Tags

, , ,

Nama  : Firanty Maulidani Ansori

Nim     : 1402045007

Prodi    : Hubungan Internasional A

PAPER TEORI PERBANDINGAN POLITIK

Mengenal Lebih Dekat Parlemen dan Potret Kinerjanya

Hari ini 20 Juni 2016 HI A, HI B regular pergi ke DPRD Provinsi tingkat I Kalimantan Timur, setelah beberapa minggu kami susah untuk masuk kedalam DPRD tersebut namun akhirnya atas usaha teman-teman sekalian akhirnya kami masuk juga. Saya dan teman-teman Antusias sekali ketika mengetahui kalau undangan kami diterima dan diberikan izin untuk melihat Rapat Paripurna Ke 15 DPRD Provinsi Kalimantan Timur dan Dengar Pendapat dengan Komisi I,II,III dan juga IV.  Dan Specialnya lagi di Rapat Paripurna Tersebut Hadir Bapak Gubernur Awang Faroek dan HM. Mukmin Faisal. Rapat tersebut terdiri atas beberapa agenda yaitu:

  1. Jawaban Gubernur atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kaltim terhadap Raperda Pertanggung Jawaban anggaran tahun 2015. Jawaban dari Bapak Gubernur & Wakil Gubernur adalah
  • Pemerintah Akan mempertimbangkan tentang APBD & Raperda dan akan diperhatikan secara serius oleh pemerintah.
  • Pemerintah sepakat dengan pandangan umum fraksi-fraksi untuk memanfaatkan sda Kalimantan timur demi perbaikan finansial.
  • Pemerintah mengapresiasi terhadap kinerja BUMD untuk lebih fokus & mengapresiasi juga kepada yang mendukung, sehingga BUMD bisa melakukan kinerja yang bagus. Ada 8 BUMD yang memberikan Kontribusi Besar kepada pemerintah. Pemerintah akan melakukan Revitalisasi & Optimalisasi peran BUMD.
  • Pemerintah akan terus memperbaiki kinerja Badan Keuangan melalui penetapan standar Akutansi. Pemerintah sepakat untuk meningkatkan indeks dan melakukan pembenahan ke Internal dimasa yang akan datang.
  • Pemerintah berusaha untuk menurunkan angka kemiskinan sekitar 5% di tahun 2018.
  • Pemberian Beasiswa kepada anak-anak, Mahasiswa yang berprestasi dan tidak mampu akan terus dijalankan programnya serta Bpjs untuk jaminan kesehatannya sudah bekerja sama dengan rumah sakit umum untuk membantu masyarakat yang sakit untuk berobat. Dan pemerintah terus meningkatkan kinerja mereka untuk masyarakat lebih maju
  1. Pembentukan Pansus Pembahasan Raperda pertanggung jawaban APBD tahun anggaran 2015. ( masih menyangkut dengan jawaban pak awing faroek tentang raperda di nomer 1) dan semua komisi menyetujuinya.
  2. Penentuan Pansus pelepasan aset provinsi Kalimantan Timur yang ada di Kalimantan Utara & Instansi Vertikal ( disetujui semua komisi)
  3. Pembentukan pansus investigasi kegiatan korban tambang batu bara ( disetujui oleh semua komisi)

Selama saya mengamati rapat paripurna dari jam 11 yang harusnya jam 10, bisa disimpulkan dari awal bahwa anggota dewan tidak tepat waktu, malah pak awing faroek berserta pak mukmin sudah hadir ditempat lebih awal. Setelah mengikuti rapat paripurna, kebetulan saya adalah seksi dokumentasi, saya melihat banyak sekali anggota dewan yang tidak hadir dan banyak yang tertidur dengan nyenyaknya, serta banyak yang bermain handphone. Miris ketika rapat sepenting itu anggota dewan malah asik sendiri tidak memperhatikan, pengalaman pertama saya untuk melihat hal tersebut. Nah setelah mengikuti Rapat Paripurna, kami pun diajak ke ruang diskusi oleh yang awalnya hanya komisi 1 dan 2, namun ada hadir juga komisi 3 dan 4.  Dan kami tadi dijelaskan oleh bapak Josep dari komisi I yang bilang bahwa setiap komisi melaksanakan bidang yang berbeda yaitu:

