Tags

Nama : Versy Gita Neshia

1402045044

Hubungan Internasional A

Essay ini mengenai perjalanan saya dalam tugas wawancara mata kuliah pendidikan anti korupsi, semua diawali pada tanggal 22 April 2015 dosen mata kuliah pendidikan anti korupsi ibu Unis memberikan tugas akhir untuk membuat kelompok dan mewawancarai instansi yang mungkin terkait akan kasus korupsi. Pertanyaan yang diajukan adalah apakah terjadi kasus korpusi di instansi tersebut dan jika ada atau tidak bagaimana cara mengatasinya, serta pertanyaan spesifik lainnya yang berkaitan tentang korupsi. Karena pada mata kuliah anti korupsi sebelumnya dengan ibu Enny kami telah membuat kelompok, maka kami memakai kelompok yang ada.Beberapa kelompok telah mempunyai ide untuk mewawancarai instansi apa, seperti polisi,partai politik,gubernur,walikota,dan sebagainya. Kelompok saya pun memutuskan untuk mewawancarai kantor dinas pendapatan daerah kota samarinda dan partai politik nasdem. Ketua tingkat memberitahukan jika ingin mewawancarai instansi harus membuat surat pengantar dan ditanda tangani diakademik. Maka kelompok saya membuat surat pengantar pada senin 27 April 2015 yang diwakilkan oleh teman saya yang bernama Indry.

Wawancara kami yang pertama dimulai pada hari rabu 29 April 2015 pada jam mata kuliah anti korupsi karena pada saat tersebut sedang tidak ada jam kuliah. Saya menyusul teman-teman yang telah duluan pergi ke kantor dinas pendapatan daerah dan mereka telah selesai menanyakan pada karyawan yang ada pada kantor dinas tersebut dan menurut cerita mereka, ketika mereka masuk kedalam kantor dan menanyakan ketua dari dinas pendapatan daerah untuk dimintai wawancara kepada petugas yang sedang berada di sekitar kantor tersebut mereka mengatakan bahwa bapak ketuanya sedang tidak ada tetapi dengan nada tidak mengenakan seakan-akan kehadiran kami mengganggu mereka yang ada disana. Karena kami menganggap kehadiran kami tidak diterima dengan baik kemudian kami berunding untuk mengganti instansi atau tetap menunggu ketua dari dinas pendapatan daerah. Kami pun kemudian setuju untuk mengganti instansi karena ketidak jelasan dari dinas pendapatan apakah mau untuk di wawancarai atau tidak. Daripada kami mendapatkan hasil sia-sia maka kami coba pergi ke dinas pekerjaan umum bagian sanitasi tanpa membawa surat pengantar dari fakultas. Di dinas pekerjaan umum teman saya yang bernama Hadijah menanyakan apakah Bapak ketua dinas pekerjaan umum ada ditempat atau tidak dan ternyata sedang tidak ada ditempat karena sedang ada urusan diluar. Hari pertama perjalanan wawancara kami pun berakhir di dinas pekerjaan umum dan akan kembali lagi pada keesokan harinya. Tetapi sebelumnya kami memutuskan untuk membagi dua tugas lagi karena partai politik nasdem belum didatangi untuk wawancara, jadi saya bersama hadijah,nicky,lita,nurin bertugas keesokan harinya untuk datang dan mewawancarai ketua dinas pekerjaan umum dan indry dan niputu bertugas untuk ke partai politik nasdem.

Hari kedua dalam tugas wawancara kami dimulai pada kamis 30 april 2015. Karena ada jam kuliah siang maka saya bersama teman-teman yang lainnya berencana untuk datang ke kantor dinas pekerjaan umum lebih pagi. Setelah sampai disana saya dengan yang lainnya menunggu kehadiran ketua dinas pekerjaan umum yang sedang rapat. Sampai sekitar 3 jam menunggu kami pun bertemu dengan bapak ketua dinas pekerjaan umum tersebut, tetapi karena ada kepentingan lainnya yang mengharuskan bapak ketuanya untuk pergi sebentar maka kami pun menunggu lagi. Kepada anggota dinas yang sedang berada disana kami diberitahukan bahwa jika ingin mewawancarai bapak ketuanya harus membawa surat pengantar dari fakultas atau kampus. Karena pada saat itu kami hanya membawa surat pengantar untuk dinas pendapatan daerah, kami pun kembali ke kampus membuat surat pengantar untuk dinas pekerjaan umum dan teman saya yang bernama arif memberikan masukan untuk mencoba mewawancarai partai perindo maka kami membuat lagi 2 surat pengantar baru. Saya dengan nicky mewakilkan untuk membuat surat keterangan di akademik, lalu meminta tanda tangan dengan ibu Unis. Setelah mendapat tanda tangan dari ibu Unis kami pun kembali ke kantor dinas pekerjaan umum. Sampai disana kedatangan kami sia-sia lagi karena bapak ketuanya sudah pergi dan tidak kembali ke kantornya.Sedangkan indry dan niputu yang ditugaskan untuk ke partai politik nasdem tidak menemui ketua dari partai politik tersebut.Pencarian narasumber untuk wawancara hari kedua kami pun disudahi pada hari itu.

