Tags

, , ,

NAMA                        : AYU LINTYANINGRUM

NIM                : 1402045034

MATKUL       : TEORI PERBANDINGAN POLITIK

Kami melakukan kunjungan ini untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Perbandingan Politik mata kuliah yang diampu oleh ibu Unis. Kami melakukan kunjungan tersebut dengan tema “Potret Kerja Parlemen” yang dimana kami ingin mengetahui bangaimana jalannya parlemen di daerah provinsi Kalimantan Timur dan melihat secara langsung bagaimana cara kerja para-para anggota dewan yang mewakili rakyat daerah Kalimantan Timur di dalam menjalankan parlemen.

Saya akan menceritakan pengalaman saya kemarin saat mengunjungi kantor DPRD provinsi Kalimantan Timur yang terletak di jalan Teuku Umar Karang Paci Samarinda. Saya sampai ke kantor itu sekitar pukul 9 dan berkumpul bersama teman-teman yang lain di parkiran motor untuk sama-sama menunggu dimulainya rapat Paripurna ke 15. Saat kami menunggu kami menggunakan almamater kami, lalu tiba-tiba kami dihampiri oleh salah seorang penjaga keamanan yang ada disana, ia menanyakan keperluan kami dengan nada seperti orang marah, lalu Khaerani kating dari kelas B pun menjelaskan maksud kedatangan kami, lalu ia mengatakan seharusnya kami melapor dulu pada pihak keamanan apa keperluan kami dang ke sana, karna ia mengira bahwa kami akan melakukan demo, dan setelah itu kami pun meminta maaf atas keslahan kami yang tidak melaporkan terlebih dahulu kepada pihak keamanan di sana. Dan setelah itu kami masih menunggu kedatangan teman-teman yang lain, ternyata kebanyakan dari mereka salah memasuki kantor, karna di dekat kantor DPRD tersebut terdapat kantor PU yang kebetulan disana banyak anak unmul yang menggunakan almamater untuk melakukan KKN, dan banyak dari teman-teman yang mengira itu adalah sebagian teman-teman yang akan melakukan kunjungan ke DPRD dan mengira kantor PU adalah kantor DPRD.

Setelah cukup lama menunggu akhirnya kami pun dipersilahkan masuk ke gedung tempat rapat paripurna akan diadakan, kamipun duduk di dalam sambil menunggu kedatangan dari para anggota dewan dan bapak gubernur Kalimantan Timur untuk menghadiri rapat tersebut. Setelah beberapa saat menunggu akhirnya rapat pun dimulai, rapat dihadiri langsung oleh bapak gubernur Kalimantan Timur, bapak ketua DPRD Kalimantan Timur dan juga beberapa anggota DPRD kalimantan Timur. Adapun agenda rapat yang akan di bahas ialah : 1. Jawaban gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD provinsi Kalimantan Timur, 2. Pembentukan pansus pembahas rapurd – pertanggung jawaban APBD tahun 2015, 3. Pembentukan pansus pelepasan aset provinsi Kalimantan Timur yang ada di provinsi Kalimantan Utara dan instansi vertikal, 3. Pembentukan pansus Investigasi kegiatan atau korban tambang batu bara.

Adapun jawaban yang di berikan oleh gubernur Kalimantan Timur ialah : 1. Pemerintah akan mempertimbangkan APBD, 2. Akan menindaklanjuti rekomendasi BPK selama 60 hari, 3. Pemerintah sependapat dengan fraksi-fraksi DPRD untuk memanfaat kan SDA Kalimantan Timur demi perbaikan finansial, 4. Pemerintah akan melakukan revitalisasi BUMD, 5. Pemerintah mengapresiasi fraksi-fraksi DPRD yang memberikan opini pada peratutan pemerintah, 6. Pertumbuhan ekonomi melemah karena turunnya harga minyak dan gas. Namun Kalimantan Timur masih mampu menurunkan tingkat kemiskinan karena ekonomi tidak hanya bergantung pada minyak, gas dan batu bara. Kemudian tugas dari pansus adalah : 1. Mengadakan rapat kerja, 2. Melakukan penelitian terhadap korban tambang, 3. Melaporkan hasil penelitian, 4. Masa kerja 3 bulan, 4. Biaya – APBD 2016.

Setelah rapat berakhir kamipun berfoto bersama dengan beberapa anggota DPRD provinsi Kalimantan Timur di depan gedung tempat rapat paripurna tadi diselenggarakan, kami berfoto dengan membawa banner yang bertuliskan tema kunjungan kami yakni “Potret Kerja Parlemen”.

