Tags

,

Berdasarkan survey yang kelompok kami lakukan (kelompok 2) di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman, kami mengangkat tema “Gaya Hidup Hedonisme” yang dimana tema ini menurut kami sangat cocok dikemukakan karena sedang marak terjadi di kalangan remaja masa kini. Berdasarkan survey yang telah kami lakukan melalui kuisioner dan sedikit wawancara, kami dapat menyimpulkan bahwa lebih dari 60% mahasiswa yang kami survey tergolong kedalam Modernisme Klasik karena mereka lebih berfikiran tentang HAM, rasionalitas, mengikuti arah barat tetapi mereka masih berpegang pada agama dan hukum yang mengatur segala hal yang mereka lakukan.

Saya pun sebagai individu menggolongkan diri saya kedalam kelompok ini (Modernisme Klasik). Mengapa saya mengelompokkan diri saya sebagai Modernisme Klasik dikarenakan saya menyadari bahwa kita hidup di era modern yang segalanya serba terpengaruh oleh barat. Tidak bisa dipungkiri pula bahwa budaya kita pun sekarang sedikit banyak terpengaruh oleh budaya barat. Kita tidak bisa menghindari hal tersebut terjadi dalam hidup kita. Bahkan zaman sekarang kita juga membutuhkan teknologi yang dimana pelopor teknologi tersebut adalah barat, jadi tidak bisa kita sepenuhnya menghindari hal tersebut.

Banyak hal yang dapat dilakukan dengan mudah karena adanya teknologi. Satu contoh yang paling dibutuhkan saat ini ialah gadget. Manusia modern atau masyarakat zaman sekarang kebanyakan telah melakukan aktifitas mereka dengan gadget, mulai dari berbelanja, berkomunikasi, membaca berita dan menonton film sekarang bisa dilakukan melalui gadget dan sayapun termasuk orang yang menikmati kecanggihan dan kemudahan teknologi tersebut. Teknologi mempermudah saya untuk berhubungan dengan dunia luar dan mempermudah saya untuk mengetahuin informasi yang belum saya ketahui sebelumnya. Bahkan keponakan saya yang baru berusia 7 tahun sudah memiliki gadgetnya sendiri.

Terkait dengan gaya hidup hedonisme yang kami angkat sebagai tema, kami menyusun beberapa pertanyaan salah satunya ialah tentang gadget. Banyak mereka yang mementingkan gadget mereka dan berpendapat bahwa mereka tidak bisa sehari saja tanpa gadget. Mereka berpendapat bahwa gadget adalah hal penting yang harus ada dimanapun dan kapanpun mereka butuhkan. Saya berpendapat bahwa hal tersebut adalah wajar dan sah-sah saja selama itu tidak membuat mereka melupakan kewajiban mereka sebagai mahasiswa, sayapun membutuhkan gadget saya dimanapun dan kapanpun saya inginkan. Selain itu pula saya berfikir bahwa gadget juga bisa membantu mereka dalam beribadah. Gadget bisa memuat Al-Quran atau Alkitab didalamnya sehingga mereka masih bisa membaca kitab mereka dimanapun mereka mau. Bagi muslim juga terdapat pengingat Sholat untuk gadget sehingga membantu mereka mengetahui waktu sholat dimanapun mereka berada. Hal ini justru membantu mereka, dan menurut saya itu tidak salah.

Begitu pula soal gaya berpakaian anak muda zaman sekarang kebanyakan yang terlalu mengikuti gaya barat. Bahkan wanita berhijab pun menggunakan hijab yang tidak sesuai dengan syariat agama islam. Tetapi menurut saya itu hak mereka, setidaknya mereka sudah berniat untuk berjilbab atau berhijab walaupun belum sempurna. Begitu pula dengan anak muda masa kini yang memakai celana pendek atau hotpants di keramaian, menurut saya itu sangat menyalahi aturan agama islam, dan bahkan islam tidak pernah memperbolehkan wanita untuk mempertontonkan auratnya, tetapi sedikit banyak dari mereka sudah dipengaruhi oleh budaya barat yang menjadikan mereka berpakaian layaknya orang-orang barat dan banyak masyarakat kita yang sudah maklum akan hal tersebut. Hal ini menjadi lumrah dikehidupan masyarakat kita, dan begitu pula menurut saya, hal tersebut bukanlah masalah besar bagi saya selama itu tidak merugikan saya maka saya akan santai saja dengan hal tersebut selama saya tidak ikut ikutan melakukan hal yang sama, dan selama mereka masih bisa menghormati agama dan hukum mereka maka saya berpendapat bahwa hal tersebut adalah hal yang biasa.

