Tags

,

Versy Gita Neshia

1402045044

Hubungan internasional A

Paper pemikiran politik islam

Opini pribadi mengenai hasil wawancara dengan judul kecenderungan pemikiran mahasiswa

 

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Dalam paper ini saya akan memberikan opini pribadi saya mengenai hasil wawancara yang telah saya dan kelompok lakukan di fakultas perikanan dan ilmu kelautan universitas mulawarman. Sebelumnya ibu Uni W Sagena sebagai dosen mata kuliah pemikiran politik islam memberikan kami tugas untuk mewawancarai beberapa fakultas yang ada di universitas mulawarman. Dari 2 kelas hubungan internasional a dan b dibagi menjadi 10 kelompok dengan fakultas yang berbeda. Kami mendapatkan fakultas perikanan dan ilmu kelautan. Tema dari wawancara kami adalah kecendrungan pemikiran mahasiswa dengan fokus permasalahan “apakah hijab menjadi penghalang untuk mengekspresikan diri”. Kami memberikan pertanyaan kepada narasumber yaitu pilihan lebih baik mana perempuan berjilbab tetapi pergi kekonser dan jingkrak-jingkrak atau perempuan sexy pergi ke club. Dari hasil wawancara tersebut kami mendapatkan fakta bahwa mahasiswa fakultas perikanan dan ilmu kelautan lebih condong ke pemikiran modernis klasik. Mereka beranggapan bahwa perempuan berjilbab yang pergi kekonser tidak masalah daripada perempuan yang pergi ke club. Kewajiban seseorang perempuan untuk berjilbab dan tidak ada yang salah jika pergi kekonser selama tidak ada hal aneh yang dilakukan. Begitulah kebanyakan pendapat dari mahasiswa perikanan dan ilmu kelautan.

Menurut pendapat saya pribadi sebenarnya memakai jilbab atau tidaknya tergantung diri masing-masing, keikhlasan dan kesadaran dari diri sendiri bahwa seorang muslim perempuan diwajibkan untuk menutup auratnya. Yang membedakan seorang muslim perempuan dengan perempuan lainnya adalah dengan menutup aurat menggunakan jilbab. Lalu apakah jilbab kemudian membatasi seorang perempuan untuk mengekspresikan dirinya, tentu saja tidak. Jilbab bukan merupakan penghalang, menurut saya fungsi dari jilbab sendiri adalah sebagai identitas seorang muslim. Berbicara mengenai akhlak, perempuan yang berjilbab belum tentu berakhlak baik tetapi seorang perempuan yang berjilbab berusaha untuk memperbaiki akhlaknya. Kita tidak dapat menyamaratakan perempuan yang berjilbab pasti berakhlak baik dan perempuan tidak berjilbab berakhlak buruk. Sama hal nya dengan peribahasa jangan nilai buku dari covernya seperti itulah perempuan. Seorang perempuan berjilbab apakah tidak boleh untuk pergi kekonser melihat idolanya tampil, menurut saya tentu saja boleh tidak ada yang salah. Seseorang berhak untuk mengaggumi seseorang, baik itu perempuan maupun laki-laki. Tetapi sebagai perempuan kita harus tau batasan-batasannya. Bagaimana seorang perempuan tidak bertindak maupun berprilaku berlebihan seperti hingga nangis-nangis, berteriak berlebihan ataupun segala sesuatu yang berlebihan. Dalam islam sesungguhnya sesuatu yang berlebihan itu dilarang. Menurut saya, saya termasuk orang yang modernis klasik. Memperbolehkan untuk perempuan berjilbab pergi kekonser. Ada nilai-nilai barat yang mulai tercampur didalam pemikiran saya yaitu diperbolehkannya seorang perempuan pergi kekonser. Kekonser bukanlah suatu hal yang menimbulkan dosa maupun zinah besar. Disekitar kita menonton konser seperti konser k-pop pasti rata-rata penontonnya adalah perempuan juga dan tidak akan menimbulkan sesuatu yang aneh-aneh saat menonton konser. Konser juga dipenuhi ratusan maupun ribuan orang, sudah terlihat jelas yang dilakukan hanya menonton konser beda konsepnya dengan perempuan yang berpakaian sexy dan pergi ke club. Salah satu kesalahannya adalah tidak memakai jilbab yang berarti identitasnya sebagai muslim patut dipertanyakan, kemudian pergi ke club yang kita sudah tau tempat macam apa itu, gelap, ramai, tertutup, dan penuh akan maksiat. Kita tidak tahu apa yang dilakukan seorang perempuan didalam sebuah club, anggapan seorang yang masuk club pasti berakhlak buruk dan melakukan hal buruk yang tidak sepantasnya seorang wanita muslim lakukan. Seorang perempuan baiknya menjaga harga dirinya karena seorang perempuan merupakan makhluk indah ciptaan Allah yang sangat dilindungi Allah. Maka dari itu kita sebagai perempuan ikut melindungi diri sendiri dari godaan setan, dengan memakai jilbab. Seorang pria juga tidak akan menganggu perempuan jika ia mampu menutup dirinya dengan baik menggunakan jilbab. Sedangkan jika ada perempuan sexy berjalan melewati seorang pria maka pandangan pria tersebut akan tertuju pada perempuan sexy tersebut, pikiran dari pria tersebut kemudian menjurus kepada hal-hal yang tidak senonoh. Selain itu parahnya seorang pria bisa melakukan hal yang lebih buruk kepada perempuan sexy yang lewat tersebut. Selain pria tersebut mendapatkan dosa dari perbuatan dan pikiran kotornya, perempuan sexy tersebut juga mendapat dosa karena memancing hasrat pria tersebut.

