Tags

,

NAMA                  :  FINNY FITRIA FEBRIN

NIM                      :  1402045062

KELAS                 :  HUBUNGAN INTERNASIONAL – A

MATA KULIAH   :  PEMIKIRAN POLITIK ISLAM

PRO KONTRA LGBT DI INDONESIA

Di era modern ini, rentan sekali generasi kita “dicekoki” oleh pengaruh budaya-budaya barat. Meski tidak semuanya berkonotasi negative, namun tetap saja kita harus cerdas dalam membedakan mana yang pantas kita tiru, mana yang harus dihindari. Termasuk isu yang saat ini masih menjadi perbincangan hangat yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat , LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender). Ada yang mengatakan itu termasuk penyimpangan, penyakit menular dan lain sebagainya. Namun ada pula yang mendukung LGBT sebagai bagian dari hak asasi manusia, membentuk komunitas-komunitas pembela kaum tersebut. Di negara super-power, Amerika Serikat sudah mensahkan pernikahan sesama jenis termasuk juga di negara-negara bagian. Lantas, apakah LGBT sendiri pantas diterapkan di Indonesia? Masih menjadi perdebatan hingga sekarang.

Saya sendiri, merupakan salah seorang yang tidak menyetujui adanya pelegalan LGBT di Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia. Bagi saya, dilihat dari sudut pandang apapun LGBT tetap saja merupakan suatu penyimpangan. Namun tidak berarti saya harus membenci mereka. Bukankah mereka juga manusia? Dan semua manusia adalah sama dimata Allah SWT. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk menjauhi ataupun membenci mereka. Tetapi kadangkala jika stigma buruk sudah menyebar di masyarakat Indonesia, maka sangat sulit untuk menghilangkan stigma tersebut. Karenanya tak jarang kaum LGBT termajinalkan, tak sedikit dari mereka yang diejek, disudutkan dan (maaf) dianggap menjijikkan. Padahal justru seharusnya sebaliknya, mereka di rangkul dan di bimbing kembali ke jalan yang benar. Perilaku menyukai sesama jenis sendiri sudah ada sejak zaman jahiliyah, yang terjadi pada kaum Nabi Luth di negeri Sadam dan Gumorah. Yang kemudian Allah turunkan pula azab yang pedih di negeri itu. Jadi sebenarnya hal ini bukanlah sesuatu yang tabu lagi.

Tepatkah dikatakan bila seorang lesbian/gay itu memang sudah kodratnya? Atau seorang pria yang merasa bahwa dia sebenarnya memiliki sisi “feminim” yang sudah dibawa sejak lahir?   Menurut saya itu suatu persepsi yang keliru. Allah SWT menciptakan pria dan wanita sebagaimana mestinya; makhluk berlawanan jenis memang untuk berpasang-pasangan. Apa yang telah diberikan Allah kepada kita, itulah kodrat kita. Maka jalanilah sesuai dengan kodrat yang sudah diberikan oleh Allah SWT. Yakinilah bahwa Allah sudah menciptakan segala sesuatunya dengan sempurna dan sudah sesuai “takarannya” jangan lagi diubah-ubah, itu menyalahi kodrat namanya.

Tapi yang namanya manusia kadangkala tidak pernah puas atas apa yang sudah dianugerahkan. Menyalahi ketentuan dibanding bersyukur atas apa yang sudah diberikan. Meski begitu, Ada banyak faktor yang menyebabkan mengapa seseorang dapat berperilaku menyimpang. Bisa karena trauma masa lalu, pengaruh pergaulan, keluarga, lingkungan dan sebagainya,banyak hal. Tidak bisa juga kita dengan mudah “menjudge” seseorang begitu saja. Karena segalanya selalu ada sebab-akibat. Namun segala sesuatu pasti punya problem solving nya. Yang paling penting adalah tekad yang bulat dari dalam diri, kemauan untuk benar-benar mau berubah dan bertobat sungguh-sungguh pada Allah. Dan juga sebagai sesama muslim untuk saling membimbing dan mengarahkan ke jalan yang benar, Insya Allah segala sesuatunya akan dimudahkan. Jadikan masa lalu sebagai pelajaran untuk seterusnya.

Itulah mengapa sangat penting “menebalkan” keimanan agar mampu membentengi diri kita dari hal-hal negative yang bisa datang bahkan dari sumber yang tidak kita duga. Bisa dengan cerdas memilah mana yang sekiranya dapat memberikan manfaat untuk kita, mana yang hanya memberikan kemudharatan. Tapi kembali lagi kepada diri masing-masing. Dan sudah tugas sesama umat muslim untuk saling mengingatkan pada kebaikan. Semoga kita semua selalu dilindungi dan diarahkan untuk tetap berada di jalannya. Amin Ya Rabbal Alamin.

-160406-

Profile Penulis :

Nama     :  Finny Fitria Febrin

TTL       :  Samarinda, 18 Februari 1996

Jurusan  :  Hubungan Internasional di Universitas Mulawarman

Hobi      :  Browsing, membaca, mendengarkan music

E-mail    :  finnyfitria@gmail.com

Advertisements