Tags

, ,

Nama   : Versy Gita Neshia

Nim     : 1402045044

Hubungan Internasional A

Politik dan Pemerintahan Jepang

“Jepang di Mataku”

Hutan Aokigahara Tempat Favorit Bunuh Diri

Jepang adalah salah satu negara yang ingin sekali saya kunjungi, Jepang mempunyai banyak budaya yang masih dijaga oleh masyarakatnya. Hidup masyarakat Jepang yang teratur dan pekerja keras juga patut untuk dicontoh, banyak hal dari Jepang yang patut kita contoh dalam kehidupan sehari-hari. Makanan Jepang cukup digemari oleh kebanyakan masyarakat Indonesia bahkan beberapa menjadi populer seperti sushi, siapa yang tidak tahu makanan dari Jepang tersebut. Disini saya bukan berbicara mengenai makanan asal Jepang, ada satu tempat wisata, mungkin tidak pas juga jika dibilang tempat wisata karena keangkeran yang terjadi di tempat tersebut siapa yang ingin berwisata kesana jika tidak mempunyai nyali yang besar. Yap, tempat tersebut adalah hutan Aokigahara, beberapa orang sebelumnya tidak terlalu tahu mengenai hutan tersebut tetapi semenjak bulan Januari 2016 kemarin ada film Hollywood yang mengangkat cerita mengenai hutan Aokigahara, hal tersebut juga yang menjadikan saya tertarik untuk membahas mengenai hutan Aokigahara.

Hutan Aokigahara (青木ヶ原 Aokigahara) disebut juga dengan “hutan lautan pohon” atau “lautan pohon gunung Fuji’ karena jika angin meniup pepohonan di sana terlihat seperti keadaan ombak dilaut. Hutan Aokigahara terletak disebelah barat laut gunung Fuji membentang dari kota Kawaguchiko hingga desa Narizawa. Usia hutan ini diperkirakan sekitar 1200 tahun. Hutan Aokigahara terkenal sebagai hutan tempat masyarakat Jepang sering melakukan bunuh diri, menurut penjaga atau kepolisian hutan Aokigahara hampir setiap minggu mereka menemukan mayat orang bunuh diri didalam hutan Aokigahara. Jika kita masuk ke dalam hutan akan ada pembatas tanda seperti dilarang masuk dalam bahasa Jepang dan beberapa tulisan peringatan maupun kata-kata agar orang yang ingin mati disana akan sadar dengan kata-kata yang tertulis bahwa masih banyak orang lain yang menginginkan kita untuk hidup, kurang lebih seperti itu kata-kata yang dicantumkan di papan jika hendak masuk ke dalam hutan Aokigahara. Atmosfir yang kita rasakan jika masuk kedalam hutan Aokigahara juga sangat terasa berbeda, hutan yang memberikan kesan seram dan apabila kita kesana dalam keadaan sedih maka akan ada gangguan-gangguan yang menurut masyarakat setempat berasal dari Yurei yaitu seperti hantu yang menghuni hutan Aokigahara tersebut, menurut masyarakat Jepang yang tinggal di sekitar hutan Aokigahara, Yurei menuntun kita yang sedang mengalami kesedihan agar semakin merasa putus asa dan ingin mengakhiri hidupnya di hutan Aokigahara. Hal tersebutlah yang menurut masyarakat menjadi penyebab banyaknya kasus bunuh diri di sekitar hutan Aokigahara. Banyaknya sampah-sampah yang berserakan akibat dari pengunjung yang ingin bunuh diri entah itu sampah makanan maupun sampah-sampah barang yang ditinggalkan orang yang telah melakukan bunuh diri. Banyaknya selotip plastik penanda jalan dari orang-orang yang berkunjung juga semakin mengotori hutan Aokigahara tersebut, mereka yang masuk ke hutan Aokigahara berharap dengan memberikan tanda akan memudahkan mereka mencari jalan keluar. Ada beberapa mitos yang mengatakan agar tidak memberikan tanda jalan disekitar hutan Aokigahara dan ada juga yang mengatakan boleh saja memberikan tanda jalan. Semuanya tergantung kepercayaan masing-masing. Tetapi menurut saya tidak ada yang berani masuk kesana hanya untuk sekedar jalan-jalan berkeliling hutan kemudian kembali dengan mudah mengikuti penanda jalan yang telah dibuat sebelumnya, dikarenakan luasnya hutan Aokigahara yang dapat membingungkan siapa pun orang yang masuk kesana, terkecuali penjaga hutan yang memang sudah hapal wilayah hutan Aokigahara. Dengan memberikan penanda jalan menggunakan selotip, tali ataupun yang lain juga akan membuat kotor hutan Aokigahara yang tampak lebih indah jika tanpa sampah-sampah manusia.