  • Komisi I membidangi bidang Pemerintahan, Hukum & Ham, Politik, Kepegawaian Mitra kerjasamanya adalah Pemerintah, Biro Hukum, Bkd dan seterusnya
  • Komisi II membidangi bidang Keuangan Daerah, Aset daerah, Perusahaan Daerah, Pertanian, Perkebunan dan sebagainya
  • Komisi III membidangi Perhubungan, lingkungan dan sebagainya
  • Komisi IV membidangi ketenagakerjaan, teknologi, olahraga, budaya, pendidikan dan sebagainya.

Di DPRD Kalimantan Timur ada 55 Kursi, terbagi atas 9 Fraksi terdiri atas:

  1. Golkar 2. PDIP 3. PKS                         4. Demokrat                5. PKS
  2. PAN 7. PKB 8. Hanura                    9. P3

Terbentuk Juga 6 dapil di Kalimantan Timur terdiri atas:

  1. Dapil Kota Samarinda 2. Dapil Balikpapan 3. Dapil Penajam dan Pasir
  2. Dapil Kutai Kartanegara& barat 5. Bontang, Kutai Timur & Berau 6. Kaltara

Selanjutnya adalah Sesi Tanya Jawab antara pihak Mahasiswa dan Para Komisi

1.Untuk Komisi 1, mengkritisi tentang semangat reformasi ditahun 1998, tentang otonomi daerah. Tujuan otonomi daerah sendiri adalah pemekaran. Namun karena adanya pemekaran tersebut, dulu yang korupsi dilakukan terpusat namun sekarang bisa dilakukan di hal-hal kecil. Pertanyaannya sejauh mana kesiapan pemerintah terkait pemekaran kaltim ke kaltara. ( Armin )

  1. Untuk Komisi I, Tentang Otonomi baru. Mengambil contoh di berau, dengan tidak maksimalnya pengelolaan diberau karena dibentuknya berau pesisir, terus juga melemahnya sektor migas & batu bara terus sejauhmana tantangtan pemerintah untuk menjaga keamanan kaltim dan kaltara? ( Kurnianto)
  2. Narkoba sedang marak di Kalimantan Timur, Apa saja program kerja Komisi I untuk mengatasi dan mengurangi maraknya narkoba yang beredar di Kalimantan Timur ini

Jawaban :

  1. Oleh Bapak Joseph dari Komisi I, menurutnya otonomi daerah diadakan untuk tidak terjadinya sentralistik ke daerah pusat atau tidak fokus hanya kepusat, semuanya bisa. Tujuan pemekaran sendiri untuk pelayanan masyarakat, mempercepat pembangunan ekonomi, birokrasi & pembangunan Infrastruktur memperkuat didaerah perbatasan. Kenapa birokrasi dipecah karena agar didaerah perbatasan lebih mudah untuk mengurus surat-menyurat tidak perlu melewati beberapa puluh jam untuk menembus ke daerah kota. Intinya di daerah perbatasan harus ada pemekaran agar mempercepat ekonomi,birokrasi serta tidak menghambat masyarakat.
  2. Oleh Bapak Joseph dari Komisi I, dibentuknya otonomi baru agar birokrasi lebih maju & pelayanan masyarakat juga tidak memerlukan waktu lama. Atas pertanyaan tentang keamanan untuk kaltim dan kaltara, komisi I mendukung peningkatan kapal-kapal patrol untuk menjaga perbatasan kaltim & kaltara karena sumber daya alam nya melimpah serta potensial dan itu juga sebagai pendapatan daerah.
  3. Oleh Bapak Joseph dari Komisi I, Kalimantan Timur memang lagi gawat darurat Narkoba. Menempati posisi ke 3 se Indonesia. Komisi I berusaha untuk meningkatkan dan bekerjasama dengan polisi, bnn dan tni untuk melakukan pengamanan seperti melakukan rajia-rajia yang sekiranya berpotensi sebagai tempat penempukan narkobal, yang baru-baru ini di gerebek adalah lambung. Dan memberikan penyuluhan ke sekolah-sekolah dan orang tua untuk menjauhi narkoba, karena dapat merusak otak.

