Tags

,

Nama :  Sri Mulyani

NIM : 1402045027

Prodi :  Hubungan Internasional A

Mata Kuliah :  Pemikiran Politik Islam (UTS)

Pelegalan LGBT di Indonesia dan

Cara menghadapi kaum LGBT

Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT), merupakan ungkapan yang sudah tidak asing di kalangan masyarakat Indonesia. Seiring dengan masuknya budaya-budaya barat akan paham liberalism yang menjunjung tinggi hak akan kebebasan individu, dimana LGBT dianggap sebagai salah satu penyetaraan HAM. LGBT tidak dianggap sebagai suatu komunitas yang menyimpang di kalangan masyarakat melainkan LGBT dianggap sebagai suatu hal yang dibenarkan adanya dengan berlandaskan HAM. Pada masa yang serba modern ini memudahkan segala bentuk informasi dan paham meyebar di seluruh dunia dengan segala macam media sosial yang marak digunakan oleh seluruh kalangan masyarakat dari yang tua sampai yang muda.

Dengan mudahnya penyebaran informasi tersebut membuat banyaknya paham yang mendukung adanya LGBT masuk ke Indonesia dengan sangat instan serta maraknya sosialisasi para pelaku LGBT maupun yang mendukung hal tersebut dengan menyebarkan pemikiran mereka terhadap LGBT dengan memberikan penjelasan yang dapat dikatakan dengan “bujukan rasionalitas” dengan kata HAM, pada masyarakat Indonesia yang sekarang ini pemikirannya sudah banyak terpengaruh oleh budaya barat akan liberalism dan  mengenyampingkan budaya timur Indonesia itu sendiri.

Masyarakat Indonesia dalam menanggapi LGBT dapat dikatakan memiliki perspektif yang berbeda-beda. Sebagian menganggap bahwa hal tersebut boleh saja diterapkan di Indonesia sesuai dengan maraknya  modernitas dan liberalism saat ini. Tetapi di kalangan masyarakat Indonesia juga memiliki masyarakat yang berpikiran “masa bodoh” terhadap LGBT atau dapat dikatakan mereka tidak begitu memerdulikan hal tersebut selama LGBT tidak merugikan diri mereka.

Sebagian lagi menentang diterapkannya LGBT karena selain hal tersebut bertolak belakang dengan budaya Indonesia yaitu budaya timur hal tersebut juga sangat bertentanggan dengan ajaran agama, dimana Indonesia merupakan Negara beragama yang dijelaskan di Pancasila yang ke lima, dasar Negara Indonesia. Indonesia juga merupakan dengan mayoritas muslim terbesar di dunia., dimana pada ajaran Islam LGBT merupakan hal yang salah di mata agama dan hal tersebut tidaklah benar untuk didukung apalagi dilakukan. Dikatakan bahwa LGBT merupakan suatu perbuatan dosa karna melaini kodratnya dan tidak mensyukuri sebagaimana ia diciptakan oleh Allah swt.

Pelegalan LGBT di Indonesia sangat lah tidak cocok di terapkan di Indonesia, selain bertentangan dengan budaya Indonesia dan ajaran agama, LGBT juga akan merusak moral bangsa Indonesia khususnya kalangan muda yang usia produktif ataupun muda yang nmerupakan penerus bangsa Indonesia. Maraknya sosialisasi untuk mendukung LGBT di Indonesia merupakan hal yang patut untuk dicegah, bahkan sekarang ini sosialisasi mendukung LGBT dilakukan di pesantren-pesantren yang merupakan tempat kalngan muda untuk mempelajari ajaran agama. Buku-buku yang di sebarkan di seluruh Indonesia juga harus dipantau oleh pemerintah mengenai isi kandungannya yang bisa mempengaruhi pola pikir masyarakat Indonesia.

