Tags

Nama                   : Siti chotijah

Nim             : 1402045024

Prodi           : Hubungan internasional A

Matkul       : Pendidikan Anti korupsi

Perjalanan saya dimulai pada tanggal 29 April 2015, hari itu sepulang kuliah saya langsung menuju ke Badan Pengawas Keuangan (BPK) yang beralamatkan di jalan M. Yamin. Setibanya di kantor BPK saya langsung menyerahkan surat pengantar ke bagian receptionist kemudian saya disuruh datang kembali pada hari Senin, tanggal 4 Mei 2015 untuk mendapat kepastian untuk mewawancarai Pimpinan BPK. Tepat dihari Senin saya kembali ke BPK, namun setibanya di BPK perwakilan dari saya menemui staf Humas dan TU bernama ibu Yulistiani, beliau menyampaikan bahwa pimpinan BPK untuk saat itu belum bisa ditemui karena sedang melaksanakan tugas diluar kota, sebagai jawaban dari surat saya sementara sedang diproses. Jadi saya pulang dengan membawa ketidakpastian ‘lagi’.

Di hari yang sama, saya melakukan plan B  dengan mendatangi kantor Dinas Pendidikan kota Samarinda dengan tujuan yang sama yaitu untuk mewawancarai pimpinan disana. Sehubungan dengan sedang dilaksanakannya ujian nasional, seluruh staf yang ada disana sedang sibuk, sehingga saya diminta datang di lain hari. Dikarenakan tugas ini sudah mendekati deadline, saya memutuskan untuk mendatangi instansi yang lain yaitu  Badan Kepegawaian atang Daerah Provinsi Kalimantan Timur.  Setibanya saya dikantor BKD, saya mendatangi receptionist dan menyerahkan surat pengantar dan menjelaskan maksud kedatangan saya. Namun, receptionist menjelaskan bahwa semua instansi sedang rapat sehingga beliau meminta datang kembali keesokan harinya. Pada keesokan harinya saya datang setelah jam kuliah pukul 11.10. Di instanansi tersebut saya melakukan interview  bersama sekertaris BKD. Dan saya melakukan interview kurang lebih satu jam. Dan saya melakukan interview kembali ke BPK pada hari Jumat jam 9 sampai pukul 11.

Pengalaman saya yang baru pertama kali melakukan wawancara di kantor BPK adalah sangat berkesan, karena disambut dengan tempat yang telah disediakan selayaknya rapat,disuguhkan makanan ringan dan air mineral untuk kami yang datang untuk mewawancara. Ini pengalaman pertama saya mendatangi instansi besar dan berhasil mewawancarainya berkat kerja kelompok yang saling mensupport agar tidak putus asa dahulu, saya jadi punya pengalaman baru yang hebat bagi saya mahasiswa semester 2 yang baru setahun menjalani perkuliahan, yang bisa saya ceritakan ke orang tua dan keluarga saya di kampung.

Saat ingin melakukan wawancara di kantor dinas pendidikan, kami harus melewati jalan tikus dan melewati jalan yang sekiranya tidak terdapat lampu merah dan polisinya karena ada teman kami yang tidak membawa helm, agak ekstream sih sebenarnya tapi ini salah satu resikonya, senyampenya di kantor dinas pendidikan kami tidak langsung wawancara karena tidak ada ketuanya atau pegawainya yang bisa dipertanyakan karena sedang sibuk untuk Ujian Nasional untuk sekolah-sekolah.

Saat wawancara di kantor dinas kepegawaian daerah tidak melalui hambatan, namun saya menemukan hal baru lagi yang terlihat kampung dimata orang, saya baru pertama kali menaiki lift, dan rasanya pusing dan mual walaupun hanya 1 lantai tapi sudah terasa. Di kantor dinas kepegawaian daerah kami tidak langsung dapat mewawancarai salah satu staffnya karena ketuanya sedang tidak ada di tempat, jadi kami di suruh menulis nomer telpon yang bisa dihubungi agar jika ketuanya ada bisa langsung dihubungin.

Saya dapat mengambil pelajaran dari tugas wawancara saya di kantor BPK tersebut adalah harus percaya diri, kompak, sopan santun dan atur strategi. Karena di dalam satu kelompok apabila individu-individunya telah tertanam kepercayaan diri maka kita harus bersikap sopan selayaknya mahasiswa, dari situ akan timbul juga kekompakan, apabila tim sudah kompak kita tinggal atur strategi untuk melakukan wawancara.

Advertisements