Tags

,

Nama : Halidasia
Nim : 1402045148
Mata Kuliah : Pemikiran dan Politik Islam

“Tugas : Essay Tentang Pola Pemikiran Mahasiswa Fakultas Kehutanan Mengenai Feminisme”

Pada tugas kali ini kelompok kami mengambil tema tentang Feminisme. Feminisme adalah paham yang menuntut kesetaraan hak dan kewajiban antara perempuan dan laki-laki. Paham ini menuntut agar perempuan diberikan kesempatan yang sama untuk meningkatkan dan memanfaatkan kemampuannya semaksimal mungkin sebagi seorang individual. Seiring perkembangan zaman tuntutan kelompok feminis tersebut semakin meningkat dan terkesan radikal seperti tuntutan diberikan hak sepenuhnya atas kepemilikan tubuh untuk hamil atau tidak. Perkembangan paham tersebut tentu sangat bertentangna dengan nilai-nilai yang terkandung di dalam agama islam. Dan mengapa kami mengambil tema ini karena mahasiswa seusia kami berada di usia kami yang sangat mudah untuk dipengaruhi. Terlebih dengan faham yang baru dan dianggap memudahkan dan praktis seperti paham ini. Dan didasari dengan hal ini pula lah kami mensurvei 50 mahasiswa fakultas kehutanan universitas mulawarman untuk melihat bagaimana pola pikir mereka apa kah mereka tergolong ke dalam pemikiran tradisionalis, revivalis, neo tradisionalis ,neo revivalis, ataupun modernis. Pemikiran tradisionalis adalah pemikiran yang memiliki tipe  yang sifatnya tertutup dan tidak menerima pemikiran pendapat atau saran di luar Al Quran dan sunnah. Islam tradisionalis menganggap semua hal yang ada hubungannya dengan agama sebagai ajaran yang harus dipertahankan. Revivalis adalah tipe pemikiran yang berfokus pada kehiodupan social dan umat islam. Sifatnyta anti konsep barat serta anti terdhadap praktik tahayul dan pemikiran ini mengedepankan penalaran dan ijthihad. Moderinisme menawarkan konsep pembaharuan islam , mereka cukup fleksibel dengan ide ide selama masih sejalah dengan pemikiran islam atau tidak bertentangan. Neo revivalis adalah tipe pemikiran yang menolak ide ide barat mengenai bunga bank, aurat wanita dan keluarga berencana. Bersifat memploklamirkan tatanan dunia baru yakni tatanan yang di percaya sebagai tatanan tuhan dengan menerapkan syariat syariat islam. Neo moderenis adalah tipe pemikiran yang sangat mengarah ke barat. Pemikiran ini mengkonstruksikan pemikiran islam secara radikal dan menawarkan metode baru dalam memaknai al quran.Dan kami menyebarkan angket berisi beberapa pertanyaan dan dari pertanyaan tersebut ada jawaban sangat setuju, setuju., kurang setuju dan tidak setuju  berserta jawabannya dan juga mewawancarai langsung mahasiswa secara acak.

