Tags

,

Nama : Qintamani Istighfarin Qadr

NIM : 1402045018

Kelas : Hubungan Internasional – A

Pemikiran dan Politik Islam

Di dalam mata kuliah Pemikiran dan Politik Islam, kami sebagai mahasiswa dan mahasiswi penempuh mata kuliah tersebut mendapatkan tugas untuk mencari tahu tentang bagaimana perkembangan manusia termasuk juga Mahasiswa/Mahasiswi jaman sekarang tentang pemikiran mereka dalam sisi Agama. Begitu juga bagaimana pandangan mereka terhadap berita masa kini dengan pemikiran mereka. Dalam hal ini saya beserta kelompok saya mencoba meneliti dan mengelompokkan golongan tersebut melalui kasus “Apakah Hijab sebagai ikon Muslimah menjadi penghalang dalam mengekspresikan diri?”

Saya mengajukan tema ini karena sekitar kurang lebih beberapa bulan yang lalu saya membaca berita terkait salah satu komedian atau komikus asal Indonesia yang disapa Uus, ia memberikan pernyataan yang menggemparkan beberapa pihak, penyataan dari Uus adalah “Gue lebih baik punya istri yang doyan clubbing daripada punya istri yang berhijab tapi kerjannya nonton konser dan teriak-teriak sampe nangis” pernyataan uus tersebut menimbulkan banyak respon negatif maupun positifnya. Disini, kita bisa lihat bagaimana pandangan anak jaman sekarang terhadap Agama. Pernyataan Uus sendiri mendapat banyak teguran dari kalangan publik figur yang lainnya. Karena bagi smereka, seorang Publik Figur seharusnya tidak membuat pernyataan seperti itu, terlebih lagi ia menyatakannya secara terbuka di depan publik, setiap orang memilik perasaan masing-masing dan juga memiliki ketertarikan yang berbeda-beda, seharusnya sebagai Publik Figur, uus dapat mengerti akan hal itu. Bahkan karena pernyataannya tersebut direspon oleh banyak kalangan fans-fans boyband/penyanyi luar sampai-sampai fans internasional pun mengetahui pernyataan ini dan Uus masuk kedalam trending topic di Twitter. Berita ini pun sampai kepada website, allkpop atau bisa disebut sepeti website internasional bagi penggemar korean-pop. Netizen-netizen luar banyak yang beranggapan negatif dan bahkan mereka membawa-bawa nama Indonesia itu sendiri bukan lagi dari uusnya. Dan ini merupakan salah satu alasan megapa saya mengambil kasus ini. Disisi lain saya juga penasaran dengan pikiran masyarakat atau mahasiswa dan mahasiswi di sekitar terkait pernyataan uus itu sendiri.

Dan terkait masalah pernyataan uus tersebut, memang setiap manusia memiliki hak dalam mengemukakakn pendapatnya masing-masing. Namun, kita juga harus tahu tempat dan cara menyampaikannya dengan benar. Jangan sampai ada pihak yang merasa dirugikan dan jangan sampai ada pihak yang merasa tercemar namanya, tidak semua orang akan menerima pendapat kita dan tidak semua orang juga setuju dengan pendapat kita. Jaman sekarang adalah jaman dimana banyak individu-individu yang mengemukakakn pendapat seenaknya dan mengatasnamakan Hak Asasi Manusia (HAM), padahal di dalamnya mengandung unsur yang tidak bagus.

Dari hasil yang sudah kami dapatkan sangat beragam, ada yang menyatakan bahwa pernyataan uus tersebut ada benarnya dan juga ada yang menyatakan bahwa ia menolak berat pernyataan tersebut. Ada juga yang tidak perduli. Dari hasil tersebut dapat kami simpulkan bahwa 19 orang dari 50 orang yang kami wawancarai di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman bahwa mereka memiliki pemikiran Moderenis. Mereka beranggapan seseorang yang menonton konser dan berhijab tidak ada yang salah karena pada saat menonton konser kita tau jelas yang dilakukan hanya untuk menonton idola mereka dibandingkan dengan orang yang pergi clubbing dimana kita tahu jelas tempat seperti itu tempat tertutup yang hal-hal menyimpang banyak terjadi. Hijab dengan akhlak seseorang tidak dapat disatukan dalam penilaian dan hak seseorang untuk pergi ke konser selagi tempat tersebut masih jelas yang dilakukan. Seseorang yang berjilbab belum tentu alim dan seseorang yang berpakaian mini belum tentu pendosa.

Namun sekarang saya akan memberikan opini pribadi saya sendiri mengenai ini. Hijab merupakan suatu kewajiban bagi umat muslim, bagi perempuan muslim untuk menutup aurat. Kita semua tahu bahwa tidak ada yang sempurna di dunia ini, hanya Allah Yang Maha Esa lah zat yang Maha Sempurna. Apakah hijab menjadi penghalang seorang Muslimah dalam mengekspresikan diri? Menurut saya sendiri tidak. Karena kita tahu bahwa Islam merupakan agama sempurna yang mengatur semua tentang kehidupan umatnya, Hijab digunakan untuk menutupi Aurat, dengan beribu banyak alasan yang baik di balik ini semua, salah satunya adalah agar tidak menimbulkan hawa nafsu dari lawan jenis, dan juga banyak alasan yang lainnya. Disini saya mengambil salah satu contoh dari kasus Uus tersebut yaitu pilihan antara perempuan yang pergi ke Clubbing dengan pakaian terbuka atau perempuan yang menggunakan hijab namun menonton konser dan berteriak histeris kepada idolanya.

