Tags

, , ,

Nama               : Permata Sri Rahayu

NIM/ Prodi     : 1402045049/ Ilmu Hub. Internasional kls. A

Susahnya Menuju Parlemen

Tulisan saya kali ini mungkin agak sedikit berbeda dengan apa yang akan ditulis teman-teman saya yang lainnya. Sebagian besar dari mereka tentunya menceritakan atau memberikan laporan tentang apa yang mereka dapatkan paska kunjungan kami ke parlemen tingkat provinsi tersebut. Namun, sebelum menuju kesana, saya akan menceritakan proses bagaimana kami sebagai mahasiswa Hubungan Internasional akhirnya bisa mendapat tempat tersendiri untuk menyaksikan rapatnya anggota dewan.

Mata Kuliah Teori Perbandingan Politik, yang pada paruh kedua ini diampu oleh ibu dosen ibu Uni W. Sagena atau yang akrab dipanggil bu Unis lah yang akhirnya mengantarkan kita. Kunjungan ke DPRD Provinsi KalTim merupakan salah satu praktikum kami dalam mata kuliah tersebut. Sebenarnya, sangat tidak mudah untuk membawa kami kesna, butuh beberapa kali penolakan sampai akhirnya kami menerima surat undangan atau surat jawaban atas surat-surat yang sebelumnya sudah kami masukkan. Kesibukkan para anggota dewan menjadi salah satu alasannya, selain itu jadwal yang kami ajukan selalu berbenturan dengan masa resesnya anggota dewan membuat kami hampir putus asa.

Berbagai macam opsi ditawarkan oleh temam-teman dalam setiap kali ada pertemuan yang membahas hal ini. Namun, akhirnya kita berujung dengan bantuan ibu Siti Qomariah, SE yang sudah mau mengaturkan jadwal agar kami tetap bisa melakukan praktikum disana. Jadwal beberapa kali dirubah, sampai akhirnya kita mendapatkan undangan untuk mengikuti Rapat Paripurna ke-15 DPRD Provinsi KalTim yang membahas beberapa agenda. Adapun agenda pembahasanya adalah sebagai berikut :

  • Jawaban Gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi Kalimantan Timur terhadap Raperda pertanggungjawaban APBD tahun 2015
  • Pembentukan PANSUS untuk membahas pertanggungjawaban APBD 2015
  • Pebentukan PANSUS pelepasan aset provinsi Kalimantan Timur yang ada di Kalimantan Utara dan instansi vertikal
  • Pembentukan PANSUS investigasi kegiatan yang memakan korban tambang batubara.

Agenda yang  dibuka langsung oleh ketua DPRD Prov. Kalimantan Timur bapak H. M Syahrun H.S. tersebut juga dihadiri oleh orang nomor 1 di Kalimantan Timur, Gubernur KalTIm bapak H. Awang Faroek Ishak dan juga wakilnya, bapak Mukmin Faysal. Beliau hadir untuk memenuhi undangan guna menjalankan agenda pertama dalam rapat ini. Beliau pun memberikan jawaban kepada pandangan anggota fraksi dengan jawaban sebanyak 15 butir, dan sisanya diteruskan oleh Wakil Gubernur Kalimantan Timur Bapak Mukmin Faysal. Rapat paripurna kali ini hanya didatangi sebanyak 28 anggota dewan dari jumlah 55 orang anggota.

Sebelum memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi terhadap raperda APBD 2015, bapak Gubernur sempat menyebutkan sambutannya kepada mahasiswa HI yang ada. Beliau sangat senang atas kehadiran kami, bahkan beliau mengatakan bahwa beliau selalu meminta kepada rektor UNMUL, bapak H. Masjaya untuk mengirimkan delegasi dari mahasiswanya untuk menghadiri rapat paripurna terbuka sebagai pembelajaran politik bagi mahasiswa dengan jurusan yang relevan.

