Tags

,

Nama              : Nur Aeni

NIM                : 1302045059

Kelas               : HI Reguler B

Tugas UTS MK Politik & Pemerintahan Jepang

 

 

JEPANG DI MATAKU :

“ANIME JEPANG VERSI DAHULU DAN SEKARANG”

            Jepang (bahasa Jepang: 日本 Nippon atau Nihon; nama resmi: 日本国 Tentang suara ini Nipponkoku atau Nihonkoku, nama harfiah: “Negara Jepang”) adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Letaknya di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan bertetangga dengan Republik Rakyat Tiongkok, Korea, dan Rusia. Pulau-pulau paling utara berada di Laut Okhotsk dan wilayah paling selatan berupa kelompok pulau-pulau kecil di Laut Tiongkok Timur, tepatnya di sebelah selatan Okinawa yang bertetangga dengan Taiwan.

            Menurut mitologi tradisional, Jepang didirikan oleh Kaisar Jimmu pada abad ke-7 SM. Kaisar Jimmu memulai mata rantai monarki Jepang yang tidak terputus hingga kini. Meskipun begitu, sepanjang sejarahnya, untuk kebanyakan masa kekuatan sebenarnya berada di tangan anggota-anggota istana, shogun, pihak militer, dan memasuki zaman modern, di tangan perdana menteri. Menurut Konstitusi Jepang tahun 1947, Jepang adalah negara monarki konstitusional di bawah pimpinan Kaisar Jepang dan Parlemen Jepang. Sebelum kita membahas tentang perbedaan tujuan awal pembuatan anime dan tujuan sekarang maka sebaiknya kita harus tahu terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan anime.

Apa itu anime?

            Anime (アニメ) (baca: a-ni-me, bukan a-nim) adalah animasi khas Jepang, yang biasanya dicirikan melalui gambar-gambar berwarna-warni yang menampilkan tokoh-tokoh dalam berbagai macam lokasi dan cerita, yang ditujukan pada beragam jenis penonton. Anime dipengaruhi gaya gambar manga atau komik khas Jepang. Kata anime tampil dalam bentuk tulisan dalam tiga karakter katakana a, ni, me (アニメ) yang merupakan bahasa serapan dari bahasa Inggris “Animation” dan diucapkan sebagai “Anime-shon”. Kita bisa merunut sejarah anime dari awal abad ke-20 ketika bangkitnya kartun di dunia barat dan di Jepang pun mulai terasa pengaruhnya.

            Anime pertama yang diklaim sebagai anime pertama adalah sebuah 50 frame film yang ditemukan dalam sebuah proyektor tua di Kyoto pada 2005, anime pertama ini tidak dikenal siapa dan kapan yang membuatnya dan hanya berdurasi 3 detik. Ceritanya tentang seorang pria berpakaian pelaut menulis kanji katsudo shashin (活動写真) yang artinya dalam bahasa inggris “The Moving Pictures”, kemudian menghadap penonton, melepas topinya, dan memberi hormat. Anime pertama yang diketahui tanggal pembuatannya berasal dari tahun 1917 ketika animator Oten Shimokawa dan Seitaro Kitayama membuat animasi beberapa seri anime, salah satu yang bertahan dan dikenal adalah Namakura Gantana, menceritakan seorang Samurai bodoh yang membeli pedang tumpul, anime ini berdurasi 2 menit. Namun sejarah awal anime ini banyak yang hancur karena gempa bumi Kanto pada 1923, membuat hanya beberapa yang selamat.

Dalam artikel Michael O’Connell “A Brief History of Anime” dalam buku “Otakun 1999 Program Book” (1999), bahwa anime sebagai film animasi telah berkembang di Jepang sejak awal abad ke-20, tetapi dalam bentuk yang sekarang, baru dimulai pada dekade 1960-an ketika Osamu Tezuka, pembuat komik yang juga bapak manga Jepang, tertarik pada animasi setelah terlibat sebagai konsultan untuk film animasi buatan Toei “Alakazam the Great” (1960) yang berdasarkan komiknya.

            Selepas itu tahun 1930 – 1945 anime mulai bermunculan lagi, kebanyakan berfungsi sebagai alat propaganda Jepang. Pada era ini muncul anime pertama yang karakternya bisa berbicara layaknya manusia, yaitu “Chikara to Onna no Yo no Naka” yang dibuat oleh Masaoka di tahun 1933. Anime berdurasi panjang pertama muncul juga dari era ini, judulnya “Momotarō: Umi no Shinpei” dengan durasi 74 menit, ceritanya lebih ke propaganda Jepang dalam membebaskan Asia dari cengkraman Barat, dengan tokohnya seekor beruang, seekor monyet, seekor ayam, dan seekor anak anjing yang membebaskan Asia dengan terjun payung yang bisa kita bisa lihat seperti gambar dibawah ini.

nur aeni 1nur aeni 2

            Gambar di bagian kiri ialah sebuah anime yang berjudul “Chikara to Onna no Yo no Naka” yang dibuat oleh Masaoka di tahun 1933, dan di bagian kanan merupakan sebuah anime yang berjudul “Momotarō: Umi no Shinpei”. Ini adalah tujuan awal pembuatan anime yang dimana jepang melakukan propaganda dalam membebaskan Asia dari cengkraman barat.