Legenda mengatakan bahwa dizaman kuno Jepang keluarga akan meninggalkan orang yang sudah tua seperti kakek ataupun nenek kedalam hutan Aokigahara selama periode kelaparan dan tidak ada cukup makanan untuk seluruh anggota keluarga yang ada. Orang-orang yang ditinggalkan dihutan akan mati kelaparan, karena itu hutan Aokigahara dikatakan dihuni oleh jiwa-jiwa orang yang ditinggalkan. Legenda lain mengatakan bahwa awal hutan Aokigahara dikatakan hutan bunuh diri dimulai setelah Matsumoto Seicho menerbitkan novel dengan nama Kuroi Kaiju atau dalam bahasa Indonesia Laut Hitam Pohon ditahun 1960. Diakhir cerita dengan dua kekasih bunuh diri di hutan yang diyakini sebagai hutan Aokigahara. Namun sejarah bunuh diri di hutan Aokigahara telah lama ada sebelum novel tersebut terbit. Spiritualis Jepang percaya bahwa bunuh diri yang dilakukan di hutan telah meresap ke dalam tanah dan pohon di hutan Aokigahara dan menghasilkan aktivitas paranormal yang membuat hutan Aokigahara semakin seram untuk didatangi.

            Didalam hutan Aokigahara terdapat 2 gua misterius yang juga menjadikan ciri khusus dari hutan Aokigahara yaitu Wind Cave dan Ice Cave. Gua ini terbuka lebar di permukaan tanah seperti ingin menyambut siapa saja yang datang ke hutan Aokigahara. Beberapa orang menjadi penasaran, mencoba untuk melihat keunikan dan kemisteriusan dari gua ini. Didalam gambar gua ini seperti tidak ada arah tujuan kemana jika kita memasukinya sangat gelap dengan suasana tenang dan sunyi menurut penuturan orang yang melihat gua tersebut. Asal usul darimana gua tersebut dapat terbentuk juga tidak jelas pasti ataukah gua itu ada memang dari dulu bersamaan dengan adanya hutan Aokigahara. Konon, pernah terjadi kejadian bahwa beberapa mayat dari hasil bunuh diri di hutan Aokigahara menghilang begitu saja tidak tahu pasti kemana mayat tersebut dan dari hasil pencarian data saya tidak menemukan adanya tanda-tanda kehidupan hewan didalam hutan Aokigahara. Ada suatu cerita, seseorang dirasuki oleh arwah yang meninggal bunuh diri di hutan Aokigahara, arwah tersebut menceritakan bagaimana dia bunuh diri karena tekanan hidup ditinggalkan oleh istri dan anak, dipecat dari pekerjaan dan putus asa pastinya, kemudian ia pergi ke hutan Aokigahara untuk gantung diri disana tetapi tidak mati, selama 5 hari ia menggantung kelaparan dan selama 5 hari diambang antara hidup dan mati itulah ia banyak melihat arwah-arwah yang menghuni hutan Aokigahara sampai ia akhirnya ditemukan dan diselamatkan oleh penjaga hutan Aokigahara kemudian dirawat dirumah sakit, setelah perawatan rumah sakit, ia kembali melakukan aksi bunuh dirinya dengan hal yang sama dan berhasil pada percobaan kedua ini, ia benar-benar mati dan menjadi arwah penunggu yang ada didalam hutan Aokigahara tersebut. Ada juga mitos bahwa apabila seseorang menemukan mayat orang yang melakukan bunuh diri di hutan Aokigahara orang tersebut harus tidur satu malam dengan mayat tersebut jika tidak maka arwah dari mayat tersebut akan terus mengikuti orang yang menemukan mayatnya. Fakta lain bahwa dari orang-orang yang melakukan bunuh diri di hutan Aokigahara rata-rata adalah orang kaya yang mempunyai jabatan tinggi, banyak ditemukan barang peninggalan dari mayat seperti kartu identitas, ataupun barang lain yang membuktikan bahwa orang tersebut termasuk orang yang berada, orang-orang tersebut sepertinya depresi dengan tekanan pekerjaan yang sangat ketat di Jepang.

