Tags

,

Berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh kami (kelompok 2)  untuk mata kuliah Pemikiran Politik Islam di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Mulawarman, tema yang kami angkat ialah “Gaya Hidup Hedonisme”. Menurut kami (kelompok 2), tema ini sangat pas untuk dibahas dalam materi ini karena sudah menjadi gaya hidup untuk beberapa kaum remaja di zaman sekarang ini. Dari hasil survey yang saya dan teman – teman kelompok saya lakukan melalui kuisioner – kuisioner dan juga wawancara langsung kepada mahasiswa  dan mahasiswi  di Fakultas Kesehatan Masyarakat, kami bisa mengambil kesimpulan bahwa lebih dari 60% mahasiswa dan mahasiswi di Fakultas Kesehatan Masyarakat tergolong ke dalam Modernisme Klasik. Itu bisa terjadi karena mahasiswa dan mahasiswi di Fakultas Kesehatan Masyarakat lebih berfikir tentang rasionalitas, HAM, mengikuti barat tetapi mahasiswa dan mahasiswi di Fakultas Kesehatan Masyarakat masih tetap berpegang teguh kepada agama serta hukum yang mengatur semua hal yang mereka lakukan.

Saya sendiri juga menggolongkan diri saya kepada pemikiran ini, yaitu pemikiran Modernisme Klasik. Hal itu saya lakukan karena di zaman sekarang ini sudah terlalu banyak hal yang ada di sekitar kita terpegaruh akan unsur barat, dan semua itu bisa saja juga terjadi kepada aktifitas kita sehari – hari. Hal – hal tersebut sulit untuk dihindari atau tidak untuk dilakukan lagi karena sudah bisa dibilang melekat kepada aktifitas sehari – hari kita. Tetapi saya juga tetap berpegangan kepada agama dan juga hukum yang ada. Karena itulah saya menyimpulkan bahwa diri saya sendiri termasuk ke dalam pemikiran Modernisme Klasik ini. Bahkan di zaman sekarang, teknologi yang kebanyakan ditemukan oleh orang – orang barat sudah menjadi benda yang sangat penting  terutama untuk kalangan masyarakat tertentu seperti mahasiswa dan mahasiswi yang ada di Fakultas Kesehatan Masyarakat.

Adanya gadget yang sudah sangat terkenal berada dimana – mana dan digunakan oleh siapa saja ini, sangatlah mempermudah kebutuhan yang diperlukan oleh masyarakat, dan juga termasuk kebutuhan mahasiswa dan mahasiswi yang dimana kita tahu kegiatannya tidak bisa dilepaskan dengan gadget ini. Terkait dengan gaya hidup hedonisme yang kami angkat dalam tema kelompok kami (kelompok 2), kami menyusun sekitar 10 pertanyaan dimana salah satu pertanyaan ialah mengenai gadget. Banyak diantara mahasiswa dan mahsiswi di Fakultas Kesehatan Masyarakat yang mengaku susah atau tidak bisa sehari saja tanpa adanya gadget di tangan mereka. Mereka berpikir bahwa gadget itu sangatlah penting, harus ada dimana pun dan kapan pun mereka butuhkan karena melaui gadget itulah mereka bisa tahu informasi –  informasi terbaru tentang kegiatan mahasiswa dan juga mahasiswi yang mereka sedang jalani saat ini.

Tidak bisa dipungkiri bahwa gadget sangatlah memeiliki pengaruh yang besar untuk kalangan yang menggunakannya. Dalam kegiatan untuk sholat ataupun ibadah, gadget juga bisa memberikan bantuan untuk hal tersebut. Gadget bisa memuat Al-Qur’an atau Al-kitab di dalamnya sehingga bisa mempermudah penggunanya untuk membaca dimana pun dan kapan pun mereka inginkan. Di gadget juga, terdapat pengingat waktu sholat yang bisa diterapkan dari gadget apa saja sehingga bisa menolong siapa saja untuk tetap mengingat waktu sholat sebagai kewajiban mereka apabila mereka memeluk agama Islam. Hal itu menurut saya juga sangatlah membantu dan menolong  mereka dan tentunya itu bukanlah tindakan yang salah.

Dalam kuisioner atau wawancara yang kami ajukan kepada mahasiswa dan mahasiswi di Fakultas Kesehatan Masyarakat, salah satu pertanyaan yang ada ialah tentang cara berpakaian anak muda zaman sekarang yang kebanyakan mengikuti gaya kebarat – baratan. Anak muda di zaman sekarang khususnya perempuan yang menggunakan calana pendek atau hotpants di tempat umum, banyak di antara mahasiswa dan juga mahasiswi dari Fakultas Kesehatan masyarakat yang mengatakan bahwa itu adalah hak dari mereka yang mau menggunakan pakaian apa untuk mereka kenakan. Begitu pula dengan hijab yang sekarang sudah terlalu banyak tidak sesuai dengan syariat Islam. Banyak dari wanita yang menggunakan hijab memakai hijab dengan gaya masa kini atau gaya yang sedang tenar untuk digunakan. Dan kembali, menurut mahasiswa dan juga mahasiswi di Fakultas Kesehatan Masyarakat itu adalah hak mereka, karena sudah menggunakan hijab saja itu menjadi pilihan dari pribadi mereka sendiri.

