Tags

,

Indah pratiwi

1102045227

Menurut saya kebudayaan di jepang sangat bagus dan unik salah satunya dengan adanya kepercayaan dari masyarakat tentang memelihara kucing, Jepang bisa dibilang sebagai negara kucing. Dimana-mana kita bisa melihat banyak segala sesuatu yang berhubungan dengan kucing. Mulai dari mainan, manga, anime, kafe yang disediakan khusus untuk para pencinta kucing, sampai kucing yang diangkat menjadi kepala stasiun kereta. Menurut kepercayaan, orang-orang Jepang mulai memelihara kucing sekitar tahun 1000-an. Adalah kaisar Ichijo (987-1011) yang pertama kali memperkenalkan kucing peliharaan kepada masyarakat Jepang setelah dia menerima utusan dari negeri China yang membawa kucing peliharaannya.

 Saat itu, tentu saja, hanya kalangan dari istana yang mampu memelihara kucing karena harganya yang sangat mahal. Banyak yang menganggap kucing sebagai simbol keberuntungan, seperti para pemilik toko yang memajang Maneki Neko (招き猫 / kucing yang memanggil atau kucing yang mengundang). Banyak sekali orang yang salah paham dengan mengira Maneki Neko beasal dari China, padahal faktanya Maneki Neko berasal dari Jepang sekitar tahun 1870-an semasa era Meiji.

indah 1indah 2

Gambar di kiri adalah Maneki Neko yang ada di jaman modern, yang selalu digambarkan membawa Koban (koin emas dari jaman Edo). Jika dipajang di toko, dipercaya akan mengundang banyak pembeli untuk datang ke toko. Sedangkan gambar di kanan adalah patung tua Maneki Neko yang terbuat dari kayu, yang berada di pasar Ofuna, Prefektur Kanagawa. Dibawah kaki kanannya terdapat sebuah palu godam yang bertuliskan Fuku (福) yang berarti keberuntungan atau kemakmuran. Sedangkan bell yang menggantung di kalungnya adalah aksesoris yang biasa dikenakan oleh keluarga-keluarga kaya yang memelihara kucing pada jaman Edo.

Menurut sebuah survey di Jepang, sekitar 60% Maneki Neko di Jepang mengangkat kaki kirinya, 39% mengangkat kaki kanannya, dan hanya 1% yang mengangkat kedua kakinya. Kepercayaanya adalah kaki kiri dapat mengundang para pelanggan, sedangkan kaki kanan yang memberikan kekayaan. Namun, seperti layaknya koin yang memiliki dua sisi berbeda, banyak juga yang percaya kalau kucing mengundang nasib buruk. Ada suatu masa ketika kucing dipercaya dapat berubah menjadi monster, namanya adalah  bakeneko  dan  nekomata.

Pada zaman dahulu kala, ketika samurai dan ninja masih menguasai Jepang, kucing adalah salah satu hewan yang sangat ditakuti. Kucingnya lebih sering dikenal dengan nama Bakeneko dan Nekomata. Dalam cerita dongeng Jepang, setiap kucing yang hidup lebih dari 13 tahun, mencapai berat 3,75 kg, atau diperbolehkan untuk mempunyai ekor yang panjang, bisa menjadi Bakeneko (化け猫) atau siluman kucing. Konon siluman kucing ini bisa memakan apapun dan siapapun yang ada di hadapannya. Dan ketika ekor Bakeneko tumbuh cukup panjang, ekornya akan terbelah menjadi dua, lalu berubah menjadi Nekomata.

Pada awal abad ke-17, hewan kucing dimanfaatkan oleh orang Jepang untuk memakan tikus-tikus yang mengancam ulat sutra. Pada waktu itu kucing tidak boleh diperjual-belikan dan mereka dilepas begitu saja, bebas berkeliaran di sekitar desa dan kota.
Cerita tentang kucing-kucing jalanan yang ganas akhirnya menjadi dongeng terkenal dari generasi ke generasi. Ada banyak orang yang membicarakan tentang kemampuan supranatural yang dimiliki Bakeneko dan Nekomata. Mereka bisa berbicara dengan bahasa manusia (bahasa Jepang tentu saja), mereka bisa berjalan dengan dua kaki, membunuh manusia kemudian berubah bentuk menjadi korbannya, dan bahkan membangkitkan orang mati untuk menghantui yang masih hidup.

indah 3
diatas adalah gambar Bakeneko dan Nekomata yang di takuti pada zaman dahulu

Bakeneko adalah salah satu bukti bahwa kucing sangat berpengaruh pada sejarah di jepang walaupun sekarang kucing lebih disukai karna sosoknya yang lucu dan membawa keberuntuan menurut masyarakat jepang. Dan di jepang juga ada hari untuk kucing. Jepang merayakan acara tahunan Hari Kucing, yang sekarang telah memasuki tahun ke-27. Negeri matahari terbit sendiri memang dikenal sebagai salah satu negara pecinta kucing. Bahkan, ada sekitar 10 juta kucing yang dipelihara di Jepang. Hari kucing pada tanggal 22 februari  dan ini di tetapkan oleh komite eksekutif setelah pemungutan suara yang dilakukan oleh 9000 peternak kucing Hari Kucing tahun lalu disambut meriah dengan adanya bermacam promo di berbagai toko hewan peliharaan di Jepang.

Saking sukanya pada kucing, orang Jepang juga dikenal suka mendatangi kafe-kafe bertema kucing. Sejak cat cafe (kafe kucing) menjadi tren di Jepang pada tahun 2011, kini setidaknya ada sekitar 79 kafe kucing yang telah dibuka di sana. Ini membuat saya tertarik akan salah satu kebudayaan jepang ini, karena membuat sesuatu yang unik untuk menarik minat masyarakat asing dengan membuat kepercayaan yang diyakini oleh masyarakat dalam negeri menjadi salah satu daya tarik untuk negara tersebut.

Advertisements