kegiatan kami yang kedua yaitu melakukan diskusi dengan ketua komisi satu pak Yosef, ketua komisi 4 pak Hermanto Kewot, dan anggota komisi 1 ibu Hj. Siti Qomariah. Saya akan menceritana tentang kegiatan yang pertama. Di surat undangan tertera bahwa acara di mulai pukul 10 sampai selesai akan tetapi pada kenyataannya rapat tertunda beberapa belas menit karena menunggu kedatangan pak gubernur. Dalam kalimat pembuka bapak Awang Faroek mengapresiasi kunjungan kami ke DPRD provinsi tersebut. Beliau senang bahwasannya mahasiswa bisa menyaksikan langsung sehingga bisa mengetahui dan memetik pelajaran dari kegiatan-kegiatan pemerintahan. Kemudian bapak Awang Faroek menyampaikan jawaban atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD provinsi Kalimantan Timur terhadap rapeda pertanggung jawaban APBD tahun anggaran 2015 yaitu sebagai berikut : 1. Pemerintah akan mempertimbangkan APBD, 2. Akan menindaklanjuti rekomendasi bapak selama 60 hari, 3. Pemerintah sependapat dengan fraksi-fraksi untuk memanfaatkan SDA Kalimantan demi perbaikan financial, 4. Pemerintah akan melakukan revitalisasi BUMN, 5. Pemerintah mengapresiasi fraksi-fraksi yang memberikan opini pada peraturan pemerintah, 6. Pertumbuhan ekonomi melemah karena turunnya harga minyak dan gas. Namun kaltim masih mampu menurunkan tingkat kemiskinan karena ekonomi tidak hanya bergantung pada migas dan batu bara. Indikatornya angka melek huruf yang meningkat. Asumsinya masyarakat sudah banyak yang bisa mengakses pendidikan, 7. Pemerintah akan memberikan bantuan bagi murid putus sekolah, 8. Dalam bidang kesehatan, pemerintah akan meningkatakn fasilitas kesehatan dengan akreditasi RS dan puskesmas, 9. Rumah sakit akan di tingkatkan tipe nya dan management nya akan di lakukan oleh AWS. Setelah penyampaian jawaban gubernur seperti yang saya tuliskan diatas, kemudian di lanjutkan oleh wakil gubernur. Dan pemilihan-pemilihan pansus seperti agenda diatas. Setelah rapat berakhir kami berfoto di depan gedung rapat bersama beberapa anggota dewan, kemudian melanjutkan kegiatan kami ke gedung E untuk melakukan diskusi. Sebelum memasuki ruangan kami mengisi buku tamu. Setelah memasuki ruangan panitia acara membagikan kami beberapa snack. Diskusi di mulai setelah zuhur. Salah satu anggota dewan yaitu bapak Hermanto Kewot datang terlambat karena mengaji terlebih dahulu. Kami di berikan penjelasan mengenai fraksi-fraksi, komisi, serta badan-badan yang ada di DPRD. Ada sebelas fraksi yaitu : 1. Fraksi golkar, 2. Fraksi PDIP, 3. Fraksi gerindra, 4. Fraksi demokrat, 5. Fraksi PKS, 6. Fraksi PAN, 7. Fraksi PKB, 8. Fraksi hanura, 9. Fraksi nasdem, dan yang ke-10. Fraksi PPP. Pembagian komisi ada 4. Fungsi dari komisi 1 adalah membidangi pemerintahan, hokum, HAM, politik, Kepegawaian, dan pertahanan. Funsi dari komisi 2 adalah terkait keuangan dan pansus asset. Fungsi dari komisi 3 adalah infrastruktur, dan penelitian soal lingkungan. Dan yang terakhir yaitu komisi 4 ketenagakerjaan, pendidikan, budaya, agama, kesehatan, dll. Adapun badan-badan yang terdapat di dalam DPRD provinsi Kalimantan Timur adalah 1. Banmus (Badan musyawarah), 2. Baperda (Badan pembuat peraturan daerah), 3. Bk (Badan kehormatan), 4. Banggar (Badan anggaran). Setelah pemaparan singkat yang dilakukan pimpinan komisi satu yaitu pak yosef, kami melakukan sesi Tanya jawab dengan tiga penanya yaitu Armin Beni Pasapan sebaga penanya pertama menanyakan perihal otonomi daerah yang memunculkan raja-raja kecil alias korupsi di daerah-daerah. Tidak seperti mpada masa soeharto yang korupsi hanya terpusat. Penanya kedua yaitu Kurnianto Rombe Rante dengan pertanyaan nya kurang lebih dengan pertanyaan sebelumnya, namun terkait pembentukan berau pesisir. Selain itu adalah sector pengganti untuk batubara dan migas agar lebih mengembangakan sector pesisir untuk pariwisata. Dan penanya terakhir yaitu Dysti dengan pertanyaan terkait narkoba yang menyebabkan transnational organize crimes. Menanyakan proker yang telah dilaksanankan serta yang akan dan sedang dilakukan untuk mengatasinya. Serta undang-undang apa yang mengaturnya. Pertanyaan ketiga mahasiswa hubungan internasional ini di jawab dengan tuntas oleh pak Yosef yang kemudian di garis bawahi oleh bu Komariah serta di tambahkan oleh pak Hermanto Kewot. Setelah melakukan sesi diskusi, acara kita tutup dengan pemberian plakat oleh mahasiswa jurusan hubungan internasional kepada ketiga anggota dewan tersebut. Dan berakhirlah serangkaian acara kunjungan yang kami lakukan.

Advertisements