Tags

,

Nama : M. Andi Nur

Prodi : Hubungan Internasional (B)

NIM : 1402045158

Matkul : Pemikiran Politik Islam

Assalamu’alaikumwarrahmatullahiwabarokatu,

saya M.Andi Nur dari mahasiswa Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik ingin memaparkan tugas hasil survey saya dalam penelitian Pemikiran Politik Islam dengan tema Pernikahan Beda Agama, dengan sasaran penelitian kami yaitu adalah Fakultas Teknik Universitas Mulawarman. Nah, kronologis peneleitian itu sendiriberawal dari kami melakukan diskusi terlebih dahulu dengan kelompok kami. Dan dalam diskusi itu kelompok kami mengambil focus permasalahan pernikahan beda agama. Alasannya kelompok kami mengambil tema tersebut karena banyaknya pernikahan beda agama yang terjadi khususnya  di negara Indonesia.

Bukan hanya itu saja, kelompok kami juga ingin meneliti pemikiran ataupun pandangan Islam seorang mahasiswa di Fakultas Teknik Universitas Mulawarman.Setelah kelompok kami menyetujuinya dengan tema Pernikahan Beda Agama,kamipun langsung membagi tugas untuk kelompok kami, sehingga penelitian tersebut harus bisa berjalan dengan baik. Kelompok kamipun juga langsung mendiskusikan untuk membuat pertanyaan-pertanyaan guna kelancaran penelitian kami.Dan akhirnya kelompok kamipun selesai membuat pertanyaan untuk melakukan survey. Pertanyaan tersebut seperti ini,1.Diajaran Islamkan dijelaskan kalau seseorang itu harus menikah dengan sesama muslim, nah apakahmenurut anda anda menyetujuinya? 2.Bagaimana tanggapan anda mengenai pernikahan beda agama jika sudah terjadi? 3. Bagaimanahukum pernikahan bedaagama ini dimata agama anda, jika anda non muslim, jelaskan menurut pandangan agama anda? 4. Apakah pernikahan beda agama ini akan mempengaruhi hubungan keluarga masing-masing? 5. Jika pernikahan beda agama ini dilegalkan oleh pemerintah Indonesia apakah anda menyetujuinya,berikan tanggapannya!6. Apakah pernikahan beda agama ini akan mempengaruhi ibadah masing-masing ketika sudah menjalani bahtera rumah tangga? 7. Lalu bagaimana pendapat anda jika pasangan tersebut sudah memiliki anak, anak tersebut akan dimasukkan ke agama yang mana?8. Dan jika ada permasalahan di dalam keluarga, menurut anda permasalahan tersebut harus diselesaikan dengan cara seperti apa? Pertanyaan tersebut kami siapkan untuk mewawancarai 30 mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Mulawarman. Karena peraturan penelitian ini mewajibkan 50 mahasiswa, nah 20 mahasiswanya kami putuskan dalam bentuk kuisioner, dengan pertanyaan yang sama seperti pertanyaan wawancara.

Setelah kami selesai menyiapkan pertanyaan tersebut, keesokan harinyakamipun langsung menuju ke Fakultas Teknik Universitas Mulawarman atau tepat pada tanggal Senin 14Maret 216. Kelompok kamipun tiba di Fakultas Teknik Universitas Mulawarman kami pun langsung berinisiatif dengan membagi tugas. Saya dan Eka Sulistya misalnya langsung meneliti mahasiswa Fakultas Teknik. Nah,ketika saya dan Eka Sulistya menyiapkan pertanyaan kami melihat sekumpulan mahasiswa khususnya Progra Studi Teknik Industri sedang berkumpul di dalam Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Teknik, kami berdua pun langsung meminta izin untuk melakukan penelitian pemikiran politik Islam dengan tema Pernikahan Beda Agama. Kami berduapun disambut dengan baik oleh para mahasiswa Teknik Industri tersebut. Toatal mahasiswa yang berhasil kami wawancarai yaitu adalah 10 mahasiswa. Kami pun langsung memaparkan pertanyaan-pertanyaan yang kami sudah siapkan.