            Sebelum dekade 1960-an, gaya film-film animasi Jepang masih dipengaruhi oleh animasi Barat terutama animasi produksi Walt Disney. Menurut O’Connell, Tezuka membawa gaya baru dalam pembuatan anime terutama pada desain karakter dan juga penggunaan ekspresi emosi yang kaya. Desain karakter Osamu Tezuka yang menyederhanakan karakter wajah, pembuatan mata yang besar dan penggunaan ekspresi emosi pada karakter anime dan manga itulah membawa pengaruh dahsyat pada industri anime Jepang setelah Perang Dunia II. Selepas 90an sampai sekarang, kita menikmati hasil evolusi puluhan tahun anime yang mendapat ciri khasnya dari Osamu Tezuka, film – film anime mulai bersaing dengan disney, munculnya genre – genre baru seperti Kodomo (anak-anak), Shojou (girls), Shounen(boys), dan lain – lain.

            Dan sekarang tujuan pembuatan Anime ini sendiri sudah berbeda dari tujuan awalnya pembuatan anime jepang ini. Di era sekarang tujuan pembuatan anime ialah untuk memberikan suatu hiburan atau untuk membuktikan bakat sang kreator, karena di era sekarang ini sudah banyak masyarakat Jepang yang berprofesi sebagai animator tidak layaknya seperti era awal pembuatan anime Jepang yang dimana sang kreator anime masih tergolong sedikit. Bahkan tidak jarang bahwa anime yang diproduksi di era sekarang lebih menjurus ke hal-hal yang sensitif bagi warga Indonesia sendiri, semua itu tergantung kepada genre dari jenis anime itu sendiri. Di era ini juga munculnya julukan Otaku, yang pertama kali muncul tahun 80an, sekarang mulai viral dan menjadi julukan bagi mereka yang menjadi fans anime, manga, dan produk turunannya.

nur aeni 3

            Gambar  diatas ini merupakan salah satu anime modern zaman sekarang yang berjudul “Death Note” yang berarti catatan kematian yang dimana menurut saya pribadi anime ini memiliki sebuah daya tarik yang tinggi melalui alur penceritaan dan daya hibur dari anime ini sendiri. Dalam anime ini, sang karakter utama menginginkan dunia tanpa adanya para kriminal, sehingga dia bertujuan untuk melenyapkan seluruh kriminalitas yang ada di dunia tersebut.

            Dari penjelasan diatas sudah dapat sedikit disimpulkan bahwa tujuan pembuatan anime di awal sudah sangat berbeda dengan tujuan pembuatan anime di era sekarang, yang dimana pada awal mulanya anime hanyalah sebuah alat propaganda jepang untuk membuktikan dirinya bahwa mereka mampu menguasai asia. Sedangkan di era sekarang pembuatan anime lebih bertujuan untuk menghibur dan menunjukkan bahwa kreasi siapa yang lebih baik dan yang terbaik. Pembuatan anime di era sekarang termotivasi dengan adanya penghargaan penghargaan yang bisa didapatkan oleh sang kreator jika kreasi animasi mereka mendapatkan rating yang sangat baik. Unsur-unsur propaganda yang di terapkan di anime seperti pada awal mulanya pembuatan anime ini sudah semakin menghilang dari tujuan pembuatan anime sendiri, memang masih ada beberapa anime yang masih memprioritaskan propaganda jepang, namun tidak mendominan seperti di era klasik dahulu.

            Kini, Jepang merupakan salah sebuah pengekspor budaya pop yang terbesar. Anime, manga, mode, film, kesusastraan, permainan video, dan musik Jepang menerima sambutan hangat di seluruh dunia, terutama di negara-negara Asia yang lain. Pemuda Jepang gemar menciptakan trend baru dan kegemaran mengikut gaya mereka memengaruhi mode dan trend seluruh dunia. Pasar muda-mudi yang amat baik merupakan ujian untuk produk-produk elektronik konsumen yang baru, di mana gaya dan fungsinya ditentukan oleh pengguna Jepang, sebelum dipertimbangkan untuk diedarkan ke seluruh dunia.

            Demikianlah sedikit pandangan saya tentang jepang terkait tujuan pembuatan Anime di era lalu dan di era sekarang.nur aeni 1

Advertisements