Tags

NAMA                           :   RETITHA KURNIANDA

NIM                               :   1402045067

PRODI                           :   ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL

MATA KULIAH           :   PENDIDIKAN ANTI KORUPSI

ESSAY “PENDIDIKAN ANTI KORUPSI”

Hari/Tanggal pelaksanaan   :   Kamis, 7 Mei 2015

Waktu Pelaksanaan              :   14.30 WITA – Selesai

Tempat Pelaksanaan                        :   Kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia

                                                Samarinda Kalimantan Timur

Alamat                                    :   Jl. A.W Syahrani, Samarinda Provinsi

                                                Kalimantan Timur

Narasumber                           :   Bapak Arif Rahman Hakim, S.Hi.

Pewawancara                                    :   Retitha Kurnianda

Tema Wawancara                 :   Bagaimana Strategi dan Peran Pemuda dalam Pendidikan

                                                  Anti Korupsi

Tujuan Wawancara              :   Untuk mengetahui bagaimana peran pemuda

                                                 dalam pendidikan anti korupsi serta mengetahui

                                                  strategi anti korupsi dari pihak kantor KNPI

Laporan ini saya buat berdasarkan dari tugas Mata Kuliah Pendidikan Anti Korupsi yang diberikan oleh dosen kami bernama Ibu Uni Wahyuni Sagena, M.Si., Ph.D. Disini saya akan menceritakan pengalaman bagaimana saya dan kelompok saya mampu mengerjakan tugas yang telah diberikan oleh dosen kami. Pertama, kebetulan saya berada kelompok yang telah ditentukan yaitu di kelompok yang bernama “UNTOUCHABLE”. Ada 8 orang dalam kelompok tersebut yaitu saya sendiri Retitha Kurnianda, Armin Beni, Reno Veroliano, Jurmin, Rivaldi, Aprin T.P , Dwiki Yudistira dan Maghfirah Nur A.S

Tugas yang diberikan dosen kami adalah tugas yang pertama kali saya lakukan bersama teman-teman saya karena tugas ini adalah wawancara di sebuah kantor atau instansi yang berada di kota Samarinda, karena saya dan teman-teman saya ditugaskan untuk mewawancarai salah satu karyawan yang berada di instansi tersebut. Sebelum saya melakukan survey, saya dan teman-teman saya mendiskusikan apa saja instansi yang akan kami kunjungi. Setelah selesai mendiskusikan akhirnya saya dan teman sekelompok kami telah memutuskan instansi apa saja yang akan dikunjungi, yaitu Kantor Partai Gerindra, Kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia Samarinda Kalimantan Timur dan Kantor Badan Pemeriksaan Keuangan. Karena dengan segala pertimbangan dari teman-teman akhirnya kita memutuskan untuk dua instansi saja yang akan dikunjungi. Yaitu Kantor Partai Gerindra yang berada di Perumahan Villa Tamara jalan A.W. Syahrani dan Kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia di jalan A.W Syahrani Samarinda Kalimantan Timur. Alasannya memilih Kantor Partai Gerindra karena partai tersebut adalah salah satu partai terbersih dari kasus korupsi dan untuk Kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia adalah karena menyangkut tema wawancara yaitu Peran Pemuda Tentang Pendidikan Anti Korupsi.

Setelah sepakat tentang instansi yang akan dikunjungi akhirnya saya dan teman-teman turun kelapangan langsung untuk mewawancarai salah satu karyawan di instansi tersebut pada tanggal 29 April 2015.Wawancara tersebut dilaksanakan pada hari Rabu yang bertepatan dengan jam mata kuliah Pendidikan Anti Korupsi karena dosen kami membebaskan jam untuk melakukan wawancara di instansi tersebut. Yang saya dan teman-teman lakukan pertama dalah mengunjungi instansi tersebut untuk membuat perjanjian kepada pimpinan instansi agar saya dan teman-teman tidak menganggu jadwal perkerjaan pimpinan atasan tersebut. Saat itu instansi yang pertama saya kunjungi adalah Kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia dan tiba di kantor tersebut sekitar pukul 10.00 WITA. Kami sangat bergegas untuk cepat karena setelah itu pada jam 11.20 WITA saya ada kuliah yang tidak bisa ditinggalkan. Setibanya di Kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia ternyata di kantor tersebut sangat sunyi dan sama sekali tidak karyawan yang terlihat. Ternyata karyawan di Kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia baru datang tengah hari sekitar pukul 12.00 WITA. Mendengar penjelasan tersebut saya dan teman-teman tidak bisa menunggu lama-lama karena berhubung ada jam kuliah pukul 11.20 WITA. Karena nihil di Kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia saya melanjutkan untuk membuat perjanjian di Kantor Partai Gerindra. Setibanya di sana sama halnya dengan Kantor KNPI tidak ada karyawan yang terlihat dan hanya beberapa yang tidak berkepentingan di kantor tersebut karena di Kantor Partai Gerindra baru ada karyawan sekitar pukul 12.00 WITA. Karena saya dan teman-teman nihil untuk melakukan perjanjian akhirnya saya kembali ke kampus sebab ada jam kuliah yang harus saya dan teman-teman lakukan dengan niat setelah selesai kuliah saya dan teman-teman akan mengunjungi kembali kantor tersebut.

