Tags

, ,

Nama   : Hartomo Setyo Ari Wibowo

NIM    : 1402045038

Prodi   : Hubungan Internasional | A

Matkul : Pemerintahan & Politik Jepang

Gelar Kehormatan Umum

-San, -Kun, -Chan, dan –Sama

            Saya merupakan salah satu penyuka jepang, entah itu dari hal yang kecil sekali pun seperti cara makan mereka yang menggunakan sumpit, dari kecil saya Sangat suka sekali menggunakan sumpit kalau makan, bisa dibilang si kaya songong gitu tapi entah mengapa itu seperti hal yang keren pada saat itu. Saat kecil saya tidak terlalu banyak punya pengetahuan mengenai “negara jepang” yang saya tau dari jepang sendiri adalah bahwa mereka sering makan pakai sumpit, anime, gunung fuji, di jeonag ada musim salju, kimono, samurai, bendera negara jepang yang warna putih dan ada dot berwarna merah di tengah benderannya. Seiring berjalannya waktu dan denga n pendewasaaan diri kini pengetahuan saya mengenai jepang mulai bertambah, jujur saya tidak terlalu tau mengenai politik dan pemerintahan jepang sendiri karena memang saya tidak terlalu tertarik akan pengetahuan dari politik dan pemerintahan jepang namun di sini dalam program studi hubungan internasional saya pun mulai mempelajari mata kuliah yang membawakan materi politik dan pemerintahan jepang ini.

Banyak sekai hal yang saya suka dari jepang bahkan sampai dengan faShion orang jepang yang kerap kali saat melihatnya kita sering mengucapkan kata kata Kawaii yang artinya lucu, ya meskipun saya tidak bahkan bukan seorang yang suka ber-FaShion juga tapi saya hanya menyukainya terlebih disaat wanita jepang menggunakan kostum atau yang lebih di kenal dengan Cosplay. Para Cosplayer ( yang menggunakan Cosplay) berpakaian layaknya seorang tokoh dalam sebuah anime, karena lebih banyak cosplay yang menggunakan tokoh kartun (Anime) untuk di jadikan tema dalam menggunakan cosplay. Animepun tak lepas dari list of my favorite from japan, itu karena saya tau jepang salah satunya dari tayangan asal jepang yaitu Anime. I love so much anime ya meskipun tidak semua anime yang saya suka jadi menurut saya genre Sangat berpengaruh untuk meihat apakah anime itu bagus atau tidak untuk di lihat.

Kembali ke inti tema yang akan saya ambil tidak  lepas dari hal-hal yang sudah saya sampaikan di atas sebelumnya. Disini saya akan menjelaskan gelar umum atau kalau dalam tata krama di jepang sperti sebutan ke orang lain sebagai rasa hormat seperti panggilan mbak, kak, mas, om , tante, dan sebagianya. Berbeda dengan indonesia, jepang mempunyai jenis tata kramanya mengenai rasa hormat kepada orang lain. Karenanya jepang Sangat menjunjung tinggi tata krama  mereka dan selalu di ajarkan kepada keturunanya dan merupakan hal yang tabu bagi keluarga di jepang apabila tata krama disalahgunakan bukan pada tempatnya.

Tema yang saya ambil ini menurut saya sebenarnya menarik untuk saya jelaskan. Karena saat saya mencari filosofinya di internet Sangat lah cukup mengagumkan bagi tata krama yang satu ini.

Salah satu alaSan mengapa saya mengambil tema ini adalah karena saya sering melihat anime dimana para pemainnya memangil lawan mainnya dengan menambahkan kata –San, -Kun, -Chan, dan –Sama setelah nama mereka. Dan dari hal itu membuat saya ingin tau mengapa mereka menambahkan kata tersebut di belakan nama, banyak pertanyaan yang muncul mulai dari apa itu –San, -Kun, -Chan, dan –Sama?, mengapa mereka menggunakan kata itu?, apakah hanya di anime saja atau di jepang juga menggunakan nya?.

            Teryata setelah bertanya kepada sekian banyaknya teman yang lebih mengetahui akan hal itu dan ber-Googling saya akhirnya tau makna dari –San, -Kun, -Chan, dan –Sama tersebut. Saya akan menjelaskan satu persatu makna tata krama yangs satu ini.

Pertama yaitu –San, misalnya tomo-San disini penggunaan –San setelah nama dalam memanggil seseorang pada umumnya  digunakan untuk memanggil orang yang baru saja kita kenal untuk menghormatinya kata –San ini juga bisa di gunakan untuk nama binatang dan  objek yang tidak bergerak seperti contoh: kucing yang bahasa jepangnya “neko” jadi bisa di gunakan menjadi neko-San dan juga toko buku dalam bahasa jepang “honya” kemudian menjadi honya-San. Penggunaaan –San sendiri tidak boleh di pakai saat pembicaraan atau percakapan yang formal, dan jarang juga digunakan oleh orang yang sudah menikah.

