Tags

, , ,

Nur Widya Oktaviana

1402045013

Hubungan Internasional A

Teori Perbandingan Politik

 

Kunjungan Mahasiswa Hubungan Internasional ke Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur

 

Kunjungan kami mahasiswa hubungan internasional ke DPRD Provinsi Kaltim sudah direncanakan cukup lama. Untuk membuat rencana tersebut terwujud, kami membuat surat ke DPRD Kaltim untuk mengadakan kunjungan, namun itu tak selancar apa yang kami pikirkan. Surat kami di tolak dengan alasan anggota DPRD kaltim sedang sibuk dan sedang melakukan rapat besar. Waktu ujian pun semakin dekat dan kami tidak dapat menyelesaikan tugas yang satu ini. Kurnianto dan teman lainnya tetap masih berusaha melobi-lobi anggota DPRD maupun staff yang ada disana untuk menerima surat kami. Dan akhirnya waktu ujian pun sudah tiba saya dan teman yang lainnya tidak tahu harus berbuat apa karena kemungkinan besar akan gagal dalam kunjungan ke DPRD Prov kaltim. Jadi, kita semua kelas a menyepakati untuk membuat paper yang berhubungan dengan Teori Perbandingan Politik ini dan mengumpulkannya pada saat ujian. Dan ternyata pada saat  ujian TPP Kurnianto mengabarkan bahwa kunjungan ke DPRD Provinsi Kaltim telah disetujui dan kami dapat hadir di rapat paripurna DPRD Provinsi Kaltim. Dikarenakan kami sudah menulis paper jadi papernya kami kumpulin saja kepada pengawas ujian. Dan kemudian setelah itu kami menunggu hingga hari-h nya.

Tepat di tanggal 20 Juni 2016 pada hari Senin kami melakukan Kunjungan ke DPRD Provinsi Kaltim. Kami dihadirkan dalam Rapat Paripurna ke 15 DPRD Provinsi Kaltim.

Ini suatu kehormatan bagi saya karena dapat melihat langsung kegiatan dan bagaimana cara anggota DPRD mengadakan rapat paripurna. Dan juga sebuah kehormatan ini kedua kalinya saya dapat melihat langsung Pak Gubernur dan Wakil Gubernur dengan dekat. Saat rapat akan dimulai dan para anggota dewan perwakilan rakyat berdatangan satu per satu saya merasa mulai tegang dan gugup seakan-akan saya sedang berada dalam rapat yang sangat penting dan menentukan dan saya akan terlibat didalamnya. Wahh ini sungguh pengalaman yang tidak dapat saya lupakan bersama teman-teman menghadiri rapat DPRD yang biasanya hanya bisa saya lihat di televisi saja. Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Provinsi Kaltim dengan memiliki empat agenda utama yaitu, 1) Jawaban gubernur atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Provinsi agenda yang Kaltim terhadap Raperda pertanggung jawaban APBD tahun anggaran 2015. 2) Pembentukan pansus (panitia khusus) pembahas Raperda pertanggung jawaban APBD tahun 2015. 3) Pembentukan pansus pelepasan aset Provinsi Kalimantan Timur yang ada di Provinsi Kalimantan Utara dan instansi vertikal. 4) Pembentukan pansus investigasi kegiatan/korban tambang batu bara. Itulah keempat agenda yang akan dibahas dalam rapat paripurna ini.

Adapun jawaban dari gubernur atas agenda-agenda tersebut yaitu pemerintahan mengapresiasikan fraksi-fraksi yang memberikan opini pada peraturan daerah, pemerintah akan mempertimbangkan APBD, pemerintah akan melakukan revitalisasi BUMD, pemerintah juga sepakat dengan fraksi-fraksi yang menyarankan untuk memanfaatkan sumeber daya alam yang ada di Kalimantan Timur demi perbaikan finansial Kaltim itu sendiri. Yang kit tahu bahwa pertumbuhan ekonomi di Kaltim sedang melemah karena turunnya harga migas dan batu bara.

Itulah serangkaian rapat paripurna yang ke 15 di gedung DPRD Kaltim yang berakhir sekitar jam 01.00. Setelah rapat paripuna selesai kami tidak lupa untuk foto-foto di gedung DPRD bersama anggota dewan perwakilan disana. Ini sangat menyenangkan. Setelah itu kami dibawa ke gedung satunya yang lumayan cukup jauh dan berlorong-lorong untuk mendapatkan pengarahan tentang DPRD Kaltim. Terdapat empat anggota dewan disana dari komisi I dan juga komisi IV DPRD Kaltim. Dari komisi I ada pak Joseph dan ibu Hj. Siti Qomariah dan dari komisi IV ada pak Yahya dan pak Herman. Pak Joseph menjelaskan kepada kami tentang keanggotaan DPRD yang terdiri dari 55 anggota dewan dan terdapat fraksi-fraksi yang mendukung anggota tersebut. Misalnya pertama terdapat pada partai golkar yang memiliki 9 fraksi dan mempunyai jatah kursi sebanyak 13 kursi disusul oleh PDIP dengan 11 kursi, dan seterusnya. Terus beliau juga mengatakan bahwa terdapat empat komisi yang ada di DPRD Kalyim yaitu Komisi I, II, III, dan IV. Dimana tugas komisi I yaitu untuk menangani permasalah yang ada dalam pemerintahan, komisi II menangani masalah anggaran dan aset-aset yang ada, komisi III menangani masalah infrastruktur dan lingkungan seperti tata ruang kota dan yang lainnya, dan yang terakhir yaitu komisi IV DPRD menangani masalah pendidikan. Kami dihadirkan komisi I dan komisi IV karena mempunyai hubungan dengan mahasiswa. Setelah diberi penjelasan dimulailah sesi tanya jawab yang dibatasi hanya 3 orang saja. Dan yang mendapatkan kesempatan adalah saudara Armin, Kurnianto dan juga saudari Dhisty. Mumpung ketemu dengan dewan perwakilan rakyat mereka bertanya dengan antusias sekali mengenai otonomi daerah, kejahatan lintas batas negara yang ada di perbatasan Kalimantan Filipina dan Sulawesi, dan menanyakan mengenai narkoba pada anak zaman sekarang yang mental dan moralnya hampir tidak ada lagi. Dan semua pertanyaan itu pun dijawab oleh anggota dewan dalam bidangnya masing-masing. Saya tidak mencatat karena terlalu cepat jadi saya hanya menyimak saja apa yang disampaikan. Setelah itu sesi tanya jawab pun berakhir dan berakhir jugalah serangkaian acara yang kami lakukan. Dan tidak lupa lagi foto-foto bareng anggota DPRD dari Komisi I. Kemudian kami pulang kerumah masing-masing dan siap membuat paper mengenai pengalaman kami ke DPRD Provinsi Kaltim dan mengenai kegiatan apa saja yang kami lalui dan  lakukan. Sekian dan terima kasih. Oh iya kami pulang sekitar jam 03.30.

Advertisements