Tags

RIZQA RAHMATANIA AGHNA SAPUTRI

1402045005

PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

Pada hari selasa, 29 april 2015, saya dan kelompok saya (ankor warriors) yang terdiri dari Randa, Nur Haryani, Dini, Qintamani, Yunda Hestya, Eka Novita, dan saya sendiri Rizqa membagi tugas untuk melaksanakan kunjungan Studi dan Observasi dalam rangka menyelesaikan tugas mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi yang di ampu oleh Ibu Uni Wahyuni Sagena, M.Si., Ph.D yaitu mewawancara instansi pemerintahan. Kami membagi 3 kelompok. Randa dan Nur Haryani wawancara ke DPRD Kota Samarinda. Sedangkan Qintamani, Dini, dan Yunda Hestya wawancara ke kantor Gubernur. Dan saya bersama Eka Novita mendapat tugas untuk mewawancarai Ketua DPD Partai Demokrat Kota Samarinda.

Pukul 9.45 wita setelah mata kuliah pertama kami berkumpul, setelah semuanya siap kami mulai bertugas kemasing-masing instansi yang sudah dibagi tadi. Saya dan Eka Novita langsung menuju kantor DPD Partai Demokrat Samarinda yang berada di jalan Juanda dengan bekal surat jalan yang kami dapat dari dekan. Kami disambut dengan baik, kesan pertama kami datang pasti ada rasa nervous karna jujur ini kali pertamanya kami melakukan wawancara langsung ke instansi pemerintahan. Namun sayang sekali ketua DPD Partai Demokrat Samarinda yang ingin kami wawancarai sedang tidak berada di tempat, karna ada urusan. Sehingga kami diminta untuk menunggu beliau. Setelah satu jam menunggu, kami memutuskan untuk kembali ke kampus karna masih ada mata kuliah lain, kami membuat janji pertemuan jam 13.00 wita di kantor itu kepada ketua DPD Partai Demokrat Samarinda -yang saya lupa namanya- yang kami sampaikan melalui resepsionist kantor tersebut.

Sesuai perjanjian yang ditentukan, kami kembali ke kantor DPD Partai Demokrat Samarinda pada jam 13.00 wita. Kali ini Yunda Hestya ikut serta menemani kami dalam melaksanakan tugas wawancara di kantor DPD Partai Demokrat Samarinda. Namun saat kami tiba disana, ketua DPD Partai Demokrat Samarinda sedang rapat bersama anggotanya, kami harus kembali menunggu. Cukup lama kami menunggu, tetapi waktu tidak terlalu terasa lamanya karna kami ditemani ngobrol dengan staff kantor DPD Partai Demokrat Samarinda tersebut, beliau sangat baik sekali. Tanpa terasa kurang lebih 2 jam kami menunggu, rapat tidak kunjung selesai. Dan kemudian ada salah seorang anggota DPD Partai Demokrat Samarinda menawarkan diri untuk diwawancarai, beliau adalah narasumber yang bernama “Bapak Rachmadi Kasim” menjabat sebagai ketua di bidang perkebunan dan pertanian DPD Partai Demokrat Provinsi Kaltim. Beliau bersikap ramah kepada kami.

Dari pemaparan beliau, di DPD Partai Demokrat Provinsi Kaltim belum pernah terjadi tindak korupsi karna mereka selalu mengingatkan pada anggotanya untuk selalu bertanggung jawab dan beriman kepada yang maha kuasa. Mereka juga selalu mengingatkan untuk tidak melakukan tindak korupsi, karna tindak korupsi itu sangat tidak baik, korupsi sungguh perbuatan yang dapat menyengsarakan masyarakat.

Menurut beliau sendiri untuk menumbuhkan anti korupsi dilingkungan sekitar harus dimulai dari orang orang terdekat seperti keluarga. Karna beliau adalah seorang ayah, beliau mengajarkan kejujuran pada anak anaknya, mengajarkan untuk selalu bertanggung jawab. Dan apa yang sudah ditanamkan pada anak anaknya itu kelak akan dibawa sampai mereka dewasa, sehingga mereka akan senantiasa jujur dan bertangggung jawab. Kejujuran dan tanggung jawab merupakan kunci untuk anti korupsi.

Menurut beliau pendidikan anti korupsi sejak dini sangat penting di terapkan, karena pada usia dini inilah nilai nilai anti korupsi itu penting ditanamkan, mulai dipupuk pada anak anak. Diajarkan mana yang baik, mana yang tidak baik. Karena apa yang dia dapat saat muda akan diingat terus sampai mereka dewasa. Dibiasakan untuk selalu jujur, dari biasa jujur inilah yang membuat mereka (anak-anak) takut untuk melakukan kebohongan atau kecurangan.

Dan pemaparan terakhir yang beliau sampaikan ialah, beliau dan anggotanya sangat tidak setuju pada serangan fajar yang biasa dilakukan sebelum pemilu guna menarik perhatian masyarakat. Menurut beliau, ada baiknya jika ada serangan fajar seperti itu ambil saja untungnya seperti jika ada partai yang membagi bagikan uang ya ambil saja uangnya, masalah masyarakat mau memilihnya atau tidak ya itu kembali ke masyarakat itu sendiri. Masyarakat bisa menilai mana yang dilakukan dengan benar, mana yang dilakukan dengan tidak benar. Mencari perhatian, mencuri hati masyarakat dengan membagi bagikan uang itu apakah benar? Itu sama seperti kita membayar masyarakat, jelas ini sangat tidak pantas.

Sangat jelas pemaparan yang disampaikan oleh beliau, yang saya tuliskan hanyalah kesimpulan yang saya ambil dari pemaparan beliau. Banyak pesan yang disampaikan beliau pada kami, seperti “yang bener kuliahnya biar bisa jadi orang nanti”, beliau sangat baik. Setelah itu kami berpamitan pulang. Kami puas dengan hasil wawacara yang kami lakukan, kami beruntung karena instansi yang kami datangi ini bersedia untuk diwawancarai. Tidak seperti di DPRD kota Samarinda yang merupakan tugas dari Nur Hariyani dan Randa, mereka tidak berhasil mewawancari anggota dari pihak DPRD Kota Samarinda. Dan beruntung bagi Qintamani, Yunda Hestya, dan Dini karena mereka berhasil mewawancarai salah satu staff kantor Gubernur yaitu staff biro hukum.

Advertisements