Berbicara mengenai konser, tidak ada yang salah dari menghadiri konser idola. Tidak ada dalam peraturan konser bahwa perempuan berjilbab tidak boleh masuk untuk menonton konser. Berjilbab atau tidaknya perempuan menonton konser juga tidak terjadi diskriminasi karena tujuan untuk menonton konser adalah untuk melihat idola kita dan menikmati konser. Tidak ada perbuatan buruk yang mengakibatkan dosa selagi masih dalam batas wajar menonton konser. Tidak hanya dalam menonton konser wanita berjilbab juga diperbolehkan untuk mengekspresikan dirinya dalam hal-hal lain. Entah itu menyanyi, menonton bioskop, atau berpolitik. Menurut yang saya lihat tidak ada larangan dilarang memakai jilbab jika ingin melakukan sesuatu ataupun melamar pekerjaan. Tetapi dalam beberapa kegiatan maupun pekerjaan yang mengharuskan berpakaian sexy seseorang perempuan yang berjilbab kemudian tidak pantas untuk melepaskan jilbabnya hanya untuk hal yang bersifat sementara seperti tersebut. Ketahuilah bahwa pahala di akhirat untuk perempuan yang memakai jilbab melebihi tawaran yang ditawarkan kegiatan maupun pekerjaan yang mengharuskan membuka jilbab. Kemudian, berbicara mengenai clubbing kita semua tahu tempat apa tersebut banyak hal-hal maksiat yang dapat dilakukan di dalam club dan jarang sekali ditemukan atau mungkin tidak ada hal-hal baik yang terdapat dalam club tersebut. Banyak efek negatif yang ditimbulkan saat kita berada di club. Dari hal tersebut dapat kita lihat jelas perbandingan antara menonton konser dengan pergi ke club. Sangat jauh perbedaan dari dua tempat tersebut, tetapi tidak langsung berniat melabelkan bahwa ini baik dan ini buruk terkadang sesuatu yang dianggap buruk mempunyai hal baik dan sesuatu yang dianggap baik dapat menghasilkan sesuatu yang buruk.