Jika melakukan pencarian dengan keyword “Hutan Aokigahara” kita akan seperti merasakan aura keangkeran dan kemistisan yang ada didalam hutan tersebut, pohonnya yang lebat dan sangat hijau menjadikan hutan tersebut terlihat indah, teduh, sekaligus mengerikan. Dibeberapa gambar juga terlihat tengkorak manusia yang masih ada didalam hutan tersebut, sepertinya tengkorak-tengkorak yang masih ada di hutan Aokigahara merupakan tengkorak orang bunuh diri yang telah lama tidak ditemukan hingga menjadi tengkorak dan susah untuk di identifikasi. Beberapa gambar juga dilihatkan secara jelas mayat yang masih menggantung rata-rata adalah pria dengan setelan kemeja rapi.

Lantas, mengapa Jepang dikenal dengana hutan bunuh dirinya yaitu hutan Aokigahara padahal di belahan dunia lain pasti mempunyai hutan yang tak kalah seramnya. Bukan masalah hutannya bahkan hutan Aokigahara menjadi terkenal karena kemistisan yang terjadi disana, ada pula orang yang sampai rela melakukan wisata paranormal untuk membuktikan keangkeran yang dapat dirasakan di hutan Aokigahara. Jepang terkenal dengan mental masyarakatnya yang mudah sekali bunuh diri jika hal tersebut harus dilakukan. Masyarakat Jepang biasa cukup dalam pemenuhan kehidupannya baik itu kebutuhan pangan maupun sandang, pekerjaan, sosial maupun keluarga. Jika dalam kehidupannya mengalami guncangan seperti kehilangan pekerjaan maupun keluarga masyarakat Jepang tidak segan-segan untuk mengakhiri hidupnya. Bahkan jika seseorang merasa tidak dapat bekerja keras dan merasa tidak berguna dilingkungannya ataupun melakukan kesalahan dan diketahui hingga merasa malu maka orang tersebut tidak segan-segan untuk melakukan bunuh diri. Tradisi bunuh diri tersebut dimulai dengan tradisi yang disebut Harakiri pada jaman kuno Jepang, hal tersebut masih ada sampai sekarang walaupun dalam pelaksanaannya tidak seperti Harakiri yang menusukkan samurai panjang ke perutnya hingga isi perut keluar. Tradisi bunuh diri di jaman sekarang bisa dilakukan dengan apa saja dan dimana saja, seperti melakukan loncat di rel kereta api ataupun pergi ke hutan Aoikigahara.

Jepang yang merupakan negara industri maju, negara yang mempunyai masyarakat pekerja keras, budaya malu yang ada dan budaya-budaya Jepang lainnya yang sangat baik jika kita terapkan di Indonesia, juga mempunyai kelemahan dalam mental masyarakatnya. Kebiasaan masyarakat yang tidak memikirkan betapa berharganya hidup yang telah diberikan dengan mudahnya mengakhiri hidup mereka dengan cara bunuh diri merupakan salah satu budaya Jepang yang tidak pantas jika kita terapkan di Indonesia. Indonesia yang menganut budaya ketimuran dan semua masyarakatnya mempunyai agama pasti tahu jika mengakhiri hidup dengan bunuh diri tidak diperbolehkan dalam agama apapun. Dibalik majunya dan keindahan suatu negara seperti negara Jepang pasti juga mempunyai kelemahan yang ada dalam masyarakatnya, tergantung bagaimana pemerintahnya mengendalikan masyarakatnya untuk tidak melakukan hal tersebut karena menurut data kepolisian Jepang kasus bunuh diri di Jepang semakin meningkat tiap tahunnya. Dan juga bagaimana pemerintah memanfaatkan kelemahan yang ada di negaranya seperti hutan Aokigahara yang kemudian menjadi terkenal dan banyak dikunjungi oleh wisatawan yang penasaran.

Saya menyimpulkan bagaimana kita seharusnya mensyukuri hidup yang telah diberikan Tuhan kepada kita, segala kesusahan yang terjadi merupakan bagian dari hidup, tergantung bagaimana kita memaknai hidup, seseorang pasti pernah berada diatas maupun berada dibawah dalam roda kehidupan. Jadilah orang yang selalu bersyukur.

versy 1

tanda peringatan untuk tidak bunuh diri

versy 2

Gua yang terdapat di hutan Aokigahara

versy 3

Peninggalan identitas mayat

versy 4

Jalan masuk ke hutan Aokigahara

versy 5

Tengkorak yang terdapat di hutan Aokigahara

Advertisements