Selain bapak Gubernur dan anggota dewan, rapat paripurna tersebut juga dihadiri seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah atau SKPD Provinsi Kalimantan Timur. Rapat yang dilaksanakan selama kurang lebih 3 jam tersebut akhirnya menghadirkan beberapa hasil. Salah satunya adalah terbentuknya panitia khusus yang akan menangani permasalahn tambang yang seperti kita ketahui sudah sangat meresahkan masyarakat Kalimantan Timur. Selain masalah tambang, bapak Gubernur juga mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur sedang mengusahakan pembangunan untuk ruang terbuka hijau. Karena, khusus wilayah Samarinda saja, Ruang Terbuka Hijau yang dimiliki tidak sampai setengah persen dari jumlah seharunsya. Samarinda hanya memiliki 9% Ruang Terbuka Hijau dari yang seharusnya berjumlah 30%.

Setelah menyaksikan rapat paripurna, ibu Siti Qomariah mengajak kami untuk melakukan diskusi singkat dengan komisis 1 diparlemen. Kami menuju ke gedung D setelah rapat paripurna selesai. Dalam diskusi yang dihadiri oleh 2 orang aggota dari komisi 1, dan 1 orang dari komisi 4. Dalam diskusi kali ini, ibu Siti Qomarian selaku anggota komisi 1 DPRD Provinsi Kalimantan Timur ikut terlibat dalam diskusi ini. Didalam diskusi ini, dijelakan bahwa DPRD KalTim terdiri dari 4 pimpinan, yakni 1 orang ketua dan 3 orang wakil ketua. Seperti yang saya katakan sebelumnya, bahwa anggota dewan perwakilan provinsi Kalimantan Timur berjumlah sebanyak 55 orang anggota. Beliau-beliau ini terdiri dari beberapa partai yang memenangkan PEMILU 2015. Partai Golkar memiliki 13 kursi di parlemen, sementara PDIP sekita 10-11 kursi, kemudian GERINDRA sebanyak 6 kursi, lalu partai Demokrat dan PKS sebanyak 5 dan sisanya diisi oleh partai PAN, PKB, HANURA, NASDEM dan PPP.

Untuk daerah pemilihan atau DAPIL, dibagi menjadi 6 daerah. Kota Samarinda memegang sebanyak 11 kursi, disusul dengan Balikpapan sebanyak 7 kursi. Kemudian kabupaten Paser dan Penajam Paser Utara sebanyak 6, lalu Kuta Kartanegara dan Kutai Barat sejumlah 6 kursi dan sisanya untuk DAPIL Bontang, KUTIM, Berau, Bulungan, Tarakan dan sebagainya.

Pembagian kerja masing-masing komisi adalah sebagai berikut :

  • Komisi 1 : Hukum dan Pemerintahan, serta Politik
  • Komisi 2 : Keuangan Daerah, Aset, Perbankan, Perusahaan, Perkebunan dan Pertanian
  • Komisi 3 : Infrastruktur, Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup
  • Komisi 4 : ketenagakerjaan, pendidikan, agama, budaya dan olahraga

Selain dibagi dalam 4 komisi, DPRD juga dibagi lagi dalam beberapa badan seperti berikut :

  • Badan Musyawarah
  • Badan Pembuat Peraturan Dareah
  • Badan Kehormatan
  • Badan Anggaran

Selama diskusi, para anggota dewan terlihat sangat interaktif dan komunikatif dengan audiens. Sesi tanya jawab juga diberikan walau hanya 30 menit. Diskusi tidak berjalan cukup lama, karena keterbatasan waktu yang kami miliki, sebabnya waktu sudah banyak tersita pada agenda sebelumnya, yakni Rapat Paripurna. Tidak ada ketegangan selama proses diskusi, semua berjalan lancar dan cenderung santai. Terlihat dari guyonan-guyonan yang mampu memecah kebosanan dan menguraikan keletihan paska aktfitas yang cukup panjang.

Demikianlah yang bisa saya tuliskan terkait perjalanan mahasiswa Hubungan Internasional kelas A dan B tahun angkatan 2014 menuju DPRD Provinsi Kalimantan Timur. Mengutip kalimat bapak Gubernur sebelum melaksanakan agenda pertama. “Mahasiswa harus selalu mau untuk terlibat dan dilibatkan dalam rapat-rapat paripurna, sebagai pembelajaran politik. Karena nanti, mereka yang akan duduk disini, memimpin daerahnya, memimpin bangsanya.” Ucap Gubernur Kalimantan Timur yang masih semangat bekerja walaupun harus duduk dikursi roda karena sakit.

Advertisements