Akhlak seorang perempuan sebenarnya bisa dilihat dari bagaimana perempuan tersebut berpakaian. Perempuan yang dapat berpakaian rapi dan indah dilihat dapat dikatakan mempunyai akhlak yang baik karena dapat menjaga penampilan dirinya dengan baik. Sedangkan untuk perempuan berpakaian sembarangan, terbuka dan sebagainya akan memperlihatkan akhlak buruk yang ada dalam dirinya secara tidak sengaja. Walaupun saya mengatakan sebelumnya bahwa jangan menilai orang dari penampilan tapi tidak bisa dipungkiri bahwa penampilan menjadi penilaian pertama seseorang kepada orang tersebut. Maka ada baiknya jika kita memberikan kesan baik pada penilaian seseorang kepada kita. Dengan memakai jilbab orang-orang akan memeberikan kesan baik dan menghormati kita sebagai perempuan. Tidak ada perempuan yang ingin di perlakukan seenaknya tetapi banyak perempuan yang sengaja berpakaian sexy untuk menarik perhatian kaum pria dan jika diperlakukan seenaknya akan marah dan menyalahkan sang pria, padahal yang memulai adalah dirinya sendiri.

Dari menurut pandangan saya sendiri, saya memiliki pemikiran modernis klasik yang mana banyak sekali pertimbangan mengenai berjilbab apakah kewajiban dan harus dilakukan oleh semua perempuan muslim dan mencampurkan ide barat mengenai konser yang boleh dilakukan perempuan berjilbab. Tidak ada batasan bagi perempuan berjilbab untuk melakukan hal yang diinginkannya, bahkan saya pernah mendapati foto wanita berjilbab dengan gaya punk yang menurut banyak orang aliran punk merupakan aliran yang buruk,sembarangan,penyembah setan dan lain-lain. Salah satu fakta tersebut membuktikan bahwa jilbab bukanlah penghalang sekali lagi. Bagi saya jilbab adalah identitas seorang muslim, penjaga seorang perempuan dari hal-hal yang buruk dan banyak manfaat dari jilbab lainnya. Seperti analogi permen yang telah dibuka bungkusnya dengan yang tidak dibuka manakah permen yang dipilih tentu saja permen yang masih dengan bungkus rapi. Tidak ada orang didunia ini menurut saya yang tidak menginginkan sesuatu yang baik.

Jika saya berpikiran aliran tradisional maka pendapat saya pasti akan melarang perempuan berjilbab untuk pergi kekonser atau apapun yang tidak ada manfaatnya. Wanita pada dasarnya harus berada dirumah memperbaiki dan menjaga diri. jadi ada pembatasan antara perempuan berjilbab dengan hobi dan kesukaannya. Tentu saja saya tidak termasuk aliran tradisional karena saya masih memikirkan mengenai hak asasi manusia untuk menyalurkan hobi dan kesukaannya dengann cara apapun selagi masih dalam perilaku baik dan tidak melanggar syariat islam. Ada sedikit kebebasan hak asasi manusia didalam aliran modernis. Sedangkan, untuk aliran neo-modernis saya akan menjawab bahwa lebih baik perempuan yang sekalian berpakaian sexy dan pergi ke club daripada setengah-setengah memakai jilbab tetapi masih jingkrak-jingkrak kepada cowok lain yang merupakan idolanya mungkin. Pendapat seperti tersebut sudah sangat dipengaruhi oleh ide barat dan konsep ketimuran bangsa Indonesia akan hilang jika mahasiswanya banyak yang berpikiran seperti tersebut. Tentu saja kali ini saya juga bukan termasuk dalam aliran neo-modernis, tidak sama sekali saya berpikiran seperti yang dijelaskan sebelumnya. Mengapa saya hanya mengambil contoh aliran tradisionali, modernis klasik, dan neo-modernis saja padahal ada 2 lagi aliran yang menurut saya kurang lebih dengan aliran tradisionalis yaiu aliran revivalis dan neo-revivalis. Keduanya mempunyai konsep pemikiran yang kurang lebih sama jika revivalis menolak sama sekali di neo-revivalis hanya tidak setuju dengan segala penyimpangan yang telah ada dan berharap agar perempuan berjilbab agar mau mengingat selalu bahwa segala perbuatannya kembali kepada hadist islam yang baik dan benar.

Saya berharap banyak orang yang setuju dengan pendapat saya ini dan mengambil hikmah serta pelajaran dari apa yang sudah saya jabarkan. Apabila terdapat kesalahan mohon dimaafkan manusia tidak luput dari kesalahan dan kesempurnaan hanya milik Allah SWT.

Wassalamualaikum warohmaatullahi wabarokatuh

Advertisements