Tags

, ,

NAMA                        :  MIMI ISNANI FEBRIANA

NIM                            :  1402045029

PRODI                        :  HUBUNGAN INTERNASIONAL (A)

MATA KULIAH        :  POLITIK DAN PEMERINTAHAN JEPANG

 

Tema: “Jepang Dimataku”

Judul: OCHA (Teh Khas Jepang) & SADOU (Upacara Minum Teh Jepang)

                 mimi 1   mimi 2

Jepang termasuk salah satu negara yang terkenal dengan tehnya. Jepang memiliki berbagai jenis teh, namun yang paling terkenal dan populer hingga ke mancanegara adalah Ocha. Arti dari Ocha sendiri ialah teh. Ocha merupakan teh khas Jepang yang umumnya menggunakan teh hijau. Teh secara umum terbagi menjadi tiga, yaitu teh hitam, teh oolong, dan teh hijau. Ocha bisa memiliki warna hijau ketika sudah dibuat menjadi minuman karena dalam proses penanamannya, daun teh dihentikan oksidasinya. Daun teh yang mengalami oksidasi, biasanya akan diolah menjadi teh oolong dan hitam oleh masyarakat Jepang. Hingga sekarang, Ocha masih menjadi minuman favorit di negeri sakura karena manfaatnya yang sangat baik bagi kesehatan. Di Indonesia sendiri minuman ini dikenal dengan sebutan “teh Ocha”. Minuman asal jepang ini juga sudah cukup familiar dan banyak peminatnya di Indonesia. Hal ini dikarenakan khasiatnya yang sangat baik bagi kesehatan. Saat ini banyak industri minuman ringan yang memproduksi teh Ocha ini dalam kemasan botol. Bagi saya pribadi, lidah saya kurang cocok dengan rasa teh ini yang cenderung pahit. Hal ini berdasarkan pengalaman saya saat berwisata kuliner di salah satu restaurant Jepang di Samarinda.

                  Menurut sejarahnya, ocha bukan berasal dari Jepang. Orang yang telah mengenalkan Ocha kepada penduduk Jepang ialah Myoan Eisai, yakni seorang pendeta Buddha dari Cina. Pada sekitar tahun 1207, Eisai mulai menanam bibit Ocha di Kyoto. Pada awalnya, Ocha digunakan oleh para biksu sebagai bagian dari upacara keagamaan dan pengobatan. Pada abad ke-13, merupakan tahap pengenalan Ocha kepada penduduk Jepang. Kemudian, baru pada abad ke-15 dan 16, Ocha mulai dikenal di kalangan keluarga kaisar, bangsawan, dan samurai. Pada awalnya, kalangan keluarga kaisar, bangsawan, dan samurai menggunakan Ocha hanya untuk pengobatan. Pada saat itu Ocha dianggap sebagai semacam jamu yang bisa mengobati berbagai penyakit. Pada masa itu pula, hanya kalangan kaisar, bangsawan, dan shogun lah yang bisa menikmati Ocha ini. Namun, lambat laun budaya dan tradisi minum ocha pun semakin populer. Pada masa inilah Ocha dikenalkan sebagai tradisi dan budaya baru di Jepang. Keberadaan Ocha semakin populer dengan adanya varian dari teh tersebut yaitu Sencha. Salah satu tokoh yang dipercaya ikut berjasa dalam memperkenalkan budaya minum Ocha adalah Senno Rikyu. Keberadaan Ocha semakin populer pada abad ke-17 dan 18, dan hampir seluruh pelosok Jepang mulai mengenal budaya meminum Ocha ini. Sejak saat itulah Ocha pun menjadi minuman keseharian dan gaya hidup penduduk Jepang.

Jenis-jenis Ocha

                  Ocha akan semakin enak rasanya jika dihasilkan di wilayah yang memiliki perbedaan suhu tinggi. Perbedaan suhu yang tinggi ini biasanya terdapat di pegunungan. Teh yang ditanam di kawasan pegunungan akan menghasilkan teh yang lebih kaya rasa. Ocha bisa memiliki warna hijau ketika sudah dibuat menjadi minuman karena dalam proses penanamannya, daun teh dihentikan oksidasinya. Berikut ini adalah macam-macam dari Ocha:

  1. Sencha

Sencha adalah teh hijau yang biasa diminum sehari-hari, rasanya yang sepat namun menyegarkan membuatnya dapat dinikmati dalam setiap suasana. Sencha dibuat dari daun teh yang dibiarkan terpapar sinar matahari. Sencha merupakan varian teh yang paling populer dan paling banyak diproduksi di Jepang. Warna dari minuman teh Sencha adalah warna kuning emas kehijauan.

  1. Gyokuro

Gyokuro merupakan teh pilihan dari daun teh kelas atas yang disebut Tencha. Teh ini dinamakan Gyokuro karena warna hijau pucat yang keluar dari daun tehnya. Gyokuro mempunyai aroma yang sangat harum karena daun tehnya dilindungi dari paparan sinar matahari.

