Tags

,

Nama : Jumriana

Nim : 1402045025

Kelas : HI- A

Pertumbuhan pemikiran politik Islam, dalam periode awal banyak dipengaruhi oleh pergulatan kepentingan keagamaan. Semenjak  pemerintahan Abu Bakar dimana ditandai dengan perseteruan yang keras antara kaum Muhajirin yang beretnis Quraisy sebagai pemebela Islam pertama. Selanjutnya, pergulatan pemikiran politik Islam cukup menonjol pada masa pemerintahan Umar Bin Khattab yang dikenala dengan demokratisnya. Namun banyak kebijakan-kebijakannya sangat berbeda dengan kebijakan Nabi. Demikian juga dalam masa pemerintahan Khalifah Utsman, pemikiran politik tentang koalisi, aliansi tampaknya sangat menonjol. Dimana kemudian ditandai dengan kondisi nepotisme dalam pemerintahan Utsman.

Dalam masa inilah kemudian, perbedaan kepentingan aqidah dipolitisir lebih jauh menjadi sebuah kepentingan politik. Dinamika politik inilah yang kemudian melahirkan mazhab poltik Islam klasik  menjadi tiga mazhab, diantaranya; yakni Sunni, Syi’ah dan Khawarij.

Pemikiran Islam Klasik menduduki posisi sentral dari keberlangsungan Islam sebagai ajaran yang total dan fundamental. Pemikiran politik Islam klasik terdapat pengaruh yang signifikan dari pemeikiran-pemikiran Yunani; sebagian besar  memeberikan legitimasi terhadap status quo, baik dalam formasi teoritik yang memberikan dukungan sampai hanya memberikan saran; pemeikiran ini cenderung menampilkan bentuk- bentuk idealis daripada yang lebih operasional.

Dalam tipologi Islam, pemikiran politik Islam terbagi atas beberapa golongan:

– Islam tradisonalis adalah golongan  muslim Nahdathul Ulama, kaum Muslim tradisionalis dipersepsikan sebagai golongan yang berpikiran sempit dan kolot karena mereka hanya ingin mempertahankan tradisi atau khazanah pemikiran Islam dari Abad Pertengahan yang sudah usang dan tidak cocok lagi dengan zaman sekarang. Kaum tradisionalis juga dipandang secara negatif karena mereka dianggap telah mencampur begitu saja antara Islam dengan sisa-sisa budaya lama yang amat kental dipengaruhi oleh agama Hindu-Buddha atau bahkan masih berbau animisme.

–  Revivalisme ( abad ke 18 M) revivalisme muncul dari kesadaran internal umat Islam akan kemerosotan  agama dalam kehidupan umat Islam. Oleh karena itu, dalam perkembangannya revivalis berorientasi pasa gerakan pemurnian Islam bid’ah, khurafat, tahayyul, dan seruan kembali pada Al-qur’an dan Hadist. Namun, aliran ini menyerukan ijtihad, kecenderungan” anti- intelektualisme “ juga  terus dikembangkan, sedangkan Al-Qur’an dan Hadist sendiri tidak dikaji aspek metodologisnya.

–  Neorevivalis muncul pada paruh pertama abad ke-20 yang memfokuskan diri pada:

melawan westernisasi umat Islam;

  1. b)  membela keserbacukupan;
  2. c)  Islam sebagai pandangan hidup;
  3. d) menolak segala bentuk reinterpretasi Al-Qur’an dan Al-Sunnah. Gerakan ini muncul di Mesir dan anak india.

Fungsi ijtihad menurut neorevivalis adalah untuk menghasilkan solusi bagi masalah-masalah yang tidak terjawab secara ekspilit oleh Al-qur’an dan al-sunnah.  Namun usahanya karena untuk membedakan diri dari barat. Maka neorevivalis merupakan reaksi terhadap modernisme klasik.

–  Islam Modernisme klasik adalah Muhammadiyah dan Persatuan Islam,  golongan kaum modernis biasanya dipersepsikan sebagai golongan yang ingin memperbaharui Islam dari kejumudan dan mengajak mereka untuk melepaskan diri dari belenggu taklid. Itulah sebabnya mereka menekannkan pentingnya ijtihad atau pemikiran mandiri tanpa terikat kepada Mazhab apapun. Mereka juga mengajak kaum muslim untuk “ kembali kepada Al-qur’an dan hadist ” sebagai dua sumber utama otentik Islam, alih-alih bertaklid kepada ulama atau imam. Modernisme klasik memberikan pengaruh pada gerakan ketiga, seperti dalam mendukung gagasan demokrasi dan percaya serta mempraktekkan bentuk pendidikan Islam yang relatif telah dimodernisir. Basis pemikiran modernisme klasik bahwa Islam itu mencakup segala aspek kehidupan manusia, baik individual maupun kolektif.

Berdasarkan penelitian kami, dengan mengangkat tema dasar tentang bagaimana pemahaman Mahasiswa Farmasi Unmul tentang Islam itu sendiri dan juga mengenai subtema tentang LGBT yang marak terjadi sekarang ini.

Advertisements