Tags

,

NAMA   : MUHAMAD DIAN IRSANDI

NIM        :1402045065

PRODI    : HUBUNGAN INTERNASIONAL

                 POLITIK ISLAM

PANDANGAN MAHASISWA FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS

MULAWARAMAN TERHADAP PELABELAN HALAL OLEH MUI PADA PANGAN DIINDONESIA

Bangsa Indonesia adalah bangsa yang mayoritas penduduknya beragama islam kurang lebih mencapai  delapan puluh delapan persen.ini merupakan lingkungan pasar yang cukup banyak bagi perusahaan teruatma perusahan makanan dan minuman.Dengan adanya peluang pasar diatas tentunya harus dilakukan dengan strategi pemasaran yang harus diperhatikan yaitu pasar sasaran dan bauran pemasaran.

Bauran pemasaran adalah  faktor-faktor yang mempengaruhi dalam pelaksanaan  proses pemasaran suatu produk diantaranya adalah produk, harga, tempat, promosi namun sebagai umat islam dari segi produk ada salah satu yang akan menjadi pertimbangan dalam melakukan pembelian atau kegiatan konsumsi,   tentunya itu merupkan sebuah syariat yang harus dijalankan oleh setiap  muslim, yaitu kehalalan sebuah produk tersebut, baik itu yang sifatnya tersubstansi dalam produk maupun yang terjadi dalam proses produksinya.

Hal ini sesuai dengan ketentuan mengenai makanan dan minuman dinyatakan dalam AlQuran (QS al Maidah : 88) “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah rezekikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada  Nya.”  Begitu banyak perusahaan dan konsumen di Indonesia yang   memproduksi dan menkonsumsi produk  makan atau minuman,  penggunaan produk yang halal  dan  meninggalkan  produk yang tidak halal atau haram tentunya sebuah keniscayaan bagi semua umat islam. Untuk mengetahui suatu produk adalah produk yang halal  biasanya dapat dilihat pada label yang ada pada kemasan yang legalitasnya dikeluarkan oleh LP POM MUI( Lembaga Pengkajian Pangan Obat Obatan dan Makanan Majelis Ulama Indonesia). 

Disini saya ingin menyampaikan Opini saya yang berkaitan dengan isu pelabelan Halal pada suatu produk.Badan yang memiliki wewenang dalam memberikan sertifikat halal pada pangan ialah Majelis Ulama Indonesia atau yang sering disingkat MUI. MUI telah mendapatkan mandat oleh Pemerintah Republik Indonesia  untuk memberikan sertifikat halal kepada produk Pangan yang ada di Indonesia.

Dalam Penelitian ini, saya mencoba melihat Pemikiran Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman dalam menanggapi Isu Sertifikasi Halal oleh Majelis Ulama Indonesia. saya akan meneliti Pemikiran yang melandasi Jawaban Mereka terhadap Isu Sertifikasi Halal oleh MUI,sehingga saya dapat mengetahui Jenis Pemikiran/Pandangan apa yang Melandasi Mereka dalam menanggapi Isu tersebut. Dalam pemikiran Islam sendiri terdapat Lima (5) pemikiran yang melandasi manusia dalam menaggapi sesuatu diantaranya : Pemikiran Tradisional,Pemikiranan Revivalis,Pemikiran Modernisme Klasik,Pemikiran Neo Revivalis,Pemikiran Neo Modernis.

Dari Kelima type pemikiran inilah saya mencoba meneliti dan mencari lebih dominan pada type apakah Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman dalam menanggapi Sertifikasi Halal pangan oleh MUI. Saya melakukan penelitian dengan menggunakan Teknik wawancara kepada setiap mahasiswa,sebanyak 50 orang. Kriteria peserta wawancara adalah berupa mahasiswa aktif dari beberapa jurusan yang ada di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman.

Dari hasil wawancara tersebut saya mendapatkan 90%  (45 orang) “Setuju” dengan pelabelan Halal Pangan oleh MUI. Sisanya 4% (2 orang) tidak setuju dan 6% (3 orang) menjawab Tidak Tahu.

Jadi berdasarkan data yang di dapat dari hasil wawancara mahasiswa Pertanian menjawab “Setuju” dengan pemberian label Halal pada Pangan di Indonesia. dan Mereka memiliki pula alasan yang hampir seragam yaitu“Sudah seharusnya Ulama memberikan petunjuk kepada Masyarakat Awam mengenai kehalalan suatu pangan.” Hal ini mengindikasikan bahwa Mayoritas Mahasiswa Fakultas Pertanian memiliki Pemikiran Tradisionalis dalam memandang Masalah Sertifikasi Halal pangan oleh MUI.

Hal ini dapat dibuktikan dari jawaban Mereka yang menekankan pada keharusan sebuah Ulama untuk memberikan petunjuk/Fatwa kepada Masyrakat Awam. Mahasiswa Fakultas Pertanian mempunyai pemikiran bahwa untuk melihat sertifikasi Halal pangan Kita harus memegang Pendapat atau Tuntunan Ulama. Seperti yang diketahui pada ciri-ciri Pemikiran Tradisionalis salah satunya ialah Mempunyai ikatan yang kuat dengan Pemikiran Ulama. Sehingga dari hal tersebut dapat diartikan Mahasiswa Fakultas Pertanian cenderung memiliki Pemikiran Tradisionalis dalam memandang Sertifikasi Halal pangan oleh MUI.

Adanya Sertifikasi Halal pangan oleh MUI dimaksudkan agar menjadi petunjuk bagi Masyarakat awam mengenai kehalalan suatu pangan. Kehalalan suatu pangan merupakan masalah penting bagi proses kehidupan khususnya bagi yang beragama Islam. Jika Pangan yang halal selalu Kita dapat maka Hal-hal yang Postif dapat Kita raih dalam kehidupan ini.

Sebenarnya menjadi tanggung jawab moral setiap produsen untuk menjamin kehalalan produknya. Hanya saja, banyak produsen nakal yang melakukan pembohongan publik yang membuat perlunya sebuah regulasi yang mampu mengontrolnya, dan BPOM serta MUI sebagai kontroler itu. Melalui sertifikat terdaftar dan halal, BPOM atau MUI, dan produsen telah menunaikan kewajibannya untuk memenuhi hak konsumen dan konsumen pun menjadi tenang.

Advertisements