Bukan hanya anak remaja putrid, bahkan ibu-ibu yang sudah cukup berumur pun masih ada yang berpakaian mini atau tidak menutup aurat dan dengan percaya dirinya berjalan di keramaian. Tapi kembali lagi, menurut saya itu adalah hal yang tidak perlu saya permasalahkan. Saya berfikir bahwa itu adalah hak setiap individu untuk mengekspresikan diri mereka melalui apa yang mereka kenakan.

Kemudian ada lagi gaya hidup anak remaja yang selalu makan junkfood atau makanan cepat saji dan minum kopi di café mahal. Banyak anak anak remaja dari usia SMP hingga Mahasiswa yang gemar makan direstoran cepat saji yang kita tahu bahwa harga makanan di restoran cepat saji tidaklah murah, begitu pula dengan kopi yang ada di café mahal dan mewah yang sering di datangi oleh anak remaja zaman sekarang. satu gelas kopi bisa mencapai harga sekita 50 ribu rupiah dan mereka rela menghabiskan uang ditempat tersebut hanya untuk gengsi yang besar dan mengikuti zaman. Menurut saya sebenarnya tidak pantas bagi anak remaja untuk pergi kesana dan menghabiskan uang mereka, tapi saya berfikir secara rasional mungkin memang mereka memiliki uang jajan lebih dari orangtua mereka dan memutuskan pergi ke tempat tersebut atau mereka memang memiliki uang simpanan khusus untuk pergi ke tempat tersebut. Saya pun pernah makan di restoran cepat saji dan minum kopi yang harganya 50ribu pergelas, dan menurut saya wajar saja selama mereka memiliki daya beli dan kemampuan untuk membeli makanan di restoran cepat saji atau di café mahal dan mewah, itu hak mereka untuk mencicipi makanan mahal dan minuman mewah selama mereka mau dan bisa membeli. Saya tidak memungkiri bahwa saya juga membutuhkan restoran cepat saji dan café untuk minum kopi. Disaat saya lapar dan tidak ingin menunggu lama untuk makan saya pergi ke restoran cepat saji, karena disana pelayanan nya baik dan tidak butuh waktu yang lama untuk makan, tidak seperti makanan yang dijual dipinggir jalan yang harus menunggu lama untuk makan. Begitu pula dengan kopi yang harganya tidak murah. Saya pencinta kopi dan saya tidak keberatan membayar kopi seharga 50ribu pergolas demi kopi yang enak dan berbeda. Jadi saya tidak masalah dengan hal tersebut, karena menurut saya juga saya membeli makanan tersebut memakai uang saya sendiri dan bukan uang orang lain sehingga tidak merugikan orang lain.

Yang terakhir ada pula mengenai free sex. Mereka berpendapat bahwa free sex sangat lumrah dikalangan remaja masa kini meskipun tidak ada sama sekali agama yang memperbolehkannya. Mereka berpendapat selama hal tersebut tidak merugikan mereka maka mereka santai saja, mereka juga berpendapat itu hak setiap orang untuk melakukannya. Ada pula yang berkata bahwa mereka kuliah di fakultas tersebut bukan untuk mengatur norma manusia tetapi untuk mengajarkan cara sehat kepada masyarakat. Jadi mereka berpendapat hal tersebut biasa saja asal yang melakukan hal tersebut memakai pengaman saat melakukan hal tersebut, begitu kata sebagian mahasiswa di fakultas tersebut. Saya memandang sebenarnya hal tersebut tidak baik, dari segi agama maupun kesehatan. Tetapi saya tidak terlalu mau mengurusi kehidupan orang lain, jadi saya tetap berfikir bahwa itu urusan mereka dengan tuhan. Selama mereka yang melakukan hal tersebut tidak merugikan saya maka itu bukan masalah bagi saya. Dan selama saya masih berpedoman kepada agama dan Allah, maka saya yakin bahwa saya tidak akan terpengaruh atau melakukan hal tersebut.

Advertisements