Karena mahasiswa yang terbatas kami sempat kesulitan mendapat partisipan sehingga wawancara dan pembagian angket yang kami lakukan berlangsung selama kurang lbih 4 hari. Pada pertanyaan awal kami hanya menanyakan tentang feminism secara umum. Apa yang mereka ketahui tentang feminism, dan seperti yang saya duga, mereka kebanyakan tidak mengerti tentang feminisme dalam artian yang sebenarnya tetapi yang mereka fikirkan adalah paham dimana wanita harus bersikap selayaknya wanita. Tetapi ada juga yang menjawab dengan benar yang artinya mahasiswa tersebut tau apa yang dimaksud dengan paham feminisme. Dan pertanyaan kami sangat beragam, karena kami memang ingin melihat bagaimana pola polikir mahasiswa tersebut seperti misalnya pernyataan menjebak seperti “ wanita yang telah menikah wajib berada di rumah dan menjaga anak anaknya “ jawabannya sangat beragam sebagaian mereka setuju tetapi banyak juga yang tidak setuju, bagi yang menjawab setuju,alasannya karena wanita memang seharusnya berada dirumah dan menjaga anak, karena itulah kodrat sebagai wanita tetapi ada juga yang menjawab tidak setuju karena mereka berfikiran bahwa kalau semua wanita berada dirumah siapa yantg akan menjadi dokter kandungan ? perawat dan pekerjaan yang harusnya memang wanita yang ambil alih, laki laki dan perempuan memang seharusnya sejajar. Ada juga pernyataan yang kami buat mengenai “ norma norma yang berada dimasyarakat terllalu mengekang wanita seperti pualng malam dan bermake up” salah satu dari mereka menjawab bahwa pulang malam adalah hal wajar yang terpenting yang dilakukan adalah hal yang positif dan tidak merugikan diri sendiri dan orang lain dan juga mengunakan make upo adalah hak masing masing walaupun kalau bisa jangan menggunakan make up yang berlebihan”. pernyataan selanjutnya seorang ibu harus sepenuhnya berada dirumah untuk mengurus anak dan rumah sebagian dari mereka setuju karena kodratnya memang seorang ibulah yang harus memenuhi segala kebutuhan anaknya dan seorang ibulah yang wajib mengetahui semua keadaan rumah, namun sebagian lagi beranggapan tidak setuju karena sesungguhnya seorang suami juga memilki hak dan kewajiban dalam menjaga dan mendidiki anak-anak mereka seorang suami tidak boleh egois dalam menjalankan sebuah kehidupan rumah tangga, lagipula apabila dalam keluarga tersebut anak-anak mereka telah tumbuh dewasa maka peran seorang ibu tidak lagi sebesar saat mereka masih anak-anak, keadaan rumah pun demikian bahwa tidak semua keadaan rumah istrilah yang harus bertanggung jawab karena suami pun memiliki hak untuk menjaga keadaan rumah yang damai, bersih dan layak huni permyataan lainnya yaitu “kuota 30$% bagi wanita di dpr harus dihapuskan” karena tidak adil bagi wanita. Dan mereka rata rata menjawab bahwa ya itu adalah pembagian yang ideal seperti yang kitra taiu bahwa wanita lebih menggunakan hati disbanding loghika dalam mengambil keputusan. Sehingga itu wajar wajar saja. Dan juga dalam islam selama masih ada laki laki sebagai pemimpin maka laki lakilah yang harus dipilih.

 Dan ada juga pertanyaan mengenai menutup aurat, pernyataan yang kami ajukan adalah “ berjilbab bagi seorang wanita adalah wajib” dan sebagian dari mereka sangat setujutetapi yang ketika mereka di lempari pertanyaan seperti “ bagaimana dengan mereka yang belum siap berhijab ?” mereka pun menjawab dengan sangat beragam seperti “ya sudah itu urusan mereka dan tuhan “ atau “ ya sudah kita juga tidak bisa melarang mereka “ dan bahkan ada juga yang menjawab sangat setuju karena itu adalah perinta tetapi yang menjawab itu tidak menggunakan hijab. Dan bahkan lagi ada yang lebih lucu. Salah seorang mahasiswa kehutanan menanggapi pernyataan tersebut dengan “ tidak setuju “ untuk berhijab adalah kewajuban bukan pilihan dan menjawab bahwa yang penting menutup aurat !!?? apakah rambut bukan aurat ??. dan juga saya berfikiran bahwa jawaban hasil wawancara dan angket sangatlah berbeda, sayta berfikir mungkin karena wawancara sifatnya spontan dan hasil angket sifatnya tertulis sehingga mudah diralat yang membuat kedua hasilnya berbeda. Misalkan di angket mahasiswa A menjawab setuju tetapi di hasil wawancara dia belum tentu setuju, mungkin secara garis besar setuju., tetapi apabila digali lebih jauh aka nada toleransi toleransi yang membuat dia mendekati pola pikir moderis. Itu yang saya pikirkan. Dan dapat saya simpulkan hasil angket mereka tergolong pola pikir tradisionalis tetapi hasil wawancara mereka lebih kerarah neo revivalis bahkan kearah modern.

Sedangkan, menurut pendapat pribadi saya mengenai isu feminism ini mungkin bisa dikatakan bahwa saya termasuk tipe modernism. Karena seperti definisi pemikiran yang modernis yaitu menawarkan konsep pembaharuan islam , mereka cukup fleksibel dengan ide ide selama masih sejalah dengan pemikiran islam atau tidak bertentangan. Dan saya merasa bahwa ide gfeminisme ini tidak juga harus ditolak mentah mentah. Saya merasa bahwa ada hal baik yang dapat di ambil dari faham ini dan juga sebelum saya mengenal feminism itu sendiri saya telah mengenal emansipasi wanita yang di cetuskan oleh Raden Ajeng Kartini. Dan juga saya dapat menyimpulkan pola pemikiran saya ini berdasarkan oleh jawaban saya sendiri dengan mewawancarai diri sendiri dan menjawab angket buatan saya sendiri, walaupun terkesan sangat subyektif tapi saya sangat mencoba untuk objektif dan begitulah hasilnya, saya pribadi yang modernis.

Advertisements