Tags

,

Tugas : Essay Tentang Pola Pemikiran Mahasiswa Fakultas Kehutanan Mengenai Feminisme

Nama : Rusydah Nurul Hikma

Nim : 1402045143

Kelas : Hubungan Internasional (B)

Seperti yang kita ketahui mahasiswa adalah usia dimana kita sangat mudah dipengaruhi usia dimana dengan sangat mudahnya kita menerima segala bentuk pemikiran baru ataupun pemahaman baru, di usia ini banyak mahasiswa yang mulai memilih yang manakah jatidiri mereka sesungguhnya waktu dimana mereka melakukan hal-hal yang menerut mereka adalah hal yang sangat benar untuk mereka lakukan. Pemikiran mereka sering kali di pengaruhi oleh orang-orang sekitar mereka, dimana mereka dengan sanagat mudah merasa nyaman dengan orang-orang baru dan dengan sangat mudah dipengaruhi sehingga sehingga bisa melupakan jatidiri mereka sendiri. Menurut saya jatidiri adalah saat dimana kita menegtahui apa yang harus kita lakukan saat dimana kita mengetahui baik buruknya tindakan kita dan saat diimana kita dapat menilai hal yang telah kita lakukan apakah sudah benar apa belum, kita sudah dengan sangat jelas mengetahui apa yang sebenarnya kita inginkan. Dalam penelitian yang telah saya dan teman-teman saya lakukan beberapa waktu yang lalu di fakultas kehutanan untuk mengetahui pola pikir mereka, kami menggunakan dasar-dasar pemikiran tradisonalis, revivalis, modernis, neo-revivalis dan neo-modernis, dari ciri-ciri yang kami ketahui tentang dasar-dasar pemikiran tersebut itulah kami melakukan penelitian dengan cara memberikan mahasiswa yang ada di fakultas kehutanan sebuah angket tertulis yang tertutup mereka tidak perlu memberikan nama ataupun keterangan lainnya tentang diri mereka, mereka hanya perlu memberikan pernyataan setuju, kurang setuju, tidak setuju, dan sangat tidak setuju, terhadap pernyataan-pernyataan yang telah kami ajukan, tetapi sebelum kami masuk dalam pernyataan kami memberikan 2  pernytaan tentang feminism dimana kami ingin mengetahui sejauh apa mereka mengetahui tentang feminism, dan ternyata hasilnya sedikit mengejutkan karena tidak sedikit dari mereka yang mengatakan bahwa feminism itu adalah saat dimana seseorang berpakaian sangat kewanitaan.