Kedua adalah –Kun yang sebagai contohnya tomo-Kun. Penggunaan kata –Kun disini lumrah digunakan untuk seorang atau anak laki-laki sebagai status gender boy, juga penggunaan –Kun bisa dipakai untuk seorang senior yang memanggil yang lebih junoir darinya dan juga bisa di gunakan oleh perempuan yang ketika memanggila laki-laki yang Sangat berarti baginya atau juga yang sudah di kenalnya sejak lama. Jadi, bisa dibilang penggunaan –Kun dipakai apabila orang tersebut sudah di kenalnya Sangat lama.

Yang ketiga adalah –Chan, sebagai contoh tomo-Chan. Biasa di gunakan untuk seorang perempuan atau wanita setelah akhir namanya. Bisa juga digunakan untuk orang terkasih. Penggunaan –Chan Sangat lah di larang digunakan untuk memanggil orang yang lebih tinggi dari kita karena akan dianggap merendahakannya dan terasa Sangat kasar. Oleh karena itu jarang penggunaan kata -Chan untuk sembarangan lebih banyak digunakan untuk memanggil perempuan saja. Tidak beda dengan –Kun, -Chan juga bisa digunkan untuk orang yang sudah lama kita kenal.

Dan yang keempat dan yang terakhir yaitu –Sama sebagi contohnya tomo-Sama. –Sama ini digunakan pada/untuk menunjukan rasa hormat kepada orang yang derajatnya lebih tinggi dari kita, biaSanya kepada bos, pelanggan, orang yang kita kagumi, penerima paket pos. Tidak di bolehkan apabila menyebut nama kita sendiri dengan menambahkan kata –Sama  karena itu akan terkeSan membuat kita terihat angkuh dan sombong. Kata –Sama  juga sering muncul dalam frasa o-tsukare Sama  yang maksudnya merupakan sebuah ekspresi empati atas kerja keras yang di lakukan seseorang.

Dapat di lihat dari keempat “gelar umum” tersebut begitu pentingnya tata kram asopan Santun dalam memanggil sesorang di jepang yang Sangat di junjung tinggi orang orang di Sana, selain –San, -Kun, -Chan, dan –Sama masih ada lagi yaitu Senpai, Sensei dan Shi. Sempai biaSanya di pakai di dalam tingkat para pelajar di jepang dengan memanggil kakak tingat atau kakak kelas mereka dengan menambah kata –Senpai setelah namanya, bisa juga digunkan kepada rekan sepekerjaan maupun di dalan group olahraga dan sebagainya, ada juga Kohai merupakan kebalikan dari Senpai yangmana digunakan untuk memanggil para junior di sebuah kelompok, namun Kohai disini Sangat jarang di gunakan. Lalu ada Sensei yang sering digunkan oleh murid atau peajar kepada guru maupun dosen mereka, kata Sensei ini juga biasa di gunakan oleh seorang dokter, politikus, maupun para tokoh yang mempunyai wewenang tertentu, gelar Sensei disini merupakan gelar yang mana orang tertentu telah menguasai kemampuan tertentu seperti misalnya seni, pendidikan dan lain-lainnya. Kemudian ada –Shi yang digunakan untuk percakapan yang Sangat formal dan biasa dipakai untuk  lawan bicara yang baru saja dikenal seperti pada pembawa acara yang terdapat narasumber dan narasumber ini bisa saja di panggil dengan –Shi saja tanpa menyebutkan namanya.

Berikut adalah sedikit tentang tata krama memanggil seseorang yang ada di jepang, dan saya harap bisa membuat pembaca lebih mengerti mengenai hal tersebut, jujur saya Sangat suka sekali dengan tata krama yang satu ini karena bisa meningkatkan rasa hormat kepada orang yang memiliki tingkat derajatnya lebih tinggi. Dan bisa saja kita memakai tata krama itu untuk memperbaiki sopan Santun yang dimiliki para ramaja di indonesia, tidak perlu susah susah dengan mengikutinya secara keseluruhan namun dengan memperbaiki nya menjadikannya sesuai dengan budaya indonesia.

tomo

Terima kasih atas perhatiannya dan kurang lebihnya dalam paper ini mohon di maafkan karena saya juga masih mempelajari tradisi tata krama jepang yang satu ini. Arigato GozaimaShita.

 

Advertisements