Tags

, ,

Nama               : Bella Arisandy

NIM                : 1402045010

Mata Kuliah    : Politik dan Pemerintahan Jepang

Jepang di Keseharian Kita

            Bicara tentang Jepang memang tidak ada habisnya, apalagi bagi bangsa Indonesia. Jepang telah lama menjadi bagian sejarah Indonesia. Dimulai sejak 1942 saat Jepang memulai invansinya di Indonesia, selama 3,5 tahun, rakyat Indonesia berada di bawah jajahan Jepang. Setelah kemerdekaan pun Indonesia tidak lepas dari Jepang, memang bentuknya bukan lagi penjajah seperti dahulu, namun hingga kini hampir di setiap keseharian orang Indonesia, tidak akan lepas dari hal yang berasal dari Jepang. Bisa dikatakan hal ini merupakan konsekuensi dari utang luar negeri serta bantuan-bantuan dana lainnya yang diberikan oleh Jepang kepada Indonesia.

            Di Indonesia, terutama di keseharian kita, pastilah sangat mudah menemui barang-barang hasil penemuan atau yang bermerk Jepang, mulai dari pulpen hingga mobil, coba saja Anda hitung ada berapa banyak barang bermerk Jepang yang Anda punya, saya yakin sedikitnya ada sekitar lima buah barang.

Selaras dengan fakta bahwa Jepang merupakan pemilik hak paten terbanyak di dunia, mencerminkan bahwa masyarakatnya merupakan ilmuwan yang aktif, mereka tidak henti-hentinya berinovasi memberikan teknologi serta penemuan terbaru terutama untuk mempermudah kehidupan manusia, yang membentuk era modern saat ini. Banyak hal yang sekarang tampak lumrah ternyata pertama kali ditemukan oleh orang Jepang. Bukan hanya penemuan orisinil Jepang namun juga barang-barang yang merknya berasal dari Jepang sangat mampu bersaing dan mengusai banyak pasar.

Apa saja barang-barang tersebut?

Mie instan, berdasarkan survey terhadap 500 orang Jepang mengenai penemuan rumahan apa yang paling membaganggakan? Mereka menjawab mie instan. Momofuku Ando tahun 1958 ini berhasil membuat hidup banyak orang menjadi lebih baik dan praktis. Bukan hanya mie instan dalam kemasan plastik, Momofuku Ando juga menciptakan mie instan cup. Sampai saat ini lebih dari 100 miliar paket mi instan dikonsumsi oleh berbagai orang di dunia tiap tahunnya.bella 1

Mie instan diperkenalkan di Indonesia pada sekitar tahun 1969. Hampir seluruh orang Indonesia tentu pernah memakannya. Hingga hari ini, ada berbagai macam rasa mie instan Indonesia bahkan sekarang sudah ada inovasi dengan rasa masakan tradisional Indonesia, misalnya rasa tongseng, soto banjar, dan lain-lain. Bahkan mie instan Indonesia telah menyebar luas ke berbagai negara.

Untuk kalangan anak muda, terutama anak kos, mungkin bersyukur sekali atas penemuan mie instan, apalagi saat akhir bulan dan keuangan sedang krisis. Walaupun dari segi kesehatan masih banyak terjadi perdebatan mengenai efek konsumsi mie instan yang berlebihan, akan tetapi sudah tidak bisa dipungkiri bahwa penemuan Jepang yang satu ini sangat memberi dampak yang besar terhadap gaya hidup manusia.

bella 2Berikutnya adalah rice cooker atau suihanki (dalam bahasa Jepang), juga merupakan alat rumahan yang diciptakan oleh Jepang, Yoshitada Minami pada tahun 1937. Awalnya rice cooker yang digunakan terdiri dari wadah kayu tahan bocor dan lempengan logam bertenaga listrik. Kemudian, pada tahun 1945 Mitsubishi Electric Corporation Jepang menjadi perusahaan pertama yang memproduksi dan memperdagangkan rice cooker.  Produk Mitsubishi tersebut dilengkapi dengan wadah alumunium dengan kumparan pemanas di dalamnya. Tetapi produk ini tidak memiliki fasilitas turn off otomatis, sehingga harus dipantau selama memasak. Toshiba Electric Corporation pada tahun 1956 menyempurnakannya secara signifikan. Saat itu, Toshiba membuat produk rice cooker dengan turn off otomatis begitu nasi yang di dalamnya sudah matang. Inovasi ini menjadikan rice cooker bekerja lebih aman dibandingkan dengan sebelumnya.

Seiring berkembangnya zaman, perluasan pasar serta kebutuhan manusia yang semakin luas, rice cooker kini berkembang dan memiliki fungsi lainnya. Selain hanya untuk memasak nasi, alat ini juga bisa merebus, mengukus bahkan membuat kue. Di Indonesia, hampir setiap rumah memilikinya terutama yang suka makan nasi panas atau hangat, pasti wajib memilikinya di rumah.

bella 3Kemudian, logo gender toilet yang diciptakan oleh tim desain Tokyo pada Olimpiade Tokyo tahun 1964. Jadi, olimpiade tersebut adalah pertamakali kalinya diadakan di negara yang bahasa utamanya tidak menggunakan huruf alphabet, sehingga agar para para penonton yang berasal dari negara lain mengerti dan tidak salah masuk toilet, maka digunakannlah simbol tersebut. Akhirnya kini logo tersebut menjadi simbol yang paling banyak digunakan oleh toilet di seluruh dunia.