Tetapi ada juga beberapa diantar mereka yang mengatakan bahwa feminism adalah sebuah tindakan dimana tidak adalagi diskriminasi anatara wanita dan laki-laki, dimana hak yang dimiliki laki-laki dapat juga dimiliki oleh perempuan. Feminism menurut diri saya pribadi adalah suatu paham yang dimana wanita sangat ingin dihargai dimana wanita sangat ingin membela hak-hak mereka untuk bebas dalam melakukan hal-hal selain melahirkan anak, menjaga rumah, melayani suami, tetapi mereka juga dapat bekerja dalam bidang apapun,mereka juga dapat memberikan aspirasi mereka sebebas-bebasnya, mereka juga dapat menjadi seorang pemimpim dalam sebuah organisasi ataupun dalam dunia politik. Sebenarnya kami tidak hanya mealakukan penelitian dengan angker kami juga melakukannya dengan wawancara kepada beberapa mahasiswa dengan beberapa pernyataan yang serupa dengan angket. Dalam angket dan wanwancara yang telah kami lakukan berikut beberapa pernyataannya, yang pertama kami memberikan pernyataan bahwa seorang wanita muslim wajib berjilbab sebagian besar dari mereka mengatakan setuju namun setelah membaca alasan yang mereka berikan terdapat dari mereka yang mengatakan bahwa itu tetap kembali kepada individu masing-masing apakah mereka siap untuk menggunakan hijab apa tidak, sebetulnya menurut saya dari pernyataan pertama saja kita sudah dpat menilai bagaimana pola piker yang dimiliki oleh mahasiswa sekarang bahwa mereka tau apa yang diperintahkan oleh agama adalah wajib namun mereka juga masih membenarkan apabila ada sebagian orang yang belum mampu menjalankannya, pernyataan selanjutnya adalah setiap wanita akan dinilai rendah apabila melanggar norma social ( pulang larut malam, berdandan tidak sesuai dengan usia, dll) adalah mengekang hak wanita, sebagian dari mereka mengatakan setuju namun sebagian lagi mengatakan bahwa tidak setuju, bagi mereka yang setuu mengatakan bahwa norma social yang telah ada sudah benar jadi apabila seeorang wanita pulang terlalu larut malam ataupun berdandan tidak sesuai dengan usia mereka akan di pandang rendah, lalu bagi mereka yang mengatakan tidak setuju memberikan alasan bahwa apabila wanita yang pulang terlalu malam tidal selalu adlah wanita yang rendah karena kita tidak mengetahui alasan jelas mengapa mereka pulang terlalu larut munkin saja mereka mempunyai hal-hal positif yang haru mereka selesaikan hingga harus pulang larut malam, dan bagi mereka yang menggunakan make berlebih dan tidak sesuai dengan usia mereka maka itu adlah hak mereka lagipula dari mana kita mengetahui bahwa make up yang dia gunakan tidak sesuai dengan usia mereka, dalam pernytaan ini saya berpendapat bahwa mahasiswa sekarang memiliki pandangan yang cukup realistis karena mereka mengatakan bahwa sebetulnya norma yang ada adalah benar namun hal-hal yang dapat dinilai rendah untuk seorang wanita tidak hanya dengan mereka pulang terlalu larut malam atau berdandan berlebihan masih banyak aspek-aspek yang dapat menjadi penilaian untuk menilai rendah tidaknya seorang perempuan, pernyataan selanjutnya pendidikan tinggi bukan menjadi prioritas seorang wanita dalam pernyataan ini hampir semua responden kami pada waktu itu mengatakan bahwa mereka tidak setuju karena sesungguhnya pendidikan adalah hal yang harus dimilki oleh siapa saja tanpa memandang apakah mereka perempuan ataupun laki-laki, semua orang harus berilmu dan semua orang harus mengetahui hal-hal yang benar seluas-luasnya agar tidak  mudah di tipudaya oleh siapapun, pernyataan selanjutnya seorang ibu harus sepenuhnya berada dirumah untuk mengurus anak dan rumah sebagian dari mereka setuju karena kodratnya memang seorang ibulah yang harus memenuhi segala kebutuhan anaknya dan seoraang ibulah yang wajib mengetahui semua keadaan rumah, namun sebagian lagi beranggapan tidak setuju karena sesungguhnya seoranng suami juga memilki hak dan kewajiban dalam menjaga dan mendidiki anak-anak mereka seorang suami tidak boleh egois dalam menjalankan sebuah kehidupan rumah tangga, lagipula apabila dalam keluarga tersebut anak-anak mereka telah tumbuh dewasa maka peran seorang ibu tidak lagi sebesar saat mereka masih anak-anak, keadaan rumah pun demikian bahwa tidak semua keadaan rumah istrilah yang harus bertanggung jawab karena suami pun memiliki hak untuk menjaga keadaan rumah yang damai, bersih dan layak huni, pernyataan selanjutnya adalah wanita dan pria setara dalam segala aspek termasuk politik karenanya kuota 30% bagi anggota DPR wanita harus di hapuskan sebagian dari mereka mengatakan setuju karena hak laki-laki dan wanita seimbang dalam hal apapun, apa bedanya laki-laki dan wanita dalam hal politik wanita juga dapat menyuarakan hak mereka dalam hal politik mereka juga dapat berpartisipasi penuh dalam menjalankan pemerintahan, namun sebagian dari mereka mengatakan bahwa tidak setuju karena wanita dalam mengambil keputusan selalu menggunakan sebagian perasaannya sedangkan dalam hal politik haruslah dibedakan mana hal-hal yang dapat dijalankan dengan menggunakan perasaan mana hal-hal yang harus dijalankan secara objektif, sedangkan laki-laki lebih mengetahui kapan harus menjalankan dan memberikan pendapat dalam hal politik tanpa harus menggunakan perasaan mereka dan menilai secara objektif.

Dengan beberapa pernyataan tersebut dan dengan alasan yang dapat mereka paparkan saya pribadi sulit untuk mnegelompokkan pola pikir mereka karena saat mereka memeberikan pernyataan setuju mereka juga memberikan alasan yang seakan-akan menentang pernyataan tersebut,ini adalah salah satu kendala dalam penelitian ini karrena dengan segala ciri-ciri yang dimilki oleh ke 5 pola pemikiran memiliki beberapa ciri yang serupa sehingga kita harus sangat cermat dalam memberikan penilaian bagaimana sebetulnya pemikiran yang dimiliki oleh setiap mahasiswa dengan berulang kali saya dan teman-teman mencermati lagi jawaban dari pernyataan yang mereka berikan kami mulai menilai mereka dengan baik. Dan menurut pendapat saya pribadi pola pemikiran dari sebagian mahasiswa adalah modernis karena dalam beberapa hal mereka mengetahui bahwa mana hal-hal yang benar dan dapat dilakukan namun mereka tidak melakukannya karena alasan yang menurut saya kurang tepat, mereka juga sangat megetahui kodrat mereka sebagai perempuan dan mengetahui apa saja yang perempuan harus lakukan sesuai dengan ajaran agama namun mereka memberikan pernyataan tidak setuju hanya karena alasan kebebasan, padahal menurut saya adalah apa yang telah ada di Al-Qur’an sudah sangat benar dan membebaskan wanita melakukan hal-hal yang memang mereka dapat lakukan.

Dengan pemkikiran mereka yang modernis ini saya dapat menyimpulkan bahwa mereka akan terus melakukan hal sebebasnya dengan menyetarakan hak-hak mereka dengan laki-laki tanpa memandang hal itu sudah benar apa tidak dilakukan oleh seorang wanita, dengan segala pemaparan pribadi saya di atas pola pikir mereka tidak semata-mata di pengaruhi oleh diri mereka sendiri namun juga lingkungan ikut berperan dalam proses prilaku mereka.

Advertisements