Tags

, ,

Nama : Fitri Wahyuningsih

NIM: 1402045046

Prodi : Hubungan International A- Mata Kuliah Politik  Pemerintahan Jepang

Gemar Membaca dan Disiplin sebagai Lifesyle  Masyarakat Jepang yang Mendukung Kemajuan

Jepang, Negara yang satu ini memang selalu membuat dunia berdecak kagum. Setelah bom meluluh lantakkan dua kota utama  mereka Nagasaki dan hirosima pada tahun 1945, mereka mampu bangkit dengan cepatnya dan melesat jauh menjadi Negara maju bahkan mampu menantang kematangan Negara Negara benua biru eropa, dan Negara yang dulu menghancurkan mereka amerika serikat.  Kalau kita telaah sebenarnya apa yang membuat jepang menjadi Negara yang begitu cepat maju, maka jawaban saya adalah karena masyarakat mereka memelihara prinsip dan gaya hidup yang mendukung kemajuan. Apa saja itu? Banyak menurut saya, diantaranya adalah mereka bertanggung jawab, malu , disiplin, sopan, mencintai proses, talk less do much, dan masyarakat mereka gemar membaca. dan disini saya akan coba memaparkan tentang kebiasaan baik mereka tentang kedisiplinan dan kegemaran membaca.

Pada suatu ketika saya pernah membaca status abang saya di sosmed ‘’ tidak ada Negara maju yang mayarakat  bukan pelahap sastra’’. Entah itu katanya, atau dia kutip dari seseorang.  Yah, saat itu saya berpikir mungkin karena abang  adalah seorang mahasiswa jurusan Sastra Indonesia maka mungkin itu adalah bentuk kekecewaaan nya karena banyak masyarakat Indonesia yang tidak sadar akan pentingnya membaca. Saya sendiri saat itu bukanlah seorang yang suka membaca karena bagi saya lebih asik membaca status –status teman di sosmed atau chat sesuatu yang tak penting ketimbang membaca. Namun itu dulu, saya tidak bisa mengatakan bahwa saat ini saya adalah seorang bookish atau pecinta buku, tapi setidaknya saya telah  mencoba untuk berkawan baik dengan buku karena setelah itu banyak efek positif yang saya rasakan dari ‘’perkawanan’’ tersebut. Tak semua hal dalam buku mampu terserap dalam memori saya, Namun setidaknya banyak sekali efek positif yang saya rasakan, dan yang paling terasa adalah akhir – akhir ini saya seperti memiliki sudut pandang yang lebih dalam melihat sebuah fenomena. Itu sekilas saja terkait efek buku pada diri saya, kembali ke tidak ada Negara maju yang masyarakatnya bukan pelahap sastra. Kalau kita perhatikan, kalimat ini tidaklah berlebihan. Adakah sebuah Negara yang masyarakatnya rajin membaca namun Negara tersebut masuk ke dalam kategori Negara peri peri atau miskin? Saya belum melihat ada. Dan salah satu Negara maju yang mendidik masyarakatnya untuk selalu membaca dan menjadikan membaca sebagai gaya hidup adalah jepang. Sangat sering sekali saya menemukan artikel – artikel di internet yang menunjukkan bagaimana masyarakat jepang sangat gemar membaca. Mereka masyarakat jepang terkenal sekali sebagai bangsa yang workaholic atau pecinta kerja. Namun begitu, walau mereka sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing hal tersebut tidak menghalangi niat mereka untuk tetap membaca. Mereka mengakali kesulitan mencari waktu membaca di hari kerja dengan membaca saat perjalanan pergi ataupun pulang kerja. Itulah mengapa sangat sering di transportasi umum seperti MRT di jepang dipenuhi oleh penumpang yang membaca. Sebenarnya kalau dilihat lagi mengapa kebiasaan membaca ini bisa mengakar dengan sangat baik di jepang adalah karena sejak dini orang tua di jepang sadar akan pentingnya budaya membaca. Sejak dini anak mereka dikenalkan dengan buku – buku, kemudian juga saya pernah mendapat di artikel internet bahwa di jepang ada kebijakan dari pemerintah bahwa sebelum memulai kelas seluruh sekolah dasar di jepang harus menyisikan waktu 10 menit bagi siswa – siswa mereka untuk membaca.

