Tags

, ,

Nama                   : Kurnianto Rombe Rante

NIM                     : 1402045008

Matkul                 : Politik dan Pemerintahan Jepang

Mengenal 4 Musim di Jepang

Jepang merupakan negara di kawasan Asia Timur yang saat ini terkenal sebagai salah satu raksasa ekonomi dunia. Banyak dari produk-produk Jepang yang menguasai hampir seluruh negara di dunia. Namun Jepang tidak hanyak terkenal dengan ekonomi nya saja tetapi masih banyak hal yang dapat dibahas salah satu nya adalah musim di Jepang. Pergantian musim di negara tersebut sering kali disambut dengan banyaknya budaya dan festival-festival yang dilaksanakan oleh masyarakan maupun pemerintah setempat.

Jepang adalah sebuah negara yang memiliki 4 musim di negara nya. Pergantian musim tersebut biasanya dalam rentan waktu 3 bulan sekali. Musim-musim tersebut yaitu musim dingin (Fuyu) , musim semi (Haru), musim panas (Natsu) serta musim gugur (Aki). Saya akan membahas keunikan-keunikan di tiap-tiap musim.

  1. Musim Dingin (Fuyu)

poro 1

Musim dingin di Jepang berlangsung dari bulan Desember sampai Februari. Musim ini ditandai dengan jatuhnya butir-butir salju di awal bulan desember. Namun tidak semua wilayah di Jepang ditutupi oleh salju. Hal ini salah satunya disebabkan karena letak geografis Jepang yang memanjang dari utara ke selatan sehingga ada perbedaan suhu yang cukup signifikan antara kota-kota yang berada di utara dengan kota-kota yang ada di selatan seperti contohnya Hokkaido dengan Okinawa. Banyak dari masyarakat Jepang yang menganggap musim dingin merupakan musim yang sangat berat bagi mereka karena suhu yang sangat ekstrim bisa mencapai -20oC bahkan bisa lebih dibawah angka tersebut, sehingga setiap tahunnya banyak menyebabkan korban jiwa. Akibat dari suhu yang cukup ekstrim tersebut, memiliki sebuah penghangat ruangan seolah telah menjadi “kewajiban” bagi mereka agar bisa tetap menjaga suhu tubuh agar tetap normal. Pada saat musim ini juga tidak sedikit dari masyarakat Jepang memilih untuk tetap tinggal dirumah. Ada pula beberapa perayaan-perayaan yang dilaksanakan dimusim ini yaitu antara lain Oshogatsu (Perayaan tahun baru) pada tanggal 1 Januari, Seijin No Hi (Perayaan orang dewasa) pada tanggal 10 Januari, dan perayaan puncak musim dingin atau biasa disebut Doji dilaksanakan pada tanggal 20 Januari. Dismaping perayaan-perayaan tersebut ada beberapa kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat setempat di musim dingin ini, yaitu:

  1. Makan oden

Oden merupakan salah satu makanan khas saat musim dingin karena dapat menghangatkan tubuh. Oden adalah sup yang berisikan bakso ikan, lobak dan telur rebus. Oden biasanya disajikan dan di santap ramai-ramai saat masih dalam keadaan hangat.

  1. Menginap di penginapan tradisional

Musim dingin juga sering digunakan sebagai momentum untuk liburan bersama keluarga ataupun teman. Banyak dari massyarakat Jepang memilih untuk menginap di penginapan tradisional sambil menikmati spa dan berendam di kolam air panas terbuka.

  1. Festival musim dingin

Salah satu Festival musim dingin yang sangat terkenal di Jepang adalah Festival Yuki Matsuri yang diadakan di kota Sapporo selama 7 hari lamanya. Festival ini menampilkan pahatan-pahatan dari salju yang berupa patung, dll. Festifal ini tiap tahun nya mengundang banyak sekali turis-turis untuk datang melihat festifal tersebut.

  1. Musim Semi (Haru)

poro 2

Pada saat musim semi kota Kyoto merupakan salah satu destinasi wisatawan baik domestik maupun internasional untuk melihat mekarnya bunga-bunga sakura, namun biasanya sakura hanya mekar selama 1-2 minggu setiap tahunnya. Bagi orang Jepang sakura sering sekali dijadikan simbol yang dikaitkan dengan perempuan, kehidupan dan kematian serta simbol untuk mencerminkan ikatan antar manusia, kesedihan, keberanian dan kesedihan. Selain itu sakura juga dilambangkan sebagai lambing kehidupan yang tidak kekal. Musim semi berlangsung dari bulan Maret sampai bulan Mei. Orang Jepang memiliki sebuah kebiasaan yang unik yang biasanya dilakukan setiap musim semi yaitu piknik bersama keluarga maupun teman dibawah pohon sakura sambil melihat bunga sakura bermekaran. Kegiatan ini biasa disebut Hanami. Selain itu musim semi juga sebagai tanda diawalinya sekolah, kerja, pembukuan dll. Puncak perayaan musim semi disebut Setsubun No hi yang dilaksanakan setiap tanggal 20 April.

  1. Musim Panas (Natsu)

poro 3

Musim panas di Jepang berlangsung dari bulan Juni sampai pertengahan bulan September. Puncak musim panas disebut Geshi yang diadakan pada tanggal 23 Juli. Musim panas adalah musim dengan jumlah festival terbanyak dan termeriah salah satunya adalah festival kembang api dan Obon. Di festival kembang api biasanya banyak sekali muda-mudi yang memakai yukata denga warna-warna yang cerah. Selain itu ada pula festival koureisya no hi atau hari orang tua yang dilaksanakan di pertemngahan bulan september. Biasanya orang tua mengajak anak-anak mereka mengunjungi kakek-nenek untuk menghibur mereka Musim panas merupakan musim yang sangat disukai oleh pelajar karena pada bulan Agustus mereka akan mengalami musim libur yang sangat panjang sekitar 1 bulan. Salah satu aktifitas yang disukai oleh pemuda-pemuda Jepang saat musim panas adalah bermain ke pantai. Diawal musim panas orang Jepang memiliki suatu kebiasaan berupa saapn kepada keluarga, teman maupun orang yang dikenal agar supaya mereka dapat melewati musim panas dengan keadaan sehat, sapaan itu disebut Syochuumimai. Di pertengahan tahun tepat nya bulan Juli masyarakat Jepang biasanya mengirimkan sebuah bingkisan atau Ochuugen kepada kenala ataupun atasan sebagai tanda salam memasuki musim panas dan ucapan terima kasih atas bantuannya selama ini. Ochuugen biasanya berisi bir, teh, makanan kaleng, kopi, dll.

  1. Musim Gugur (Aki)

poro 4

Musim ini terkenal dengan daun momiji yang berubah warna menjadi warna-warna terang seperti merah, emas, tembaga dan kuning. Musim ini juga merupakan masa panen berbagai jenis tanaman pangan termasuk buah-buahan. Dipenghujung musim gugur Jepang sepenuhnya dihiasi oleh warna merah. Ada sebuah kebiasaan yang sering dilakukan oleh orang Jepang yang hampir sama dengan Hanami di musim semi yaitu Momoji Gari. Bedanya adalah tradisi Hanami merupakan tradisi yang dilakukan untuk melihat bunga sakura bermekaran, sedang kan Momoji Gari untuk melihat daun-daun menguning atau memerah. Puncak musim gugur disebut Shubun no Hi pada tanggal 23 September. Salah Satu festival terkenal dimusim gugur adalah Jidai Matsuri yang diadakan setiap tanggal 22 Oktober tiap tahun nya dan merupakan Festival terbesar di kota Kyoto.

Advertisements