Tags

, ,

Nama                     :     Nor Sa’adah

Nim                       :     1402045070

Program Studi       :     Ilmu Hubungan Internasional (Class A)

Mata Kuliah          :     Pemikiran Politik Jepang

Tanggal                 :     Rabu, 13 April 2016

JEPANG DIMATAKU LAYAKNYA BUNGA SAKURA DENGAN SEJUTA MAKNA

            Di belahan bumi yang luas ini, terdapat ratusan negara yang tumbuh dan berkembang dengan ciri dan khas negaranya masing-masing. Ada negara yang terkenal dengan menara dan gedung-gedungnya yang menjulang tinggi bak pencakar langit, dan adapula negara yang terkenal karena sistem politik dan pemerintahan nya yang berbeda, bahkan adapula negara yang terkenal karena kecanggihan teknologi yang dimiliki serta keindahan-keindahan alam negara nya.

            Seperti halnya Negara Jepang. Jepang tidak hanya sebuah negara besar dengan segala bentuk kecanggihan teknologi dan informasi nya. Jepang juga bukan hanya sebuah negara yang hadir dengan segala keunikan kebudayaannya yang sangat khas akan ke-tradisoanalan dan budaya sopan santun nya saja. Lebih dari itu, Jepang adalah sebuah negara yang miliki sejuta makna layaknya bunga sakura yang mekar di musim semi.

ica 1  ica 2

            Mengapa Jepang diibaratkan seperti layaknya bunga sakura yang sedang mekar di musim semi? Selain karena bunga sakura itu sendiri merupakan bunga yang menjadi ciri khas negara Jepang, sakura juga merupakan ikon atau simbol dari Jepang itu sendiri. Setiap orang yang mendengar tentang Jepang, pasti akan langsung membayangkan akan keindahan bunga sakura. Terlepas dari itu semua, bunga sakura adalah sebuah simbol yang menggambarkan karakter masyarakat Jepang yang khas seperti simbol akan keberanian, ketangguhan, kesederhanaan, keindahan, kekuatan, dan kegembiraan  serta merupakan perlambangan akan kehidupan manusia yang tidak kekal.

             Bunga sakura adalah gambaran Jepang yang sesungguhnya. Nampaknya pernyataan ini sangat pas melekat pada Negara Jepang. Dimana setiap kelopak dari bunga sakura, seakan-akan mewakili dari masing-masing karakter yang dimiliki oleh Negara Jepang.

          ica 3 ica 4

Simbol yang pertama adalah keberanian, berdasarkan sejarah, Negara Jepang dulunya dipenuhi oleh kesatria-kesatria pemberani (Bushido) yang rela berkorban demi menjaga kedaulatan kerajaan dan keselamatan kaisarnya. Para Bushido-Bushido berani dan tangguh ini adalah prajurit-prajurit gagah berani yang berjuang demi keutuhan kerajaan Jepang pada saat itu. Simbol yang kedua adalah ketangguhan, lagi-lagi menoleh pada sejarah bahwa Jepang adalah negara yang sangat berani dan juga tangguh dalam menjaga dan membangun negaranya, terbukti pada peristiwa pengeboman yang dilakukan oleh sekutu di Hirosima dan Nagasaki yang pada saat itu merupakan kawasan pusat negara, Jepang dengan cepatnya bangkit dari keterpurukkan nya dan terlahir kembali menjadi salah satu negara superpower, ini merupakan salah satu bukti ketangguhan yang dilihatkan oleh Jepang. Simbol yang ketiga adalah kesederhanaan, karakter sederhana ini telah melekat kuat pada masyarakat Jepang yang terlihat dalam kesaharian mereka yang masih menjunjung ke-tradisionalan, ke-khasan dan kesederhanaan dalam kehidupannya. Simbol yang keempat adalah keindahan yang telah tercipta dan terus terjaga keindahannya hingga sekarang. Simbol kelima adalah kekuatan, dimana kekuatan dalam hal ini tidak hanya ada dalam diri setiap masyaraktnya tetapi dalam negara nya yang memiliki power untuk selalu berinovasi dalam mencipatkan teknologi-teknologi terbaru yang tidak terpikirkan oleh dunia. Simbol yang keenam adalah kegembiraan, kenapa kegembiraan? Karena orang-orang Jepang membudayakan untuk “HappyLife” agar mereka tidak mudah stress dan selalu sehat, hal itu terbukti dengan angka harapan hidup yang panjang di Jepang karena mereka selalu gembira dan berusaha untuk tidak stress. Lalu simbol yang terakhir adalah perlambangan akan kehidupan manusia yang tidak kekal, layaknya bunga sakura yang hanya akan mekar di musim semi dan setelah dua minggu kemudian mati, begitu pula lah orang-orang Jepang memaknai kehidupan mereka yang tidak selamanya kekal hidup di dunia tetapi memiliki batas akhir pada waktunya. Hal ini jugalah yang membuat orang-orang Jepang sangat menghargai waktu karena waktu bagi mereka adalah suatu hal yang tidak dapat ditarik kembali ataupun dapat diganti.