Selanjutnya kami pun melanjutkan diskusi bersama beberapa anggota DPRD Kalimantan Timur di gedung E yang terletak di belakang gedung rapat paripurna tadi. Diskusi yang akan kami lakukan dipimpin oleh ketua komisi satu yaitu bapak Joshep yang ditemani oleh ibu Siti Qomariah. Di diskusi tersebut beliau menjelaskan tentang DPRD provinsi Kalimantan Timur, yakni dari segi pemilihan anggota dewan, jumlah anggota partai yang berhasil mendapatkan kursi di DPRD, daerah pemilihan dan juga tentang komisi-komisi yang ada di DPRD provinsi Kalimantan Timur serta nama-nama ketua masing-masing komisi. Beliau menjelaskan bahwa di DPRD provinsi Kalimantan Timur terdapat sejumlah 55 anggota dewan yang dibagi ke dalam 4 komisi. Komisi I yang diketuai oleh beliau itu menangani masalah pemerintahan, politik, hukum dan HAM, kepegawaian, dan pertahanan. Komisi II yang diketuai oleh bapak Edy Kurniawan menangani tentang keuangan daerah, aset-aset daerah, perbankan, perusahaan daerah, pendapatan daerah, koperasi, dll. Komisi III yang diketuai oleh bapak Dariyasin menangani masalah infrastruktur, perhubungan, penelitian, dan pengembangan. Komisi IV yang diketuai bapak Topik menganani masalah ketenagakerjaan, ilmu pengetahuan, agama, budaya, dll. Beliau juga menjelaskan badan-badan yang ada di DPRD provinsi Kalimantan Timur yakni Banmus (badan musyawarah), Baperda (badan pembuat peraturan daerah), Badan Kehormatan, dan Badan Anggaran sebagai badan yang membahas anggaran yang akan digunakan untuk program-program.

Beliau juga menjelaskan tentang daerah pemilihan yang ada di provinsi Kalimantan Timur yakni daerah pemilihan I adalah Samarinda, daerah pemilihan II Balikpapan, daerah pemiliha III Penajam Paser Utara / Paser, daerah pemilihan IV Kutai Kartanegara, daerah pemilihan V Bontang, Kutai Timur, dan Berau, serta daerah pemilihan VI Kalimantan Utara. Beliau bercerita bahawa beliau merupakan anggota dewan dari daerah pemilihan III Penajam Paser Utara/Paser, dan telah menjadi anggota dewan selama hampir dua periode masa jabatan.

Setelah berakhirnya diskusi tersebut dan beberapa teman telah memberikan pertanyaannya kamipun memberikan kenang-kenangan pada bapak Joshep yaitu berupa plakat. Dan setelah itu kamipun tidak lupa untuk berfoto bersama. Kunjungan yang kami lakukan ini merupakan sebuah pengalaman baru bagi saya yang sudah tinggal selama hampir dua puluh tahun di kota Samarinda provinsi Kalimantan Timur ini yang tidak pernah mengetahui bagaimana jalannya parlemen di provinsi tempat saya tinggal. Dan setelah melakukan kunjungan ini saya pun mendapatkan pengalaman baru berupa pengetahuan tentang bagaimana dilakukannya rapat paripurna para anggota DPRD untuk membangun daerah tempat tinggal saya, dan juga telah mengetahui bagaimana jalannya parlemen di DPRD provinsi Kalimantan Timur. Pengalaman ini juga telah memberikan saya pengetahuan tentang berapa banyak komisi yang ada di DPRD dan juga tentang bagaimana cara kerja mereka dan cara mereka mengatasi permasalahan yang terjadi di Kalimantan Timur. Semoga pengalaman kunjungan ini bisa bermanfaat untuk kehidupan saya kedepannya. Walau mungkin kunjungan yang igin kami lakukan ini mendapatkan banyak sekali hambatan berupa surat kunjungan yang telah lama dikirim namun tidak pernah dijawab oleh pihak DPRD, dan kemungkinan batal melakukan kunjungan ini. Namun pada akhirnya kunjungan yang kami lakukan ini telah terlaksana dan menjadi pengalaman baru bagi kami mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2014 Universitas Mulawarman. Dan tidak lupa saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada ibu Unis selaku dosen yang mengampu mata kuliah ini yang telah memberikan kesempatan pada kami untuk mendapatkan pengalaman baru.

Advertisements