fitri 1

   Penumpang yang sedang membaca di MRT

lagi lagi ini kata abang saya, dulu abang saya pernah mengatakan bahwa orang – orang di jepang beranggapan bahwa kalau buku yang dibaca tak menyamai tinggi badan si pembaca, maka sama saja orang tersebut seperti tidak pernah membaca dan itu memalukan bagi mereka (orang jepang). Juga kalau kita menyaksikan film – film jepang yang bercerita tentang murid  sekolah, mereka akan menggambarkan bahwa murid yang keren adalah mereka yang rajin membaca buku. Saya pernah menyaksikan film jepang yang bertemakan tentang percintaan anak sekolah judulnya paradise kiss dan love for beginner. Di kedua film ini digambarkan bahwa pemeran utama pria di kedua film ini adalah seorang yang suka membaca. Atau  bahkan di anime pun saya juga melihat budaya membaca mereka bawa, misalnya di naruto. Dalam anime tersebut kakashi guru naruto adalah seorang yang selalu membaca.  Menurut saya hal ini sangatlah positif karena mereka secara tidak langsung memberi tahu kepada generasi muda jepang bahwa cara untuk menjadi remaja yang keren adalah dengan menjadi pintar, dengan membaca buku. Coba kita bandingkan di Indonesia bagaimana para movie maker negeri ini merusak generasi muda Indonesia dengan membuat film tak bermutu  yang menggambarkan bahwa remaja keren itu adalah dengan ugal – ugalan di jalan menggunakan motor gede (Moge).

Kemudian budaya disiplin. Bagi saya disiplin sudah menjadi ciri Negara maju, dan Jepang patut berbangga hati karena kenyataanya mereka sangat menjunjung budaya tersebut. Seperti kata pak Jayus, dosen ISBD saat saya semester satu dulu. Beliau pernah berujar bahwa awal dari kesuksesan adalah disiplin dan untuk bergerak maju selangkah dari orang lain adalah dengan disiplin. ‘’ coba lihat apa ada Negara maju yang masyarakatnya tidak disiplin?’’ begitu kata beliau. Sama halnya dengan kegemaran membaca yang menurut abang saya adalah cerminan dari Negara maju, budaya disiplin pun juga demikian. Kebiasaan masyarakat jepang yang satu ini sudah sangat terkenal hampir di seantero dunia. Bahkan sangkin mengakar dengan sangat kuatnya kebiasaan disiplin pada masyarakat Jepang menurut saya disiplin seperti menjadi identitas Jepang. Coba saja tanyakan pada masyarakat awam, apa kebiasaan positif Jepang yang mereka ketahui saya yakin mereka akan menjawab disiplin. kalau kita runut sebenarnya darmana asal dari kebiasaan disiplin ini, saya rasa kebiasaan ini diwariskan oleh para kesatria jepang jaman dahulu, samurai. Para samurai pada jaman dahulu harus mematuhi semua perintah –perintah kaisar dengan sebaik baiknya, kemudian kebiasaan ini teradopsi dengan baik oleh masyarakat.

fitri 2 fitri 3

Kanan ke kiri: masyarakat jepang yang mengantre di stasiun dan melalui jalur penyembarangan (zebra cross)

kebiasaan masyarakat jepang yang satu ini memang terlihat dengan sangat nyata contohnya mereka sangat mematuhi rambu lalu lintas, sangat disiplin saat mengantre, membuang sampah pada tempatnya, selalu on time bahkan in time saat janji betermu, dan selalu menyelesaikan pekerjaan sebelum tenggat waktu yang telah ditentukan. Mereka sadar betul bahwa waktu itu sangat berharga yah karena waktu tidak dapat dibeli pastinya dan oleh karena itu tidak ada alasan untuk membuang waktu dengan sia – sia. Kalau tidak salah dulu guru bahasa inggris saya pernah mengatakan bagi orang jepang ’’ jangan buang waktumu untuk berjalan’’. Maksudnya adalah saat menempuh perjalanan dari satu tempat ke tempat lain jangan habiskan waktu lama di perjalanan, usahakan berjalan lah secepat mungkin jangan buang- buang waktu. Selain yang sudah saya paparkan diatas bahwa kebiasaan disiplin ini memang berasal dari turun temurun, juga dalam kehidupan sehari hari masyarakat Jepang memang dituntut untuk itu. Saya belum penah ke Jepang, namun ini yang banyak saya temui di artikel. Masyarakat Jepang terkenal hobi menggunakan moda transportasi umum semisal bus dan MRT. Kita tahu bahwa dua transportasi umum tersebut telah memliki jadwal keberangkatan dan perherntian yang sudah terjadwal dengan rapi. Itu sebabnya masyarakat jepang harus semakin disiplin jika masih ingin menggunakan bus dan MRT karena dua transportasi tersebut sangatlah tepat waktu bahkan ketepatan waktunya hingga 0,19 detik, sehingga masyarakat harus berpacu dengan waktu.

