Tags

,

Nama Lengkap : RIZKI SINTHIADETI    1402045081

Nama Panggilan : Sinthia      HI-B/2014

TTL : Tenggarong, 15 September 1996

Alamat : Jalan Swadaya no.03 Loa bakung.

Agama : Islam

Berdasarkan survey yang dilakukan oleh kelompokn 4 yang salah satu anggotanya adalah saya mengenai persebaran Islam Nusantara di Indonesia dengan menggunakan metode kuisioner dan sedikit wawancara kepada 50 mahasiswa. Tugas ini dilakukan di mata kuliah pemikiran politik islam guna agar kita dapat membedakan dan memetakan pemikiran-pemikiran mahasiswa dan kita sendiri kedalam lime pemikiran yang ada yaitu; tradisionalis, revivalis, modernis klasik, neo-revivalis dan neo-modernis.

Kesimpulan yang kelompok kami dapatkan adalah survey yang kami lakukan di Fakultas Hukum Universitas Mulawarman mahasiswanya banyak yang berfikiran revivalisme, yaitu mereka menganggap bahwa islam nusantara itu sangat berbahaya jika terus menyebar keadaannya di Indonesia dan akan melenceng dari aturan-aturan islam yang ditetapkan oleh Allah SWT melalui Al-Qur’an dan Hadist-hadistnya. Namun dari yang saya lihat tidak sedih pula yang berfikiran modernisme klasik, mengatakan bahwa jika memang di Indonesia tidak bisa jika diberlakukan hukum islam yang cenderung kaku karena ini adalah Indonesia dan hukum islam tidak sepantasnya ditetapkan karena zaman sudah berubah dan islam nusantara tidak apa-apa jika ada yang ingin menerapkan selama itu tidak melenceng dari aturan Al-Qur’an dan Hadist-hadist yang diturunkan oleh Allah SWT. Sisanya yang berfikiran tradisionalis yang beranggapan islam nusantara bukan sesuatu yang baik dan dapat menyesatkan masyarakat di Indonesia dan ajaran islam tidak perlu dirubah dan harus sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW, neo-revivalis yang beranggapan Islam nusantara sangat berbahaya dan tidak sepantasnya berada di Indonesia dan sangat menolak unsur dan keberadaannya, islam harus dijadikan pandangan hidup dam memiliki komitmen untuk menjalani hidup kedepannya dan neo-modernis yang cenderung apatis dan tidak perduli dengan pertanyaan yang diberikan. Ketidak perdulian mahasiswa-mahasiswi inilah yang memudahkan saya untuk mengelompokkan mereka dama neo-modernis, mereka beranggapan bahwa islam nusantara tidak harus dijakian masalah keberadaannya, kita harus mempunya toleransi tinggi dengan budaya di Indonesia yang sangat beragam dan Indonesia bukanlah negara islam dan islam nusantara dapat menjadi solusi bagi rakyat Indonesia. Dan saya lihat mereka sama sekali tidak perduli dan tidak sepenuhnya tahu tentang apa itu islam nusantara.

