Tags

, , ,

Nama   :           Ang Gary Angelo

NIM    :           1402045028

Kelas   :           Hubungan Internasional 2014(A)

Potret Kinerja Parlemen

Pada kunjungan yang saya dan kawan-kawan se-angkatan program studi Hubungan Internasional pada tanggal 20 Juni 2016, kami diundang dan mengikuti rapat paripurna ke-15 di kantor DPRD Kalimantan Timur yang diselenggarakan oleh DPRD Kalimantan Timur. Di Rapat Paripurna ke-15 ini, DPRD mengundang gubernur Kalimantan Timur, yaitu Drs. H. Awang Faroek Ishak, M.M, M.Si., yang akan menyampaikan beberapa agenda tentang pembahasan pada rapat ini. Berikut agenda-agenda yang disampaikan beliau.

Agenda :

  1. Jawaban Gubernur Atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi             Kalimantan Timur Terhadap Raperda Pertanggungjawaban Anggaran Tahun 2015.
  2. Pembentukan Pansus Pembahas Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun             Anggaran 2015.
  3. Pembentukan Pansus Pelepasan Aset Provinsi Kalimantan Timur yang Ada di Provinsi Kalimantan Utara dan Instansi Vertikal.
  4. Pembentukan Pansus Investigasi Kegiatan/Korban Tambang Batu Bara.

Rapat ini dibuka dengan doa yang dipimpin oleh beliau dan pembahasan tentang keadaan Kalimantan Timur dan perkembangannya hingga saat ini. Setelah itu, beliau bersama dengan ketua DPRD Kalimantan Timur, H. M. Syahrun, H.S mulai menyampaikan tentang agenda-agenda yang telah disebutkan sebelumnya.

  1. Jawaban Gubernur Atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Kalimantan Timur Terhadap Raperda Pertanggungjawaban Anggaran Tahun 2015.

Pada pembahasan ini, diketahui bahwa pemerintah akan mempertimbangkan APBD, adanya tindaklanjut terhadap rekomendasi BPK selama 60 hari, mengikuti saran dari fraksi-fraksi; pemerintah akan memanfaatkan sumber daya alam Kalimantan demi perbaikan finansial, revitalisasi terhadap BUMD, apresiasi terhadap fraksi-fraksi yang memberi masukan terhadap peraturan pemerintah, dan pertumbuhan ekonomi kita melemah akibat turunnya harga minyak dan gas. Namun, Kalimantan Timur masih sanggup menurunkan angka kemiskinan karena ekonominya yang tidak selalu tergantung dengan migas dan batu bara. Indikator lainnya berupa angka melek huruf yang meningkat sehingga muncul asumsi bahwa masyarakat sudah bisa mengakses pendidikan dengan mudah.

Terkait dengan kesejahteraan masyarakat, pemerintah akan memberikan bantuan bagi murid-murid yang putus sekolah, ditingkatkannya fasilitas kesehatan dengan peningkatan tipe rumah sakit dengan managemen yang diawasi oleg AWS.

  1. Pembentukan Pansus Pembahas Raperda Pertanggungjawaban APBD Tahun             Anggaran 2015.

Dalam Agenda ini, terdapat pemaparan tentang terhambatnya pembangunan yang berjalan di Kalimantan Timur. Terhambatnya pembangunan ini dapat dilihat dari fakta bahwa APBD Kalimantan Timur tiap tahunnya selalu kurang akibat ‘hal-hal’ tertentu. Dibentuknya panitia khusus yang bertugas untuk membahas Raperda pertanggungjawaban APBD tahun anggaran 2015 agar dapat meminimalisir praktik-praktik yang menyebabkan terus kurangnya APBD Kalimantan Timur.

  1. Pembentukan Pansus Pelepasan Aset Provinsi Kalimantan Timur yang Ada di Provinsi Kalimantan Utara dan Instansi Vertikal.

Pada Agenda ini, disampaikan bahwa terpisahnya daerah Kalimantan Utara dari daerah Kalimantan Timur menyebabkan aset-aset milik Kalimantan Timur yang berada di Kalimantan Utara beserta dengan perwakilan DPRD yang berasal dari daerah di Kalimantan Utara mengalami persoalan tentang kepemilikan sarana dan pekerja pemerintahan. Gubernur Kalimantan Utara, Drs. H. Awang Faroek Ishak, M.M, M.Si. menyatakan bahwa persoalan tersebut akan ditangani oleh panitia khusus yang akan dibentuk oleh beliau.

  1. Pembentukan Pansus Investigasi Kegiatan/Korban Tambang Batu Bara.

Agenda terakhir ini membahas tentang dibentuknya panitia khusus dalam menginvestigasi kegiatan maupun korban dari pertambangan batu bara yang banyak terjadi di Kalimantan Timur. Hal ini disebabkan oleh fakta dimana banyaknya terjadi penambangan tanpa izin maupun anak-anak yang menjadi korban dari lubang-lubang sisa penambangan yang ditutup. Dengan dibentuknya panitia khusus untuk melaksanakan investigasi kegiatan maupun korban tambang batu bara, diharapkan kejadian-kejadian yang tidak diharapkan tersebut dapat dicegah.

 

Advertisements