Tags

, , ,

NAMA                 : IBNU HARIDZAH
NIM                     : 1402045043
PRODI                 : Hubungan Internasional
MATA KULIAH : TEORI PERBANDINGAN POLITIK

KUNJUNGAN KE DPRD PROVINSI KALIMANTAN TIMUR

Selama kunjungan kami ke DPRD dimana kami ikut menjadi penonton dalam rapat paripurna DPRD. Di sana kami mendapat sambutan yang hangat dari para peserta di rapat paripurna tersebut. Hal ini sendiri juga menjadi sebagai pengalaman bagi kami mahasiswa HI, bagaimana kami melihat tata cara rapat atau berlangsungnya rapat para anggota dewan berlangsung.

         Pada hari senin tanggal, 20 Juni 2016. kami mahasiswa Hubungan Internasional saling janjian untuk datang ke DPRD pada jam 9 pagi, dari rumah saya sendiri butuh sekitar 30-40menit karena daerah rumah saya yang cukup jauh. Pada pukul 9 pagi, acara rapat paripurna belum di mulai karena kami harus berkumpul lebih cepat dari jadwal rapat agar dapat mengkoordinir mahasiswa yang lain agar tau dimana gedung yang dipakai. Setelah pukul 10 pagi, kami menuju gedung rapat tersebut, disana kami di koordinasi oleh pihak setempat agar tau dimana letak tempat duduk yang disediakan. Saya sendiri duduk paling depan yang sejajar dengan para PNS yang juga peserta rapat. Di ruang rapat terdapat bagian-bagian tempat duduk. Di kursi paling kanan, kiri dan belakang merupakan tempat para anggota PNS serta tamu-tamu yang lain, untuk tempat kami sendiri kami berada di belakang anggota Dewan. Kursi anggota dewan sendiri sudah jelas paling depan dan berhadapan dengan kursi ketua serta anggota inti yang lain.

         Pada jam 11 pagi, seluruh peserta-peserta rapat mulai berdatangan. Tamu-tamu penting dalam rapat tersebut adalah Gubernur serta wakil Gubernur Kalimantan Timur, Kapolda Kalimantan Timur, Perwakilan dari pejabat TNI, serta Perwakilan dari BIN. Dalam rapat paripurna ini, ada 4 agenda yang akan dibahas, antara lain adalah :

  1. Jawaban Gubernur terhadap fraksi-fraksi DPRD Provinsi Kalimantan Timur terhadap raperda pertanggung jawaban APBD tahun anggaran 2015.
  2. Pembentukan pansus pembahasan raperda pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2015.
  3. Pembentukan pansus pelepasan asset provinsi Kalimantan Timur yang ada di provinsi Kalimantan Utara dan instansi vertical.
  4. Pembentukan pansus investigasi kegiatan/korban tambang batubara.

Acara di pun dimulai dengan dipimpin oleh Ketua DPRD sendiri. Setelah itu agenda pertama pun di mulai dimana Gubernur Awang faruk, yang sendiri yang duduk dengan kursi rodanya membacakan teks didalam layar computer menjelaskan tentang raperda APBD tahun anggaran 2015. Setelah itu Gubernur membacakan laporan pertanggung jawaban dan lain lainnya, lalu dilanjutkan oleh Wakil Gubernur. Dalam jalannya rapat ini, agenda-agenda dalam rapat ini tidak memiliki jeda. Jeda terjadi hanya ketika para anggota dewan saling berinteraksi dalam menentukan anggota pansus yang mana jedanya diberi 15menit oleh ketua.