Saya mengelompokkan diri saya ke dalam kelompok mahasiswa yang berfikiran modernis klasik. Karena saya sendiri tidak menolak kehadiran islam nusantara itu sendiri di Indonesia selama itu tidak melenceng dari ajaran Al-Qur’an dan Hadist-hadist yang diturunkan oleh Allah SWT. Menurut saya ide dari islam nusantara itu sendiri hadir demi memudahkan masyarakat dengan ajaran islam karena akan lebih mudah dipahami, seperti membaca niat puasa dengan menggunakan bahasa Indonesia hal tersebut cukup efektif bagi kalangan anak-anak SD yang baru ingin belajar berpuasa dan memudahkan mereka untuk mengingatnya. Islam di Indonesia memang sudah sangat tercampur dengan adat istiadat lokal di daerah masing-masing namun itu tidak akan menjadi masalah jika sesuatu tersbebut dilakukan sesuai dengan syariat islam dan tidak berubah menjadi sesuatu yang syirik dan menyimpang. Seperti acara tiga hari, tujuh hari dan ‘nyeratus’ hari yang dilakukan oleh orang-orang kutai setelah kematian salah satu anggota keluarga. Hal tersebut tidak pernah dilakukan di ajaran islam timur tengah namun dilakukan oleh orang-orang yang berada di Kalimantandan  menjadi budaya yang dilakukan terus menerus oleh orang-orang kutai untuk anggota yang sudah meninggal. Hal tersebut tidak ada salahnya dan tidak menyimpang menurut saya karena mengadakan acara 100 hari anggota keluarga yang meninggal hanya untuk membacakan orang yang meninggal tersebut doa-doa dari keliarga yang berkumpul dan mengundang orang-orang lain untuk ikut membacakan doa orang yang meninggal tersebut. Tidak ada salahnya dan hal tersebut sangat bermanfaat bagi keluarga tersebut untuk selalu berdoa kepada Allah SWT dan mengirimkan doa kepada keluarga yang telah meninggal dan mengumpulkan keluarga untuk mendoakan orang yang meninggal tersebut. Namun untuk masalah kain kafan untuk orang yang sudah meninggal digantikan dengan baik itu adalah sesuatu yang tidak masuk akal bagi saya, orang yang sudah meninggal sudah ada keteapan bagaimana cara dan proses penguburannya di dalam sunnah jadi untuk menggantikan kain kafan dengan batik memang merupakan sesuatu yang benar-benar tidak masuk akal dan akan sama saja seperti orang masyarakat non-muslim yang menguburkan orang yang sudah meninggal dengan pakaian kesuakaan mereka.  Lalu untuk permasalahn jilbab tidak wajib untuk dikenakan di Indonesia karena jilbab adalah budaya islam timur tengah. Saya sendiri belum berhijab atau berjilbab namun saya tidak setuju dengan pernyataan tersebut. Agak ironis karena menyinggung identitas islam yang telah dipaparkan kemarin jika tidak menggunakan jilbab atau hijab sama saja dengan menghilangkan identitas islamnya. Tetapi menurut saya jilbab itu memang wajib dikenakan oleh wanita muslimah namun karena di Indonesia tidak ada peraturan yang mewajibkannya sekali lagi karena Indonesia bukanlah negara yang menganut hukum islam yang memaksa dan mencakup semua. Di Indonesia wanita akan menggukana hijab atau jilbab ketika mereka sudah ‘siap’ dan menghendakinya dengan ikhlas demi Allah SWT. Kebanyakan wanita muslimah di Indonesia merasa belum siap dan tidak menghendakinya dan jika dipaksa maka mereka menggunakan jilbab tersebut dengan tidak ikhlas dan rasanya akan percuma, dan saya pun berfikiran seperti itu. Saya merasa belum siap dengan alasan masih ingin menggunakan pakaian yang berlengan pendek, kemudian masih inggin menggunakan gaun gaun selutut dan saya rasa jika menggunakan hijab itu akan menjadi tanggung jawab yang besar. Seperti harus menjaga perilaku dan perkataan dan saya rasa saya belum bisa memenuhi itu. Walaupun saya tidak berhijab namun saya mejalankan sholat 5 waktu dan berpuasa seperti apa yang diperintahkan oleh ajaran agama yang berasal dari Al-Qur’an, hadist-hadist dan sunnah. Karena itulah hal yang wajib dilakukan oleh seorang muslim dan saya menjalankannya dan tidak salah pula jika saya mengikuti zaman dan tidak terlalu mengikuti budaya islam timur tengah karena saya tetap menjalankan perintah-perintah Allah untuk sholat dan berpuasa seperti apa yang diperintahkan dan menjauhi larangan seperti sex bebas saya tentu saja tidak akan melakukannya kecuali memang sudah ada yang menghalalkan. Lalu di islam nusantara ada yang sholat dengan bahasa Indonesia, saya rasa tidak masalah jika ada orang yang melakukannya jika dia hanya memang bisa menggunkana bahasa Indonesia. Setidaknya dia melakukan sholat daripada tidak samasekali. Kemudia jika ada yang seorang muslim melakukan pekerjaannya atas nama pekerjaannya dan tidak mengkaitkannya dengan agama menurut saya itu suatu hal yang professional selama hal tersebut tidak mengharuskan orang muslim tersebut benar-benar menlanggar ketetapan ajaran agama islam.

