Tags

, , ,

Nama   : Ni Putu Rizky S.                                                       TEORI PERBANDINGAN POLITIK

NIM    : 1402045016

POTRET KINERJA PARLEMEN

Pada hari Senin, 20 Juni 2016, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Mulawarman, melakukan kunjungan ke Kantor DPRD Provinsi Kalimantan Timur di Daerah Karang Paci. Saya, sebagai salah satu bagian dari Prodi Ilmu Hubungan Internasional, dalam paper ini, akan menjelaskan suasana serta point-point penting yang saya dapatkan selama kunjungan tersebut. Di mulai pada pukul 11.15 WITA, sidang paripurna berlangsung, dihadiri oleh Gubernur KALTIM, Bapak Awang Faroek Ishak beserta wakilnya, dan juga Ketua Pimpinan Sidang, dan anggota dewan yang hadir sekitar 28 orang. Saya tidak mengingat begitu jelas mengenai tema pembahasan pada sidang paripurna tersebut, namun, ada sekitar 5 hal penting, termasuk penanganan hilangnya anak-anak di lahan ex tambang yang ada di Kaltim. Gubernur menyatakan beberapa hal dalam sidang ini:

  1. Revitalisasi BUMD, karena sekitar 226,47 milyar pendapatan dihasilkan oleh 8

   BUMD.

  1. Pendanaan sebesar 915,27 milyar untuk sektor kesehatan.
  2. Pengubahan tipe rumah sakit samarinda menjadi tipe C hingga D, dan di satu-atapkan

  dengan RSU. AWS.

  1. Mengatasi PHK, salah satunya dengan memberikan bantuan kepada usaha-usaha yang

  dinilai produktif.

  1. Mengatasi permasalahan habisnya lahan akibat usaha tambang batu bara.
  2. Berintegrasi dengan sektor perbankan untuk memberikan kredit-kredit kepada

  usaha-usaha yang berpotensi.

Pada sidang paripurna tersebut, saya dapat melihat bagaimana anggota dewan bekerja, penyampaian pendapat, berbagai interupsi yang turun, dan ketika pembentukan pansus untuk menangan masalah yang terjadi di Kaltim. Sangat menarik untuk dicermati. Tidak hanya sampai disitu, saya dan teman-teman juga melanjutkan kunjungan kami, lalu melakukan diskusi bersama ibu Hj. Siti Qomariah, SE. Beliau berasal dari fraksi PAN dan saat ini menduduki jabatan di komisi 1 yang membawahi bidang pemerintahan, HUK-HAM, politik, kepegawaian, dll. Serta terdapat 2 orang lagi yaitu, Bapak Yosef selaku Ketua Komisi 1 dan Bapak Hermanto Kewot S. Selaku anggota komisi 4 yang membawahi bidang pendidikan. Diskusi tersebut terasa sangat hidup dan tidak monoton. Walaupun saya lebih memilih untuk menyimak daripada turut memberikan pertanyaan atau kritikan, tetapi saya menikmati jalannya diskusi. Terdapat 3 pertanyaan dalam diskus tersebut, yang pertama, bagaimana semangat reformasi pada tahun 1998 yang tercermin pada tahun 2016 ini? Yang kedua, apakah ada sektor pengganti untuk meningkatkan APBD yang dilansir berkurang, selain sektor yang sudah dijalankan? Dan yang terakhir adalah, bagaimana peran komisi 1 untuk memerangi kasus narkoba yang sudah marak terdapat di Kaltim. Para narasumber menjawab dengan sangat lugas dan tidak bertele-tele. Upaya yang dilakukan, menurut saya sudah cukup baik. Yang menarik adalah ketika mengetahui, sektor pengganti dalam hal ini untuk meningkatkan pendapatan daerah adalah sektor pariwisata. Dari ketiga pertanyaan di atas, menurut saya, yang harus dikaji lebih lanjut adalah pertanyaan kedua, yaitu sektor pengganti. Hal ini sangatlah menarik, mengingat potensi pariwisata yang dimiliki oleh Kaltim tidak kalah dengan pulau-pulau lain di Indonesia. Semoga saja, dengan adanya pariwisata, dijadikan sebagai sektor alternatif untuk peningkatan APBD Kaltim, bisa berbuah manis dikemudian hari.

 

Advertisements