Tags

Nama                   :         Rivaldi

NIM            :         1402045053

Prodi           :         Hubungan Internasional/A

Tugas Mata Kuliah Pendidikan Anti Korupsi

Essay Hasil Wawancara mengenai Anti Korupsi

Saya merupakan salah satu anggota dari kelompok Belajar di Mata Kuliah Pendidikan Anti Korupsi. Kelompok Saya bernama untouchtable.Semenjak Ibu Uni Wahyuni Sagena selaku Dosen Pemegang Mata Kuliah Anti Korupsi menyampaikan tugas kelompok berupa mewawancara salah satu Instansi mengenai Anti korupsi.Maka kami selaku kelompok belajar sudah menyiapkan diri untuk melaksanakan tugas tersebut.Sebelumnya Kami selaku team telah berdiskusi mengeai instansi mana yang kemungkinan akan kami datangi dan kami memilih tiga opsi instansi yang akan kami datangi yaitu, Partai Gerindra(Gerakan Indonesia Raya), Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Kalimantan Timur, dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Karena ketiga instansi itu masing-masing memiliki keunikannya sendiri. Mulai dari Gerindra yang merupakan sebuah partai politik lalu KNPI yang merupakan organisasi nasional kepemudaan serta BPK yang bertugas memeriksa keuangan yang ada di setiap instansi yang ada di Provinsi Kalimantan Timur. Namun dengan beberapa alasan tertentu sehingga akhirnya kami menjatuhkan pilihan utama kepada Partai Gerindra dan dengan rencana cadangan ke KNPI. Alasan Kamiu memilih Partai Gerindra karena lewat data yang telah didapat bahwa Partai Gerindra merupakan salah satu partai politik terbersih di Indonesia selain Partai Hanura. Dan kami ingin mewawancarai salah satu petinggi Partai Gerindra di Kalimantan Timur mengenai pendapatnya tentang korupsi yang ada di Indonesia dan tips untuk menangkal korupsi seperti yang dilakukan dalam partainya, sehingga kami sepakat untuk memilih Partai Gerindra sebagai rencana utama untuk di wawancarai. Lalu untuk rencana cadangannya kami memilih KNPI karena kami ingin melihat penilaian tentang kasus korupsi yang ada di Indonesia lewat sudut pandang organisasi kepemudaan karena notabene pemudalah yang di masa mendatang yang akan memegang kendali roda pemerintahan di Indonesia.

Pada tanggal 29 April 2015 Kami memulai Perjalanan di kedua Istansi. Point Positif meurut Saya dari rencana untuk tugas ini ialah Instansi KNPI dan Kantor DPD Kaltim Gerindra berada di Jalan yang sama, yaitu Jalan A.W. Syahranie. Pada jam 8.00 sampai 9.30 Kami mengujungi kedua Instansi untuk membuat perjanjian terlebih dahulu. Namun Sayang kedua Instansi belum bisa mempertemukan Kami dengan Pemimpinnya dikarenakan masih jam sibuk, Kami disarankan untuk datang kembali 12.50. Tepat Pada jam 12.50 Kami mendatangi kembali KNPI dan akhirnya Kami bisa membuat perjanjian wawancara kepada wakil ketua I KNPI pada tanggal 7 Mei 2015 jam 1 siang. Setelah Hal tersebut Kami mendatangi Partai Gerindra untuk membuat perjanjian pula. Partai Gerindra ragu-ragu untuk menyanggupi Permintaan Kami,mengingat agenda Partai tersebut lumayan sibuk. Kami selaku Kelompok akhirnya memutuskan untuk mengeliminasi Partai Gerindra untuk diwawancara.

Tepat hari kamis tanggal 7 Mei 2015 kami akhirnya pergi ke kantor KNPI pada jam 1 siang dengan terlebih dahulu mempersipakan bahan pertanyaan yang ada serta konsep dari wawancara yang akan kami lakukan dan kami akhirnya tiba di kantor KNPI tepat jam 1 siang namun bapak yang akan kami wawancarai belum datang sehingga kami harus menunggu di dalam kantor KNPI. Di kantor KNPI kami diterima dengan baik dan hangat oleh salah seorang pengurus yang ada di kantor tersebut dan sambil menunggu bapak Wakil Ketua I KNPI datang kami berbincang-bincang santai dengan salah satu pengurus KNPI yang menerima kami di kantornya. Beliau bertanya maksud dan tujuan kami datang ke KNPI dan beliau mengapresiasi kami karena kami mau meminta pandangan terkait korupsi dari sudut pandang oraganisasi kepemudaan dan memang hanya kami kelompok yang mewawancarai organisasi kepemudaan.