Saya sendiri, mengenai kaum remaja yang menggunakan celana pendek atau hotpants dan juga hijab yang tidak sesuai dengan syariat Islam, saya pribadi lebih memilih untuk hak mereka yang menggunakan pakaian tersebut untuk seperti apa memakainya. Tapi untuk hijab, secara pribadi saya lebih senang orang yang menggunakan hijab sesuai dengan syariat Islam itu sendiri. Karena menurut saya hijab itu sangatlah penting. Di zaman sekarang ini, tiddak hanya anak muda saja yang menggunakan pakaian seperti yang sudah disebutkan itu. Ibu – ibu pun terkadang masih saja ada yang menggunakan pakaian minim seperti hotpants tadi di keramaian, dan kembali lagi menurut mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Kesehatan Masyarakat itu semua adalah hak mereka untuk mengekspresikan gaya mereka melalui pakaian yang mereka kenakan. Saya pun secara pribadi memiliki pemikikiran yang sama walaupun terkadang saya merasa agak risih apabila saya melihatnya.

Dalam kuisioner dan juga wawancara yang kelompok 2 lakukan, terdapat pertanyaan yang mengenai anak muda zaman sekarang yang sering makan junkfood atau makan – makanan cepat saji dan minum – minuman di cafe – cafe mahal. Kebanyakan dari masyarakat kita, dari kalangan apapun, mereka gemar atau suka makan dan minum direstoran cepat saji, bahkan menghabiskan waktu luang mereka di tempat tersebut. Sedangkan kita tahu bahwa makanan dan juga minuman di restoran cepat saji harganya lebih mahal ketimbang kita pergi makan dan minum di tempat – tempat yang ada di pinggir jalan, yang tentu saja harganya lebih murah. Kembali ke pendapat mahasiswa dan mahasiswi yang ada di Fakultas Kesehatan Masyarakat, menurut mereka itu semua adalah hak dari masing – masing pribadi orang asalkan uang yang mereka punya cukup untuk membiayai kebutuhan lain yang mereka butuhkan. Apabila tidak, seharusnya mereka tidak memaksakan diri mereka untuk tetap pergi ketempat – tempat yang tidak sesuai dengan uang yang mereka miliki. Saya pribadi juga berpikiran sama tentang hal ini. Jangan sampai ketika kita hanya mengikuti apa yang kita inginkan, hal tersebut bisa merugikan orang – orang yang ada disekitar kita.

Di dalam kuisoner kelompok kami (kelompok 2), juga ada membahas tentang Free Sex atau Sex Bebas yang kebanyakan terjadi dikalangan masyarakat khususnya remaja zaman sekarang. Mahasiswa dan mahasiswi di Fakultas Kesehatan Masyarakat berpendapat bahwa Free Sex atau Sex Bebas sangatlah lumrah terjadi di zaman sekarang ini meski dalam agama manapun tidak memperbolehkan hal ini terjadi. Mereka berpendapat bahwa selama hal tersebut tidak merugikan diri mereka maka mereka akan bersikap santai untuk menanggapinya, mereka juga berpendapat bahwa hal tersebut terjadi merupakan hak setiap orang untuk mau melakukannya atau tidak. Salah satu dari mereka bahkan memiliki pendapat yaitu mereka kuliah di fakultas tersebut tidak untuk mengatur norma atau aturan di masyarakat, mereka kuliah di fakultas tersebut karena mereka akan mengajarkan cara hidup sehat kepada masyarakat. Jadi bisa disimpulkan, untuk pertanyaan mengenai Free Sex atau Sex Bebas ini, maha siswa dan juga mahasiswi di Fakultas Kesehatan Masyarakat berpendapat bahwa itu adalah hal yang biasa saja terjadi di zaman sekarang ini. Mereka menambahkan pula, jika melakukan hal tersebut harus menggunakan alat kontrasepsi atau alat pengaman.

Kalau saya pribadi memandang hal tersebut tentu saja tetap kepada hak setiap orang untuk mau melakukannya atau tidak. Tapi saya selalu menjaga diri saya agar tidak melakukan hal tersebut karena menurut saya hal tersebut adalah hal yang sangatlah salah karena dari agama manapun tidak menyetujui hal itu terjadi, saya juga berharap semoga orang – orang yang ada di dekat saya tidak melakukannya dan tetap berpegang teguh dengan aturan agama yang mereka anut masing – masing.

Advertisements