  1. Matcha

Matcha merupakan teh hijau berkualitas tinggi yang dibuat dari menggiling teh hijau menjadi bubuk teh dan dipakai untuk upacara minum teh. Matcha mempunyai aroma segar daun teh yang sangat harum sehingga digunakan sebagai perasa untuk berbagai jenis kue tradisional Jepang (wagashi), es krim rasa teh hijau, serta berbagai permen dan coklat.

  1. Genmaicha

Genmaicha merupakan ocha yang beraroma harum dan sangat populer di Jepang. Ocha ini dibuat dari teh hijau yang dicampur dengan butiran beras yang kemudian dipanggang, sehinga menghasilkan aroma seperti nasi gosong yang gurih dan sedap saat diseduh. Teh ini berwarna hijau pucat cenderung bening.

  1. Kabusecha

Kabusecha merupakan teh jenis Sencha. Namun bedannya, daun teh Kabusecha dilindungi dari paparan sinar matahari sebelum dipanen sehingga aroma tehnya sedikit lebih lembut dibandingkan dengan teh Sencha.

  1. Bancha

Bancha merupakan teh kasar yang dibuat dari hasil panenan kedua kali antara musim panas dan musim gugur. Daun teh untuk teh Bancha biasanya lebih besar dibandingkan daun teh Sencha, dan aromanya tidak begitu harum.

  1. Hojicha

Hojicha merupakan teh yang dibuat dengan cara dipanggang di atas penggorengan atau di dalam oven hingga meninggalkan aroma. Dengan dipanggang, kafein di dalamnya akan menguap sehingga rasa pahit dan asamnya hampir tidak terasa. Dengan begitu, teh ini dapat menghasilkan rasa yang jernih.

  1. Kukicha

Kukicha merupakan teh berkualitas rendah. Teh ini yang terbuat dari daun teh yang dicampur dengan tangkainya.

 

Manfaat Ocha untuk Kesehatan

                  Keistimewaan Ocha atau teh hijau bagi penduduk Jepang bukan saja karena sejarahnya yang pernah menjadi minuman bagi kalangan bangsawan. Namun lebih dari itu, Ocha dipercaya mampu memberikan khasiat-khasiat tertentu bagi peminumnya. Salah satu khasiat yang dipercayai oleh penduduk Jepang adalah panjang umur. Teh Ocha memiliki banyak manfaat, selain sebagai minuman yang menyegarkan tubuh, masih banyak lagi manfaat yang lainnya. Berbagai kandungan dalam teh hijau sangat berkhasiat untuk menjaga kesehatan dan juga dapat digunakan untuk kecantikan. Bahkan saat ini sudah banyak produk kecantikan yang menjadikan teh hijau sebagai salah satu bahan utamanya.

                  Teh hijau kini sudah sangat populer di seluruh dunia. Berbagai makanan, minuman, suplemen makanan kesehatan, serta kosmetik sekarang banyak dibuat dari ekstrak teh hijau. Beberapa penelitian ilmiah di seluruh dunia menemukan bahwa yang meminum Ocha atau teh hijau secara teratur, memiliki resiko lebih rendah menderita sakit jantung dan bahkan kanker. Dibandingkan dengan teh biasa, teh hijau memiliki kafein yang lebih sedikit. Selain itu teh hijau mengandung flavonoid lebih tinggi yang memiliki sifat antioksidatif dan anti karsinogenik. Karena pembuatan Ocha tidak melalui proses fermentasi, maka kandungan epigallocatechin 3-gallate (EGCG) di dalam Ocha tidak hilang oleh proses fermentasi. Senyawa EGCG dan polifenol yang terkandung didalamnya tersebut merupakan antioksidan alami yang sangat kuat dan berfungsi menangkal radikal bebas yang merupakan salah satu penyebab kanker. Antioksidan di dalam Ocha bahkan lebih baik dari vitamin C dan vitamin E. Tak hanya itu, menurut beberapa sumber yang saya baca, teh Ocha juga mengandung low fat atau rendah lemak serta memiliki rasa yang seimbang karena tidak memiliki rasa sepat ketika kita meminum teh pada umumnya. Kandungan EGCG dalam Ocha ternyata juga bermanfaat untuk membantu menurunkan berat badan, sehingga cocok dikonsumsi oleh orang yang sedang melakukan diet. Penelitian menyebutkan bahwa ia dapat mengurangi nafsu makan. Selain itu juga dapat memicu proses pembakaran lemak, karena katekin yang banyak terdapat pada teh hijau dapat mencegah perubahan glukosa menjadi sel lemak. Serta meningkatkan metabolisme tubuh, karena ekstrak teh hijau dapat meningkatkan energi dalam tubuh dan setelah 24 jam, ekstrak teh hijau dapat meningkatkan metabolisme sampai dengan 4%. Dengan dibarengi dengan olahraga dan diet seimbang, Ocha bisa menjadi asupan tambahan yang tepat untuk anda yang sedang berdiet.

