Tags

,

Nama               : Yunda Hestya Saputri

NIM                : 1402045003

Prodi               : Hubungan Internasional (A)

JEPANG DIMATAKU

“SAKURA”

Sakura merupakan bunga nasional Jepang yang mekar pada musim semi, yaitu sekitar awal April hingga akhir April.

Sakura dapat terlihat di mana-mana di Jepang, diperlihatkan dalam beraneka ragam barang-barang konsumen, termasuk kimono, alat-alat tulis, dan peralatan dapur. Bagi orang Jepang, sakura merupakan simbol penting, yang kerap kali diasosiasikan dengan perempuan, kehidupan, kematian, serta juga merupakan simbol untuk mengeksperesikan ikatan antarmanusia, keberanian, kesedihan, dan kegembiraan. Sakura juga menjadi metafora untuk ciri-ciri kehidupan yang tidak kekal.

Sakura memiliki beberapa makna khusus dan filosofi mendalam bagi masyarakat Jepang. Pertama, bunga kehidupan ini berarti kesejukan, kebahagiaan, keheningan, dan ketenangan. Kesejukan karena rimbunnya kumpulan bunga mampu memberikan kelembutan angin yang berhembus. Kebahagiaan dan keheningan karena bunga sakura seolah datang membawa sekeranjang kebahagiaan yang tak akan bisa diberikan oleh bunga lain yang berasal dari manapun.

Kedua, bunga kehidupan ini bermakna perpisahan ketika mulai berguguran diterpa angin. Tiada yang abadi. Saat ada pertemuan pasti ada perpisahan. Pertemuan yang membawa kebahagiaan dan perpisahan yang akan membawa kesedihan. Tetapi perpisahan itu hanya sementara, ketika musim berganti, pertemuan akan kembali terjadi. Pada saat itu, ada waktu singkat memadu kasih dan menikmati dunia bersama.

Ketiga, kecantikan bunga sakura melambangkan kegembiraan dan kesedihan. Kegembiraan karena kecantikannya membuat hati senang. Tidak ada orang yang tidak senang melihat hamparan keindahan yang tersuguh dengan luasnya. Senyum akan mengembang dan virus gembira menyebar dengan cepat. Tapi keindahan itu memang ada tenggat waktunya. Seperti juga keindahan fisik manusia, pada suatu hari keindahan fisik itu akan sirna. Hanya keindahan jiwalah yang akan menghadirkan keindahan sesungguhnya.

Jadi, kesedihan itu tidak harus diratapi. Kesedihan itu adalah sebagian kecil dari seni menata hidup. Kesedihan akan menjadi tonggak kebahagiaan ketika dilihat dari betapa kesedihan sebagai ujian dan ujian pasti ada akhirnya. Bunga ini begitu tepat untuk melukiskan kebahagiaan dan kesedihan pada waktu yang sama karena memang begitulah hidup. Satu hari bahagia, satu hari bersedih, lalu berbahagia lagi, dan seterusnya.

Bunga sakura mengingatkan manusia agar selalu bersyukur sebagai penghargaan atas kehidupan dan kesedihan. Bunga kehidupan ini sebagai pengingat bahwa segala hal memiliki kebalikan, ada senang dan sedih, ada hidup dan mati. Bunga kehidupan itu memberikan keindahan bagi jiwa-jiwa pengelana. Jiwa-jiwa yang terus mencari makna kehidupan yang sesungguhnya. Padahal makna kehidupan itu tidaklah jauh, ia ada di dalam jiwa. Galilah jiwa, di situlah akan ditemukan apa yang dimaksud dengan hidup.

Bunga sakura dianggap membawa keberuntungan serta rezeki. Bunga kehidupan ini melambangkan sebuah kehidupan baru yang penuh harapan dan masa depan cerah. Itulah keistimewaan bunga sakura yang menjadikannya bunga kehidupan dengan keindahan tiada tara.

Di saat mekarnya bunga sakura, warga Jepang akan mengadakan Hanami.
Kegiatan hanami atau menikmati keindahan bunga sakura sambil berpesta di bawah rimbunan bunga sakura, semacam kegiatan wajib warga Jepang.
Budaya hanami telah dimulai ribuan tahun yang lalu, menjadi tradisi yang tak terpisahkan.
Karena mekarnya sakura menandai awal tahun ajaran baru bagi pelajar dan tahun fiskal bagi pengusaha. Ia menjadi semacam pesta selamat datang bagi warga baru dalam suatu komunitas.