Setelah selesai kuliah pukul 12.50 WITA sesuai rencana saya dan teman-teman, akhirnya saya kembali ke instansi tersebut. Instansi pertama adalah Kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia, memang benar sesampai saya tiba ada beberapa karyawan di kantor tersebut namun pimpinan kantor tersebut ternyata banyak yang tidak hadir sebab sedang menjalankan tugas di luar kota. Di kantor tersebut ternyata saya dan teman-teman bertemu dengan pengurus yang sebenarnya adalah salah satu dosen kami di Prodi Hubungan Internasional. Setelah saya dan teman-teman mendapat penjelasan dari bapak tersebut akhirnya kami dibuatkan janji untuk wawancara yaitu kepada Wakil Ketua I karena ketua KNPI sendiri sedang berada di luar kota. Senang sekali saya dan teman-teman akhirnya mendapat janji untuk wawancara pada tanggal 7 Mei 2015 pukul 13.00 WITA.

Setelah mendapatkan janji lanjutlah saya dan teman-teman melanjutkan untuk membuat janji ke kantor Partai Gerindra. Setibanya disana benar yang dikatakan sebelumnya ada bebarapa karyawan di kantor tersebut termasuk pimpinannya. Namun sayang nya dikantor Partai Gerindra saya dan teman-teman tidak dapat melakukan perjanjian wawancara, bapak yang akan kita wawancarai meminta untuk wawancara hari itu juga karena sedang terburu-buru. Berhubung saya dan teman-teman belum menyiapkan bahan wawancara dan belum ada persiapan dengan cara berbicaranya bapak  tersebut seakan menolak kami akhirnya kami sekelompok berfikir panjang untuk melakukan wawancara atau tidak dikantor Partai Gerindra, akhirnya kami memutuskan untuk tidak melakukan wawancara di kantor tersebut dan memutuskan untuk melakukan wawancara di Kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia.

Tepat hari Kamis tanggal 7 Mei pukul 13.00 WITA saya dan teman-teman bersiap untuk melakukan wawancara dengan bahan wawancara yang telah saya dan teman-teman siapkan. Sayang sekali pada hari itu dengan jam yang tidak tepat sebenarnya kami ada jam kuliah, berhubung kami sudah melakukan perjanjian dengan kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia, kami satu kelompok terpaksa tidak mengikuti kuliah dan titip absen ke teman saya, namun tidak dengan Reno dan Jurmin teman saya satu kelompok, mereka berani untuk tidak menitip absen dan menerima konsekuensi tidak masuk kuliah yaitu dicoret di daftar hadir perkuliahan, mereka memang mempertanggung jawabkan perbuatan mereka, itu adalah tindakan baik karena mereka memang tidak mau melakukan perbuatan yang bisa dikatakan dengan korupsi, disitu saya merasa malu dengan teman saya tersebut, namun tetap saja saya menitip absen ke teman saya. Itulah sebetulnya tindakan kecil yang harus dilakukan untuk menerapkan pendidikan anti korupsi sebagai melatih kebiasaan diri untuk tidak korupsi.

Setibanya di kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia, kami disambut baik oleh karyawan di kantor KNPI, karena bapak yang akan kita wawancarai belum datang akhirnya kami satu kelompok berbincang-bincang sedikit mengenai tujuan kami melakukan wawancara di kantor Komite Nasional Pemuda Indonesia. Bapak tersebut sangat mengapresiasi maksud dan tujuan kami untuk melakukan wawancara karena menurut beliau tema yang akan kita angkat sangat baik tentang peran pemuda terhadap Pendidikan Anti Korupsi. Banyak sekali yang kita bicarakan sembari menunggu bapak yang akan saya dan teman-teman wawancari. Satu jam sudah saya dan teman teman menunggu narasumber datang, beliau belum datang juga, akhirnya salah satu karyawan mencoba menghubungi dan tidak lama kemudian datang narasumber yang akan kita wawancarai yaitu bapak Arif Rahman Hakim, S.Hi.

Beliau menjabat sebagai Wakil Ketua I Organisasi, Keanggotaan, dan Kaderisasi di Komite Nasional Pemuda Indonesia Samarinda Kalimantan Timur.

Tidak menunggu lama lagi saya dan teman-teman memulai untuk mewawancarai, namun sistem wawancara kelompok UNTOUCHABLE sedikit berbeda yaitu berbentuk seperti diskusi sehingga kami semua dapat mendengarkan dengan baik dan bebas untuk mengungkapkan pendapat serta saran dari audience dalam wawancara ini tetap masih pewawancara utama adalah saya sendiri Retitha Kurnianda yang memulai pembukaan untuk wawancara. Setelah melakukan wawancara hasil yang kita dapat dari wawancara tersebut adalah strategi dan peran pemuda dalam pendidikan anti korupsi. Setelah wawancara selesai kami diberikan motivasi-motivasi menyangkut pendidikan anti korupsi

Setelah selesai wawancara kami kelompok UNTOUCHABLE melakukan foto bersama dengan Bapak Arif Rahman Hakim, S.Hi. untuk kenangan dan dilampirkan sebagai hasil untuk Presentasi kami mendatang.

Advertisements