         Ada beberapa hal yang menarik dalam pembahasan setiap agenda-agenda. Pak Awang Faruk mengatakan bahwa akan melakukan peningkatan fasilitas kesehatan serta akreditas terhadap rumah sakit dan puskesmas. Pemerintah juga akan merivetalisasi BUMN. Pak Gubernur juga bercerita tentang ketika sedang membahas suatu bahasan dengan Presiden Jokowi, yang mana “negara bisa mengubah uud, bisa negara peraturan, berarti negara juga bisa merenegosiasi dengan perusahaan-perusahaan. Pak Gubernur juga mengatakan juga untuk memanfaatkan bekas-bekas tambang batu bara agar bisa dijadikan tempat PLTU 1000 Megawatt yang mana batu bara sendiri menjadi bahan bakarnnya, serta melakukan perubahan peraturan-peraturan terkait dengan pertambangan agar tidak semudah yang terjadi seperti dahulu-dahulu dimana perusahaan dengan gampang mendapatkan izin. Pelemahan dalam sektor industrial sendiri membuat pak Gubernur juga menginginkan Kalimantan Timur ini sendiri juga bisa meningkatkan dalam sektor pariwisata serta infrastruktur. Dalam agenda pelepasan asset, pemerintah daerah Kalimantan Timur akan segera melepaskan Rumah sakit umum yang ada di Tarakan kepada pemerintah daerah Kalimantan Utara yang mana sampai sekarang masih menerima dana hibah dari Kalimantan Timur.

         Dalam rapat saya juga mengamati bagaimana gerak-gerik para anggota dewan. Ketika Gubernur sedang membacakan laporannya serta agenda-agenda yang lain, beberapa anggota dewan malah asik mengobrol, entah apa yang di obrolkan. Ada juga satu orang anggota dewan yang datang awal ketika rapat berjalan, tetapi ketika sedang memasuki ke inti rapat, anggota Dewan satu ini malah menghilang, mungkin ada urusan yang lebih penting ketimbang rapat tersebut. Terlepas dari hal ini semua, ketika Gubernur meminta agar anggota dewan bisa mendukung serta menjalankan tugas pansus tersebut, para anggota legislative dengan tegas mengatakan setuju dengan arti mendukung program atau projek yang akan mereka kerjakan.

         Setelah rapat selesai kami diberi sanjungan serta tepuk tangan atas partisipasi dalam melihat jalannya rapat paripurna oleh Ketua DPRD, tidak hanya itu Ketua DPRD juga mengatakan serta mendoakan agar di generasi kami yang akan datang, serta menjadi lebih berkualitas dari yang sekarang. Setelah Keluar dari ruang rapat, kami medokementasikan kami didepan gedung rapat bersama seluruh mahasiswa Hubungan Internasional dengan beberapa anggota dewan dibantu dengan beberapa  staff. Setelah rapat, ketika jam 2 siang, kami melanjutkan kegiatan kami dengan forum diskusi di gedung E. disana kami dihadiri oleh 4 orang anggota dewan yang 2 diantaranya adalah ketua komisi 1 dan 4. Dalam diskusi ini kami diberi beberapa penjalasan struktur dalam DPRD serta partai-partai apa saja dan berapa kursi yang didapat setiap partai. Untuk DPRD Provinsi Kalimantan Timur sendiri hanya memiliki 4 ketua komisi serta hanya ada 50 lebih anggota dewan. Di dalam diskusi ini kami juga diberi cemilan-cemilan. Selama diskusi berjalan kami diberikan 3 pertanyaan di sesi pertama. Selama dalam Tanya jawab, para anggota dewan juga memberikan masukkan dengan memberitahu beberapa peluang dalam bisnis serta menginginkan agar mahasiswa selalu memperdalam ilmunya serta memberikan prestasi terhadap Kalimantan Timur, walaupun dalam topik ini, beberapa anggota dewan lebih fokus terhadap penilitian serta riset-riset yang dilakukan oleh mahasiswa. Berakhirnya diskusi kami dengan anggota dewan juga berarti berakhirnya kunjungan kami di kantor DPRD Kalimantan Timur ini, setelah berakhir kami juga memberikan kenang-kenangan terhadap DPRD Kalimantan Timur atas kunjungan yang telah kami lakukan pada hari ini. Pengalaman pada hari senin ini, cukup menciptakan beberapa motivasi serta mengatahui bagaimana cara dinamika para anggota dewan lakukan ketika bekerja, serta tugas-tugas apa saja yang mereka lakukan selaku menjabat anggota dewan.

Advertisements