SADOU (Upacara Minum Teh di Jepang)

mimi 3    mimi 4

Minum teh juga merupakan budaya yang sangat unik dan khas di Jepang. Budaya minum teh merupakan sebuah tradisi yang sudah dilakukan oleh masyarakat Jepang sejak lama dan tetap dilestarikan hingga kini. Seperti pada pelaksanaan Upacara Minum Teh (Sadou) yang merupakan ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. Dalam upacara minum teh ini, teh bukan hanya dituang dengan air panas dan diminum, akan tetapi sebagai seni dalam arti luas yang mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu). Upacara ini menjadi salah satu bentuk kesenian di Jepang karena mengandung banyak filosofi tersendiri mulai dari persiapan hingga penyajiannya. Pada umumnya teh yang digunakan pada upacara ini adalah teh jenis Mancha yang disebut Matchado dan Sencha yang disebut Senchado yang disajikan didalam guci atau poci yang terbuat dari tanah liat. Selain itu juga disajikan kue manis yakni Okashi.

                  Tradisi minum teh sendiri sudah dikenal bangsa Jepang sejak abad ke-9, dibawa oleh biksu Jepang yang bernama Eichu yang saat itu baru kembali dari China. Hingga pada abad ke-16 tradisi minum teh telah menyebar ke seluruh golongan masyarakat di Jepang. Pada upacara ini, teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati sekelompok tamu, di ruangan khusus yang disebut chashitsu. Seni upacara minum teh ini memerlukan pendalaman selama bertahun-tahun dengan penyempurnaan yang berlangsung seumur hidup bagi para ahli khusus yang bertugas menyiapkannya. Selain itu, tuan rumah juga bertanggung jawab dalam mempersiapkan situasi yang menyenangkan untuk tamu seperti memilih lukisan dinding (kakejiku), bunga (chabana), dan mangkuk keramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang. Tamu yang diundang secara formal untuk upacara minum teh juga harus mempelajari tata krama, kebiasaan, basa-basi, etika meminum teh dan menikmati makanan kecil yang sudah dihidangkan sebelum meminum Ochanya. Dalam prosesi upacara minum teh banyak makna-makna kehidupan yang terkandung di dalamnya seperti prosesi saling memberi hormat antara tamu dan penerima tamu yang bermakna saling menghormati, dan setiap orang harus menghormati tamu. Prosesi pemberian kue manis atau okashi yang harus dihabiskan oleh tamu merupakan bentuk penghargaan dari tuan rumah untuk menyambut tamu, dan tamu yang mendapat kue okashi harus menghabiskannya sebagai rasa syukur akan pemberian tuan rumah dan juga sebagai bentuk penghormatan.

                  Rangkaian pembuatan teh oleh tuan rumah tersebut dilakukan dengan gerakan yang penuh hikmat dan sarat dengan makna. Pada saat Tea Master membuat teh, setiap gerakan yang dilakukan sangat hati hati dan penuh kesabaran dan tidak boleh tergesa gesa. Hal ini bermakna bahwa seseorang harus melakukan sesuatu secara hati hati dan sabar. Demikian pula tamu yang menikmati sajian teh. Teh yang sudah siap, dituangkan ke dalam sebuah mangkuk dengan hati-hati. Sebelum menyerahkan kepada tamu, tuan rumah memutar terlebih dahulu mangkuk tersebut sebanyak 2 kali. Maksudnya, agar gambar pada mangkok tersebut menghadap ke tamu pada saat diberikan. Demikian pula sebaliknya, tamu memutar mangkuk tersebut sebanyak 2 putaran juga agar gambar pada mangkuk menghadap tuan rumah pada saat dikembalikan, sebagai tanda terimakasih dan penghormatan. Ketika akan minum pun, tamu memutar mangkuknya agar gambar pada mangkuk tidak tersentuh oleh mulutnya. Sebenarnya semua ini merupakan simbol nyata sikap saling menghormati antara tamu dan tuan rumah, dan agar wanita yang memakai lipstik tidak berbekas pada mangkuk teh dan tidak merusak gambarnya. Selama upacara minum teh ini berlangsung, akan terlihat sekali filosofi masyarakat Jepang yang sangat menghormati tamu.

Tata Cara Minum Teh dalam Sadou :

  • Duduk dengan rapi
  • Membungkukan badan dan Berkata otemae chodai itashimasu
  • Mangkuk teh diletakkan di tangan kiri dan tangan kanan memutar mangkuk teh ke kanan sebanyak 2 kali sambil menatap ornamen atau hiasan dalam mangkuk
  • Teh di Minum Perlahan-lahan sambil dinikmati sampai habis
  • Selesai minum teh, bagian bibir dibersihkan dengan jari, putar mangkuk ke kiri dengan melihat ornamen mangkuk dan membungkuk mengucapkan terima kasih
  • Semuanya yang di atas harus dilakukan secara teratur
Advertisements