Bagi pecinta keindahan Bunga Sakura (prunus serrulata), tidak perlu jauh-jauh terbang ke Jepang. Di dalam negeri pun ada. Jadi, kita bisa menikmati `hanami`(tradisi melihat bunga) tanpa harus pergi ke Jepang.

Keindahan sakura membuat sejumlah warga Indonesia yang pernah tinggal di Jepang, sengaja membawa bibit sakura untuk ditanam di Indonesia, seperti di Bali dan di Kebun Raya Cibodas. Namun, kenyataannya, sakura dapat dengan mudah ditemui karena tumbuh dimana saja.

Pohon Sakura tumbuh liar di Waingapu, Pulau Sumba, NTT

Bunga Sakura di Pulau Sumba tumbuh secara liar di pinggir jalan-jalan di luar kota.

Salah satu pohon Sakura ada di Waingapu, Pulau Sumba, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur, disana bisa ditemukan keindahan mekarnya bunga Sakura. Uniknya, Bunga Sakura di Pulau Sumba tumbuh secara liar di pinggir jalan-jalan di luar kota.

Meskipun berada di daerah kering, pohon sakura ini tetap menebarkan aroma wangi seperti sakura yang ada di Jepang yang tumbuh di kawasan dingin.

Sakura di Sumba berbunga pada bulan Oktober, dan akan bertahan hingga bulan November, kemudian gugur.

Ketika pohon bunga sakura gugur, warga yang tengah membangun rumah, memanfaatkan batang pohon sakura untuk dijadikan tiang.

Warga juga senang memetik bunga sakura untuk dibawa ke rumah karena menebar harum. Warga senang mengambil bibit bunga sakura untuk dikembangbiakkan di lahan mereka.

yunda 2.jpg

Bunga Sakura di Pulau Batam

Pohon Sakura di komplek industri Batamindo, Muka Kuning, Batam (tribunnews)

Di Pulau Batam, pohon Sakura asal Jepang ditanam di komplek industri Batamindo, Muka Kuning, Batam, Kepulauan Riau (Kepri). Pohon Sakura di Pulau Batam ini ditanam disepanjang jalan, dan akan mulai bersemi, merekah lalu gugur setiap bulan Maret hingga Mei.

Di Batam pohon Sakura lebih dikenal dengan nama pohon Tabebuya.Padahal pohon Tabebuya yang berasal dari Brazil, hanya memiliki warna dominan kuning dan hanya sedikit yang bermerah muda, apalagi bervariasi.

Jika Bunga Sakura mulai berbunga, warga Batam pun tidak ketinggalan menikmati keindahan bunga yang sangat popular ini. Mereka mengabadikan bunga tersebut dengan memotret dan merekamnya.

yunda 2

Taman Sakura Cibodas, Jawa Barat

Pohon Sakura,di Taman Sakura Cibodas, Jawa Barat.

Di Kebun Raya Cibodas, kita bisa melihat pohon Sakura yang sudah ditanam sejak tahun 1953 yang akan berbunga pada sekitar bulan Januari-Februari atau Februari-Maret. Di Kebun Raya Cibodas telah ditanam ratusan pohon Sakura dengan 7 jenis tanaman Sakura yaitu, Prunus cerasoides, Prunus yedoensis, Prunus yamasakura, Prunus lannesiana, Prunus sp., Prunus arborea, dan Prunus costata.

Konsep kawasan Taman Sakura di lahan seluas sekitar 2 hektare itu, merupakan kombinasi budaya Jepang dengan arsitektur Sunda (Jawa Barat).Kombinasi ini terlihat dengan dibangunnya gazebo. Tanpa menghilangkan ciri khas bangunan Jepang, lantai bagian bawah gazebo tersebut dibangun dengan pola hexagonal (delapan sudut) sebagai ciri khas bangunan Jepang. Sementara atap bangunan atasnya dikonsep ala rumah khas Jawa Barat.

 

Advertisements