Pada tanggal 4 Mei 2015, saya memulai mendatangi kantor dinas pekerjaan umum dengan teman-teman yang lainnya setelah mata kuliah sosiologi. Sedangkan Indry dan niputu kembali mencari ketua partai politik nasdem.Sesampainya disana kami pun harus menunggu lagi tetapi kali ini bapak ketua nya ada di tempat.Setelah menunggu bapaknya setuju untuk diwawancarai, yang mewawancarai adalah nicky, notulennya adalah lita, pendengarnya adalah saya dan nurin serta yang mengambil video adalah hadijah. Pertanyaan dimulai dari apakah ada kasus korupsi di instansi ini?, bapaknya pun menjawab bahwa tidak ada, lalu nicky kembali menanyakan apa yang menyebabkan tidak adanya kasus korupsi di instansi ini? Bapaknya memberitahukan bahwa korupsi tidak diperbolehkan dalam agama, makanya kami tidak melakukan korupsi.Setelah wawancara singkat yang telah kami lakukan selesai kami berterima kasih kepada bapaknya karena sudah mau untuk menjadi narasumber kami.Karena wawancara hari ketiga yang berlangsung cepat maka kami memutuskan untuk mencoba mendatangi partai perindo yang terletak di jalan antasari. Sesampainya disana kami bertemu langsung dengan ketua partai perindo bapak Hamdani HB,SH. Bapak Hamdani sangat ramah dan murah senyum, sehingga langsung bersedia saat dimintai untuk menjadi narasumber untuk wawancara. Wawancara dimulai dari pertanyaan yang sama yang diajukan oleh nicky, dan bapak Hamdani menjawab bahwa di partai Perindo ini tidak terjadi korupsi karena merupakan partai baru yang berdiri sekitar bulan februari 2015, dan semua anggaran pembiayaan untuk sewa rumah dibiayai dari uang pribadi. Bapak Hamdani juga memberitahukan bahwa saat ini partainya kekurangan sosok perempuan untuk menjadi anggotanya, ia mengharapkan bahwa suatu saat nanti perempuan dapat berperan aktif dalam partai politik. Banyak sekali nasihat, dan beberapa ilmu, yang kami dapat dari bapak Hamdani.Setelah selesai mewawancarai bapak Hamdani maka kami mendapatkan 2 narasumber yang berasal dari kantor dinas pekerjaan umum bagian sanitasi dan partai perindo. Sedangkan perkembangan wawancara dari indry dan niputu mereka memberitahu kami bahwa telah menemui ketua dari partai nasdem tapi setelah memberitahu bahwa akan diwawancarai mengenai korupsi, ketua dari partai nasdem tersebut meminta agar mendatangi kantor nasdemya bukan ditempat mereka bertemu dan lalu langsung menutup pintu tanpa sebab yang pasti, karena ketidaksopanan dari ketua partai tersebut dan kami telah mendapat 2 bahan video wawancara maka disudahi untuk mencari narasumber wawancara kami.

Setelah video siap untuk diedit kami melupakan foto dokumentasi untuk dijadikan tambahan dalam video, maka beberapa hari kemudian kami kembali ke partai perindo untuk mengambil gambar dengan bapak Hamdani, tetapi karena bapak Hamdani tidak ada ditempat maka kami berfoto dengan bapak Hamid Hubaib sebagai wakil ketua kader, anggota dan saksi. Video kami diedit oleh teman sekelas kami yaitu Hartomo, dan kami sangat berterima kasih karena ia mau untuk membantu tugas kami.

Saat presentasi video kami, dijelaskan oleh Indry dengan sangat bagus. Teman-teman dan ibu Unis pun memberikan beberapa pertanyaaan kepada kami, ibu Unis menanyakan kepada kami, apakah karena perindo partai baru maka tidak ada korupsi dan nantinya akan ada korupsi? Mengapa tidak ditanyakan seharusnya dengan jelas kepada bapak dari partai perindo?dengan segala kekurangan yang ada kami dapat menjawab pertanyaan mereka, mudah-mudahan dengan jawaban yang memuaskan.

Kesimpulan yang dapat saya ambil dari wawancara yang telah kami lakukan di dinas pekerjaan umum dan partai perindo, saya berharap jawaban yang didapat dari bapak ketua dinas pekerjaan umumĀ  dan perindo merupakan jawaban yang jujur. Walaupun di dinas pekerjaan umum sedikit dipersulit karena kesulitan bertemu dengan ketuanya dan anggota lainnya tidak ada yang berani untuk mewakilkan menjadi narasumber, saya berharap disana benar tidak terjadi kasus korupsi yang besar walaupun saya percaya bahwa korupsi kecil seperti korupsi waktu bisa saja terjadi di dinas pekerjaan umum maupun di partai perindo. Untuk di dinas pendapatan daerah yang tidak jadi kami wawancarai mungkin mereka mempuyai sedikit privasi sehingga tidak ingin sembarangan memberikan informasi dan tidak ingin di wawancarai dan begitu juga mungkin dengan partai nasdem yang sulit untuk di wawancarai. Saya berterima kasih kepada ibu Unis karena berkat tugas yang diberikan saya dapat lebih mengetahui bagaimana kerjanya instansi – instansi yang berada di samarinda, melalui presentasi dari teman-teman dah hasil wawancara kelompok kami.

Mengenai perbuatan korupsi yang pernah saya lakukan mungkin banyak sekali korupsi kecil yang telah lama saya lakukan tetapi beberapa tidak disadari bahwa itu termasuk dalam korupsi sehingga masih saja dilakukan. Seperti mengambil uang sisa belanja jika disuruh oleh orang tua tanpa bilang, mencontek dalam ujian, tidak tepat waktu menurut saya juga merupakan bagian dari korupsi waktu, serta perbuatan lain yang memungkinkan untuk disebut korupsi tetapi saya tidak tahu.

Advertisements