Sebelumnya, saya ingin menjelaskan bahwa Menonton Konser merupakan salah satu cara mengekspresikan diri dalam menggemari seseorang dan juga menunjukan rasa mendukung karir artis/idol tersebut. siapa yang tidak mau menonton dan menyaksikan seorang yang kita gemari bernyanyi di atas panggung? Terlebih lagi kita dapat bertemu dan berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki kegemaran yang sama. Poin plus adalah semisalnya kita menonton konser artis dari luar negeri, kita dapat secara tidak langsung menunjukan bahwa negara kita terbuka dan mendukung akan budaya luar yang masuk kedalam negeri kita. Memang benar, bahwa menonton Konser sama saja kita mengagung-agungkan ciptaan-Nya daripada Allah SWT itu sendiri. Seperti halnya, konser boygroup, kita berteriak dan menyerukan namanya bahkan ada yang sampai menangis, jujur saja penulis sendiri pernah menjadi salah satu bagian, menonton konser boyband asal Korea Selatan. Memang benar, itu menyalahi aturan seorang umat beragama apalagi agama Islam, didalam Islam kita tidak boleh menatap lawan jenis apalagi memberikan rasa ketertarikan yang berlebihan atau bahkan sampai menangis dan menjerit. Itu memang bukan hal yang baik, apalagi kita menggunakan Hijab yang notabenenya merupakan sebuah ikon atau lambang yang menunjukan bahwa kita adalah seorang muslimah.

Namun disisi lain, pergi ke clubbing dan menggunakan pakaian terbuka. Jelas saja disini menunjukan sisi yang nyata, Apa perbedaannya ? tentu saja banyak, pertama clubbing adalah tempat yang tertutup, disini maksudnya adalah apapun yang dilakukan oleh siapapun di dalamnya kita tidak akan tahu, dan juga didalam sana banyak lawan jenis yang tidak terkontrol, Kedua, jika memakai pakaian terbuka bukankah itu semakin menggoda lawan jenis ? Ketiga, yaitu di dalam Club menjual makanan dan minuman yang masih kita tidak ketahui itu Hallal atau tidak, dan kebanyakan dilarang, dan masih banyak lagi alasan yang lainnya namun ketiga hal itu merupakan alasan pokok. Jika dibandingkan dengan menonton konser, tentu saja jauh perbedaannya. Berdasarkan pengalaman pribadi penulis, penulis sendiri merasakannya jika didalam konser kita bertemu banyak teman yang sesama jenis, dan yang memiliki kegemaran yang sama,  berbagi cerita, pengalaman, bahkan berbagi ilmu. Hanya sedikit kebetulan jika bertemu dengan lawan jenis, Konser merupakan tempat terbuka sehingga kita tahu dan setiap orangpun tahu apa yang kita lakukan di tempat Konser tersebut. Memang benar jika kita perempuan yang berhijab seharusnya kita dapat menjaga pandangan dan juga perbuatan, namun disini poin positifnya adalah perempuan yang berhijab masih melakukan kewajibannya sebagai muslimah, yaitu menutup aurat. Meskipun masih belum bisa menjaga kewajiban yang lainnya, namun namanya juga proses pasti akan berjalan dengan sendirinya. Tidak bisa langsung instant begitu saja.

Disisi lain, perempuan yang masuk kedalam Club juga tidak bisa kita langsung ngejudge mereka sembarangan, karena kita tidak tahu alasan dibalik ia melakukan ini. Dan juga terkadang ada beberapa perempuan yang melakukannya karena terpaksa, pekerjaan misalnya dan penulis juga yakin beberapa perempuan dewasa yang masuk ketempat itu mengerti apa yang harus dilakukan, ia dapat dan bisa membentengi diri sendiri. Walau beberapa dari mereka ada yang berhasil masuk kedalam perangkap Setan yang terbelenggu.

Sebagai umat manusia, kita sudah diberikan pedoman yang sempurna, yaitu Al-Quran yang ajarannya tidak akan pernah dimakan oleh jaman. Namun karena era Globalisasi sekarang ini,  nilai-nilai yang ada di mahasiswa atau masyarakat pada jaman sekarang kini telah lebih banyak dicampuri oleh pemikiran barat. Batasan-batasan yang ada pada ajaran Islam khususnya kini berlahan mulai memudar. Dan smeoga tetap tidak melanggar jauh dari norma Agama yang berlaku dan sadar akan perbuatan mana yang baik mana yang buruk.

Hijab bukan merupakan sebuah tolak ukur untuk menilai keimanan seseorang begitu saja, bukan berarti yang memakai hijab adalah orang yang beriman dan belum tentu juga orang yang tidak memakai hijab adalah orang yang tidak beriman. Setiap mahluk memiliki kekurang dan juga kelebihan masing-masing. Kembali lagi, bahwa kita bukanlah mahluk yang Sempurna pasti ada kekurangan dan tidak luput dari dosa, yang dapat kita lakukan hanyalah terus melakukan kewajibannya dan menghindari larangannya.  Setan ada dimana-mana selalu setia untuk membisikkan mantra-mantra dan menggod akita, nemun semuany akembali lagi kepada diri masing-masing. Bagaiman akita dapat membentengi hal tersebut, mau kita menonton Konser atau masuk Ke clubbing pada dasarnya dan ujung-ujungnya semuanya tergantung diri masing-masing setiap individu.  Dan semoga saja kita semua merupakan orang-orang yang dapat menjaga ajaran Islam, meskipun tetap mengikuti era modern sekarang, namun semoga saja kita dapat belajar bagaimana tetap dalam jalur dan ajaran Islam yang baik.

Advertisements