Dari hasil wawancara kami dengan 10 mahasiswa Teknik Industri Universitas Mulawarman, kami berdua menyimpulkan 10 mahasiswa ini memiliki pandangan dan pemikiran Islam yang condong ke Tradisionalis. Alasan kami menyatakan mahasiswa Teknik Industrii Universitas Mulawarman tersebut lebih condong ke arah Tradisionalis karena mahasiswa tersebut menjawab pertanyaan-pertanyaan kami dengam nuansa Alqur’an dan Syariat Islam yang menghiasi jawaban mereka. Seperti contohnya saya ingin memberikan opini seorang mahasiswa Teknik Industri Universitas Mulawarman yaitu Indra dari angkatan 2013, beliau menjawab pertanyaan kami dengan memegang teguh sekalihukum Alqur’an dan hukum Syariat. Dia menjelaskan bahwa pernikahan beda agama itu hukumnya haram untuk dilakukan oleh insan setiap kaum muslimin. Karena menurut dia pernikahan beda agama tersebut bertentangn dengan ajaran di Alqur’an. Dan ia juga menjelaskan bahwa jika penikahan itu adalah hal yang sacral sehingga yang namanya pernikahan tersebut harus dipikirkan matang-matang, dan sebaiknya hukum Islam harus menjadi hal yang diutamakan dalam pernikahan tersebut. Selain itu dia juga menjelaskan bahwa jika sudah terlanjur pernikahan tersebut sudah terjadi, maka sebaiknya salah satu pihak mempelai harus masuk atau memeluk agama Islam. Selain itu juga jika terjadi permasalahan di dalam keluarga tersebut, permasalahan terebut lebih baiknya harus diselesaikan dengan cara syariat Islam. Dan jika kedua pasangan tersebut sudah memiliki anak, anak tersebut lebih baiknya masuk dan memeluk agama Islam.

Sebenarnya masih masih banyak opini atau jawaban-jawaban yang cukup menarik dan unik dari mahasiswa Teknik Industri Universitas Mulawarman. Namun, saya di sini hanya akan memberikan kesimpulan dan garis besarnya saja dalam hasil wawancara kami di Fakultas Teknik Program Studi Teknik Industri Universitas Mulawarman.

Dan sebernarnya kelompok kami bukan hanya melakukan wawancara saja, dalam penelitian ini khususnya untuk Program Studi Teknik Industri kami juga memberikan selembaran kertas kuisioner yang berisikan tentang pertanyaan-pertanyaan tentang pernikahan beda agama. Sehingga total mahasiswa yang kami surevey khusus untuk Prodi Teknik Industri yaitu ialah 12 orang dengan 10 orang dengan tekhnik wawancara dan dengan 2 orangnya dengan cara memberikan selembaran kertas kuisioner.

Nah, dari kesepuluh mahasiswa prodi Teknik Industri kami mennyimpulkan pemikiran dan pandangan mereka tentang Islam khususnya untuk kasus pernikahan beda agama yaitu adalah lebih condong ke Tradisionalis dengan paparannya sebagai berikut,

Tradisionalis : 6 orang

Revivalis : 3 orang

Modernis : 2 orang

Neo Revivalis : 1 orang

Neo Modernis : 0 orang

Nah, terlihat jelas sekali bahwa hasil penelitian kami khususnya untuk mahasiswa Progra Studi Teknik Industri Universitas Mulawarman, bahwa pemikiran dan pandangn Islam mereka lebih condong atau lebih dominan ke Tradisionalis, dengan jumlah mahasiswa 6 orang yang berarah ke Tradisionalis. Walaupun, beberapa mahasiswa lainnya adayang berpikir kea rah Revivalis dengan jumlah 3 orang, Modernis 2 orang, Neo Revivalis 1orang, dan Neo Modernis 0 orang.

Selain kami meneliti mahasiswa program studi Teknk Industri,kami juga meneliti prodi-prodi lainnya yang ada di Fakultas Teknik Universitas Mulawarman. Seperti kami melakukan penelitian dan wawancara ke program studi Teknik Pertambangan, program studi Teknik Sipil, dan program studi Teknik Mesin. Nah, dari hasil wawancara dan hasil kuisioner tersebut kami menyimpulkan bahwasanya pemikiran dan pandangan Islam mereka tentang pernikahan beda agama lebih ke tradisionalis, walaupun dari hasil wawancara dan kuisioner ada yang kurang setuju dengan hukum yang ada di Al-qur’an dan syariat Islam, dengan alasan lebih mengedepankan hak asasi manusia atau HAM. Mereka berpendapat bahwa pernikahan beda agama itu hal yang wajar dilakukan oleh setiapmanusia.Selama pernikahan beda agama tersebut tidak bertentangan atau merampas hak seorang manusia itu boleh saja dilakukan oleh setiap manusia.

Data-data tersebut menandakan bahwa pemikiran politik dan pandangan mereka tentang pernikahan Islam lebih condong ke Tradisionalis dan Modernis, data-data yang kami dapat simpulkan tersebut kami peroleh dari wawancara dan kuisioner yang bagi-bagikan ke mahasiswa Teknik Universitas Mulawarman.

Advertisements