Tambahan dari ibu Siti Comariah

Tujuan bernegara ada didalam UUD 1945. DOB bertujuan mengakselerasi pembangunan. Intinya ya kalau sdm habis apa yang harus dilakukan? Yang pasti peningkatan SDM itu sangat penting, apalagi yang potensial untuk membangun Kalimantan Timur sendiri. Periortias Ada 3 bentuk:

  1. Dalam bidang infrastruktur, darat,laut dan udara
  2. Pertanian, Perkebunan
  3. SDM, kesehatan, dan pendidikan.

Masalah narkoba kata ibunya adalah sebagai masalah bersama. Bukan hanya di komisi I yang memikirkan, namun kita juga terlibat dalam masalah untuk menghentikan pengedaran narkoba. Apalagi mahasiswa yang terlibat langsung dengan narkoba, supaya terkenal. Kalian harus membuat generasi kalian untuk bersih dari narkoba.

 

 

Tambahan dari bapak Hermanto ( Komisi IV)

Harus ada revolusi mental. Mahasiswa harus menjadi Agen-agen untuk perubahan. Dan Mahasiswa sebagai anak bangsa yang akan meneruskan untuk membangun Kalimantan Timur kedepan harus lebih bisa maju dari pada kami.

Intinya dari saya adalah kita mengamati kinerja dari DPRD itu sendiri, melihat langsung bagaimana mereka bekerja untuk membangun Kalimantan Timur. Dan melihat juga mana yang serius untuk membangun Kalimantan Timur, ada juga yang mungkin karena emang pengen mengumpulkan pundi-pundi rupiah saja, ada juga anggota dewan yang serius mendengarkan ada juga yang tidur, main handphone dan sebagainya. Menurut saya disaat ada rapat begitu mereka harus lebih fokus, apalagi itu berurusan dengan membangun Kalimantan Timur. Kejadian nyata adalah kami menunggu mereka selama kurang lebih 1 jam, malah Pak Awang faroek dan Pak Mukmin Faisal yang lebih dahulu hadir. Dan sampai waktu berjalan, banyak sekali yang tidak hadir sehingga kursi-kursi mereka kosong? Kemanakah mereka? Ya mungkin ada urusan lebih penting kali ya sehingga rapat paripurna dianggap tidak penting. Namun ga semua anggota komisi begitu. Saya amat senang buat mengetahui perpolitikan yang terjadi di sidang paripurna dan juga berdiskusi dengan komisi I,II,III & IV walaupun itu sudah siang dan melelahkan, para anggota komisi ini tetap menerima kami dan berdiskusi dengan kami menjelaskan bagaimana kerja DPRD itu sendiri. Dan ini menjadi pengalaman bagi saya untuk masuk ke kantor DPRD tersebut.  Semoga Kami Mahasiswa bisa menjadi agen-agen perubahan untuk merubah Kalimantan Timur menjadi lebih maju. Mengerjakan Program-program yang sudah ada dan membuat kebijakan-kebijakan yang segar buat perubahan di Kalimantan Timur di beberapa tahun kedepan. Terima Kasih Kepada Ibu Unis Sagena,M.SI.,PH.D yang telah memberi semangat hingga kami bisa masuk ke kantor DPRD Kalimantan Timur.

 

Advertisements