Tak berapa lama kemudian sang Narasumber yang Kami tunggu akhirnya tiba di lokasi. Sang Narasumber tersebut bernama Bapak Arif Rahman Hakim. Bapak Arif Rahman Hakim ini menjabat sebagai Wakil Ketua I pada KNPI Provinsi Kalimantan Timur. Dalam wawancara kelompok Untouchable, Kami memakai sistem diskusi jadi semua anggota kelompok Untouchable berpartisipasi dalam mewawancara Sang Narasumber.

Dalam wawancara ini yang berperan menjadi Pewawancara Utama adalah Teman Saya yang bernama Retitha Kurnianda, Namun anggota yang lain selain menjadi audience juga dapat memberi pertanyaan atau respon kepada Sang Narasumber.

Dalam wawancara tersebut Kami menanyakan beberapa hal. Pertanyaan inti tersebut adalah :

  1. Pendapat sang Narasmuber mengenai Korupsi yang terjadi di Indonesia?
  2. Sejak Kapan Pendidikan Anti Korupsi sebaiknya di ajarkan?
  3. Apakah pernah terjadi tindakan Korupsi di lingkungan Instansi KNPI?
  4. Strategi apa yang paling tepat untuk menekan tindak korupsi?

Untuk pertanyaan pertama Sang Narasumber menjawab “Korupsi yang terjadi di Indonesia sudah dalam tahap yang Kronis, bahkan sudah seperti menjadi Budaya, walaupun sebetunya Korupsi ini bukan bagian dari Budaya dari Bangsa Kita,”. Dalam Pertanyaan kedua, Beliau berpendapat “Seharusnya Pendidikan Anti Korupsi harus diajarkan sejak dini, bahkan seharusnya diajarkan sejak bangku Taman Kanak-kanak dan Beliau juga menyayangkan kenapa Pendidikan Anti Korupsi baru diajarkan ketika di jenjang Kuliah,Namun tetap Beliau mengapresiasi Kami karena saat sekarang ini sangat sedikit Pemuda yang mau memberi perhatian terrhadap Pendidikan Anti Korupsi.” Pertanyaan Ketiga mengenai apakah pernah terjadi tindak Korupsi di lingkungan KNPI, Beliau menjawab “Selama KNPI berada di Provinsi Kalimantan Timur ini belum pernah terjadi tindakan Korupsi,” dan untuk Pertanyaan keempat Beliau mengatakan” Strategi sehingga KNPI tidak pernah terjadi Korupi ialah manajemen yang baik dan transparan. Ketika Manajemen yang dilakukan oleh suatu Organisasi itu baik, tepat, dan transparan maka tindak Korupsi itu bisa dikunci pergerekannya,”. Saya sendiri pun juga mengajukan pertanyaan “Bagaimana cara Kita menghadapi Korupsi jika Kita berada dalam Lingkungan Instansi?mengingat banyak Orang yang Anti Korupsi jika masih diluar sistem namun jika sudah berada dalam sistem maka tak jarang yang anti tersebut malah Korupsi juga!,” Dengan Bijak beliau menjawab “Kuatkan Iman, Perdalam Ilmu Pendidikan dan tetap pegang Teguh Idealisme maka dimana pun berada Kita tidak terpengaruh oleh godaan Korupsi.”

Dari wawancara tersebut Saya pribadi banyak mendapat Ilmu baru mengenai Pendidikan Anti Korupsi, salah satunya ialah Manajemen yang baik,tepat,dan transparan akan menekan niat untuk tindakan Korupsi. Idealisme yang teguh yang juga disokong oleh Iman dan Ilmu akan membuat Kita kuat menghadapi godaan Korupsi dimana pun Kita berada.Saya pribadi cukup Puas dengan wawancara Kami Kepada Beliau. Beliau menjawab pertanyaan Kami dengan antusias dan dengan Jawaban yang cerdas.Tidak pula memberikan Kami solusi ampuh untuk menumpas Korupsi. Pesan terakhir sebelum wawancara Kami berakhir, Beliau berpesan “Jadilah Pemuda yang konsisten untuk selalu melawan tindak korupsi perkuat Iman dan perdalam Ilmu Pengetahuan untuk mengatasi Korupsi,”. Akhirnya Wawancara pun berakhir dan sebelum Pamit Kami pun berfoto bersama dengan Narasumber.

Advertisements