Tags

,

NAMA : MITA AZRINA

NIM : 1402045006

HI-A

PEMIKIRAN POLITIK ISLAM

Dalam tugas ini kami melakukan wawancara pada tanggal 2 Maret 2016 di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman dengan mengambil sampel dari 50 orang dan mengelompokkan pemikiran-pemikiran mahasiswa tersebut melalui kasus “Apakah Hijab sebagai ikon Muslimah menjadi penghalang dalam mengekspresikan diri?”. Kami mengambil Tema ini karena dalam beberapa bulan yang lalu sedang ramai dibincangkan mengenai salah satu Komedian Indonesia yang berpendapat bahwa ia, lebih memilih wanita yang memakai pakaian minim dan pergi clubbing daripada wanita yang memakai hijab namun pergi menonton konser dan berteriak, menangis, berjingkrak  kepada idola mereka.

Salah satu mahasiswa yang bernama Ratih jurusan perikanan mengatakan bahwa seseorang yang menonton konser dan berhijab tidak ada yang salah karena pada saat menonton konser kita mengetahui dengan jelas yang dilakukan hanya untuk menonton idola mereka dibandingkan dengan orang yang pergi clubbing dimana kita tahu jelas bahwa tempat seperti itu banyak terjadi hal yang menyimpang disana. Hijab dengan akhlak seseorang tidak dapat disatukan dalam penilaian dan hak seseorang untuk pergi ke konser selagi tempat tersebut masih jelas yang dilakukan. Seseorang yang berjilbab belum tentu suci dan seseorang yang berpakaian minim belum tentu pendosa. Selain itu, mahasiswa yang kami wawancarai bernama Ira mengatakan  bahwa apa yang kita kenakan adalah proyeksi beberapa bagian dari personality kita, tetapi hal itu tidak membatasi apa yang dapat kita lakukan/ tidak dapat kita lakukan/ apa yang harus kita lakukan / tidak harus kita lakukan. Kenyataan kita hidup didalam nilai dan norma-norma yang harus kita taati. Namun, jika mengenakan hijab kenapa tidak bisa menunjukkan rasa senangnya. Jadi, jangan mempermasalahkan apa yang dikenakan.

Dari wawancara tersebut saya mengkategorikan mereka dalam pemikiran modernis dan saya setuju dengan pendapat mereka. Bahwa nilai-nilai yang ada di mahasiswa pada jaman sekarang kini telah lebih banyak dicampuri oleh pemikiran barat tetapi tetap tidak melanggar jauh dari norma Agama yang berlaku dan sadar akan perbuatan mana yang baik mana yang buruk. Ketika kita memutuskan untuk berhijab, tidak mungkin kita langsung berubah tetapi perlahan-lahan pasti akan berubah. Yang terpenting kita telah menutup aurat terlebih dahulu. Masalah akhlak dengan hijab tidak ada hubungannya. Memang benar bahwa hijab menunjukkan identitas kita sebagai muslim dan seharusnya dengan hijab tersebut kita bertindak sebagaimana muslim semestinya. Namun, jangan salahkan hijabnya tetapi akhlaknya yang saya yakin lama kelamaan akan berubah sesuai dengan ajaran islam semestinya. Semua itu proses pembelajaran, tidak semua orang berhijab itu berakhlak mulia dan tidak semua orang yang tidak mengenakan hijab adalah buruk karena itu semua tergantung dari diri pribadi kita masing-masing bagaimana menyikapi hal tersebut dan setiap orang mempunyai pandangan yang berbeda.

