Tags

, ,

NAMA                        : NUR WIDYA OKTAVIANA

NIM                            : 1402045013

JURUSAN                  : HUBUNGAN INTERNASIONAL A 2014

MATA KULIAH       : POLITIK DAN PEMERINTAHAN JEPANG

TEMA                         : JEPANG DI MATAKU

MYSTERY : THE DEATH OF JAPANESE PEOPLE

               widy 1 Jepang, salah satu negara yang menarik perhatianku. Mulanya aku tidak tahu negara Jepang ini seperti apa. Berawal dari ketertarikanku dengan film animation Jepang. “Detective Conan” ya sebut saja sebagai salah satu film animasi Jepang favoritku, film ini menceritakan seorang Detective SMA yang sangat hebat dalam memecahkan kasus-kasus pembunuhan yang ada di Jepang. Tidak hanya film animasi saja, ketertarikanku tentang Jepang bertambah hingga mengharuskanku dan mendorongku untuk belajar berbahasa Jepang. Aku meminta ijin kepada orang tuaku bahwa saya tertarik dengan bahasa Jepang dan ingin mempelajarinya, orang tuaku pun mendukungku dengan harapan aku bisa meningkatkan kemampuanku untuk bersaing dengan yang lain. “こにちわ はじめまして 私はウイヂャです。私はじゅうきゅさいです。よろしくおねがいします。” . “Konichiwa hajimemashite watashi wa widya desu. Watashi wa juukyu sai desu. Yoroshiku onegaishimasu.” . begitulah yang saya pelajari dalam kursus bahasa Jepangku. Kini saya bisa membaca dan menuliskan huruf katakana dan hiragana walaupun tidak terlalu lancar dan bagus. Sedangkan huruf-huruf kanji masih dalam proses pembelajaran. Sebegitu tertariknya aku dengan Jepang sampai-sampai aku terpikir bahwa kenapa mesti negara Jepang? Kenapa tidak dengan negara lain? Ya kata-kata itu juga masih menjadi pertanyaan buat diriku sendiri. Jepang dimataku memiliki nilai yang khas dengan bunga sakuranya, dengan samurainya, dengan teknologinya, yang baru saja aku ketahui dengan dewa amaterasunya dan dengan negaranya yang maju. Itu semua membuatku kagum dengan Jepang. Sampai aku bermimpi suatu saat aku dapat menginjakkan kakiku disana bersama keluargaku.

Jepang merupakan negara maju bagian Asia Timur yang mempunyai jumlah penduduk 126,890,000 jiwa. Walaupun dulu Jepang pernah menjajah Indonesia ini tidak membuatku untuk membencinya, ini membuatku semakin penasaran dengan negara ini dimana Jepang bisa bangkit dari keterpurukan pada saat bom di Hiroshima dan Nagasaki yang kemudian sekarang membuat Jepang menjadi negara maju. Tapi dengan kemajuan yang jepang telah alami aku mulai berpikir lagi bahwa di Jepang selain keindahannya pasti ada pula keburukannya. Aku mulai tertarik untuk mencari tahu tentang hal itu, dengan bantuan internet aku mulai googling dan membaca beberapa artikel, dan akhirnya sampailah aku pada suatu artikel. Aku mulai membacanya dengan perlahan, kemudian saat membaca aku mulai ketakutan dan hampir saja tidak sanggup untuk membaca lagi tubuhku merinding, dan mataku mulai mengeluarkan air mata. Sedih, kesal, namun juga takut yang aku rasakan saat aku membacanya, tapi aku sangat penasaran dengan kelanjutannya. Aku terus membacanya sampai akhir, didampingi dengan sedikit rasa keberanianku, kukira cerita ini hanya karangan-karangan saja yang dibuat oleh orang-orang Jepang kemudian dibuat film animasi dan  dibuatkan Live Action. Ternyata tidak kejadian ini benar-benar tejadi di Jepang.