Dan apabila di dalam masyarakat Indonesia itu sendiri memiliki pelaku dari LGBT sebaiknya tidak diperlakukan sebagai sangat buruk dalam artian dijauhi dan diasingkan tetapi pelan-pelan diajak untuk kembali kejalan yang benar. Pelaku LGBT dapat didekati untuk diajak untuk sadar bahwa perbuatannya itu salah dan bukan malah ikut dalam melakukan LGBT tersebut. para pelaku LGBT tersebut juga merupakan makhluk ciptaan Allah swt. hanya saja ia tersesat untuk kejalan yang benar sehingga kita sesama manusia maupun sesama muslim haruslah membantu mereka untuk tidak melakukan hal tersebut lagi sesuai dengan ajaran agama Islam yang mewajibkan untuk saling membantu sesama manusia bahkan sesama muslim.

Dan asumsi bahwa LGBT merupakan salah satu bentuk penyetaraan HAM disini dapat dikatakan tidak benar. Sesuai dengan ajaran Islam bahwa tidak boleh untuk menindas orang lain dan perlu adanya toleransi di masyarakat, tetapi kata tolenransi disini memiliki batasannya sendiri yaitu walaupun adanya toleransi iru diperbolehkan tetapi selama hal tersebut tidak menyalahi aturan agama. Contohnya, toleransi kita umat muslim terhadap umat agama hindu yang menjalankan ajaran agamanya seperti perayaan nyepi, kita sebagai umat muslim tetap menghormati agama hindu pada perayaan nyepi untuk tidak menganggu mereka.

Para pelaku LGBT muslim mengatakan bahwa mereka sudah terlahir dan diciptakan Allah swt seperti ini dan memang merupakan takdirnya menjadi seperti ini. Hal tersebut merupakan kesalahpahaman yang dicerna oleh pelaku LGBT bahwa tidak benar adanya bahwa mereka sudah terlahir seperti itu. Mari kita bepikir bahwa bagaimana bisa bayi yang lahir sudah tercipta seperti  itu. Seperti yang kita tahu bahwa bayi yang lahir bagaikan kertas putih yang belum ternoda, sehingga tidaklah mungkin Allah menciptakan seorang bayi yang tercipta seperti halnya LGBT.

Yang membuat pelaku LGBT tersebut ada karena faktor lingkungannya pada saat ia tumbuh besar ataupun fraktor psikologisnya yang melatarbelakangi perbuatannya. Misalnya ia memiliki trauma masa kecil yang membuatnya seperti itu. Sehingga sangat dianjurkan bagi para orangtua, keluarga maupun masyarakat Indonesia untuk memerhatikan dan memantau tumbuh kembang anak, untuk mencegah sang anak untuk tumbuh berubah menjadi seorang LGBT.

Sesuai dengan ajaran agama Islam bahwa anak haruslah diberiikan bimbingan dan kasih sayang untuk dapat mengerti apa perbuatan yang salah dan benar sesuai ajaran agama Islam. Karena anak masih sangat polos dan mudah untuk terpengaruh pada hal-hal yang menentang ajaran agama yang dapat merusak moral anak itu sendiri.

Dapat disimpulkan bahwa dalam pertumbuhan anak di Indonesia diperlukannya para orang tua, kerabat, keluarga, bahkan masyarakat, untuk bersama-sama membentuk sikap dan diri sang anak untuk tidak menjurus kearah LGBT saat dia besar nanti. karena dengan faktor lingkungan serta bimbingan yang benar dapat menentukan apakah anak tersebut akan kejalan yang benar atau salah.

Pelegalan :LGBT di Indonesia patut ditolak secara keras dan tidak untuk melakukan segala macam bentuk kegiatan yang mendukung LGBT tersebut. karna hal tersebut hanya akan merugikan bangsa Indonesia dan merugikan para pelaku LGBT itu sendiri. Dan kita sebagai seorang muslim tidak lah benar mengasingkan para LGBT, walaupun hal tersebut salah dan kita menolak keras akan hal tersebut tetapi kita sebagai sesama umat manusia bahkan sesame umat muslim wajib untuk saling membantu dalam artian untuk mengajaknya untuk kembali ke jalan yang benar.

Di masa yang seraba modern ini sebaiknya kita tatap berpegang teguh pada budaya dan ajaran agama kita dalam artian walupun kita modern tetapi tetap memegang nilai-niali baik dalam hidup

Advertisements