Maraknya konser music dan festival lagu di Indonesia  serta nyanyian yang semakin di gandrungi oleh para remaja dan termasuk saya perempuan berhijab yang menyukai music dan mengidolakan artis barat. Jika ada perempuan berhijab menonton konser kemudian berteriak-teriak di depan idola mereka. Menurut saya itu tidak masalah karena mengidolakan seseorang itu wajar. Apalagi masih dalam masa remaja yang dimana kita masih mencari role model untuk menjadi panutan tetapi jangan sampai kita terjebak dalam kekaguman pada idola yang membuat kita mendekati keburukan hingga lalai dari Allah SWT. Meskipun saya mengetahui bahwa dalam islam music yang tidak bermanfaat itu tidak diperbolehkan yang mana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, “Kelak akan ada dari umatku beberapa kaum yang menghalalkan zina, sutera, minum-an keras dan musik.” Dengan kata lain, akan datang suatu masa, ketika beberapa golongan dari umat Islam mempercayai bahwa zina, memakai sutera asli, minum-minuman keras, dan musik hukumnya halal, padahal semua itu adalah haram. Adapun yang dimaksud dengan musik di sini adalah segala sesuatu yang menghasilkan bunyi dan suara yang indah serta menyenangkan seperti alat music modern.

Menurut saya yang terpenting ketika kita memutuskan berhijab maka kita telah menunaikan kewajiban sebagai seorang wanita yaitu menutup diri. Namun, terkadang hijab atau jilbab menjadi tolak ukur perilaku seorang wanita. Seperti yang komedian Uus katakan bahwa dia lebih memilih perempuan yang pergi clubbing dan berpakaian terbuka daripada perempuan berhijab menonton konser kemudian berteriak, menangis, berjingkrak  kepada idola mereka. Seharusnya hijab menjadi batasan karena hijab merupakan identitas muslimah yang harus dijaga baik hati maupun sikap. Memang benar apa yang dikatakan komedian tersebut bahwa hijab adalah batasan tetapi bukan berarti wanita berhijab yang menonton konser kelakuannya tidak baik.  

Sesuai dengan tema yang kami ambil “Apakah Hijab sebagai ikon Muslimah menjadi penghalang dalam mengekspresikan diri?”. Menurut saya hijab bukan lagi penghalang bagi muslimah untuk bisa berkarya dan menjadi inspirasi. Dalam konteks sekarang, hijab tidak lagi hanya menjadi simbol ketaatan wanita pada ajaran agama mereka tetapi hijab juga menjadi simbol identitas, status dan menjadi sebuah budaya yang identik dengan modernitas. Ada pergeseran nilai dari jilbab itu sendiri. Jilbab atau hijab menjadi suatu gaya hidup yang berkembang pesat dan orang yang mengenakan hijab dapat mengekspresikan diri. Ada banyak cara bagi wanita berhijab mengekspresikan dirinya misalnya menjadi designer dalam bidang fashion tetapi tetap menjadi muslimah yang seharusnya, bersyi’ar sesuai tuntunan agama Islam, dan tetap berkreasi. Sekarang banyak profesi yang dapat dilakukan oleh wanita berhijab meskipun masih ada yang beranggapan bahwa hijab semestinya menjadi batasan dalam berprilaku. Namun, kini kita tinggal di era modern yang mana kita sebagai wanita tidak ingin berada di posisi termarjinalkan seperti dulu.

Kesimpulannya saya memposisikan diri saya dalam kelompok modernis. Bahwa hijab tidak lagi menjadi penghalang bagi wanita untuk berani berekspresi dan berkreativitas. Namun berekspresi dan berkreativitas bertujuan untuk menambah keimanan kita bukannya semakin menjauhkan diri kita dari Allah SWT. Karena Islam datang untuk menempatkan kedudukan wanita pada posisi yang layak, memberikan hak-haknya dengan sempurna tanpa dikurangi sedikitpun dan Islam memuliakan kedudukan kaum wanita. Bagaimanapun orang memandang hijab, saya percaya bahwa setiap orang memiliki cara pandangnya masing-masing dan itu hak mereka. Saya justru belajar banyak setelah menggunakan hijab dan untuk mengenakan hijab kita tidak perlu menunggu menjadi muslim yang sempurna karena ketika kita mengenakan hijab dengan berjalannya waktu akan semakin mengerti batasan-batasan sebagai wanita muslim dan terus belajar serta berusaha untuk menjadi lebih baik lagi.

Advertisements