Kemudian untuk hukum-hukum islam diterapkan di Indonesia saya tidak setuju karena hukum-hukum islam terlalu kaku dan merupakan hukum yang sudah tidak pantas diterapkan lagi sekarang karena sekarang sudah ada yang namanya HAM (hak asasi manusia). Walaupun memang hukum islam itu berniat baik dan tegas seperti misalnya mencuri tangannya dipotong, jika berzina akan dirajam. Hukuman-hukuman tersebut memang seharusnya dan yang pantas untuk dilakukan karena setimpal dan akan membuat yang lain takut untuk melakukannya. Namun di zaman sekarang hukum tersebut terlaku kaku dan melanggar hak asasi manusia dan ketinggalan zaman. Di zaman sekarang sudah ada system hukum dan system politik yang mengatur jalannya kehidupan yang ada. Kebanyakan mahasiswa dan mahasiswi yang telah kami survey berpikiran sama bahwa ketetapan hukum ajaran islam timur tengah terlalu keras untuk ditetapkan di Indonesia, Indonesia bukan negara islam dan semua orang memiliki hak untuk memeluk kepercayaan masing-masing dan semua orang dilindungi dengan hukum, dan hukum islam jika dipaksakan akan dipandang sebagai pelanggaran ham. Namun ada juga yang berpendapat bahwa hukum tersebut sebaiknya jika diterapkan di Indonesia karena merupakan ketetapan islam yang seharusnya dan membersikan dunia ini dari orang-orang zalim dan munafik yang sudah tersebar banyak dengan doktrin-dokrin pemikiran dari barat. Dengan menggunakan tokoh-tokoh seperti presiden, penyanyi dan selebriti-selebriti untuk menyebarkan pemikiran menyimpang dan melanggar agama atas nama hak asasi manusia. Dan itupula yang telah banyak merasuki pemikiran-pemikiran mahasiswa dan mahasiswi di fakultas hukum. Di Indonesia lebih tepatnya.

Akan sulit memang jika di zaman sekarang untuk membahas hak asasi manusia jika dikaitkan dengan agama. Karena dua hal tersebut akan selalu berdebat dan bertentangan disatu sisi aka nada benarnya dan begitu pula sisi sebaliknya. Walaupun hak asasi manusia tersebut memang diberikan tuhan untuk manusia namun diberi batasan-batasannya. Tetapi apa yang telah tersebar adalah hak asasi manusia yang disebarkan oleh pemikiran-pemikiran barat yang mengartikan sebagai hak manusia sebebas-bebasnya. Kita boleh berfikir untuk maju dengan mengikuti zaman selama itu tidak melenceng dari ketetapan agama islam.

Bagi saya mata kuliah ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan kita tentang apa yang terjadi selama perkembangan zaman yang sedang berlangsung ini. Saya menjadi tahu banyak tentang diri saya sendiri dan juga pemikiran-pemikiran teman saya dan juga mahasiswa-mahasiswa sekarang. Bisa lebih tahu tentang apa pandangan mereka tentang LGBT (lesbian-gay-bisexsual-tranasgender) tentang islam nusantara, bagaimana dengan pandangan mahasiswa tentang hedonism, sex bebas dan pula tentang kehalalan makanan, tentang bagaimana pandangan kami dan mahasiswa tentang perkawinan beda agama yang sangat menarik untuk dibicarakan dan dibahas di dalam kelas. Saya dapat cukup banyak pengetahuan baru dan saya rasa teman-teman saya pun begitu didalam mata kuliah ini. saya berterima kasih kepada teman-teman yang telah meluangkan waktu, tenanga dan fikiran untuk menjalankan survey ini dan berterima kasih sebanyak-banyaknya kepada Ibu Unis Sagena yang telah memberikan tugas yang benar-benar menarik dan bermanfaat bagi kami semua. Semoga apa yang telah kita dapatkan dalam survey di mata kuliah ini akan menjadi pengalaman berharga dan berguna nantinya.

Advertisements