 Hal itu adalah Kematian orang-orang Jepang yang tak wajar dengan melakukan bunuh diri. Penduduk Jepang berkurang setidaknya satu juta jiwa setiap lima tahunnya, angka kelahiran menurun dan kebanyakan penduduknya adalah lansia. Bunuh diri di Jepang merupakan hal yang wajar dan sering terjadi. Hal ini banyak disebabkan oleh pembullyan-pembullyan kepada diri mereka sehingga menimbulkan rasa tidak percaya diri dan akhirnya memilih untuk bunuh diri. Hutan Aokigahara merupakan hutan didekat kaki gunung Fuji dan hutan ini dijuluki sebagai “hutan lautan pohon” karena banyak pohon disana dan jika angin bertiup maka kelihatan lautan yang indah dibalik pohon-pohon tersebut. Hutan Aokigahara mempunyai batuan dan gua-gua es yang indah dan merupakan salah satu tempat wisata populer di Jepang. Tapi bukan hal ini yang menarik di hutan Aokigahara, fakta bahwa hutan ini adalah salah satu tempat bunuh diri bagi masyarakat Jepang. Banyak orang Jepang yang putus asa kemudian pergi ketempat ini hanya untuk melakukan bunuh diri dan setidaknya terdapat 100 kasus bunuh diri setiap tahunnya, karena jumlah bunuh diri ini meningkat setiap tahunnya kini pemerintah Jepang merahasiakan angka kematian yang ada di hutan tersebut. Kebiasaan bunuh diri di hutan Aokigahara pun menjadikan hutan ini menjadi wilayah yang sangat mengerikandan mistis, banyak juga paranormal yang datang untuk mendapatkan ilmu hitam. Menurut masyarakat setempat mereka sering merasakan kejadian-kejadian yang aneh saat memasuki hutan tersebut, rasa diawasi dan di ikuti oleh arwah-arwah pun pernah terjadi dan juga sering terdengar teriakkan-teriakkan yang dipercaya merupakan teriakkan arwah dari orang-orang yang melakukan bunuh diri. Hutan Aokigahara juga dilaporkan sebagai tempat bunuh diri yang paling populer di seluruh Jepang dan masuk peringkat dua di dunia sebagai destinasi bunuh diri setelah Jembatan Golden Gate di San Fransisco. Saat memasuki hutan ini kita bisa melihat jelas tulang belulang yang masih lengkap menggunakan pakaian dan sering juga terdapat tubuh manusia yang masih tergantung di atas pohon. Selain itu harta benda mereka pun juga ada disana seperti dompet yang bertebaran di mana-mana membuat hutan ini semakin menakutkan. Awal mula hutan ini menjadi tempat bunuh diri yaitu pada tahun 1950-an. Legenda mengatakan bahwa ini dimulai setelah Matsumoto Seichon menerbitkan novel yang berjudul Kuroi Kaiju pada tahun 1960 yang menceritakan berakhirnya hidup sepasang kekasih di sebuah hutan. Sejak saat itu banyak masyarakat Jepang yang percaya akan hal itu. Kemudian Jepang juga dengan Amerika pun telah mengadakan kerjasama untuk melakukan pembuatan film yang menceritakan kisah tersebut dengan judul “The Forest”. Kemudian munculnyaa buku The Suicide yang ternyata berisikan tentang pedoman bunuh diri, sejak saat itu angka kematian di jepang semakin meningkat dengan banyaknya kasus bunuh diri. Buku-buku The Suicide juga tak jarang ditemukan di lokasi kematian orang-orang Jepang bersama barang-barang lainnya. Metode umum yang diajarkan dalam buku tersebut adalah salah satunya dengan menggantungkan diri mereka diatas pohon. Selain itu yang menarik lagi dari hutan ini adalah adanya papan larangan mengenai bunuh diri. Peringatan tersebut sengaja di pasang untuk mencegah semakin banyaknya orang yang ingin melakukan bunuh diri di hutan ini. Larangan tersebut diartikan yang berbunyi “ Renungkan tentang keluarga anda dan anak-anak anda, anda tidak hidup seorang diri”. Walaupun sudah ada larangan yang memperingatkan mereka untuk tidak bunuh diri, masyarakat jepang pun masih banyak yang tetap melakukan bunuh diri. Mereka yang bunuh diri dihutan ini bukanlah orang sembarangan maksudnya kebanyakan dari mereka yang bunuh diri adalah dari kalangan pejabat atau orang yang memiliki jabatan tinggi di suatu perusahaan di Jepang. Rata-rata orang yang bunuh diri di hutan ini berumur sekitar 40 tahun sampai dengan 50 tahun. Hingga kini hutan tersebut masih menjadi misteri dan membuat sebagian besar wisatawan asing yang datang ke Jepang merasa penasaran dengan bukti nyata hutan tersebut dan ingin melihatnya secara langsung. Begitulah kisah di Hutan Aokigahara yang indah namun bagaimnapun juga hutan ini tetap terkenal menjadi hutan bunuh diri yang populer di Jepang.

Selain hutan Aokigahara dimana masyarakat Jepang melakukan bunuh diri dengan bergantung dipohon. Ada hal lain yang masyarakat Jepang lakukan untuk bunuh diri. Seppuku, sudah merupakan suatu tradisi di Jepang yang dimana masyarakat Jepang melakukan bunuh diri dengan menusuk dirinya sendiri. Seppuku mempunyai arti yaitu potong perut, dimana ini merupakan suatu ritual bunuh diri yang dilakukan oleh samurai di Jepang dengan cara merobek perut  dan mengeluarkan usus untuk memulihkan nama baik setelah melakukan kegagalan saat melaksanakan tugas ataaukesalahan untuk kepentingan rakyat. Seppuku juga mempunyai nama lain yang sering kita dengar yaitu hara kiri yang ditulis dengann kanji dan mempunyai makna yang sama dengan Seppuku. Seppuku adalah mode kehormatan yang dilakukan samurai Jepang yang dilakukan dengan sukarela yang ingin mati terhormat daripada harus tertangkap musuh. Istilah Hara Kiri mulai dikenal luas hingga ke Barat sejak salah satu orang bangsa Eropa menjadi saksi mata peristiwa Seppuku yang menyertai Restorasi Meiji 1868. Seppuku dulu hanya dilakukan oleh samurai Jepang tapi banyak juga masyarakat melakukan Hara Kiri ini karena tidak sanggup lagi menahan beban hidup dan tidak mampu bekerja keras seperti orang disekitarnya serta menganggap bahwa dirinya tidak berguna. Hara Kiri juga sebenarnya sudah resmi dihapuskan pada tahun 1873 setelah Restorasi Meiji. Namun masih saja ada masyarakat Jepang yang melakukannya hal ini tidak dilarang dikarenakan sudah menjadi kebiasaan warga Jepang. Seiring berjalannya waktu Hara Kiri berkembang menjadi “Hara Kiri Politik”. Hara kiri politik yaitu bunuh diri Jabatan.

Advertisements