Kemudian saya punya cerita terkait kedisiplinan masyarakat Jepang. Bapak dosen sosiologi saat saya semester dua lalu lama menghabiskan waktunya di jepang. Saat tinggal disana beliau berujar bahwa di jalan raya para pengendara kendaraan sangat mematuhi rambu – rambu yang ada. Dan pada akhirnya beliau terbiasa dengan hal tersebut. Namun sekembalinya ke Indonesia tepatnya di samarinda, suasana jalan sangatlah berbeda. Di sini kata beliau, para pengendara tidak disiplin dalam berlalu lintas sehingga membuat beliau takut berkendara. Alhasil, beliau meminta untuk di antar / disopiri istri jika ingin bepergian untuk sementara waktu sampai beliau terbiasa dengan kondisi yang ada.  Lalu ada cerita lain lagi. Sekitar seminggu lalu MulawarmanJapan.net 2016 baru saja berakhir. Saat di hari terakhir penyelenggaraan festival tepatnya di hati ke tiga, terdapat acara demo cooking oleh mahasiswa asal Jepang Hiroshi Masamura. Festival Jepang ini biasanya buka jam 9 pagi namun kadang molor , tapi hiroshi datang ke lokasi festival sekitar jam setengah sepuluh atau hampir jam sepuluh, itu berarti sangat pagi sekali. Bukan maksud saya untuk mendiskreditkan panitia yang lain, namun realitanya di lapangan menunjukkan bahwa banyak panitia dari MJN16 yang tidak datang sepagi itu, sehingga bisa dikatakan bahwa hiroshi yang notabenya adalah tamu justru datang lebih awal.  Bahkan dibelakang diketahui hiro sendiri tidak tahu kapan demo cooking harus dimulai yang ternyata dimulai setelah sholat jum’at.  Maksud dari cerita ini adalah panitia tahu kapan mereka harus mulai kerja namun mereka sangat tidak disiplin (tidak semua panitia) namun hiro yang jam cooking demonya belum jelas datang sangat pagi. Bisa saja jika hiro malas seperti panitia menuggu siang saja datang ke acara festival, toh dia adalah tamu, toh karena dia tidak tahu jadwal.

Itulah dua kesan saya tentang Jepang. Kesimpulan yang bisa saya ambil simple saja bahwa dua kebiasaan tersbeut sangatlah baik jika kita tiru, membaca dan disiplin. membaca selain dapat menambah wawasan juga dapat menghindari kita dari penyakit kepikunan atau Alzheimer. Kemudian disiplin. banyak efek positif dari menjadi disiplin. menurut saya orang yang disiplin akan terus berpacu dengan waktu, sehingga orang tersebut akan bekerja dengan sungguh sungguh atau serius dan kalau di dalam perushaan bekerja dengan disiplin akan menghemat biaya perusahaan juga karena pekerjaan dikerjakan sesuai dengan deadline. Orang yang disiplin juga adalah menurut saya akan lebih dipercaya oleh orang lain untuk mengemban sebuah tanggung jawab besar. Kita dapat meniru kebiasaan baik masyarakat jepang ini, namun jangan semua hal dari jepang kita tiru. Biar bagaimanapun bangsa yang keren adalah bangsa yang tidak menghilangkan identitasnya, jati dirinya. Kita bisa menjadi masyarakat yang gemar membaca, sopan, disiplin, bertanggung jawab, dll namun tetap dengan karakter Indonesia. seperti yang saya paparkan bahwa disiplin dan gemar membaca adalah cirri Negara maju, siapa tahu jika kita menjadikan dua kebiasaan baik tersebut sebagai gaya hidup, Indonesia pun dalam waktu yang tak lama juga mampu menjadi Negara maju layaknya Jepang ? Who knows J

Advertisements