Lalu, Kyocera Corporation di Jepang, menciptakan Handphone bewarna yang pertama diciptakan di Pusat Penelitan dan Pengembangan Yokohama, dan di launching ke publik tahun 1999. Handphone itu punya kamera yang menghadap depan, yang bisa digunakan untuk video calls dan selfie, dan sanggup untuk menghasilkan 2 video frame per detik.

Teknologi ini mungkin yang paling ‘panas’ penggunaannya saat ini, hampir seluruh orang, baik di Indonesia maupun seluruh dunia seakan berlomba untuk menghasilkan selfie terbaik. Ya, sekali lagi, penemuan Jepang berhasil mengubah kebiasaan manusia.

IMG_20160622_153938[1]Ada juga Pulpen merk Pilot. Pulpen memang bukan hasil penemuan Jepang namun pulpen Pilot rasanya punya tempat tersendiri di hati masyarakat Indonesia. Pulpen ini merupakan merk yang paling banyak bisa kita temui di toko atau warung yang menjual alat tulis di Indonesia, biasanya akan ada lebih dari satu kotak pulpen Pilot yang dipajang. Bahkan mungkin rata-rata pulpen pertama yang dipakai oleh anak-anak Indonesia adalah pulpen Pilot. Ini merupakan fakta yang unik, jika mie instan tadi sudah seperti budaya maka pulpen Pilot mungkin telah menjadi pilihan pertama jika kita hendak membeli pulpen. Secara harga, pulpen ini memang sangat terjangkau serta memiliki kualitas yang tidak mengecewakan, sehingga wajarlah masyarakat Indonesia setia memakai merk ini.

Jika kita perhatikan lagi, masih ada banyak penemuan-penemuan Jepang yang bisa kita temukan sehari-hari seperti,  disket dan Compact Disc (CD)-merupakan penemuan yang paling penting dalam peradaban manusia-, batrai kering, butiran kopi, kopi instan kaleng, pocket calculator, pesil mekanik,  karaoke, walkman, playstation, umami atau biasa kita menyebutnya MSG dan masih banyak lagi.

Selain itu, ada banyak barang merk Jepang yang ada di Indonesia, mulai dari sepeda motor, mobil, alat berat,  alat eletronik rumah tangga, kosmetik, fashion, bahkan bahan makanan. Rasanya, ke arah manapun kita menengok, pasti akan menjumpai ‘Jepang’.

Menurut saya tentu saja mereka tidak besar dengan begitu saja. Tidaklah mungkin Jepang bisa menjadi sebesar dan semaju itu terutama dalam bidang perekonomian dan teknologi jika tidak memiliki tekad yang kuat.

bella 4Indonesia pun bisa jika ingin menjadi seperti para ilmuwan Jepang tersebut. Bukan hanya menjadi penonton dan menyaksikan seluruh hasil penemuan Jepang di sekitar kita namun kita pun dapat belajar dari mereka dan menghasilkan inovasi yang juga mampu membawa dampak positif bagi peradaban manusia. Kita bisa belajar dari Momofuku Ando, beliau mengatakan “It is never too late to do anything in life.”

Never too old to start, beliau memulai percobaannya di umur akhir 40-an. Jadi, tidak ada kata terlambat bagi kita-Indonesia- untuk belajar serta mencoba menciptakan hal-hal baru, umur bukan jurang yang bisa menghalangi kreatifitas.

Stuck in a rut? Take a step back and look around, beliau juga bukannya mudah menghasilkan penemuannya, setelah mencoba berkali-kali dan selalu gagal, akhirnya beliau mencoba memperhatikan sekitar dan akhirnya mendapatkan inspirasi dari cara istrinya menggoreng udang tempura. Begitu pula kita seharusnya tidak pantang menyerah, ada yang mengatakan kegagalan itu adalah jalan menuju kesuksesan, ya memang benar dan telah banyak dibuktikan oleh orang-orang besar dan berpengaruh dunia termasuk Momofuku Ando.

Don’t wait for your customers to come. Go to them. Begitulah yang beliau lakukan, mie instan saat itu adalah barang baru dan harganya masih relative mahal namun beliau tidak hanya diam saja, beliau mencari pelanggannya sendiri dengan cara pergi ke kantor polisi dan kantor berita yang memiliki banyak pekerjaan di malam hari dan tidak sempat memasak. Tindakan beliau patut kita contoh, tidak hanya menunggu bantuan datang, tidak hanya menunggu respon dari orang lain, tapi kita lah yang harus berjuang mempromosikan yang kita miliki.

Never settle for comfort. Ya benar, jangan dulu merasa nyaman dan aman dengan keadaan atau posisi yang kita miliki. Setelah mie instan memiliki banyak peminat, beliau tidak hanya berdiam diri tapi berusaha mencari hal baru, dan akhirnya terciptalah cup noodles.

Think outside the box. Menurut saya, ini lah yang menjadi salah satu faktor terpenting, saya pun terkadang heran dengan penemuan-penemuan Jepang, bagaimana mereka bisa terpikir untuk membuat barang tersebut. Mereka tidak hanya memiliki tekad namun juga pemikiran yang tidak terbatas. Rasa haus akan sesuatu yang baru, membawa mereka kepada dimensi berpikir yang lebih jauh sehingga hasilnya bisa kita lihat saat ini, sangat menakjubkan.

Tidak dapat dipungkiri penemuan-penemuan Jepang telah menjadi bagian dari hidup kita, namun bukan hanya bisa menggunakan namun kita juga dapat belajar dari sejarah dan perjuangan serta strategi komersialisasi dari penemuan Jepang.

Advertisements