              Melihat gambaran bahwa betapa sangat luar biasanya bunga sakura ini dengan segala filosofinya, tidak salah jika bunga sakura menjadi salah satu ikon nasional dari Negeri matahari terbit ini. Lalu, kita mungkin bertanya-tanya, kenapa harus Sakura? Kenapa bukan bunga lain yang menjadi ikon nasional dari negara Jepang? Selain karena bunga sakura hanya tumbuh di Jepang saja, Sakura juga memiliki kekuatan untuk meningkatkan emosi jiwa dan sebagai penyemangat, selain itu juga sakura dengan keindahan, kelembutan dan segala bentuk filosofi yang dibawanya, seolah-olah telah melekat dalam setiap diri orang-orang Jepang.

            Fakta lain bahwa bunga sakura telah melekat dalam diri orang-orang Jepang dan selalu di bawa dalam kesehariannya adalah terlihat pada motif bunga sakura yang selalu ada pada pakaian tradisional orang-orang Jepang yaitu Kimono. Motif bunga sakura pada pakaian tradisional orang-orang jepang atau kimono ini telah menjadi ciri khas yang sangat menarik untuk dibahas. Kenapa? Karena motif bunga sakura pada pakaian tradisonal Jepang ini dapat membawa energi kelembutan dan keindahan bagi setiap wanita Jepang yang mengenakan pakaian ini, dan juga sebagai daya tarik yang sekaligus menjadi identitas tersendiri bagi setiap pemakainya. Dan menurut saya, bahwa motif sakura di setiap pakaian tradisional atau kimono yang dikenakan oleh wanita-wanita Jepang ini tidak hanya dapat dilihat dari segi estetika nya saja. Tetapi juga pada nilai historis dari sakura itu sendiri yang merupakan suatu bentuk ciri atau identitas bahwa inilah Jepang, inilah yang membedakan nya dengan yang lain dengan kimono nya dan dengan sentuhan motif sakura didalamnya.

            Terlepas dari itu semua, yang ingin disampaikan dalam tulisan ini adalah bagaimana tentang filosofi dari bunga sakura yang dapat menjadi sebuah refleksi dari Jepang itu sendiri. Bunga sakura yang tumbuh hanya setahun sekali dan hanya dalam kurun waktu beberapa minggu saja ini dapat menjadi simbol yang mewakili seluruh keistimewaan Negara Jepang dan juga menjadi renungan bagi orang-orang Jepang dalam memaknai musim semi, musim mekarnya bunga-bunga sakura. Tumbuh dan gugurnya bunga sakura, seolah-olah menggambarkan bahwa tidak ada sesuatu yang kekal, terutama kehidupan. Tidak ada kegembiraan tanpa kesedihan dan tidak ada awal tanpa akhir. Artinya tidak ada sesuatu yang abadi tanpa terkecuali waktu. Waktu tidak dapat diputar ataupun diundur, sekali lagi Jepang mengajarkan sesuatu tentang cara mengahrgai waktu dengan gambarannya lewat bunga sakura. Dimana sangat penting untuk menghargai setiap waktu yang kita punya. Inilah mungkin makna yang dapat diambil dari memahami Jepang lewat gambaran di saat mekarnya bunga sakura.

Advertisements